Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.
Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.
Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!
Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.
Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.
Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?
Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Pertemuan
Hari ini pengunjung yang datang di restoran bu Rita sangat ramai.
"Kayla, hari ini ramai banget ya.."
i-ya rame banget, tidak seperti biasanya.
Siap siap kaki kita, jawab Kayla sambil tersenyum.
Ruangan VVIP I dan VVIP II juga sudah di booking.
Hermawan mendekati Lin dan andrie .
" andrie,Lin.. Keruangan saya sekarang, Perintah Hermawan.
Andrie dan Lin mengikuti Pak Hermawan dari belakang.
" Silakan duduk,"ucap Hermawan.
Kalian pasti tahukan. Hari ini ada tamu penting yang akan datang ke restoran kita ? tanya Hermawan.
I-ya pak, jawab andrie dan Lin.
Hermawan memberi arahan pada Andrie dan Lin.
Lin Saya minta kamu handle ruangan VVIP II,dan Andrie, kamu Handle di ruangan VVIP I.
Berikan service terbaik buat mereka karena mereka tamu penting di negara ini, ucap Hermawan dengan tegas.
Siap pak, jawab Andrie dan Lin.
Ok, kalian bisa keluar sekarang, ucap Hermawan.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.15 menit, tamu yang di tunggu tunggu sudah berdatangan.
Mereka langsung masuk keruangan yang sudah mereka booking, Terlihat tamu VVIP I berjalan dengan pengawalan ketat.
Saat itu Lin sudah berada di ruangan VVIP II dengan beberapa pelayan restoran lain dan sudah siap untuk melayani tamu istimewa restoran bu Rita.
Lin melihat salah satu tamu vvip dari kejauhan.
Wajahnya datar banget, ga ada senyum senyumnya...
Orang kaya gitu kali ya., gumam Lin dalam hati.
Tiba tiba salah satu dari Pengawal memberi kode untuk bersiap mengantar makanan di meja.
Waiter dan Waitress sibuk menata makanan di meja.
Lin sempat melirik ke arah Pria tadi.
Entah kenapa jantung Lin berdetak kencang, saat pria itu juga meliriknya.
Lin menarik nafasnya, Lin mencium wewanginan dari pria ini.
Harum banget ucap Lin dalam hati.
Setelah selesai menata makanan di meja, Waiter dan Waitress berjalan ke arah tempat mereka berdiri semula.
Lin masih menata pria tadi, ganteng. Tapi kok datar banget wajahnya ucap Lin dalam hati.
Selama dua tahun setengah Lin berkerja menjadi waitress di restoren bu Rita, baru kali ini jantung Lin berdetak kencang.
Sialan..mungkin dia tamu istimewa, jadi gue gugup..gumam Lin dalam hati.
Lin, mendengar dari kejauhan pembicaraan mereka. Tapi kenapa saat pria itu bicara, tidak satu orang yang bicara apalagi membantah pria itu.
Orang kaya tidak ada sopan santunnya, seenaknya itu kan orang tua, Emang Pria itu siapa. Gumam Lin dalam hati.
seseorang memberi kode kepada waitress untuk membersihkan meja makan.
Lin dan waitress lainnya berjalan kearah meja untuk membersihkan meja makan.
Lin berdiri di sebelah pria itu, mengambil piring dan gelas dengan hati-hati.
Tiba tiba, jantung Lin berdetak kencang.
Lin menarik nafasnya untuk menenangkan dirinya.
Bau wangi pria itu ikut masuk di nafas Lin.
Akhirnya mereka selesai juga membersihkan meja makan.
Dan selanjutnya, mereka mengantar makanan pencuci mulut.
Silakan tuan, sambil menunduk kepalanya, ucap Lin.
Mereka melanjutkan pembicaraan sambil memakan pencuci mulut
Jam menunjukan pukul 13.50.
Akhirnya lunch mereka selesai.
Lin melihat pria itu berdiri, bersiap untuk meninggalkan ruangan.
Pria itu melangkah, tapi tiba tiba berhenti pas di sebelah Lin.
Ada sesorang yang hendak menghampirin pria itu, Tapi pria itu memberi kode dengan jarinya dan orang itu langsung mundur.
Pria yang membuat jantung Lin berdetak kencang itu, tiba tiba membisikan ke arah telinga lin.
Lin dapat merasakan bibir pria itu menyentuh kupingnya. Bibirnya terasa lembut, baru kali ini Lin bersentuhan dengan lawan jenis.
" Lain kali jika saya lagi makan, jangan menatap saya" bisik pria itu sambil tersenyum.
Lin kaget, matanya melotot karena ketahuan menatapnya.
Pipi Lin merah kayak tomat lagi mateng banget.
Lin, langsung menunduk, tanda permohonan maaf.
Pria itu langsung melangkah tanpa menoleh kebelakang.
Beberapa pengawalnya memandang Lin dengan tatapan dingin dan marah.
...........
***
dilanjutkan.
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu