NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Setelah kelahiran anak pertamanya, bisnis online Dewi semakin menguntungkan. Dewi juga sempat berjualan di kos.

Amalia saat itu bekerja di cafe, Dewi tidak tau seperti apa pekerjaan Amalia tapi Dewi bersyukur memiliki sahabat seperti Lia.

Enam tahun kemudian, Dewi sudah membeli rumah sendiri, rumah kos yang mereka tempati itu, Karena pemilik kos pindah ke kampung halaman mereka. Kini rumah kos itu menjadi milik Dewi.

Dewi melanjutkan usaha kos kosan itu, hingga satu waktu Dewi tak sengaja bertemu lagi dengan ayah kandung anaknya Yan. Dewi yang masih mencintai mantan kekasihnya itu kembali memberikan harapan pada kekasihnya yang ingin kembali bersama.

Di rumah kos kosan Dewi, mereka tinggal bersama. Lebih tepatnya tempat mereka bertemu. Dua bulan kemudian Dewi hamil lagi.

"Kak Rama, kapan ke sini?" Tanya Dewi lewat panggilan telepon

"Belum tau, soalnya di sini kerjaan masih banyak. Kenapa sayang?"

"Dewi mau ngomong sesuatu sama kakak"

"Ngomong di sini aja ya, kakak penasaran juga " Jawab Rama ayah kandung Yan dan bayi dalam kandungan Dewi.

"Kak Rama, saya hamil kak....kali ini saya mohon kakak jangan tinggalkan saya lagi ya. Kakak udah janji, apapun yang terjadi kakak nggak akan ulangi seperti yang kemarin itu "

Tak ada jawaban sama sekali

"Kak...kak Rama?"

Jantung Dewi berdetak kencang, ada rasa takut jika dia akan mengalami hal yang sama lagi. Tapi sejak mereka kembali bersama, Dewi melihat Rama memperlakukan Dewi dan Yan anak mereka dengan baik, Dewi yakin Rama tidak akan melakukan itu lagi.

"Kak... Kenapa diam ?"

"Eh nggak sayang, ya udah 2 hari lagi saya pulang ya kita bicara di rumah aja"

Dewi tersenyum" Iya kak, Dewi tunggu ya "

"Iya sayang, ya udah saya tutup teleponnya ya..saya mau lanjut kerja dulu. Bye sayang. I love you "

Ketika Dewi hamil anak yang pertama Rama dan orang tuanya pindah mengikuti Ayah Rama yang metu seorang tentara. Begitu pun saat mereka kembali bersama Dewi tidak tau di mana rumah Rama, Jika Dewi bertanya Rama akan memberikan alasan kalau sebaiknya Dewi tidak tau karena dia tidak ingin Dewi mencari nya dan dia tidak ingin ibunya tau tentang hubungan mereka dan memisahkan mereka lagi. Dan Dewi percaya begitu saja.

2 hari yang di janjikan Rama pada Dewi hilang hingga bertahun-tahun. Dewi di tinggalkan lagi, dan kali ini Dewi tak lagi menghubungi Rama atau minta tanggung jawab Rama karena Dewi sudah tahu jawabannya. Hingga ayah Dewi ke kota mencari Dewi, karena dia mendengar dari orang orang kalau Dewi sedang hamil.

Ayah Dewi terkejut mengetahui Dewi sudah memiliki 2 orang anak dan lebih terkejut lagi karena Dewi baru melahirkan anak keduanya. Kalau Dewi pulang kampung, Dewi tidak pernah membawa Yan. Dewi selalu menitipkan Yan pada Amalia.

Dewi meminta maaf pada ayahnya karena telah mengecewakan dia dan menutupi semua ini darinya.

Ayah Dewi mengajak Dewi pulang ke kampung halaman mereka, Kepulangannya ke kampung halamannya tidak memberikan Dewi ketenangan. Dewi di jadikan bahan pembicaraan orang orang di kampungnya dan di keluarga besarnya. Dewi sering di jadikan contoh sebagai wanita yang tidak baik jika ibu ibu di sana menasihati anak gadis mereka.

