NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Jessica_226

Dara adalah gadis cantik berusia 22 tahun. Dia harus terjebak dalam situasi yang sangat rumit di mana dia harus menghadapi dua pria yang sama-sama mencintainya. Yang satu sebagai tunangannya, sedangkan yang satu adalah adik dari tunangannya.

Dara selalu dihadapkan dalam sebuah situasi yang sulit dan rumit karena sang calon adik ipar begitu pemaksa dan suka mengambil keuntungan darinya. Namun siapa yang menduga jika akhirnya Dara malah terjebak dalam perasaan tak wajar itu.

Akankah dara bisa lepas dari jerat cinta calon adik iparnya, atau dia tetap menikahi calon tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessica_226, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amarah Ken

Ken melirik kebelakang melalui ekor matanya saat dia mendengar derap langkah kaki seseorang yang datang. Seorang gadis berparas jelita berjalan menghampirinya.

"Mau apa kau kemari? Aku pikir kau bersenang-senang dengan calon suamimu itu!!" Nada bicaranya dingin dan menusuk.

Dara mendesah berat. "Jangan mulai, Ken. Aku kemari hanya ingin melihat luka ditanganmu!!" Jawab Dara lalu menarik tangan kiri Ken yang terluka.

Dara melepaskan kain tipis yang dia pakai untuk melilit lehernya lalu mengingatkan pada telapak tangan Ken yang terluka. Gadis itu mengangkat wajahnya, seketika bertemu pandang dengan sepasang mutiara milik Ken.

"Sebaiknya jangan bertindak gila lagi, aku keluar dulu." Ucap Dara dan berlalu.

Baru saja satu langkah, namun langkah Dara kembali terhenti saat Ken menarik lengannya lalu menghimpit tubuh Dara pada tembok. Membuat gadis itu kaget setengah mati.

"Ken, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku, ini tempat umum!!"

"Kau pikir aku peduli. Berani sekali kau menyulut api di depanku, Nona Jung?! Apa kau tidak sadar konsekuensi apa yang akan kau terima karena berani memancing emosiku?!"

Dara mengangkat wajahnya dan membalas tatapan tajam Ken yang penuh intimidasi."Jangan konyol, Ken!! Memangnya apa yang sudah aku lakukan padamu? Kau bukan kekasihku apalagi suamiku, jadi berhenti mempersulit hidupku!!"

"Kau adalah milikku, Nona!! Dan hanya padaku kau boleh bersikap manja, manis dan hangat. Dan aku tidak akan segan-segan menguliti dan menghabisi siapapun yang berani mengambilmu dariku, bahkan itu Kai sekalipun!!"

Dara mendorong tubuh Ken lalu menampar keras wajahnya. "Kau brandalan, kau gila, kau brengsek, kau psycho, dan aku tidak mau berurusan lagi dengan orang sepertimu!!" Dara hendak pergi dari sana. Tapi lagi-lagi Ken mencegahnya.

Ken menarik tengkuk Dara dan mel*mat kasar bibir ranumnya. Ken berusaha meluapkan semua rasa kesal, emosi dan amarahnya pada Dara melalui ciuman tersebut.

"Kau adalah milikku, dan seterusnya akan begitu. Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. Dan aku tidak segan-segan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi jalanku, ingat itu!!" Ken meninggalkan Dara begitu saja.

Gadis itu berteriak dan memaki Ken dengan berbagai sumpah serapahnya. Tapi Ken acuh dan pura-pura tuli. Tidak peduli dengan teriakan dan makian Dara yang jelas ditujukan pada dirinya.

"Ken Lu, kau sangat menyebalkan!!"

-

Sang Surya telah merangkak turun meninggalkan singgasananya. Sinarnya yang berwarna kekuningan perlahan turun menuju peristirahatannya. Matahari di ujung cakrawala bersiap untuk menenggelamkan diri.

Karang raksasa kota S terbentang di ujung utara pesisir, di mana matahari meleleh bersama garis horizon. Dunia terbalutkan lapisan warna jingga yang mempesona, mengagumkan.

