NovelToon NovelToon
Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romantis / Fantasi / Komedi / Kebangkitan pecundang
Popularitas:37.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adhy Artha

"Siapa aku? Aku ... Ling Tian!"

Terlahir dalam dunia yang kejam, di mana yang kuat disebut sebagai 'Pahlawan' dan yang lemah disebut sebagai 'Pecundang', Ling Tian hanya bisa pasrah dengan keadaan tubuhnya yang lemah dan tidak mampu berkultivasi.

Dia terlahir 15 tahun yang lalu dengan Meridian yang tersegel, sehingga tubuhnya bisa juga dikatakan CACAT.

Tapi, Dewa Keberuntungan ternyata berpihak padanya hingga menjadikannya sangat kuat dan tak terkalahkan.

"Apa itu yang disebut JENIUS ...?!"

Mereka semua ada di bawah telapak kakiku, karena aku dijuluki 'LING TIAN SANG MONSTER'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adhy Artha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6. Pil Susu Merah

Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian lalu berkata pelan kepada gadis yang masih berdiri disampingnya, "Nona, terima kasih karena telah menemaniku."

"Aku tidak bermaksud menemanimu, tapi kamu sendirilah yang menarikku ke sana." ujar gadis itu dalam hatinya.

"Namaku Lin Yue, salam kenal Tuan Muda Ling. Terima kasih juga karena telah membayar semua Ramuan Roh yang telah aku beli," kata gadis tersebut dengan nada sedikit canggung.

"Itu tidak seberapa. Dan juga jangan panggil aku Tuan Muda, panggil saja namaku Ling Tian. Jika kamu tidak sibuk, aku akan mengajakmu ke suatu tempat." Ling Tian berkata dengan santai sambil menyunggingkan senyumnya.

Lin Yue jelas ragu ketika Ling Tian mengajaknya, karena ini adalah pertemuan pertama mereka.

Melihat keraguan dari wajah Lin Yue, Ling Tian pun tertawa kecil dan berkata, "jika aku berniat buruk kepadamu, tidak akan ada yang mampu menghalangiku di tempat ini."

Lin Yue sangat terkejut mendengar perkataan Ling Tian. "Jika di tempat ini tidak ada yang mampu menghalanginya, sampai sejauh mana tingkat kultivasi Ling Tian hingga dia berani berbicara seperti itu?"

Dia pun berpikir sejenak, lalu mengangguk lembut ke arah Ling Tian. Apa yang di katakan Ling Tian sebenarnya bukanlah kebohongan. Dia telah memeriksa semua orang yang ada di dalam toko itu dengan indra spiritualnya.

Tingkat kultivasi yang tertinggi di toko tersebut adalah tahap kelima Bintang Emas, yaitu kultivasi dari sang pemilik toko, Zhou Cheng.

Mereka meninggalkan toko dengan pandangan iri beberapa kultivator yang menyukai keindahan seperti Lin Yue. Ling Tian pun kemudian membawa Lin Yue ke rumah makan Zhang Xuan.

Sesampainya di rumah makan itu, Ling Tian di sambut sangat hangat oleh penjaga dan para pelayan. Zhang Xuan telah menginstruksikan kepada mereka untuk memperlakukan Ling Tian sebagai tamu spesial.

Ling Tian menghampiri salah satu pelayan dan bertanya apakah Zhang Xuan berada di tempatnya.

Sebenarnya Ling Tian telah merasakan bahwa Zhang Xuan berada di lantai 3 dengan indra spiritualnya, tapi dia masih menjaga kesopanannya dan tidak ingin langsung naik begitu saja ke ruangan Zhang Xuan.

Pelayan itu pun segera bergegas mengantar Ling Tian dan Lin Yue ke ruangan Zhang Xuan. Melihat bahwa yang datang adalah Ling Tian, Zhang Xuan pun segera menyambutnya.

"Tak perlu repot, Paman Zhang. Aku ke sini hanya ingin mentraktir temanku ini," ucap Ling Tian sambil menunjuk Lin Yue.

"B-bukankah ini Nona Lin Yue, kecantikan nomor dua yang terkenal di kota ini dan berasal dari klan Lin?" kata Zhang Xuan dengan nada terkejut ketika melihat gadis yang dibawa oleh Ling Tian.

"Wouw ... Kecantikan nomor dua dari Kota Bulan Biru sudah sangat cantik seperti ini, kira-kira bagaimana dengan kecantikan yang nomor satu itu yah?" ucap Ling Tian sambil tertawa.

Lin Yue yang mendengar perkataan Ling Tian tersebut, tanpa sadar langsung menginjak kaki Ling Tian.

"Hahaha...." Zhang Xuan yang melihat hal itu, hanya bisa tertawa.

"Apakah Tuan Muda Ling tidak tahu bahwa seorang gadis paling tidak suka di banding-bandingkan dengan gadis lainnya?" gumam Zhang Xuan di dalam hatinya.