5 bulan Dewi coba bertahan hidup di kampung, hingga akhirnya Dewi di usir oleh ayahnya karena Dewi di fitnah suka menggoda suami orang di kampungnya. Dan ayah Dewi percaya karena hasutan dari ibu sambung ke duanya.

Melewati waktu yang panjang, hingga akhirnya Dewi berdamai dengan ayah dan keluarganya, hingga Dewi menerima lamaran orang tua Randi, hanya dengan cara seperti ini Dewi bisa menebus kesalahannya kepada ayahnya.

*

Dewi menarik nafas dalam-dalam, Bayangan bayangan masalalu nya kembali berputar di kepala Dewi, bagaimana dia berusaha menunjukkan pada orang tua dan saudara saudara nya jika dia tidak seperti yang mereka tuduh, Dewi selalu mengikuti kemauan mereka.

Lelah.... Namun Dewi sudah bertekad akan bertahan, apapun yang terjadi.

"Wi.. Kamu tidur ya?" Suara Amalia membuyarkan lamunan Dewi.

"Nggak, kenapa?"

"Udah jam 10 loh, kamu nggak kerja ?"

"Oh astaga... Saya terlambat, duh gimana ni ?"

" Nggak usah kerja aja sekalian, sampai sore aja di sini"

"Nggak bisa, saya lagi kejar target. Soalnya bonusnya lumayan Lia"

Ini udah jam 10, kan udah lambat"

"Ntar di jalan saya pikirkan alasannya, saya berangkat kerja dulu ya "

"Ya deh.. "

"Nora... Bunda pulang dulu ya, muach , bye sayang" Sebelum pulang Dewi wajib cium anak Lia, Amalia tersenyum. Dia tau setulus apa hati Dewi.

Memasuki halaman hotel, Dewi terkejut melihat Randi sedang berdiri di lobi hotel. Dewi menghampiri Randi.

"Kak.. Ada apa ?"

Dewi melihat Randi menatapnya dengan marah, jantung Dewi berdebar. Dewi hanya takut kalau sampai Randi memukulnya di tempat kerjanya.

"Ada apa kak ?" Tanya Dewi lagi

"Dari mana kamu ? Kamu keluar dari rumah pamit kerja jam 9 tapi sekarang lihat sudah jam 10.20. Kemana saja kamu ?"

"Saya lagi ketemu teman yang ingin menggunakan hotel ini untuk acara pernikahannya " Itu adalah alasan yang Dewi pikirkan sepanjang perjalanan menuju hotel

"Ketemu teman?" Saya tanya resepsionis hotel dari pagi kamu belum datang, kamu nggak sembunyikan sesuatu dari saya kan ?"

Kening Dewi berkerut, Randi bukanlah pria yang posesif. Dia tau Dewi bekerja tapi kenapa hari ini dia sedikit berbeda.

"Menyembunyikan apa kak?, Saya bekerja, kalau pun saya keluar. Saya nggak melakukan sesuatu yang salah atau menyembunyikan sesuatu dari kakak. Bukankah selama ini kakak tau pekerjaan saya ?"

"Kamu menghilang, di telpon nomor kamu nggak aktif "

Dewi menunjuk ponselnya yang mati total karena dia sengaja mematikan ponselnya di Amalia. Dewi sering melakukan itu jika dia di rumah Amalia.

"Ponsel saya mati total, Kakak kenapa? Ini baru satu jam lebih saya keluar kakak sepertinya curiga. Udah dua kali kakak seperti ini"

Randi diam, dia juga tidak tau kenapa dia bisa berpikiran seperti itu. Selalu curiga pada istrinya.

"Kakak tenang aja, saya nggak ada niat menduakan kak Randi. Saya nggak pernah minta ijin mau menikah lagi bukan? jadi kak Randi nggak usah khawatir sama saya"

Dewi melihat sekitarnya, hanya mereka berdua.

