NovelToon NovelToon
Suami Tulang Lunak

Suami Tulang Lunak

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:109.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Aurora.playgame

✨✨NOVEL DENGAN 20 BAB TERBAIK👍💯

Kebayang gak punya suami tulang lunak alias banci? Mudah-mudahan gak ya..., novel ini hanya imajinasi author saja, semoga suka dengan jalan ceritanya...

***
Untuk menyelamatkan keluarga dari kehancuran finansial, orang tua Vina memaksanya menikah dengan seorang pemuda kaya raya bernama Nathan. Nathan adalah putra tunggal dari keluarga terpandang yang memiliki harta melimpah. Meski tampan dan menawan, ada kelainan di dirinya dan sering bertingkah seperti banci. Tingkah lakunya yang lembut dan gemulai membuat banyak orang terkejut, termasuk Vina.

Bagaimana kisahnya? Yuk kita mulai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 - Meremang

Pagi itu, setelah sarapan yang penuh dengan sindiran dan cemoohan, Vina duduk di taman, mencoba menenangkan diri. Tiba-tiba, seorang sopir keluarga mendekatinya. "Nona, Tuan Nathan memanggil Anda," ujarnya sopan.

Dengan langkah gontai, Vina berdiri dan mengikuti sopir ke teras rumah. Di sana, Nathan sudah menunggunya dengan gaya yang selalu flamboyan. "Ayo, Yey! Kita belanja pakaian," seru Nathan dengan nada penuh semangat. "Eke gak mau kamu pakai baju eke lagi, tahu."

Vina hanya mengangguk karena merasa tak punya pilihan lain. Mereka berdua pun masuk ke mobil mewah yang sudah siap mengantarkan mereka ke mal.

Sepanjang perjalanan, Nathan sibuk dengan ponselnya, tertawa kecil sambil membaca pesan-pesan yang masuk. Sementara, Vina duduk diam, menatap pemandangan kota yang melintas di luar jendela dan mencoba menenangkan pikirannya yang kusut.

Setibanya di mal, Nathan langsung berhamburan memburu toko yang terpampang baju kesukaannya, melihat hal itu, Vina enggan untuk jalan bersama Nathan karena risih dengan pandangan orang yang seakan menertawainya.

Lalu, mereka masuk ke butik pakaian mewah, di mana Nathan langsung sibuk memilih-milih pakaian. "Yey, coba lihat ini! Cocok gak buat eke?," tanyanya sambil memamerkan sebuah gaun yang penuh payet.

Vina menghela napas. "Nathan, aku yang seharusnya beli pakaian, bukan kamu."

Nathan menatap Vina dengan ekspresi terkejut yang berlebihan. "Yey ini gak paham konsep belanja bareng, ya? Kalau belanja, ya kita beli yang kita suka dong!."

"Ck." Vina hanya bisa menggelengkan kepalanya. Lalu, Ia mulai memilih beberapa pakaian sederhana yang sesuai dengan seleranya, sementara Nathan terus berputar-putar di sekitar toko, mencoba berbagai pakaian yang mewah dan mencolok.

Setiap kali Nathan melihat pakaian yang menarik perhatiannya, ia langsung mencobanya dan meminta pendapat Vina. "Kalau gini gue yang capek," gumam Vina kesal.

"Wah, Yey, lihat deh! Ini bagus gak?," Nathan berputar di depan cermin, mengenakan setelan yang benar-benar tidak cocok dengan gaya seorang pria.

Vina memaksakan senyum. "Ya, bagus, Nathan, itu sangat cocok untukmu," seru Vina seraya tersenyum kecut.

Nathan tampak puas dan melanjutkan belanja dengan lebih semangat. Dalam waktu singkat, Nathan sudah mengumpulkan lebih banyak pakaian daripada Vina. Sepanjang waktu, Vina hanya bisa mengikuti Nathan dan membiarkannya menguasai suasana.

Setelah beberapa jam berbelanja, mereka akhirnya menuju kasir. Nathan menumpuk setumpuk pakaian di meja kasir, sementara Vina hanya membawa beberapa potong pakaian yang ia butuhkan. "Nathan, kamu beli banyak sekali," ujar Vina keheranan.

Nathan hanya tertawa cekikikan sambil menutup mulutnya seraya berkata, "Eke kan harus tampil maksimal, Yey, lagian, ini juga buat kamu kok," ujarnya sambil menunjuk beberapa pakaian yang ia pilihkan untuk Vina.

Vina mengangguk lemah dan di rasa tidak perlu juga berdebat. Setelah semua pakaian dibayar, mereka meninggalkan mal dengan tangan penuh kantong belanjaan. Di perjalanan pulang, Vina merasa lelah, baik secara fisik maupun mental. Namun, ia tetap berusaha untuk tetap kuat.