Zhang Xuan pun membawa mereka ke sebuah ruang makan untuk para tamu VIP dan bertanya apa yang akan dipesan oleh Ling Tian.

"Aku akan mentraktirnya dengan daging Singa Emas," kata Ling Tian santai, lalu duduk di depan sebuah meja yang berada di ruangan tersebut.

Mendengar daging Singa Emas, Lin Yue sangat terkejut dan merasa heran. Kemudian dia bertanya, "kapan rumah makan ini menyajikan menu Singa Emas? Yang aku tahu bahwa semua rumah makan di sini hanya menyediakan menu dari Binatang Roh tingkat 1 dan tingkat 2."

"Baru hari ini kami menyediakannya. Dan Singa Emas itu juga yang dibawa ke sini oleh Tuan Muda Ling," jawab Zhang Xuan dengan bangga.

"Haaahhh!"

Lin Yue makin terkejut mendengar jawaban Zhang Xuan. "Mungkinkah kekuatan Monster ini lebih tinggi dari Singa Emas?" ucap Lin Yue di dalam hatinya.

"Baiklah, aku akan segera memanggil pelayan untuk menyajikannya." Kemudian Zhang Xuan bergegas keluar dari ruangan tersebut.

Setelah hanya tinggal mereka berdua di dalam ruangan, Lin Yue pun bertanya kepada Ling Tian apa tingkat kultivasinya.

"Aku hanya pada tahap kedua Bintang Emas," kata Ling Tian dengan santai

"HANYA"

"Dengan kultivasi Bintang Emas pada usia 15 tahunan seperti ini, dengan mudahnya kamu menyebutkan kata HANYA! Aku saja yang telah berusia 16 tahun dengan kultivasi pada tahap keempat Bintang Perak, telah dianggap jenius. Bagaimana dengan kamu? Dasar Monster...."

Lin Yue seakan ingin menendang wajah Ling Tian ketika mendengarnya mengatakan HANYA.

"Jika kamu berada pada tahap kedua

Bintang Emas, mengapa kamu bisa mengalahkan Singa Emas yang kultivasinya setara dengan kultivator tahap keempat Bintang Emas?" kata Lin Yue dengan nada bingung.

"Hmmm ... Mungkin karena aku lebih kuat darinya," ucap Ling Tian yang hanya mengangkat bahunya, karena dia tidak mengerti dari mana harus menjelaskannya.

Lin Yue pun tidak tahu lagi harus berkata apa, dia hanya diam dengan pikirannya sendiri.

"Ngomong-ngomong, siapa pemuda yang mau memukulku tadi?" tanya Ling Tian yang membuyarkan lamunan Lin Yue.

"Dia adalah Ji Ning dari klan Ji. Dia memang selalu bersifat impulsif, mungkin karena ia adalah murid salah satu Tetua dari Akademi Naga Azure di Ibukota kekaisaran."

"Ooh, ternyata begitu," ucap Ling Tian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Zhang Xuan pun telah tiba dengan pelayan yang membawa pesanan Ling Tian. Aroma dari masakan daging Singa Emas menyebar ke dalam ruangan tersebut, membuat Ling Tian dan Lin Yue ingin segera mencicipinya.

Setelah itu, mereka bertiga pun segera makan dengan lahap. Ling Tian merasakan energi

yang kuat masuk ke dalam tubuhnya, tetapi hanya bisa mengisi sedikit celah di dalam Dantian-nya yang luas. Sedangkan Lin Yue sendiri langsung pergi ke sudut ruangan dan duduk bersila.

"Sepertinya dia akan menerobos. Kalau begitu biarkan dia di sini sendiri, aku akan kembali dulu ke penginapan. Aku akan merepotkan Paman Zhang untuk menjaganya saat aku tidak ada di sini," kata Ling Tian kepada Zhang Xuan.

"Baiklah, aku akan menjaga Nona Lin agar tidak ada yang mengganggunya saat dia menerobos," kata Zhang Xuan sambil mengangguk pelan.

Ling Tian pun segera kembali ke penginapan, sebab dia akan mencoba meramu Pil Mutiara Darah.

Setelah sampai di kamarnya, Ling Tian langsung mencoba memasang Formasi Penyegelan untuk mencegah kultivator lain memata-matainya. Dengan bantuan pengetahuan di kepalanya, dia tidak lagi membutuhkan waktu yang lama untuk membuat formasi itu.

Ling Tian kemudian mengeluarkan sebuah Ginseng Darah, sebuah Rumput Naga Merah, Sebuah Jamur Bulan, dan bahan pelengkap lainnya yang dia temukan di Gunung Kematian.

Karena Api Ilahi, Ling Tian tidak lagi membutuhkan sebuah Kuali Pil untuk membuat pil seperti para Alkemis lainnya.

Langkah pertama untuk meramu pil adalah yang paling sulit bagi para Alkemis, itulah yang membuat begitu banyak pil tidak dapat mencapai potensi penuhnya.