"Sebaiknya kakak pulang, jangan membuat masalah di tempat kerja saya, kalau mau menyelesaikan masalah dirumah saja. Kakak bisa bebas melakukan apa saja. Saya butuh pekerjaan ini, kakak baru bekerja. itu belum cukup untuk biaya hidup kita dan orang tua kita juga " Jawab Dewi telak.

Randi diam dan berbalik pulang, dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia sadar dia berlebihan kali ini. Tidak biasanya dia mencari Dewi di tempat kerjanya.

Randi marah karena beberapa kali dia menelepon Dewi tapi nomor nya tidak aktif, penasaran dia mencoba lewat di tempat kerja Dewi, tapi dia tidak melihat motor Dewi. dengan nekatnya dia bertanya pada resepsionis hotel.

"Sial...dia pasti berpikir saya cemburu" Batin Randi

"Ngapain juga saya cari dia ?bisa ge-er dia "

Setelah kepergian suaminya Dewi masuk ke dalam hotel, Deni yang melihat suami Dewi tadi tidak berniat menyapa. Di biarkan suami Dewi berdiri di lobi hotel.

"Wi.... kamu terlambat, kenapa?"

"Kamu udah kayak suami saya saja Den..."

"Ehh sebagai teman kerja yang baik, saya harus tau. Kalau bos kita tanya kan saya bisa bantu kasih tau alasannya"

"Saya ketemu teman Den....tadi niatnya mau ngomong soal kamar kos yang mau di renovasi tapi kita berdua malah ngomongin masalalu sampai lupa jam "

"Kenapa nggak ngomong sama suami kamu kalau kamu dari rumah kamu itu ?" Tanya Deni.

"Den...kan udah saya kasih tau alasannya"

"Iya.. sorry Wi " Jawab Deni.

"Nggak apa-apa, Deni... Besok aja ya live nya. saya lagi pengen diam aja hari ini."

Deni mengangguk, Deni maklum saja kalau Dewi kelelahan karena Deni tau, banyak hal yang Dewi pikirkan.

"Gimana kalau kamu temani saya ke bank?"

"Nggak, saya malas sekali . Kamu pergi saja sendiri."

"Ya udah deh, saya ke bank dulu ya "

Dewi mengangguk..

Jam 12 siang Dewi turun ke lantai satu ingin makan siang, namun Dewi tertegun melihat seorang pria yang di kenalnya sedang berdiri di meja resepsionis.

"Itu kan pacar Reni?" Batin Dewi

Rupanya dia sedang melakukan chek-in bersama seorang wanita. Itu bukan Reni. Dewi membelakangi mereka dan pura pura menerima panggilan telepon ketika pacar Reni lewat.

"Sil.. Tamu yang tadi ke sini sama siapa? Mereka check in ya?"

"Iya kak.. Mereka pengantin baru, ini kali ketiga mereka menginap di hotel ini "

Dewi terkejut ketika mendengar mereka pengantin baru.

"Wow....ada apa ini ? Apa saya kasih tahu Reni aja"

Tapi Reni mana percaya sama Dewi, Dewi tau Rani dan Reni tidak begitu menyukai Dewi.

Dewi melihat nomor kamar mereka, nomor 5.

Jadi mereka udah sering ke hotel ini. Apa Reni tau tentang pacar nya?

Dewi kembali ke ruang kerjanya, dia melihat lihat gambar yang sempat Dewi ambil ketika pacar Reni sedang chek in.

Dewi tersenyum, lalu menyembunyikan gambar itu.

Pukul 5 sore Dewi turun ke lantai bawah, dia hendak pulang tapi ketika di tangga Dewi bertemu kekasih Reni, dia cukup terkejut.

"Loh kak Dewi, kakak Kenapa bisa di hotel ini" Dewi hanya mengangguk lalu tersenyum...

"Kak Dewi"

.

.

.

.

Bersambung

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers kesayangan ku 🫰🏼🫰🏼🫰🏼

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!