NovelToon NovelToon
Istri Seksi Tuan Arnold

Istri Seksi Tuan Arnold

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putrichou

"Menikahlah dengan ku dan berikan aku keturunan. Aku akan memberikan semua yang kamu inginkan, termasuk kesejahteraan,"

Anjani tidak menyangka di usianya dua puluh tahun, harus menghadapi tawaran gila dari pria konyol yang dia bantu. Di sisi lain ia ingin memperbaiki hidup, sedangkan di sisi lain ia tidak ingin melakukan hal bodoh itu.

Namun melihat pengorbanannya Arya, keputusan besar akhirnya ia ambil untuk mereka berdua, bersiap menikah dan memberikan Arnold keturunan. Akankah mereka berdua berubah pikiran dan menjalin hubungan tanpa aliansi apapun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putrichou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARYA MURKA

Para pelayan terbengong dengan kepulangan Tuan Muda mereka, dengan langkah lebar santai dan tidak tergesa-gesa seperti biasanya, mengundang tatapan terheran-heran dari para pekerja.

"Selamat datang, Tuan Muda." sapa para pelayan dengan membungkuk hormat. Ia juga heran kenapa Arnold pulang tanpa memberitahu kabar.

"Di mana Mama dan Papa?" tanya pria itu memberikan jas kerjanya. Ia merasa sangat gerah karena seharian berada di kantor. Pekerjaannya tidak terlalu menyibukkan diri, namun para investor datang dan membuat janji secara mendadak.

"Tuan dan Nyonya besar sedang berada di ruang santai," Arnold melirik pria yang mungkin seumuran dengan Ayahnya.

"Minta Kelvin datang ke kamar ku nanti,"

Kepala pelayan itu mengangguk mengiyakan, Arnold bergegas menuju ruang santai. Ruangan yang terpisah dari rumah utama, berada di halaman paling belakang dan menghadap langsung ke danau buatan.

"Mama," panggil Arnold mengejutkan kedua orang yang sibuk berjemur di bawah terik matahari pagi.

"Omo, Arnold?"

Wanita paruh baya itu segera meletakkan cemilannya dan mendekati anak semata wayangnya, sudah sangat lama mereka tidak bertemu dan lebih tepatnya Arnold lah yang menghindari orang tuanya, karena mereka akan semakin gencar untuk mencarikan calon istri untuknya.

"Ingat juga kamu punya orang tua," celetuk pria yang masih memejamkan matanya. Hanya dia yang tak menyambut kepulangan Arnold dan pria itu juga tak peduli.

"Kenapa kamu susah sekali di temui dan ke mana kamu selama ini? Kenapa tidak pernah mengangkat telepon Mama dan Papa?!"

Jasmine Amanda, wanita kandung dari Arnold sekaligus istri Konglomerat dari Fero Darmawangsa. Fero adalah Putra sulung dari Tuan Tua dan Nyonya Tua Darmawangsa, ia memiliki kembaran saudari perempuan yang sedang berkarier di luar negeri. Jasmine adalah anak kedua dari tiga bersaudara dan semua saudaranya adalah laki-laki.

Jasmine bukankah dari keluarga sembarangan, ia setara dengan Fero, suaminya. Ia juga wanita berkarier hingga saat ini, memiliki butik bergengsi dan juga beberapa restoran berbincang, serta warisan hotel bintang lima dari Kakeknya. Fero dan Jasmine menikah karena di jodohkan, namun berakhir saling jatuh cinta hingga sekarang.

"Aku sibuk,"

"Bullshit sekali mulut kamu ya, Nak."

Fero dan Arnold tidak pernah akur, bila ada kesempatan maka Ayah dan anak itu akan selalu beradu mulut, seperti sekarang. Arnold menatap tak suka dengan sahutan sang Ayah. Fero menaikkan alisnya dan merangkul pinggang istrinya dengan sangat mesra.

"Harusnya kamu seperti ini. Bukan malah kami yang harus mempraktekkan setiap hari,"

Ini alasan kedua mengapa Arnold malas berlama-lama di rumah kedua orangtuanya, Arnold memilih untuk tinggal seorang diri di Penthouse mewah miliknya. Arnold bukanlah seorang introvert, ia hanya malas berlama-lama dan bertemu orang contohnya kedua orangtuanya.

"Lagipula aku pulang ingin mengatakan kalau aku sudah memiliki calon istri,"

Fero dan Jasmine sontak saling beradu tatap. Semua tawaran dan wanita yang Jasmine ingin coba di dekatkan kepada putranya bahkan di tolak mentah-mentah, dan sekarang tiba-tiba Arnold memiliki seorang calon istri?

"Kamu pasti berbohong kan, agar Mama tidak mencarikan mu wanita lagi." tuding Jasmine dengan tatapan tajam.

Arnold menghela napas panjang dan memperlihatkan fotonya saat duduk berduaan dengan Anjani. Ya, Arnold meminta bantuan orang untuk memotret mereka berdua saat sedang duduk di taman rumah sakit.

Fero menyipitkan matanya dan menatap Putranya dengan seksama, "baguslah. Agar kamu sadar diri kalau Jasmine adalah milikku seorang,"

Jasmine menatap Arnold dengan semangat dan mendekati sang Putra, rasa tidak sabar mencuat dalam dirinya. "Kamu tidak bohong kan? Ini seriusan kan, Arnold?!"

Arnold tersenyum tipis. "Hari ini aku akan mengunjungi desanya, untuk bertemu dengan Anjani."

Mendengar nama desa, Fero mengerutkan keningnya. Ia mengira calon istri Putranya berasal dari kota dan wanita sosialita. Melihat wajah penuh tanda tanya sang Ayah, Arnold mendekati pria itu dan menepuk bahu Fero dengan santai.