Semilir angin menerpa paras jelita seorang gadis yang sedang duduk di tepi jendela kamarnya. Rambut coklat panjangnya yang terurai bergerak lembut dalam untaian mahkota sepanjang pinggang. .

Goresan pensil miliknya terukir lincah di atas lembar kertas saat gadis itu menggambar setangkai bunga mawar.

Senja hadir, kemuning sinarnya menerobos ke dalam sebuah kamar bernuansa putih dan biru laut tengah sibuk melukis sesuatu di kanvas kesayangan miliknya.

Gadis itu menghentikan gerakan tangan saat kesekian kalinya angin kembali berhembus.

Dara memandang ke luar jendela, sorot matanya tertuju pada dua tupai yang berdiri di atas pohon sakura yang berada tepat di samping jendela kamarnya.

Lihatlah.. Kedua tupai itu tengah berusaha membuka satu biji kenari bersama-sama. Teduh hazel bola mata Dara terpaku, menjadikan kedua binatang itu sebagai pusat pandangan dimana pikirannya terbang ke tempat lain.

"Apa yang kau lihat?" seorang gadis lain tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu.

Lamunan Dara pun seketika buyar, sesaat ia menoleh ke arah belakang, tampak seorang gadis bersedekap sambil berjalan menuju ranjang miliknya, parasnya cantik, ia memiliki rambut hitam dikucir kuda.

"Aku ingin mendengar ketukan, Rania Lee." ucap Dara, ia kembali memusatkan perhatiannya pada buku sketsa.

"Knok... Knok... apa ada orang di dalam? oh... ada seorang gadis sedang melamun." Rania kemudian terkekeh lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang berlapis spray putih.

Rania mulai menatap langit-langit kamar hingga kemudian ia berbalik dan memandang punggung Dara yang tertutup dress putihnya.

"Aku perhatikan calon adik ipar mu itu pergi dengan keadaan marah. Apa di dalan toilet kalian bertengkar?"

Gerakan tangan Dara terhenti. Lalu dia menoleh pada sahabat pendeknya itu. "Apa maksudmu bertanya seperti itu? Dia marah tau tidak, itu tidak ada hubungannya denganku." Ucapnya dingin.

"Aku rasa yang mulai katarak itu kau, Nona Jung!! Pemuda setampan itu kau bilang jelek? Jelas dia sangat tampan, bahkan menurutku dia lebih tampan dari calon suamimu itu."

...

Kali ini Dara memilih diam dan tidak merespon ucapan Rania. Dia kembali fokus pada lukisanannya. Dan entah apa yang dia pikirkan, sampai-sampai sketsa wajah Ken-lah yang saat ini menghiasi kanvas putih itu.

"Ahhh!! Apa-apaan ini!!" Tiba-tiba Dara berteriak dan melemparkan kertas putih itu ke lantai. Dan teriakan Dara yang tiba-tiba tentu saja mengejutkan Rania.

"Yak!! Kenapa berteriak? Apa kau ingin membuatku terkena serangan jantung eo?!" Rania mengusap dadanya. "Eh, apa ini?"

Rania mengambil kanvas itu dan mulai tersenyum jahil."Wah, teryata dia yang ada di dalam benakmu." Ucapnya sambil menatap Dara penuh arti.

Dara mengambil lukisan itu dari tangan Rania lalu menyimpannya di dalam lacinya. "Kau menyebalkan!!" Dara menyambar tasnya yang ada di atas tempat tidur dan pergi begitu saja.

"Yakk!! Kenapa aku ditinggalkan?! Dara, tunggu!!"

-

"Ken, kau sudah pulang?" Tegur Nyonya Lu saat melihat kedatangan putra bungsunya itu.

"Hn." Hanya kata ambigu yang keluar dari bibirnya.

Jia memiringkan kepalanya dan menatap sang putra dengan pandangan heran. Melihat dari raut wajahnya, sepertinya Ken dalam suasana hati yang buruk. Tapi Jia tidak tau apa penyebabnya.

Ibu dua anak itu menghampiri Ken yang sedang duduk bersantai di sofa ruang keluarga. Jia kemudian duduk di samping sang putra.

"Cerita sama Mama, kenapa kau terlihat tidak senang hm? Apa ada yang mengganggu dan mengganjal di hatimu?" Tanya Jia.

