Kayla dan Arka terjebak dalam hubungan friends with benefits yang nggak pernah punya arah. Buat Arka, Kayla cuma tempat pulang saat lagi kesepian. Tapi buat Kayla, Arka adalah orang yang diam ia cintai selama bertahun tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diikaendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6.
...Part ini dihapus, dan diganti ke versi yang lebih aman!...
Setelah memastikan Kayla benar-benar tertidur, Arka tidak banyak bergerak. Ia sibuk memainkan ponselnya, menscroll Instagram dan TikTok tanpa minat. Tidak ada yang menarik. Rasa bosan dan suntuk perlahan memenuhi pikirannya hingga akhirnya ia mematikan layar ponsel dan meletakkannya di atas nakas.
Pandangan Arka beralih pada wajah Kayla yang terlihat tenang di bawah cahaya redup kamar rumah sakit. Tangannya yang kasar mengusap pelan pipi gadis itu, membuat napasnya sedikit berat. Rahangnya mengeras, seolah menahan sesuatu sejak tadi.
"Kay..." gumamnya pelan dengan suara rendah.
Arka mendekatkan wajahnya, membisik lembut di dekat telinga Kayla. Tatapannya begitu intens, seakan tidak ingin berpaling sedikit pun dari gadis itu.
"Gue kangen lo."
Jari-jarinya bergerak perlahan menyibakkan rambut Kayla yang berantakan. Sesekali ia tertawa kecil sendiri, lalu menghela napas panjang. Suasana malam terasa hening, hanya suara pendingin ruangan yang terdengar samar.
Sementara itu, Kayla yang sebenarnya belum tidur hanya bisa memejamkan mata rapat. Jantungnya berdetak cepat mendengar suara Arka yang begitu dekat. Ia menahan diri agar tidak bereaksi.
"Arka mau ngapain sih.." batinnya gugup.
Arka kemudian menyandarkan tubuhnya di samping Kayla di ranjang sempit itu. Ia memandang wajah gadis tersebut cukup lama sebelum akhirnya mengusap kepalanya pelan.
"Cepet sembuh ya.." Ucap Arka lirih.
Kalimat sederhana itu membuat hati Kayla menghangat. Perlahan ia membuka matanya, membuat Arka sedikit terkejut.
"Belum tidur?" tanya Arka sambil menaikkan alis.
"Dari tadi." Kayla tersenyum kecil
"Jadi lo denger semuanya?" Arka terkekeh pelan.
Kayla mengangguk kecil sambil menahan malu.
"Dasar bandel." Arka menghela napas lalu mencubit gemas pipi Kayla.
Mereka akhirnya saling menatap dalam diam cukup lama. Tidak ada suara selain detak jantung masing-masing yang terasa semakin jelas.
Kayla memejamkan mata sejenak ketika Arka mengusap kepalanya lagi dengan lembut, jauh berbeda dari sikap cowok itu biasanya.
"Makasih ya udah jagain aku" Bisik Kayla pelan.
"Selalu." Arka tersenyum tipis.
Hening kembali menyelimuti kamar rumah sakit itu. Lampu tidur kecil di sudut ruangan memantulkan cahaya hangat yang membuat suasana terasa jauh lebih tenang dibanding sebelumnya. Kayla masih memandangi wajah Arka yang kini terlihat lebih lembut dari biasanya.
Cowok itu menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang sambil melipat tangan di dada. Rambutnya sedikit berantakan, membuat Kayla tanpa sadar tersenyum kecil.
"Kenapa senyum senyum?" tanya Arka curiga.
"Gapapa." Kayla tersenyum kecil
"Bohong" Arka mencubit pelan hidung Kayla
"Kamu keliatan beda aja malam ini." Kayla terkekeh pelan.
"Beda gimana?." Arka menaikkan sebelah alisnya."
"Lebih perhatian banget."
"Anjir." Arka langsung tertawa pendek sambil geleng kepala.
"Jadi selama ini gue apaan?."
"Monster." Kayla bercanda
"Kurang ajar."
Kayla tertawa kecil lagi. Suara tawanya pelan, tapi cukup bikin Arka ikut tersenyum tanpa sadar. Rasanya sudah lama mereka tidak ngobrol setenang ini tanpa marah marah atau saling ngambek.
"Lo bikin gue panik tadi." Arka menoleh ke arah jendela rumah sakit yang gelap.
"Maaf..." Kayla terdiam sesaat sebelum menundukkan pandangannya.
"Jangan ngulang lagi." Nada suara Arka terdengar serius kali ini. Tidak tinggi, tapi cukup membuat Kayla tahu kalau cowok itu benar-benar khawatir.
"Iya." Kayla mengangguk pelan.
Beberapa detik kemudian, tangan Arka kembali bergerak meraih tangan Kayla. Jemarinya menggenggam hangat tangan kecil itu tanpa banyak bicara.
"Kay."
"Hm?."
"Kalo ada apa-apa bilang sama gue."
Kayla menatap Arka cukup lama. Tatapan cowok itu berbeda lebih tenang, tapi juga tulus.
"Emang kamu bakal selalu ada?." tanya Kayla lirih.
"Selama lo masih mau gue ada, gue bakal tetep di sini." Arka mengusap punggung tangan Kayla pelan sebelum menjawab
Kalimat itu sukses membuat wajah Kayla memerah. Ia buru-buru membalikkan badan membelakangi Arka sambil menarik selimut sampai ke dagunya.
"Malu ya?." Arka terkekeh pelan.
"Berisik."
"Tidur sana."
Kayla memejamkan matanya sambil tersenyum tipis. Sementara Arka tetap duduk di sampingnya, menjaga Kayla dalam diam sepanjang malam.
...---...
TO BE CONTINUE
Biarkan Arka 😆😆