NovelToon NovelToon
Salahkah Jadi Istri Ke Dua??

Salahkah Jadi Istri Ke Dua??

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: nur laili

Rian adalah seorang CEO muda tampan yang mencoba membuka hatinya untuk Lia istri yg di jodohkan oleh ibunya namun Lia tak dapat membuat Rian jatuh cinta
di sisi lain ada wanita bernama Bella yang selalu tegar meski rumahtangganya penuh dengan kekerasan yg sering di lakukan suaminya Tomi kepada Bella.
Rian yang sudah menutup hati buat Lia tiba-tiba berubah ketika melihat Bella yang begitu riang dan polos.
apakah yang akan terjadi dengan rumah tangga rian?setelah bertemu Bella dan bagaimana sikap Bella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur laili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6.Di Tinggal tomi

Bella mengerjapkan matanya tersentak.

ia terkejut akan bunyi handphonenya

rasa kantuk masih menggantung di pelupuk mata Bella

namun dering handphone miliknya

membangunkan Bella dari tidurnya.

di pandangi jam masih tengah malam

Bella berfikir siapa yang menelponnya malam-malam begini.

di lihatnya tertera nama "my husband" di layar handphone miliknya

"hallo" ucap Bella seraya mengangkat handphonenya

"maaf Bella mungkin AQ tak bisa pulang untuk beberapa hari karna ada perkerjaan d luar kota"suara orang di sebrang sana yang tak lain adalah Tomi suami Bella.

belum sempat Bella menjawab sepatah katapun namun Tomi sudah memutuskan sambungan teleponnya

.

kini rasa kantuk Bella sudah hilang namun waktu masih sangat larut,

Bella memaksakan menyeret tubuhnya menuju sofa yang berada di dalam kamarnya,

Bella memandang setiap sudut kamarnya

Bella mengambil salah satu kemeja yang sering Tomi gunakan

di peluknya kemeja itu,dan lagi-lagi air mata Bella jatuh

Bella benar-benar merindukan Tomi suaminya yang dulu

bukan Tomi pria yang sukses dengan memiliki pabrik soft drink.

Bella benar-benar kehilangan sosok Tomi suaminya dulu.

Bella mengusap pipinya yang sudah mulai basah

bela mengambil tas selempang yang biasa dia bawa

Bella pergi meninggalkan rumahnya masih dengan menggunakan piyama tidurnya

Bella mengambil motornya dan mengendarainya menuju cafe miliknya.

jalanan nampak sepi karna memang jam masih tengah malam

Bella mengendarai motornya dengan kecepatan rendah

Bella seolah menikmati udara malam itu.

sesampainya di cafe, Bella segera menuju kamar yang terletak di belakang cafe yang saat ini sudah di tempati buk Ijah.

mengingat hal itu Bella mengurungkan niatnya pergi ke kamar tersebut

Bella tak mau mengganggu waktu istirahat buk Ijah,karena Bella tau betul buk Ijah telah berkerja keras seharian tadi.

Bella memutuskan untuk duduk di sofa pojok cafe.

bella hanya terdiam semalaman.

buk Ijah yang menyadari kedatangan Bella malam itu, namun buk Ijah tau Bella sedang dalam suasana hati yang tidak baik.

buk Ijah juga tidak memberitahukan Rian bahwa Bella berada di cafe malam itu,sebab sudah larut malam.dan buk Ijah tidak mau mengganggu tidur tuannya itu.