Ken menggeleng. "Tidak ada, mungkin itu hanya perasaan Mama saja. Aku lelah Ma, dan ingin istirahat." Ken beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.

Jia mendesah berat. Inilah yang tidak dia suka dari Ken. Selalu memendam sesuatu sendirian dan tidak pernah mau bercerita padanya. Bagaimana pun, Jia tidak akan memaksa jika Ken tidak mau bercerita.

"Bibi Jia," Jia sontak menoleh setelah mendengar seseorang memanggil namanya. Wanita itu tersenyum hangat melihat siapa yang datang.

"Sayang, kau sudah pulang? Bibi pikir malam ini kau menginap di rumah lamamu, ternyata tidak."

"Bibi tau sendiri bukan jika aku ini penakut. Jadi mana mungkin aku bisa tidur sendirian di sana."

Jia terkekeh. Ya, calon menantunya ini memang sangat penakut. "Bibi paham, Sayang. Ya sudah, sebaiknya kau mandi dulu dan setelah ini kita makan malam sama-sama." Ucap Jia yang kemudian di balas anggukan oleh Dara.

"Baik Bibi."

-

Bersambung.

1
Rotua Intan Hutagalung
Luar biasa
Triestya Mayliena
lama2 ini cerita kok jadi sadis yah...bingun...mau nerusin baca, apa istrhat dulu yah hehehe
Triestya Mayliena
thoooor...org2 di crt ini kok kejam2 yah...ini crt percintaan apa pembantaian siiih/Smug/
Triestya Mayliena
knp selena gak di ambil dean,gmn sih thour...membuat aq bingung dgn jln crtnya.
Triestya Mayliena
knp si anna msh di rmh mm.jia sih....buang aja org gila itu,toh sdh ketahuan kejhtan nya.
Triestya Mayliena
krn ada udang di balik bakwan,kai mau menikah dgn dara/Joyful/
Triestya Mayliena
waduuuh...knp ken lngsng pergi aja sih....
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya nya End .Bagus thor aku suka Alur novel mu,Singkat padat dan jelas,tidak bertele-tele,Bab juga gak panjang sampai ratusan,Yg hanya bikin para riders jenuh dan berhenti tengah jalan membanca nya kalo babnya sampai ratusan..Semangat berkarya ya thor,Semoga sukses dan sehat selalu..🤲🤲🤲⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕☕🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Doorr..Kan gampang gak oerlu banyak bacot..👏👏👏👍👍😄😄
Qaisaa Nazarudin
Aduuhh Ken tolong mama kamu jangan biarkan dia keluar rumah lagi,Bahaya tuh...
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Makanya jangan kepo mom..😂😂
Qaisaa Nazarudin
mampos kau Anna,Tapi kenapa Ken melakukan di kamar? Apa gak ada ruangan khusus utk penyiksaan??
Qaisaa Nazarudin
Duh nelom lagi kelar tentang Anna dan Kai yg mengusik hidup Dara dan Ken.. Sekarang tambah lagi BAPAKNYA KAI udah keluar penjara..,🤦🤦🤦🤦😠😠😠
Qaisaa Nazarudin
Hanna??🤔🤔🤔😇😇😇
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku jadi menghawatir Mom Jia,Aku takut Anna akan nekat dan berbuat sesuatu ke Mom Jia,Kalo Dara mah gak ada seujung kuku nya Anna..Anna gak bisa berkutik kalo sama Dara..
Qaisaa Nazarudin
MEMATUT diri thor,Bukan MEMAGUT diri..😂😂🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkk malu gak tuh,Niat nya ingin memalukan Ken, Hujung2 dia yg gak di anggap...,😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Nah kebetulan sekali,Ini namaya suratan takdir,dengan cara begini tuhan mempertemukan anak sama bapaknya,Habis kau anna..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Selena itu anaknya Dean secara tak sengaja..
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh Verdas Mom Jia,Dengan cara begitu dia bisa mengusir mak lampir dari sana,Kalo di usir secara paksa pasti dia gak mau.Nah dgn cara begini dia pasti gak sanggup lama2 di sini..🤣🤣🤣👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!