Yang pertama dilakukan adalah menghilangkan kotoran dari bahan-bahan pil tersebut. Inilah yang membuat para Alkemis lainnya sangat sulit melakukannya, sehingga pil yang mereka buat hanya memiliki efektivitas 70% sampai 80% saja.

Dengan Api Ilahi, Ling Tian membersihkan dan menghilangkan kotoran pada setiap Ramuan Roh. Dalam waktu 3 jam semua kotoran dalam Ramuan Roh telah hilang, yang tersisa adalah esensi dari ramuan tersebut. Ling Tian kemudian menambahkan setetes Susu Stalaktit.

Langkah selanjutnya adalah membentuk pil. Dengan bantuan Api Ilahi, semua Ramuan Roh itu segera berubah mencair dan kemudian secara perlahan mulai membentuk pil.

Setelah 2 jam kemudian, 3 butir pil berwarna merah bercampur warna susu telah selesai di buatnya. Energi yang sangat besar terpancar dari pil tersebut. Pil yang dibuat Ling Tian pun memiliki efektivitas 100%.

Jika para Alkemis lain yang membuat pil itu, mereka hanya akan menghasilkan 1 butir pil dari bahan-bahan tersebut dan akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan jika mereka melihat cara Ling Tian meramu pil, mungkin mereka akan muntah darah karena marah.

Meski pun terlihat mudah, tapi Ling Tian telah menghabiskan banyak kekuatan spiritualnya untuk mengontrol suhu dari Api Ilahi. Jika suhunya melewati batas, bahan-bahan pil akan menjadi abu. Dia terlihat sangat kelelahan setelah selesai membuat pil itu.

Melihat warna pil tersebut bukan seperti Pil Mutiara Darah, Ling Tian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis.

"Ini sih bukan lagi Pil Mutiara Darah, tetapi sudah menjadi Pil Mutiara Susu Yang Berdarah," gumam Ling Tian sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Karena ini adalah pil ciptaanku sendiri, biarkan aku yang jadi kelinci percobaannya."

Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian pun langsung menelan salah satu pil tersebut dan menyimpan yang lainnya di dalam Cincin Ruangnya. Kemudian ia pun duduk bersila untuk menyerap energi dalam pil.

Pori-porinya membuka, energi dalam pil mengalir melalui Meridian-nya kemudian mengisi Dantian-nya dengan cepat. Energi Qi yang sangat kuat berputar-putar seperti badai di dalam Dantiannya.

BANG

Setelah 5 hari berkultivasi, ledakan teredam pun terdengar dari dalam tubuhnya. Akhirnya Ling Tian menerobos ke tahap ketiga Bintang Emas. Dantian-nya juga membesar seluas 4 buah tong air, dan kekuatannya setara dengan kultivator tahap keenam Bintang Emas.

"Saatnya untuk mempertajam teknik bertarungku. Aku harus berlatih dengan pertarungan nyata. Meskipun teknik beladiriku telah mencapai kesempurnaan, tapi teknik bertarungku masih kurang berpengalaman."

Ling Tian pun menyudahi kultivasinya, lalu dia mengeluarkan pil yang lain dari dalam Cincin Ruangnya, kemudian memperhatikan pil itu dengan saksama.

"Karena warna pil telah berubah, aku akan menamakan pil ini dengan sebutan, Pil Susu Merah." kata Ling Tian sambil memasukkan kembali pil tersebut ke dalam Cincin Ruangnya.

***

Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.

Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.

Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

1
Roni Sakroni
kasusnya sama dengan yang sudah....emang nda ada cara lain lagi....
Roni Sakroni
emang pembuat masalah
Roni Sakroni
makanya semua hal dianggap enteng... sekarang rasakan sendiri akibatnya. dikira semuanya mudah untuk diselesaikan. sombong dan angkuh jadi menyulitkan diri sendiri
Roni Sakroni
ha....ha....ha....ha.....kwk...kwk
Roni Sakroni
narsis banget
Roni Sakroni
weleh akhirnya putus asa ya....sekali kalau mengalami kekalahan
Roni Sakroni
dasar penjudi...
Roni Sakroni
tambah kaya raya
Roni Sakroni
xioahai narsis banget
Roni Sakroni
ternyata ada pihak lain yang menjadi musuh pemilik penginapan
Roni Sakroni
pemimpin sekte yang tidak tanggung jawab....habis ngamuk lari
Roni Sakroni
asyeemm tenan mcnya nih
Roni Sakroni
haaaahhhh.... komentar apa ya.....
Roni Sakroni
narsis banget lakone ....
Roni Sakroni
ayo perbanyak lagi haremnya..... ceritanya makin nda jelas
Roni Sakroni
semangat sih semangat tapi tidak usah sampai menghancurkan bangunan segala. blm bisa mengontrol kekuatan sendiri.
Roni Sakroni
pendekar utama benar benar bodoh dan tidak peka perasaan wanitanya
Roni Sakroni
ternyata masih kurang pengalaman menghadapi musuh kuat
Roni Sakroni
begitu mudahnya jatuh cinta
Roni Sakroni
kenapa tidak pulang dulu sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!