Bella masih berdiam di sudut cafe.

hanya sesekali Bella berpindah posisi

namun pandangan Bella masih tetap sama ,hampa.

tak terasa hari sudah mulai pagi, terdengar adzan subuh berkumandang, Bella segera menunaikan kewajibannya.

kini Bella sudah berada d dapur mengerjakan apa yang dapat dia kerjakan.

namun kini kepala Bella terasa begitu berat..Bella merasakan pusing di kepalanya,

keringat dingin mulai bercucuran deras d kening Bella .

kini pandangan Bella mulai kabur dan Bella tak mampu menopang tubuhnya lagi

"bruk....."Bella pingsan dengan masih memegang piring di tangannya

sehingga menimbulkan suara gaduh saat itu,

mendengar ada suara gaduh dari arah dapur buk Ijah segera ke arah suara.

betapa terkejutnya buk Ijah ketika dia tau Bella pingsan saat itu.

buk Ijah langsung mengambil handphonenya dan menghubungi Rian.

namun beberapa kali buk ijah menelpon Rian, panggilan tersebut tak mendapat jawaban.

buk ijah bingung harus menghubungi siapa.

dihubunginya Rian kembali dan kali ini Rian menjawab panggilan buk Ijah.

dering telpon yang membangunkan Rian dari tidurnya, Rian melihat siapa yang menghubunginya sepagi ini,di lihat layar telponnya

tertera nama buk Ijah di sana,segera Rian mengangkat telponnya

"hallo,ada apa buk Ijah,?"jawab Rian ketika mengangkat telponnya.

"mbak Bella pingsan tuan."suara buk Ijah lirih dari seberang sana.

mendengar kabar dari buk Ijah, Rian segera pergi tanpa Menganti bajunya terlebih dahulu.

sesampainya di depan cafe Rian segera masuk dan menggendong tubuh Bella dan di letakan d kudu belakang mobil milik Rian .

Rian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit graha Medika yang merupakan rumah sakit terbaik di kota itu, dan Rian adalah pemilik saham terbesar di rumah sakit tersebut.

di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Rian sudah menelpon pihak rumah sakit untuk menyiapkan kamar VVIP buat Bella.

****

dr Dicky sudah menunggu kedatangan Rian di depan pintu rumah sakit,

setelah melihat mobil Rian memasuki area rumah sakit dr. Dicky segera mendekat di ikuti oleh beberapa perawat.

segera Rian memindahkan tubuh Bella ke atas brandcard dan langsung di bawa ke ruang rawat yang sudah di sediakan.

dr. Dicky menyarankan agar Rian menunggu di luar ruangan

setelah beberapa menit dr Dicky keluar dari ruangan dan menemui Rian

"gimana dic?"tanya Rian sedikit cemas

Dicky hanya diam melihat tingkah Rian dilihatnya Rian yang masih menggunakan baju tidur, Diki mulai menggelengkan kepalanya.

ketika mendapat telepon dari Ryan tadi pagi Diki mengira bahwa yang sakit adalah Lia, tapi melihat wanita lain yang dibawa oleh Ryan Diki mulai bingung ada apa dengan sahabatnya itu.

"tenang Ryan dia tidak apa-apa dia hanya kecapean dan kurang mendapatkan nutrisi sehingga tekanan darahnya menurun."ucap dokter Dicky

"dia hanya butuh istirahat saja"lanjut dokter Dicky

"apa dia kekasih gelap mu, Rian?"tanya Dicky sambil berbisik kepada Rian

mendengar perkataan Diki, Ryan segera menoleh kearah Diki dan menginjak kaki Diki,

namun Ryan tak menghiraukan ucapan Diki Ryan segera memasuki ruangan inap Bella.

dilihatnya Bella begitu lemas dengan jarum infus masih melekat di tangannya, perlahan Ryan mendekati tubuh Bella yang masih tidak sadarkan diri,

kini tangan Ryan sudah menyentuh pipi Bella, dielusnya pipi mulus itu dengan perlahan-lahan sambil Rian memandangi dengan detail wajah Bella saat itu.

Bella mulai membuka matanya

dia melihat sosok Rian sat itu

"mas..."suara Bella lirih menahan pusing di kepalanya.

Rian menoleh ke arah Bella

Bella yakin bahwa yang membawa dia kesini adalah Rian.