Saat tiba di rumah, Nathan langsung memamerkan hasil belanjanya kepada Widia dan Wiliam. "Lihat deh, Yey, hasil belanja kita keren kan?," seru Nathan sambil menunjukkan pakaiannya satu per satu.

Widia dan Wiliam tertawa kecil, melihat betapa sibuknya Nathan dengan pakaiannya sendiri. "Kamu memang beda, Nathan," kata Widia sambil tersenyum sinis.

Melihat hal itu, Vina hanya bisa tersenyum tipis namun tidak terlalu memikirkan hubungan Nathan dengan ibu tirinya itu. Lalu, Vina membawa pakaiannya ke kamar untuk melepas lelah setelah seharian mengikuti kesibukan Nathan.

Malam itu, Vina berdiri di tepi balkon, menatap langit malam yang penuh bintang. Angin sepoi-sepoi membelai rambutnya yang terurai, hingga memberikan sedikit ketenangan.

Tiba-tiba, dari balik pintu, Nathan muncul dengan setelan glamor ala perempuan malam. Gaunnya penuh payet, riasan wajahnya tebal, dan sepasang anting panjang menjuntai di telinganya.

"Yey, malam ini eke ada party, yey mau ikut eke?," tanya Nathan dengan nada ceria dan gestur yang gemulai.

Vina memandang Nathan dengan ketidakpercayaan. Ia belum bisa sepenuhnya memahami suaminya yang bersikap seperti ini. "Aku gak ada minat gabung dengan para cowok tulang lunak seperti kalian," jawab Vina dingin.

"Apa?!" Nathan terperangah mendengar ucapan Vina, ekspresinya pun berubah menjadi marah.

"Gak papa, kamu pergi aja, selamat bersenang-senang," kata Vina sambil menggelengkan kepala, tidak berniat berdebat lebih lama.

Nathan mendengus kesal dan berbalik, berjalan keluar dengan langkah gemulai yang berlebihan. "Dasar gadis kampung!," gumamnya sebelum pintu tertutup di belakangnya.

Vina menghela napas panjang. Akhirnya, ia bisa menikmati sedikit ketenangan. Ia kembali ke kamar dan membaringkan dirinya di kasur. Dengan Nathan yang pergi, ia bisa berguling-guling tanpa mendengar omelan atau perintah yang membatasinya.

Kelelahan mulai Vina rasakan. Lalu, Vina memejamkan mata dan mencoba untuk tidur, berharap bisa melupakan semua masalah yang ia hadapi, meski hanya sejenak. "Aku harap agar bisa terbangun dari mimpi buruk ini," bisiknya pada diri sendiri sebelum benar-benar terlelap.

Sementara di luar, malam terus berjalan dan Nathan pun pergi ke pesta dengan gaya khasnya, berbaur dengan teman-teman yang sama flamboyannya.

Pukul 11 malam, Vina terbangun karena tenggorokannya yang terasa kering. Ia bangkit dari tempat tidur, mengenakan sandal rumah, dan berjalan keluar kamar dengan hati-hati agar tidak membuat kebisingan.

Saat ia menuruni tangga untuk menuju dapur, ia mendengar sebuah suara yang tidak biasa hingga menarik perhatiannya.

"Aakh! Emm! Terus Wiliam, oh enak banget... Aaah... Ouch!"

Plak plak plak plak plak plak

"Oh yes... Oh sweety! Ah! Ah! Ah Arrrgggh...!"

Vina membelalakkan matanya, hatinya berdebar saat mendengar suara yang semakin nyaring. Suara itu berasal dari kamar Wiliam. Ia terkejut mendengar desahan yang jelas berasal dari dua orang yakni seorang laki-laki dan perempuan yang sedang menikmati kebersamaan mereka.

"Ini kan kamar Wiliam," gumam Vina pelan, "dia kan belum nikah, tapi... Ah! Sudahlah tidak penting!."

Namun, sebagai manusia normal, Vina tidak bisa menghindari perasaan remang yang menjalar di tubuhnya saat mendengar suara desahan itu.

Sejenak, pikirannya melayang, membayangkan bagaimana rasanya berada dalam momen intim seperti itu, sebuah pengalaman yang tampaknya akan selalu jauh dari jangkauannya.

Ia menggigit bibir dan mencoba mengusir pikiran-pikiran itu. "Aku takkan pernah bisa mengalaminya," gumamnya dengan nada pahit, "mengingat aku punya suami yang bahkan tidak tertarik pada perempuan," lanjutnya.

