PENULIS : NESC PL
ILUSTRASI : ABU SAMUEL ETO
SINOPSIS : Aku adalah seorang wanita yang memiliki Dua Kehidupan, Dua Wajah. Suatu hari aku bertemu dengan seorang pria yang lebih muda dariku. Aku terjatuh di atas tubuhnya saat memanjat dinding sekolah. Apakah hubungan di antara kami yang bermula dari kebencian bisa berubah menjadi cinta?
Bagaimana cinta itu bisa terjadi di saat aku kehilangan cinta pertamaku karena penghianatan. Pesona cowok berondong yang tampan dan menggoda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NESC PL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5 Lukisan
Universitas akan mengadakan Perayaan musim semi. Kegiatan belajar di sekolah hari ini di liburkan. Para anggota OSIS dan para senior sibuk melakukan kegiatan.
Aku pergi dari keramaian dan berjalan menuju taman yang berada di halaman belakang Universitas. Banyak pohon besar di sekeliling taman. Langkah kakiku berhenti tepat di salah satu yang pohon besar. Aku melihat cuaca terlihat bagus. Duduk di bawah pohon dan mulai melukis. Coretan pensil menggambar di sebuah buku. Aku menggambar sederhana lukisan wajah pria muda. Di saat telah menyelesaikan lukisan wajah tersebut. Tanpa aku duga ada orang berada tepat di belakangku dan mengambil buku lukisan tersebut.
"Lukisan yang indah. Kamu sangat pandai melukis."
Gadis yang bernama Violet berbicara kepadaku.
Violet adalah salah satu sahabat terdekatku.
"Sejak kecil aku sangat suka melukis. Bisa di katakan melukis termasuk salah satu hobiku."
"Bukankah ini lukisan wajah seorang pria.Siapakah pria ini?"
Evelly yang merupakan sahabat terdekatku juga bertanya kepadaku. Kami bertiga selalu bersama dan saling membantu.
"Dia hanya sepupuku."
Aku menjawab pertanyaan Evelly dan tidak mengatakan kepadanya jika hubunganku dengan Heinry adalah mitra kerjasama.
Seorang gadis yang sekarang di hadapan mereka adalah seorang mahasiswi dan bukan seorang yang memiliki kedudukan tinggi seperti presiden direktur di perusahaan.
"Pria di lukisan ini adalah sepupumu?"
"Benar."
"Aku baru tahu kamu memiliki sepupu?"
Violet bertanya kepadaku dengan curiga.
"Aku memiliki sepupu di Korea".
Aku berusaha untuk meyakinkan Violet.
"Apa dia orang asli Korea? Wajahnya terlihat seperti bukan orang Korea."
Aku baru menyadarinya dan apa yang di katakan oleh Violet adalah benar.
"Aku juga tidak tahu. Aku hanya bertemu dengannya kemarin saat aku bermain ke tempat kakak sepupu saat di Korea."
"Apa kamu menyukai pria ini?"
"Tentu saja tidak. Dia adalah sepupuku. Kenapa kamu berpikir begitu?"
Aku menjawabnya dengan wajah malu. Violet mengetahui kalau aku sedang berusaha untuk menyembunyikan sesuatu darinya.
"Kakakku seorang pelukis. Terdapat beberapa lukisan di kamarnya. Kakakku pernah bercerita jika seseorang yang sedang melukis wajah lawan jenis. Itu menandakan ketertarikan".
Violet berkata kepadaku. Aku hanya diam dan tidak menjawab.
"Siapa nama pria ini?"
Evelly bertanya kepadaku.
"Namanya Heinry Rush."
Aku menjawab pertanyaannya.
"Apakah benar kamu tidak menyukai dengan pria yang ada di lukisan ini?"
Evelly bertanya kepadaku.
"Kenapa kamu memberikan pertanyaan seperti Violet?"
Aku berdiri dan pergi meninggalkan mereka.
"Kenapa kamu menghindar dari kami?"
Violet berusaha menghentikan langkahku.
"Ayolah cerita kepada kami apa yang telah terjadi.Bukankah kita bersahabat?"
Evelly berusaha untuk merayuku. Mendesak dan memberi pertanyaan kepadaku berkali-kali.
Aku tetap terdiam dan tidak mengatakan apapun yang sebenarnya terjadi. Untuk menghindari pertanyaan. Aku memutuskan untuk membantu para senior mempersiapkan perayaan musim semi. Persiapan perayaan Musim Semi akan menghabiskan banyak waktu. Sekitar pukul 4 sore persiapan baru selesai. Karena menghabiskan banyak waktu membuat les bimbingan belajar mengalami perubahan waktu.
Setiba di rumah. Aku duduk di tempat tidur dan membuka laci meja kamar. Di dalam laci terdapat satu buah bingkai foto yang kosong. Aku meraihnya dan menaruh di atas meja. Membuka tas dan mengambil sebuah lukisan wajah seorang pria tampan yang aku lukis saat di sekolah. Aku memasukkan lukisan wajah Heinry ke dalam bingkai foto yang kosong dan meletakkannya di meja kamar sebelah tempat tidurku.
salam hangat dari CINTA DALAM LUKA...👍👍👍
lanjut nanti..
🌹🌹🌹
salam dari Gadis Tiga Karakter