"terimakasih." ucap Bella pelan

Rian hanya mengangguk dan terus menatap Bella

"kau istirahat saja.biar aku menemanimu disini."ucap Rian

"mas,bagaiman kau bisa tau jika aku pingsan,?"tanya Bella penasaran

"tadi kebetulan aku lewat depan cafe milikmu dan ku lihat seorang wanita sedang minta tolong,jadi AQ mendekat"jawab Rian berbohong karna Rian tidak mau Bella tau bahwa buk Ijah adalah orang suruhannya.

setelah beberapa saat mengobrol.terdengar ketukan pintu kamar Bella

"permisi,"sapa seorang perawat sambil membawa makanan untuk Bella

dan meletakan di atas nakas yang berada tidak jauh dari ranjang Bella.

dan setelah menaruh makanan dan mengontrol tekanan darah Bella perawat tersebut permisi untuk meninggalkan ruangan Bella,

Rian mengambil makanan yang dibawakan oleh perawat tadi dia mulai menyendok dan menyuapi Bella

namun Bella menolak untuk Rian suapi

Bella merasa canggung dan tidak nyaman jika harus di suapi oleh Rian.

namun Rian masih bersih keras memaksa untuk menyuapi Bella.

dan Bella membiarkan Rian menyuapinya.

saat Rian mulai menyuapi Bella.

bulir-bulir air mata Bella tak terbendung lagi,

Bella mulai menangis tanpa suara,sambil tetap mengunyah makanannya.

Bella ingat ketika dulu Tomi juga pernah menyuapinya seperti yang Rian lakukan saat ini,dada Bella kembali terasa sesak mengingat semua masa lalunya dengan Tomi suaminya yang saat ini entah sedang apa.

melihat Bella menangis Rian sedikit gelisah

"kamu kenapa?"tanya Rian lembut, Rian memang memiliki sifat yang dingin namun jika bersama Bella Rian berubah menjadi sosok yang hangat dan penyayang.

Bella hanya menggelengkan kepalanya.

dengan masih berlinang air mata.

karena tidak mau menjawab pertanyaannya, Rian segera berdiri dan memeluk Bella saat itu

Rian berusaha menenangkan hati Bella.

namun mendapat pelukan dari Rian Bella semakin mengeluarkan semua tangis dan beban di hatinya,Rian membiarkan Bella menangis,

setelah tangis Bella reda Rian melepaskan pelukannya

"terima kasih"hanya sepatah kata itu yang keluar dari mulut Bella ketika itu.

"permisi''suara seseorang membuka pintu kamar Bella

Bella melihat sosok lelaki yang memiliki postur tubuh tidak jauh seperti Rian. dia memiliki wajah yang tampan,serta berpenampilan maskulin.

setelah masuk kamar Bella pria tersebut pergi mendekati Rian dan memberikan tas paper bag kepada Rian.

"apa kau membawa yg saya perintahkan Han?tanya Rian ketika tau yang datang adalah sekertaris Han

"sudah tuan,"jawab Han singkat.

dan setelah menerima paper bag dari sekertaris Han

Rian dan Han pergi menuju sofa yang tidak jauh dari ranjang Bella.

mereka berdua terlihat membicarakan sesuatu yang serius

setelah beberapa menit mereka berbicara sekertaris Han beranjak dari tempat duduknya,dan pamit meninggalkan ruangan

sekertaris Han juga berpamitan kepada Bella dengan sangat sopan.setelah sekertaris Han pergi Rian mengambil paper bag dan menuju kamar ganti

kini Rian sudah tidak mengenakan piyama lagi

Rian sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang di bawakan sekertaris Han

setelah berganti pakaian Rian kembali duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat duduk Bella

Rian mengotak ngatik handphonenya ,dia melihat beberapa email yang masuk kedalam handphone miliknya.

