wanita yang di tinggal pergi oleh calon suami seminggu sebelum acara ... bukan kah menyedihkan
hidup ku mulai berubah saat aku bertemu malaikat kecil yang sangat cantik... dia adalah anak dari seseorang yang di jodohkan pada ku
apakah aku bisa bahagia ? apakah aku akan mrndapat kan cinta ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#RMH 6
selamat membaca
sudah sebulan setelah kejadian itu namun masih saja luka nya belum bisa sembuh ...
sampai saat ini pun luka itu belum juga kering ... namun chacha harus terus menjalani hari nya dengan senyum demi orang orang yang sangat menyayangi nya
chacha bisa melupakan sedih nya bila dia melihat bayi yang selalu datang dua hari sekali ke toko nya untuk membeli biskuit ... entah apa yang di laku kan bayi itu hingga membuat chacha jatuh hati
seperti pagi ini bayi gembul yang cantik itu datang dan membuat mood chacha menjadi riang
chacha" hallo anak manis ... kau mau membeli biskuit ya (mengecup pipi gembul bayi itu);
seperti melihat ibu nya bayi itu selalu bersemangat jika sudah bertemu chacha ... sampai sampai sang oma kewalahan
bunda ria" iya sayang sabar ... oma akan memberikan mu pada bunda chacha
chacha" sini sini bayi gembul yang manis
(mengambil alih mengendong rara)
semua penghuni toko roti merasa bahagia setiap kali kedatangan bayi itu mereka bisa melihat binar bahagia di mata chacha
dimas"(di balik pintu dapur) lihat lah chacha dia begitu bahagia setiap kali bersama anak itu
pak Lukman " iya dim ... semoga bayi itu bisa membantu chacha kembali seperti dulu
bu lia" hay kalian bukan hanya bayi itu tapi kita juga harus membantu ... sudah kembali bekerja
mereka melanjut kan kerja
bunda ria" cha boleh bunda bertanya sesuatu ?
chacha: apa itu bun?
bunda ria" mengapa nama toko ini sekar ? sedang kan nama mu natasya ?
chacha" (tersenyum) sekar itu nama almarhumah ibu ku ... karna dulu ini adalah salah satu cita cita ibu ku bun
bunda ria" maaf kan bunda nak ... (merasa sedih) bunda juga dulu punya sahabat yang ingin sekali membuka toko roti ...
chacha" tapi mengapa bunda tak membeli di toko teman bunda ...
bunda ria: (tersenyum) bunda tak tahu sekarang dia dan keluarga nya dimana ...
chacha"hem... sudah lah bun jika tuhan memberi kalian bertemu kalian akan bertemu (tersenyum)
bunda ria" benar itu ... ya sudah bunda dan rara pulang dulu ya nak
chacha" baik lah bun hati hati
bunda ria sudah meninggal kan toko roti
dimas" cha!!!!
chacha" ada apa dim ... kenapa teriak teriak
dimas" om radit minta di kirim kue dan roti untuk rapat siang ini
chacha" benar kah ... mengapa tak menghubungi ku
dimas" sudah tapi kau tak angkat ...
chacha" ooo begitukah ... baik lah kalian siap kan aku yang akan mengantar
"mengapa om radit mengada kan rapat mendadak" (batin chacha)
chacha mengecek ponsel nya melihat banyak sekali panggilan dari om nya dan WhatsApp dari fani
chacha membuka pesan dari fani
fani* cha bos ku akan bekerja sama dengan pujaan hati ku
*cha
*lama ih balesnya
* cha,chacha!!!
chacha* iya fan ..