"Dia sangat cantik seperti Jasmine mu, Ayah. Aku pastikan kita tidak akan rebutan lagi,"

Fero melirik sinis, "cepatlah menikah dan bawa wanita bernama Anjani itu ke hadapan ku! Kalau bisa jangan lama-lama, aib."

...****************...

Anjani bergerak gelisah sajak tadi, membuat Arya yang semulanya masih marah kini menatap bingung. Apa yang dipikirkan gadis di depannya hingga sampai menggigit kuku jarinya.

"Duduklah, apa yang pikirkan, Anjani?" tanya Arya kesal. Anjani menoleh dan menghembuskan napas berat. Benar, apa yang ia pikirkan sampai tanpa sadar berjalan kesana-kemari dengan gelisah.

"Kak, hmm ..." Anjani kembali gelisah, ia bingung bagaikan harus memberitahu Arya tentang keputusan besarnya. Arya bahkan tidak tahu dan selalu memastikan Anjani untuk tidak menjalin hubungan asmara dengan pria manapun.

"Katakanlah," kata Arya yang akhirnya menurunkan egonya, pria itu mendekati dan menenangkan Anjani dengan caranya sedari dulu. Arya tahu kalau sang Adik baru beranjak dewasa dan belum bisa membedakannya mana yang terbaik dan mana yang buruk.

Arya tidak mempermasalahkannya, karena dia yang akan membimbing Anjani dengan seluruh kesabarannya. Anjani memejamkan matanya sejenak, degup jantungnya lebih berdetak kencang dan semakin membuatnya takut.

"Apa kakak masih marah kepada ku?" tanya gadis itu, Arya mengelus rambut Anjani. Arya tidak bertanya lebih lanjut tentang rambut sang Adik.

"Anjani," Arya memegang kedua pundak Adiknya, "Aku adalah seorang Kakak dan seorang Kakak ingin Adiknya mendapatkan yang terbaik, itu tujuan ku. Kalau ditanya, apakah aku marah kepada mu, tentu saja aku marah. Karena aku merasa gagal menjadi seorang Kakak untuk mu."

Anjani terdiam, Arya benar. Tetapi semua sudah menjadi keputusan Anjani yang sudah matang untuk di putuskan. Anjani mengangguk mengerti dan menatap pakaian Arya yang sudah lusuh dan penuh jahitan.

"Aku janji, aku akan memperbaiki hidup kita setelah ini, Kak." Arya tersebut dan membawa Anjani ke dalam pelukannya.

"Kakak akan menunggu hari itu suatu saat nanti, Anjani."

"Bukan suatu saat nanti, Kak." Anjani melepaskan pelukan itu, "tapi hari ini."

DEG ....

"Apa?"

Anjani mengangguk, percuma menyembunyikan semua kebohongannya, kalau tetap saja akan terbongkar. Anjani tidak ingin Arya mengetahui semua yang ia alami dari orang lain.

"Kak biarkan aku memulai sesuatu yang mungkin ..."

"Jangan bertele-tele, Anjani!" tegur Arya menatap sang Adik dengan rasa marah yang membara.

Lidahnya terasa kelu, Arya mengusap wajahnya tak habis pikir dengan semua tindakan yang dilakukan Anjani. Ia memiliki mimpi, bermimpi memiliki segala hal dan bekerja di sebuah perkantoran yang bisa menaikkan derajat mereka berdua.

"Aku akan menikah,"

Tubuh Arya menjadi kaku, pria itu sedikit terhuyung kalau Anjani tidak segera menahannya. Arya menepis tangan Anjani dan menjatuhkan tubuhnya dengan tangisan kecil. Anjani tanpa sadar meneteskan air matanya, ia tidak ingin mengambil keputusan ini, tapi keadaan yang memaksanya.

"Apakah Juragan memaksa kamu? Atau Pak Kades?"

Anjani bersimpuh di hadapan Arya, "bukan mereka."

Pria itu mengepalkan tangannya, ia berusaha menahan diri untuk tidak melayangkan tamparan untuk kedua kalinya kepada sang Adik.

"Lalu siapa? KATAKAN ANJANI!" urat leher Arya menonjol dengan wajah memerah. Menandakan pria itu sangat murka dengan keputusan sang Adik yang semena-mena.

Anjani tidak terkejut, itu hanya bisa membungkam mulutnya dan menahan tangisannya. Ia akan memberitahu sang Kakak, tapi ia harus menunggu waktu untuk mengatakan semuanya.

"APAKAH KAMU MENAWARKAN TUBUH KAMU KEPADA PUTRA JURAGAN ATAU KEPADA PUTRA PAK KADES UNTUK MENDAPATKAN UANG?"

DEG ....

Anjani menatap tidak percaya kepada sang Kakak. Dia sungguh terkejut dengan ucapan Arya tentang dirinya, ia benar-benar menjaga dirinya dengan sangat baik dan bahkan mematuhi semua larangan dari Arya. Melihat wajah terkejut Anjani, seketika Arya tersadar dengan perkataannya.

"Kak, Aku selama ini selalu mematuhi semua larangannya dan kamu langsung menyimpulkan sesuatu, yang bahkan tidak pernah aku pikirkan."

1
partini
pesikopet dia mah ,najani the next korban berikutnya OMG moga aja ga methong
partini
tekdung
partini
dua puluh tahun masih SMA Thor sehhh
partini: ok ,, soalnya jarang sih Thor di tempat ku lulus SMA umur 20th kebanyakan 18 dan 19 th
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!