Rian terlihat begitu serius.sehingga ruangan rawat Bella tampak sunyi hanya kadang terdengar gerakan Bella yang sesekali merubah posisi tidurnya.

setelah sekitar 5jam di rawat kini Bella sudah di perbolehkan untuk pulang oleh dokter Dicky.

setelah mencopot selang infus yang ada di tangan Bella dokter Dicky berpamitan kepada Bella dan Ryan

setelah kepergian dokter Dicky, Rian memberikan paperbag yang dibawakan oleh sekretaris Han tadi kepada Bella,

dibukanya paperbag tersebut Bella melihat sebuah kemeja dan celana panjang,

Bella segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang dibawakan oleh sekretaris Han.

setelah selesai berganti pakaian kini Bella dan Ryan meninggalkan rumah sakit

mereka kini sudah berada di dalam mobil. sepanjang perjalanan tak ada satupun dari mereka yang bersuara sehingga keadaan terasa begitu sunyi ketika melihat jalan yang dilewati bukan menuju ke arah cafe atau ke rumah, Bella bertanya kepada Rian

"kita mau kemana mas ?" tanya Bella

namun Rian tidak menjawab pertanyaan Bella. dan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang

sekitar 15 menit Bella dan Ryan sudah sampai di depan hotel bintang lima yang ada di kota tersebut.

Rian turun dari mobilnya dan di ikuti oleh Bella dari belakang.

kedatangan Rian di sambut dengan hormat oleh semua karyawan hotel.namun Rian tidak membalas sapaan setiap karyawan hotel, Rian tetap berjalan menuju lift,

kini mereka sudah berada di lantai 36 yang merupakan lantai paling atas dari hotel tersebut

suasana di lantai 36 tampak begitu sunyi tidak ada pelanggan satupun kecuali Bella dan Ryan berbeda dengan apa yang dilihat Bella pada lantai pertama yang begitu ramai

Bella mulai menanyakan kenapa lantai 36 begitu sepi namun Ryan hanya menjawab bahwa ini adalah lantai private kursus pemilik hotel.

mendengar perkataan Rian Bella tersedak oleh ludahnya sendiri

"(apa mungkin mas Rian pemilik hotel)"guman Bella dalam hati seraya menghentikan langkahnya.

namun lamunan Bella d buyarkan, ketika Rian memanggilnya dan menunjukan salah satu pintu kamar hotel.

Bella mendekat ke arah pintu kamar dengan ragu

"untuk sementara kau tidurlah di kamar ini"ucap Rian

namun Bella tak menjawab dan masih melihat pintu kamar hotel.

"kau tak perlu takut karna aq tidak tidur di sana kamarku di sebelah kamarmu"lanjut Rian

mendengar perkataan Rian Bella membuang nafas panjangnya dan segera membuka pintu kamar hotel

Rian meninggalkan Bella sendiri dalam kamar hotelnya agar Bella dapat beristirahat.

Rian segera meninggalkan hotel dan pergi ke perusahaan miliknya.

kini Rian sudah sampai di ruang kerjanya Rian terlihat begitu sibuk dengan beberapa file yang sudah tertumpuk d mejanya.

"tuan besok kita harus pergi ke Singapura untuk perjalanan bisnis."ucap Han memberitahukan jadwal kerja Rian.

Rian terdiam sejenak

"kau undur dulu kepergian kita ke Singapura."jawab Rian

"tapi tuan ini sudah jadwal sebulan yang lalu."jawab sekertaris Han

namun Rian tak memberi respons Han hanya mengambil nafas panjang dan pergi meninggalkan ruangan Rian.

di sisi lain Bella yang merasa masih sedikit pusing merebahkan tubuhnya di atas kasur yang ada di dalam kamar hotel

tidak begitu lama beberapa pegawai hotel masuk ke kamar Bella mengantarkan makanan. dan ada juga yang membawa beberapa pakaian ganti

"maaf itu baju siapa?"tanya Bella kepada salah satu pelayan hotel

"ini baju nona yang sudah di sediakan tuan Rian ."jawab pelayan hotel itu

("apa tuan Rian ")guman Bella dalam hatinya

"maaf apa benar ini hotel milik mas Rian?"tanya Bella lagi.