Dengan cepat, Vina melangkah menjauh dari pintu kamar Wiliam dan berusaha menenangkan dirinya. Ia melanjutkan perjalanannya ke dapur, mengambil segelas air dingin, dan meneguknya perlahan.

Setelah beberapa saat, ia menatap bayangannya di cermin dapur. "Apa yang sebenarnya sedang terjadi di rumah ini?," pikirnya. "Kenapa hidupku jadi seperti ini?."

1
Nadira ST
hidup kayak Nathan enak ya,kerjaannya hapy2 gak kayak kita,besok makan apa,kalau gak kerja😂🤣
Aurora: Wkkwwkwkk.. Emng bener klo dari siisii itu, tapi tulang lunak enaknya di makan kek nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Siti Aeni
gk nyambung alurnya,, nantan ajh gk nuntut ank dya merasa bahagia sm Vina walau tnpa ank Vina nya ajh yg egois, dya gk rasain cinta nantan tulus tnpa ank berarti,,, hrsnya bnr yg nantan bilang diskusi dlu jngn egois ambil keputusan sndri,,, oon vina
Ana Susana
❤️
Aurora
Hallo kakak semua... Author rilis karya baru nih judulnya I Love You Paman ... Mampir yuk kakak... Semoga suka 🤗😍
Bandar Jayalampung
nah gitu dung akhirnya kn enak liatnya klo kayak gitu
Pichaacha
kok jd gmn ya baca kata² ini 😅
jadi bingung mau ketawa apa sedih 😥
Aurora: Lanjut kak... 🤗😘
total 2 replies
dee zahira
🤲
Apri Atul
👍👍🥰🥰🥰🥰
Aurora: Terima kasih banyak kakak... Jika berkenan mampir juga di karyaku yang lain ya kak... 🤗❤️
total 1 replies
dee zahira
hadeuuhhh gmn ini thor
Za muza
nunggui thour
Aurora: Siap kakak.. 👌👌😘
total 1 replies
Suanti
pasti vina terkejut lihat nathan berubah jdi banci kembali 🤣🤣🤣
Aurora: Betul-betul betul 😅😅😅
total 1 replies
Suanti
heran lihat lita, nathan sdh kembali jdi banci tetap aja tak mau tanda tangan surat cerai
Aurora: Biasa, kucing dah dapet daging masa iya di lepasin 😅😅
total 1 replies
Ell Fikar
vina terlalu naif
g semua bahagia tentang anak vina
padahal nathan udh nerima dia apa adanya
tp dg pemikiran sepihakx vina memilih pergi dan nathan makin berantakan

huff ku harap vina akan menyesali keputusan nya
pdm
udah baca sampai di bab ini tp tetep aja ga rela ada lita di rmh tangga Natan /Smug//Smug/
Aurora: Lanjut baca kak... Anggap aja Lita sebagai bumbu di rumah tangga mereka 😅
total 1 replies
Oma Gavin
sesuai prediksi tulang lunak kalau sudah disakiti akan kembali ke setelan awal ini semua salah vina egois sok mikir semua demi kebaikan nathan kamu akan menyesal seumur hidup saat tau nathan kembali ke habitat nya dan ngga akan mau kembali lagi sama kamu vina, silahkan sesali keputusan sepihak mu tanpa mikir perasaan nathan
Aurora: Hehehe... 🤭
total 1 replies
Suanti
lama2 nathan pun stres jdi gila masuk rmh sakit jiwa baru vina menyesal perbuatan nya bkn nathan hidup bahagia sama lita tapi jdi stres 😂😂😂
Oma Gavin
knp alurnya jd gini Nathan dr belok sdh sembuh kl dibikin kecewa seperti ini kemungkinan belok lagi besar krn sdh tdk percaya dgn cinta seorang wanita
Pas Surbakti
kan org kaya, kenapa gak bayi tabung aja.....
Aurora: Belum kepikiran kayaknya 🤭
total 1 replies
Suanti
semoga aja nathan marah jdi banci kembali biar lita prgi dari nathan 🤣🤣🤣
Aurora: Hebat deh... Insting kakak sangat kuat, aku suka aku suka 😄
total 1 replies
Oma Gavin
Vina ini memang bener2 oon bin goblok punya suami baik setia malah didorong buat punya istri lagi situ waras ? jgn alasan blm punya anak yg selalu kamu ributkan ingat saat nathan sdh memilih mu itu sdh selamanya jgn sampai kamu menyesal kemudian hari, dan bisa dipastikan lita akan segera diceraikan oleh nathan jgn anggap kamu pergi lita jd nyonya Nathan kamu bodoh vina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!