21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Lia terus menangis tak henti-henti sampai akhirnya dia melepaskan pelukan dan mengusap sisa air matanya. Lia mengeluarkan ponselnya dan mengecek kalender yang sudah dia tandai.
"Besok kamu ulang tahun ya sayang? " tanya Bundanya dengan mata berbinar.
"Masa sih,Bun? Aku lupa." balas Kanaya sambil menyeringai.
Lia langsung menghubungi assisten kantor kepercayaan Suaminya, dia merencanakan pesta yang mewah dan megah untuk ulang tahun putrinya itu.
Malam ini adalah hari ulang tahun Kanaya, dia mengundang banyak teman-teman sekolah terutama dua sahabatnya. Ketika semua sudah berkumpul baru lah acara dimulai, setelah potong kue dan kue pertama aku berikan kepada Bundanya dan semua orang memberi tepuk tangan. Tiba-tiba Rendy datang bersama Shella yang membawa kado berukuran besar. Shella menghampiri Kanaya dan memberikan selamat serta menyerahkan bingkisan besar ditangannya.
"Selamat ulang tahun ya adik ipar." ucap Shella seraya memberikan senyuman kemenangan.
Duaaarr
Seperti tersambar petir aku kaget dan terdiam ketika Shella mengucapkan kata itu, Lia yang melihat Kanaya mengobrol dengan Shella langsung menarik tangannya dan dibawa ke sisinya. Ia tidak suka ketika Shella berdekatan dengan Kanaya karena itu terlihat jelas dari raut wajahnya.
"Terima kasih Shella. " ucap Lia menghampiri Kanaya.
Shella tersenyum manis ketika Lia berhadapan dengannya, dia begitu percaya diri kalau sebentar lagi dirinya akan segera menyandang status sebagai Nona Saputra.
Ditengah-tengah kebahagian malam ini tiba-tiba Lia mengumumkan sesuatu yang merubah hidup kedua anaknya.
"Mohon perhatian semuanya!" teriak Lia dan seketika semua mata tertuju pada kami.
"Pada malam ini saya akan umumkan pernikahan anak saya Rendy Saputra dengan... " Lia menghentikan ucapannya dan langsung melihatku.
Shella terlihat begitu sombong ketika Lia mengumumkan rencana pernikahan, dia mengira kalau Rendy sudah merencanakan ini bersama Bundanya.
Berbeda dengan Rendy wajahnya dipenuhi aura kebencian ketika melihat Kanaya dengan tatapan yang dingin seakan ingin membunuh. Kanaya hanya bisa pasrah ketika Bundanya mengumumkan rencana yang masih menjadi misteri bagi dua manusia itu, dipikiran Kanaya sudah banyak pikiran yang negatif. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani melihat bahkan mendengar semuanya.
Rasanya dia ingin waktu diputar kembali, dimana dia hanya sakit ketika terjatuh bukan sakit karena cinta.
"Dengan Kanaya Almira!" teriak Lia sambil merangkul pundak Kanaya.
Dia kaget, takut, dan juga bingung dengan situasi ini. Kanaya menatap Bundanya dan tanpa sadar bulir air bening keluar dari ujung pelupuk matanya.
"Apa ini?" tanya Kanaya pada dirinya sendiri.
Shella yang begitu kaget ketika nama Kanaya disebut langsung menatap Rendy memintanya menjelaskan kejadian ini. Sudah cukup lama Shella menatap Rendy tapi tak kunjung juga Rendy menjelaskan, dia memutuskan untuk pergi meninggalkan pesta.
Sementara pesta dilanjutkan Lia menarik tangan Kanaya dan mengajaknya ke dalam kamar. Dia mengikuti tempo langkah Bundanya dengan cepat, dia tak sabar ingin tahu maksud Bundanya mengumumkan itu.
Kreeekk
Pintu kamar Kanaya terbuka dan kami langsung masuk, Lia kembali menutup pintu dan menguncinya. Mereka duduk dipinggir tempat tidur milik Kanaya.
"Sayang, kalo Bunda cerita kamu jangan marah apalagi benci sama bunda ya!" ucap Lia sambil mengelus tangan Kanaya dan dia mengangguk menyetujui apa yang Bundanya ucapkan.
"Bunda, Ayah, minta maaf sama kamu karena selama 16 tahun ini Bunda merahasiakan identitas kamu yang sesungguhnya." ucap Lia dengan suara yang begitu menyayat hati.
"Kenapa, Bun?" tanya Kanaya bingung yang belum mengerti maksud ucapan Bundanya.
"Sebenarnya kamu anak sahabat Bunda dan Ayah, kami berempat bersahabat semenjak Sekolah Menengah Pertama tetapi karena kecelakaan lalu lintas orang tua kamu sempat kritis dan permintaan terakhirnya adalah menjaga kamu dan merawat kamu layaknya anak kami sendiri." cerita Lia panjang lebar diikuti air mata yang terus mengalir.
"A... Apa!" ucap Kanaya kaget ketika mendengar semua yang Bundanya bicarakan.
Sudah jelas Rendy tidak menyukainya bahkan untuk melihatku pun dia seperti jijik. Apa yang harus dia lakukan ketika dirinya bukanlah anak dati keluarga Saputra? Apakah dia harus bahagia atau bersedih? Tangisan Kanaya pecah tak tidak bisa ditahan lagi begitu juga Lia, dia memeluk anaknya sambil terus meminta maaf.
"Bunda, Bunda memang bukan sosok yang melahirkan ku, tetapi aku selalu berharap agar bunda menyayangi aku dan memperlakukanku seperti anak kandung. Dan aku tidak pernah kekurangan kasih sayang kalian berdua." ucap Kanaya sambil terbata-bata.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