"iya nona"jawab pelayan hotel tersebut dan permisi untuk meninggalkan Bella setelah menyuruh Bella menikmati makanannya dan memberitahukan nomer yang harus di tekan jika Bella membutuhkan sesuatu.

Bella masih tidak percaya bahwa Rian yang di kenalnya selama ini ada seorang pengusaha muda yang kaya raya.

Bella masih berfikir keras tetang kenyataan yang dia terima saat ini.

namun Bella merasa kantuknya sudah tak tertahankan lagi

sehingga Bella tertidur dengan pulas

****

waktu sudah menunjukan jam 9malam Rian pergi meninggalkan perusahaan menuju hotel tempat dimana Bella berada

Rian meminta Han tak perlu mengantarkan dia Rian menyuruh Han pulang untuk beristirahat.

Rian meninggalkan Han seraya mengendarai mobilnya.

entah kini Rian begitu bersemangat untuk pulang kerja, dia seolah rindu akan istrinya,

padahal dia tau persis Bella hanya sebatas teman.

Rian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tanpa terasa dia sudah sampai di depan hotel.

Rian segera memasuki hotel dan menuju kamar Bella.

di depan pintu kamar Bella, Rian mengetuk pintu kamar Bella namun tidak ada jawaban dari dalam

Rian mencoba mengetuknya sedikit lebih keras namun lagi-lagi tak ada jawaban

kini Rian merasa cemas dan takut jika Bella akan pingsan lagi seperti tadi pagi.

Rian mengambil handphone yang ada di saku jas miliknya dan menelpon salah satu pegawai hotel untuk meminta kunci cadangan kamar Bella, dan membukakan kamar Bella untuk Rian.

setelah salah satu pelayanan hotel datang dan membawa kunci cadangan kamar. segera dibuka pintu itu Rian masuk dengan langkah sedikit cepat Rian terlihat gelisah namun Rian melihat Bella sedang tidur pulas diatas ranjangnya.

tidak ingin mengganggu tidur Bella

Rian duduk di samping Bella dan beberapa .email.yang masuk

tanpa terasa waktu semakin malam dan Rian pun ketiduran tepat di samping Bella.

***

Bella merasa perutnya begitu berat

Bella mencoba membuka matanya

betapa kagetnya Bella ketika melihat Rian tidur di sampingnya dan melingkarkan tangannya di atas perut Bella

Bella segera membangunkan Rian

Rian pun tak kalah kagetnya dengan Bella

Rian merasa malu dengan tingkahnya sendiri

"maafkan aku Bella."ucap Rian

namun Bella tak menjawab Bella pergi menuju kamar mandi

Bella merasa sedikit canggung saat ini bagaimana caranya dia kini bisa menghadapi Rian

ketika dia tau Rian adalah seorang pengusaha muda yang kaya raya

Bella merasa tak pantas jika harus berteman dan memiliki sahabat seperti Rian

melihat Bella pergi ke kamar mandi

Rian pergi juga ke kamarnya sendiri dan meninggalkan pesan untuk Bella di selembar kertas dan di letakan di atas nakas yang terletak di samping ranjang.

setelah mandi dan mengganti bajunya di dalam kamar mandi

Bella membuka pintu kamar mandi dengan perlahan

Bella masih merasa canggung bagaimana menghadapi Rian saat ini

Bella mengintip namun dia tidak menemukan sosok Rian dalam ruangan tersebut

Bella segera keluar dari kamar mandi dan melihat sekitar.

