"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memperjelas Hubungan
Selagi menunggu hari minggu tiba, Gema tidak akan banyak tingkah dan menahan diri untuk tidak berbicara pada Chila.
"Oh jadi ini definisi dipingit versi Gema," gumam Chila dalam hatinya.
Pantas saja pemuda itu tidak mengirim pesan atau menelepon Chila seperti sebelumnya bahkan ketika di sekolah, Gema pura-pura tidak mengenal Chila.
"Apa Gema memang anti sosial begitu?" tanya Kyla yang keheranan.
Gema sama sekali tidak mau berinteraksi dengan siapapun dan hanya tidur saja di kelas.
"Apa dia punya masalah di sekolah lamanya?" tanya Kyla lagi.
"Jangan pikirkan anak baru itu," balas Chila dengan ketus.
"Kalau dipikir-pikir kalian kan dari keluarga dokter, apa kalian benar tidak saling mengenal?" Kyla masih saja penasaran dan menunggu jawaban dari temannya itu.
"Tidak!" jawab Chila tegas. Dia benar-benar tidak mau adanya gosip.
Namun, ada sesuatu yang terlewatkan oleh gadis itu kalau Tony pernah melihat mereka bersama bahkan mereka berpura-pura menjadi sepasang kekasih.
"Tony bukan orang yang suka bergosip," gumam Chila dalam hatinya.
Sementara Tony sendiri sudah mendengar tentang kabar datangnya murid baru di kelas Chila, siapa sangka kalau murid baru itu adalah kekasih Chila sendiri.
"Urusanku belum selesai," gumam Tony yang berniat ingin bicara pada Chila lagi.
Pemuda itu memang beda kelas dengan Chila jadi Tony menunggu waktu istirahat untuk bicara dengan mantan pacarnya.
"Chila, sepertinya Tony mencarimu," ucap Kyla yang melihat pemuda itu berada di ambang pintu kelas.
Sebelum Gema menyadari kedatangan Tony lebih baik Chila cepat membawa pemuda itu menjauh atau Gema akan menggila.
Kalau sampai Gema terbakar api cemburu bisa-bisa hubungan mereka terbongkar begitu saja.
"Gawat!" Chila berlari mendatangi Tony sebelum pemuda itu masuk ke kelasnya.
Tony membuka mulut ingin memanggil Chila tapi gadis itu dengan cepat memberi instruksi dengan jari telunjuknya yang berada di mulut.
"Kita pergi ke perpustakaan!" bisik Chila.
Gadis itu berlalu pergi duluan dan Tony mengikutinya dari belakang.
Setelah sampai di perpustakaan mereka duduk satu bangku supaya bisa berbicara dengan leluasa.
"Ada apa lagi?" tanya Chila dengan nada pelan. Dia pura-pura membaca buku di tangannya.
"Apa kabar itu benar kalau selingkuhanmu pindah sekolah dan parahnya berada di kelasmu?" Tony balik bertanya.
Chila memutar bola matanya malas karena dituduh berselingkuh, ini semua karena drama dari Gema.
"Kita sama-sama berselingkuh jadi jangan berbicara seolah aku penjahatnya," balas Chila tidak mau kalah.
"Tapi, aku tidak selingkuh sungguhan. Semua hanya pura-pura sedangkan kau apa Chila?" protes Tony.
"Baiklah aku yang berselingkuh di sini, apa kau tidak benci padaku?" tanya Chila. Dia berharap Tony illfeel padanya dan tidak mengejarnya lagi.
"Aku akan memaafkanmu kalau kau putus dengan selingkuhanmu itu," jawab Tony yang sudah kecintaan dengan Chila.
"Oh my god!" Chila dibuat pusing sendiri.
Inilah kenapa gadis itu tidak mau terlalu dekat dengan laki-laki karena hidupnya akan menjadi ribet.
"Aku tidak bisa putus dengan Gema," ucap Chila mencoba tegas.
"Kami juga tidak berniat mengekspos hubungan kami karena tidak butuh validasi!"
Chila tidak mau Tony beranggapan kalau hubungannya dengan Gema sebagai ajang untuk pamer.
"Jadi, jangan berharap lagi padaku!" pinta Chila seraya berdiri dari tempat duduknya.
Gadis itu tidak mau mereka jadi bahan gosip lagi.
Tanpa diduga tangan Chila ditarik seseorang ketika melewati rak-rak buku perpustakaan yang tinggi.
"Gema!" pekik Chila dalam hatinya saat melihat orang yang menariknya.
Sebenarnya Gema sudah melihat Chila pergi dengan Tony dari awal. Dan seperti dugaan Chila kalau pemuda itu akan terbakar api cemburu.
"Tolong, jangan gila sekarang!" pinta Chila dengan berbisik.
Tapi, wajah kesal Gema tidak bisa disembunyikan.
Jadi, Chila berinisiatif untuk mencium pipi Gema yang kedua kalinya.
Gema merasa terkejut dengan tindakan impulsif calon istrinya itu.
"Apa kita menikah hari ini saja?" tanya Gema seraya memegangi pipinya.
"Aku ingin mengurungmu di kamar!"
Chila menginjak kaki Gema dengan kesal. "Ingat surat perjanjian kita!"
"Bukankah peraturan ada untuk dilanggar?" Gema sama sekali tidak menginginkan pernikahan kontrak.
BRAK!
Tiba-tiba terdengar suara gebrakan dari penjaga perpustakaan karena ada suara yang mengganggu.
"Siapa itu?" tanya penjaga perpustakaan mencari sumber suara.
"Pakeeet!" jawab Gema
cui cui cui