*pujaan hati ? siapa?
fani* lama sekali kau membalasnya
* jangan pura pura tak tahu
* siapa lagi kalau bukan brother uncle
chacha* fan apakah benar kamu menyukai om ku ?
fani* tentu saja kamu tahu bukan 😡
chacha* baik lah aku tahu ...
apa om radit siang ini akan rapat dengan bos mu ?
fani* iya ... dari mana kamu tahu?
chacha* om memesan kue ke toko ...
fani* ya sudah cha aku harus bekerja lagi
chacha* baik lah
chacha tersenyum ... dia mengingat bagai mana fani menyukai om nya dari sejak mereka SMA hingga sekarang ... namun om nya selalu menolak fani, tapi bukan fani jika iya menyerah
pesanan roti sudah siap tinggal mengantar kan nya saja
Dimas" cha sudah siap pesanan nya
chacha" ooo ... baik lah dim terimakasih
chacha bergegas menuju kantor om nya,
chacha sudah tibba di kantor om nya saat berjalan chacah tak sengaja menabrak seseorang
chacha" ya ampun maaf mas maaf saya gak sengaja
mas mas" mata kamu dimana ? kalau jalan yang benar jangan melamun
chacha" saya minta maaf mas ...
mas mas" kamu fikir dengan minta maaf baju saya akan bersih lagi
chacha" (sedikit kesal) saya kan sudah minta maaf dan saya juga gak sengaja nabrak mas nya (memberi tisu)
mas mas" tidak perlu (berjalan meninggal kan chacha)
dih sombong sekali ... dia fikir dia saja yang kotor aku juga ( gumam chacha)
chacha pergi ke kamar mandi setelah menyerah kan pesanan paman nya ke sekretaris paman nya
"untung aku membawa baju toko kalau tidak aku akan merasa lengket sekali"
(batin chacha)
chacha keluar dari kamar mandi
chacha berjalan dan langkah nya terhenti saat melihat fani menangis di hadapan om nya
"ada apa itu" (batin chacha)
chacha berjalan mendekat saat chacha mendekat om nya sudah masuk ke dalam sebuah pintu
chacha" ada apa ini fan ?
fani tidak menjawab iya malah memilih meninggal kan chacha
chacha melihat itu merasa geram ... pasti om nya sudah melukai hati teman nya
tanpa pikir panjang chacha memasuki ruangan yang di masuki om nya sambil berteriak
chacha" yaaa!!! om radit ...
chacha tak sadar dengan perbuatan nya dan tak membaca ruangan apa yang di masuki om nya itu
chacha terdiam saat semua mata tertuju pada nya
"mampus aku ... om radit lagi rapat ...(dalam hati)" chacha berfikir cepat
chacha" ah seperti nya saya salah ruangan... maaf semuanya (ekspresi tidak enak)
chacha bergegas lari dari ruangan tersebut
"habis lah aku ..." (batin cahcha )
fani" cha ... kamu kenapa ?
chacha" fani ... habis lah aku (sambil menutup muka dengan telapak tangan)
fani" ada apa ?
chacha menceritakan semua nya pada fani
fani tertawa keras sekali samapi terpingkal pingkal
chacha" terus terus tertawa lah sesukamu ... kau tau ini semua karna kamu
fani" (menahan tawa) kamu juga tak menanyakan nya pada ku (tertawa)
chacha" terus tertawa lah ... (kesal)
tawa fani terhenti karna ponsel nya berbunyi
fani" iya pak baik ... (mematikan ponsel) cha aku harus kembali bos ku sudah selesai
chacha" hem ...
fani" tenang lah ... om mu tak akan marah
chacha" pergi lah cepat
chacha bersiap untuk kembali ke toko sebelum om nya selesai
namun takdir berkata lain ...
dari kejauhan chacha mendengar om nya memanggil nama nya
chacha" ya ampun ... (chacha berlari menuju lift )
chacha langsung memasuki lift
"cepat cepat tertutup" batin chacha
om radit" cha cha ... (saat dekat lift tertutup) sial...
chacha merasa lega karna lift nya tertutup
sedari tadi chacha tak sadar jika ada yang memperhatikan nya dan chacha benar benar merasa sangat tidak beruntung hari ini ...
" bagai mana aku menghadapi om radit di rumah " gumamnya
jangan lupa ya tekan tombol favorit,like,komen,dan saran ya semua
terimakasih