Bella bernafas lega karna tidak ada Rian dalam ruangan tersebut

Bella menemukan selembar kertas di atas nakas

"aku pergi kerja dulu jika butuh sesuatu panggil pelayan hotel saja"

itulah pesan yang di ucapkan Rian kepada Bella

Bella tersenyum kecil

Bella merasa Rian bgtu baik kepadanya

namun Bella merasa tidak nyaman jika harus terus berdiam diri di kamar hotel

Bella memutuskan untuk pergi ke cafe miliknya Bella sudah sangat rindu suasana cafe sebelum pergi Bella sudah mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada Rian

Bella mengucapkan terimakasih atas bantuannya selama ini.

****

pukul 10siang Bella sudah sampai di depan cafe miliknya suasana cafe saat itu tidak begitu ramai.

Bella memasuki cafe dan menyapa buk.ijah

"assalamualaikum buk Ijah" sapa Bella seraya tersenyum ketika sudah berada di samping Bu ijah

"waalaikumsalam,"jawab buk Ijah

"nona sudah baikan"tanya buk Ijah lagi

"Alhamdulillah buk"jawab Bella

untuk beberapa waktu buk Ijah dan Bella berbicara seraya sedikit bercanda

Bella mengucapkan terimakasih kepada buk Ijah karena sudah menjaga cafe miliknya selama dia sakit.

kini mereka sudah melakukan perkerjaan masing-masing walaupun Bella lebih banyak diam karena memang buk Ijah selalu melarang Bella melakukan apapun.

tak terasa waktu sudah malam buk Ijah dan Bella sudah menutup cafe.

dari tadi sejak Bella datang ke cafe handphone miliknya sering berbunyi

Bella melihat ada pesan dari Rian yang dari tadi selalu menanyakan keadaan Bella.

setelah menjawab pesan dari Rian

Bella berpamitan kepada buk Ijah untuk pulang

kini Bella pulang menaiki taxi online yang sudah dia pesan

tidak butuh waktu lama kini Bella sudah berada di depan rumahnya

Bella memasuki rumahnya dan segera menuju kamar miliknya.

Bella merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya sambil melihat handphone di lihatnya tidak ada satu kabar pun dari Tomi

Tomi Sam sekali tidak menghubungi Bella

di buangnya handphone di atas ranjang sambil Bella membuang nafas panjang.

namun tiba-tiba suara handphone Bella mengagetkan Bella

tertera nama Rian

ya, Rian Yangmenelpon Bella

"hallo"jawab Bella seraya mengangkat telponnya

"kau ada dimana?"tanya rian.kepada Bella

"aku di rumah mas"jawab Bella

"kenapa kau tak kembali ke hotel"sahut Rian

"terimakasih sudah begitu baik,tapi biar aku tinggal d rumahku sendiri."jawab Bella

dan mereka berdua terus berbincang melalui telfon sedikit lama sekitar 30menit Bella menutup panggilan Rian dengan salam.

begitulah sejak Tomi berpamitan untuk keperluan perkerjaannya Tomi tak sekalipun menghubungi Bella

bahkan sesekali Bella mencoba menghubungi Tomi,namun nomer itu selalu di luar jangkauan.

kadang Bella mencari ke pabrik milik Tomi,

Bella berharap dia mendapat informasi ataupun kabar berita tentang Tomi dari karyawan pabrik Tomi

namun semua sia-sia,mereka semua seolah menutup mulut mereka rapat-rapat

sudah 3bulan berlalu sejak kepergian Tomi

namun tetap saja Bella tak mendapat kabar dari Tomi

untung saja selama ini ada Rian yang selalu perhatian kepada Bella sehingga dapat mengurangi sedikit kekosongan hati Bella.

sejak kejadian pingsan Bella

Rian sering menghubungi Bella walau hanya sekedar mengingatkan untuk Bella makan

mereka pun sering menghabiskan waktu bersama.

berbagi kisah mereka masing-masing.

1
Dewi Nurani
si author badeg juga ya , udh dikasih masukan harusnya cerai dulu , keukeuh weee dilanjut , duuuhhh penyesatan ini mah , bikin cerita yg mendidik dong thor jangan yg bikin sesat
Nani Rodiah
Alurnya asyiiik untuk dibaca
Mega
terlepas dr itu benar atau salah,tp maaf mmg bener kan julukan bagi org ke 3 itu pelakor,,,,???? itu lebih bagus buat kamu bella,jauhi laki2 yg msh punya konflik sm mantan istrinya,jgn se x2 maauk ke ranah rumah tangga org lain kl km mau jd perempuan yg punya martabat dan harga diri,,,
Lela Ela
aku menyukai cerita novel ini semoga g putus di tengah jln crritanya aku ingin terus membcanya karna ada cerita yg sma dg yg pernah ku rsa .thanks
Jami
thor ceray dulu bru nikan
Jami
ceray dulu bella bru jdi sempenans rian
Kurnit Rahayu
jjur endingy g bagus
Wan M Raja
sangat disayangkan,kenapa berhenti memperjuangkan cinta mereka setelah begitu banyak penderitaan yang dialami.
sari emilia
akn brrbeda crt nya kl d tinggal meninggal sang suami tp ttp hrs menunggu ms idah dlm ms ufah yg menerima pinangan lelaki mn pun kecali sdh hbis ms idah.....ht2 kn tinggal tulis d crt bella sdh mengus perceraian n sdh melalui ms idh br menikh jd pembaca tdk protes n bingung
sari emilia
Athor nya gagap ini...ga tsu aturan n hukum pernikahan meski hy novel yg bnr dong

pr kl d tinggal suami nya sdh 100 pun ttp dia msh istri sah sang suami...kl mau nikah lg urus dl surat percersian nya dgn 3 x sidang dlm 3x pihat lk2 tdk datang mk danggap gaib saat sidang k 3 itulh pihak hakim memutuskn bhwa mrk sdh sah bercerai...stlh itu br menunggu ms idah slm 3 bln 10 hr u lbh meyakin kn lbh bagus nya 4 bln br bs menikah dgn lk2 lain....jk blm bercerai n blm ada kt talak dr suami atau dlm ms idaj ada yg meminang n menikah mk jatuh nya haram jk mereka melakukn hubungan suami istri mk jinah...sampai brp lm pernihan mrk...itu akn terjadi sampai 7 turunan dosa jinah nya n anak2 tdk blh d nasabkn / d walikn ats nm ayah nya hrs nm ibu nya....yg kt tau crt novel iti spt crt nyata yg mencetitakn kehidupan sebuah klg / lmsyarakat lingkungan shri....jk si pembaca tak bs menyaring crt spt ini mrk mengngangap ini sah2 sj kl itu terjdi athor yg iut menanggung dosa mrk krn ator memberiln pandann yg slh dlm crt bela n rian
Grace Woy
salah istri kedua jika masih sah milik orang lain
Rizni
sesihhh😭
Rizni
pemeran ayu lebih cantik dari pemeran utama
Rossalinda R
End nya Jelel,nyesel bcnya
syamil mauza
nyimak dulu
zeebie
baik Bella Dan rian sama2 bodoh.rian udah tau si Bella udah dijahati berkali2 amazing Lia masih aja dilepasin gitu aja.
si Bella udah tau sering dijahati amazing Lia masih aja mau dibaik2i.
mana Ada manusia kyak gitu Thor.. 🤦‍♀
zeebie
jet pribadi daratnya dmn thor?ngadi2 wae sing thor nich..
cahya2020 Dasuki
cerita nya dr awal susah.. akhirnya jg merana..
aneh....
cahya2020 Dasuki
ending nya GK jekas.. masa pengorbanan di berkorban LG. terlalu naif Thor.
kacau ini novel....
cahya2020 Dasuki
kenapa sih cerita nya GK jelas gitu, nulis nama aja salah" Mulu...
coba di cek LG pengetikan nya.. Mira buka. nya SDH meninggal..
yg teliti Thor..

pabaliut ini mah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!