NovelToon NovelToon
Pendekar Legenda Naga

Pendekar Legenda Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Ibu … apa Ibu akan kembali menjemputku?”

Itu adalah kata-kata terakhir Lu Ming sebelum ibunya pergi dan tak pernah kembali.

Ditinggalkan di kota asing, ia tumbuh dengan harapan yang tak pernah padam—menunggu seseorang yang mungkin tak akan pernah datang.

Saat ia berumur 10 tahun, ia berhenti menunggu dan memilih mencari. Perjalanan itu membawanya pada satu tujuan: menemukan ibunya.

Namun ketika akhirnya ia bertemu … bukan pelukan hangat yang ia dapatkan, melainkan kenyataan pahit yang menghancurkan segalanya.

Apakah kebenaran yang begitu kejam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Pertarungan di ujung pedang

​"Kau... kau berubah," desis Liu Shen, matanya menyipit melihat aura Pembentukan Inti yang memancar begitu padat dari tubuh Lu Ming. "Apa yang dilakukan Ibukota pada bocah cengeng yang selalu menunggu di gerbang itu?"

"Ah, Ibukota?" Lu Ming tertawa kecil, melangkah maju perlahan dengan langkah yang sangat santai. "Ibu sangat cantik, Liu Shen. Ia memiliki taman bunga lili yang indah dan suami yang gagah. Ia juga memiliki anak-anak baru yang sangat berbakat. Ia hanya... lupa bahwa ia pernah memiliki seorang putra bernama Lu Ming. Menarik, bukan, betapa mudahnya sebuah memori dihapus oleh kain sutra?"

​Liu Shen menggertakkan gigi hingga rahangnya menegang. "Sudah kubilang dunia ini busuk! Kau seharusnya mendengarku sejak awal daripada menjadi penyair sampah di desa bambu itu!"

​"Oh, aku mendengarmu, Liu Shen. Sangat mendengarmu," Lu Ming berhenti tepat sepuluh langkah di depan saudaranya. "Tapi kau membantai dengan amarah. Itu terlalu kasar. Kau tidak memiliki nilai estetis. Lihatlah mayat-mayat ini... berantakan sekali. Tidak ada seni di dalamnya. Kau hanya menghancurkan, kau tidak melukis."

​Liu Shen mengangkat pedang besar Paman Han, menunjuk tepat ke wajah Lu Ming. Aura hitam di bilahnya menjilat udara. "Aku tidak peduli dengan seni gila milikmu. Jika kau menghalangiku untuk menghancurkan kekaisaran yang telah membuang kita ini, aku akan membunuhmu juga, Lu Ming. Saudara atau bukan."

​Lu Ming mengeluarkan pedang pendeknya. Ia tidak menunjukkan amarah, tidak ada kebencian. Ia hanya menatap Liu Shen dengan tatapan seorang seniman yang baru saja menemukan kanvas terbaik di dunia.

​"Niat membunuh yang luar biasa," gumam Lu Ming, wajahnya tampak sangat puas, seolah sedang menghirup aroma bunga yang paling harum. "Liu Shen, kau tahu? Darah seorang saudara... konon katanya adalah tinta yang paling abadi untuk menuliskan sebuah puisi keabadian. Aku sangat ingin mencobanya."

​"Maka matilah!"

​KLAANG!

​Dua energi raksasa bertabrakan dengan kekuatan yang sanggup merobek langit.

Pedang besar Paman Han yang membawa amarah dunia bertemu dengan pedang pendek Lu Ming yang membawa kedinginan jiwa yang hancur.

Ledakan Qi dari benturan itu meratakan sisa-sisa bangunan di sekitar mereka, menciptakan kawah besar di tengah desa.

​Mereka saling tatap dari jarak dekat di antara bilah pedang yang beradu kuat. Percikan api dan Qi hitam-merah menyambar di antara mereka.

​"Kau ingin puncak keabadian, Lu Ming? Aku akan mengirimmu ke sana dalam bentuk abu!" teriak Liu Shen, otot-otot lengannya menegang hebat hingga meledakkan zirah kulit yang ia kenakan.

​"Maafkan saya, Saudaraku," bisik Lu Ming dengan mata yang berkilat emas penuh kegilaan. "Tapi aku butuh rambut putihmu itu untuk menjadi kuas baruku. Mohon kerjasamanya."

​Pertarungan dua iblis yang dulu bersaudara itu pecah di bawah langit yang memerah oleh sisa api pembakaran.

Lu Ming bergerak dengan keanggunan yang menakutkan, setiap serangannya diiringi dengan gumaman bait-bait puisi maut, sementara Liu Shen menyerang dengan kekuatan penghancur yang sanggup membelah bumi menjadi dua.

​Di tempat ini, di atas sisa-sisa desa yang hancur, ikatan masa kecil mereka benar-benar terbakar habis.

Dua jiwa yang penuh akan luka dan amarah terhadap dunia saling melancarkan kekuatan untuk saling membunuh.

Dua jiwa yang dulu keluarga, teman, saudara, rival sekarang justru menjadi musuh yang ingin saling menghabisi karena perbedaan jalan hidup dan ideologi.

1
Dhewa Iblis
Kereenn...
Beni: makasiihhh. lanjut teruuus
total 1 replies
Dhewa Iblis
Mantapp...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Mantap...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Mantap...
Dhewa Iblis
Lanjut...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Lanjut...
Dhewa Iblis
Next...
Dhewa Iblis
Semangaatt thorr...
Dhewa Iblis
😥😥😥
Dhewa Iblis
Laaannnjjjuuttt...
Dhewa Iblis
Laaannjuut..
Nanik S
Apakah Liu Shen dibawa kesekte Suci
Nanik S
Wajah yang lama dirindukan tapi akhirnya menjadi kebencian tiada batas
Beni: lebih memilih harta dan membuang masa lalu/Scowl/
total 1 replies
Nanik S
kenapa mereka tidak bekerja sama menghancurkan ke Kaisaran
Beni: perbedaan pendapat
total 1 replies
Nanik S
Ceritanya bagus Tir
Nanik S
Cerita yang sama sama membawa kekecewaan
Nanik S
Liu Ming benar benar kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!