“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Jam 10 pagi setelah membatu ira membersihkan rumah vivi berniat untuk melanjutkan tidur karena semalam dia tidak bisa tidur memikirkan pernikahannya yang akan diadakan minggu depan apa lagi dengan orang yang tidak dia cintai , sebenarnya dia juga memimpikan menikah dengan orang yang dia cintai dan juga mencintainya sama seperti impian para gadis gadis lainnya , namun nasib tak berpihak padanya .
“ andainya ini Cuma mimpi pasti aku akan sangat bahagia setelah bangun dari tidur” oceh vivi sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang , kemudian memejamkan matanya karna kantuk , tak butuh waktu lama dengkuran halus terdengar .
Dicky saat ini duduk diruang tamu di rumah vivi ditemani andik karna kedua orang tua vivi keluar untuk mengurus usaha mereka. Mereka terlihat akrab satu sama lain dari pada kemarin malam saat makan malam.
“ oh ya mbak kamu di mana?” tanya Dicky karna dari tadi dia belum melihat Vivi sama sekali sejak dia datang .
“ mbak pamit tidur katanya semalam kurang tidur” jawab Andik sesuai sambil main game online di smart phone dicky “ kakak mau banguni , kamarnya pintu warna biru langit” ujar andik tanpa pikir panjang karna dia sibuk main game toh dia calon suami kakaknya .
“emzz , boleh juga” ujar Dicky karna dia ingin membawa Vivi ke butik untuk fitting baju pengantin mereka,
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh andik dicky membuak pintu berwarna biru muda yang memang tidak dikunci oleh yang punya , dia mendapati vivi tengah tertidur pulas di atas ranjang, Dicky berjalan mendekati ranjang Vivi kemudian berhenti tepat di sebelah Vivi , dia melihat sekeliling kamar calon istrinya itu , dia mendapati foto bersama Vivi mulai dari SD , SMP , SMK ,dan foto saat kuliah , tatapan mata dicky tertuju pada foto vivi saat SMA dia mendapati vivi berada di pelukan pria yang dia yakini itu pacar vivi.
“hemzzz,” vivi bergumam serta mengubah posisi tidurnya, seketika Dicky berbalik badan melihat ke arahnya , Dicky melihat dengan jelas wajah Vivi yang kurang tidur , dia mengurungkan niatnya untuk membangunkan Vivi , kemudian pergi dari kamar calon istrinya itu ,
Ketika Dicky keluar dari kamar vivi dia melihat Andik yang sudah tertidur di atas sofa kemudian dia memindahkan calon adik ipar nya itu ke ruang tv karna dia tadi tak sengaja melihat ranjang di ruangan itu.
Setelah memindahkan Andik kedua orang tua vivi datang
“ nak Dicky sudah dari tadi” tanya ira saat melihat Dicky berada diruang tamu sendirian
“ lumayan tante” jawab Dicky sopan , kemudian menyalami calon mertuananakny
“ di mana vivi sama andik, kok biarin kamu sendirian” tanya Yusman karna tak mendapati ke dua anaknya
“ Andik baru saja aku pindahi ke ruang tv om” ujar dicky
“ ohh anak itu , maaf ya merepotkan nak Dicky , dia memang terbiasa tidur siang , tapi mana vivi kok gak ada” ucap yusman mencari keberadaan ****
“ aku sampai di sini dia udah tidur om”
“ anak itu , ya udah biar tante banguni dulu” geram ira pada anak sulungnya itu
“ gak usah tante biar nanti sore aku kesini lagi” ujar dicky kemudian berpamit pukang ,
※※※
Saat ini vivi dan dicky berada di dalam satu mobil , setelah perdebatan panjang antara ira dan vivi akhirnya vivi memilih mengalah dan ikut pergi dicky ke butik , tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut ke duanya , dicky fokus menyetir mobil sedangkan vivi memilih mendengarkan musik
“ sudah sampai” tegur dicky setelah memarkirkan mobilnya disalah satu mall terbesar di kota itu.
Keduanya sudah di dalam butik yang menyediakan berbagai macam gaun pengantin dari yang tradisional sampai yang modern . cukup lama vivi berkeliling melihat berbagai model gaun pernikahan yang ada namun belum menjatuhkan pilihannya untung saja pegawai yang menanganinya cukup sabar .
sedangkan Dicky duduk di salah satu kursi yang disediakan sambil melirik jam tangannya , “sudah pilih” tanyanya saat melihat vivi di depannya
“ belum , bingung mau ambil yang mana” celetunya tanpa rasa bersalah setelah membuat dicky menunggu cukup lama tanpa membuahkan hasil
Dicky bernafas panjang setelah mendengar ucapan calon istrinya , “ kamu yang pilih , aku males kalau harus gonta ganti baju tapi gak ada yang cocok dengan seleramu” imbuh vivi kemudian duduk . dicky menautkan alisnya , sementara pegawai yang melayani vivi menahan senyum melihat melihat tingkah pasangan yang mau menikah ini. “ tunggu apa ,cepat aku lapar belum makan siang” perintah vivi ,
“ baik lah” sahut dicky kemudian berkeliling mencari gaun yang pas untuk calon istrinya ,
Sedangkan vivi merasa puas karna telah megerjai calon suaminya itu “ sesekali balas dendam” ucapnya pada dirinya
Bersambung