Ini kisah Alina seorang wanita wanita introver dan sangat menyayangi ibunya. Pengkhianatan yang dilakukan ayahnya meninggalkan luka menganga di hatinya.
Luka yang belum sembuh itu semakin menjadi saat Reyhan Wijaya datang. Sosok yang keras kepala, egois, dan berhati dingin, telah menodai Alina tanpa sengaja. Reyhan meninggalkan kenangan menyakitkan lainnya untuk Alina hingga ia mesti tertatih merapikan hidupnya yang semakin porak-poranda.
Takdir keduanya membawa pada beragam pertanyaan, haruskah mereka bertahan atau saling meninggalkan?
Akankah hati dan cinta mereka saling membahagiakan atau malah menghancurkan?
Temukan jawabannya dengan membaca kisah mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Sima Simi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Mata-mata
Hari ini Alina tidak banyak pekerjaan di kantor, hanya beberapa laporan dan sesekali mengecek HP untuk menghilangkan jenuhnya.
"Lin, nanti istirahat bareng yuk?" Sinta menghampiri Alina dimeja kerjanya.
"Lin ...."
" Hoee!" Sinta menepuk pundak Alina karena tidak mendapat respon.
"Ehh! Kaget gue, monyet!" jawab Alina langsung menoleh kesal karena terkejut.
"Elu yang nggak fokus gue yang disemprot, kampret deh," protes Sinta sambil menarik satu sudut bibirnya kesal.
"Ngomong-ngomong, Lo kenapa sih akhir-akhir ini, gw perhatiin sering ngelamun? Mikirin utang?" tanya Sinta penasaran.
Alina menautkan alisnya mendengar pertanyaan Sinta. "Yang gila aja! Mana berani gue cari utangan selain sama elu."
"Oiya ya. Lo mau ngomong apa masih jam kerja nyari'in gue?" Alina mencoba mengalihkan topik.
"Nanti istirahat makan bareng yuk? Kita kan jarang makan siang bareng akhir-akhir ini," ajak Sinta dengan sedikit memanyunkan bibirnya.
"Oke!" Alina membuat huruf O dengan tangannya sambil mengedipkan sebelah mata.
-----
"Don, aku dengar kau mendapat tawaran kerjasama dari perusahaan Alexis?" tanya Reyhan pada Doni yang sedang merapikan dokumen.
"Iya. Minggu lalu saat saya tidak sengaja bertemu tuan Frans."
"Apa kau tidak menerimanya? Bukankah kau mendapatkan tempat lebih baik disana?"
"Apa anda mengusir saya?" Mengarahkan pandangan pada Reyhan.
"Apa kau takut pada ayahku?" Reyhan bertanya balik tanpa menjawab pertanyaan Doni.
"Tentu saja saya takut," jawab Doni dengan cepat.
"Tuan Raka yang membayar gaji saya, bahkan anda tidak bisa memecat saya," jawab Doni santai.
"Sialan kau! Sampai kapan kau akan menjadi mata-mata ayah? Apa kau tak ingin liburan? Aku akan memberimu fasilitas terbaik selama liburan."
"Saya tidak pernah menjadi mata-mata. Saya hanya berjanji pada tuan Raka menjaga anda dan saya ingin mengabdikan diri pada perusahaan Anda," jawab Doni dengan yakin.
"Omong kosong apa itu? Sejak kapan kau baik padaku. Heh." Menarik satu sudut bibirnya meremehkan jawaban Doni.
"Sejak Anda menolong saya."
Reyhan mengangkat kedua alisnya mendengar jawaban Doni. Kilasan-kilasan masa lalu mereka, tiba-tiba saja terlintas di kepala Reyhan.
Reyhan kecil adalah anak yang kesepian karena sering ditinggal ke luar negeri orang tuanya untuk menemani Raysa adik Reyhan satu-satunya melakukan pengobatan kangker perut yang dideritanya.
Dirumah, dia hanya diasuh oleh bi Lastri pembantu rumah tangga yang sudah bekerja sejak Reyhan bayi.
Bi Lastri juga memiliki seorang putra. Ya, Doni Prasetya adalah putra satu-satunya bi Lastri. Doni sangat membenci Reyhan saat itu, karena ibunya lebih perhatian kepada Reyhan
Mungkin karena tanggung jawabnya pada pekerjaan, dia lebih mengutamakan Reyhan dari pada Doni.
Doni disekolahkan oleh Pak Raka di sekolah yang sama dengan Reyhan. Karena rasa irinya, Doni sering mengerjai Reyhan disekolah. Mulai dari mencuri tugas sekolah yang sudah Reyhan kerjakan, merusak maket yang semalaman Reyhan buat karena harus segera dikumpulkan, dan yang paling parah dia menaruh lem di kursi Reyhan membuat celana sekolah Reyhan sobek. Kejadian itu tentu saja sangat memalukan bagi Reyhan.
Jika biasanya Reyhan hanya diam saja dengan ulah Doni, tapi kali ini tidak. Dia menghampiri Doni yang saat itu sedang berjalan pulang.
"Don aku tau perbuatan itu semua ulahmu kan? Maksud kamu apa nglakuin itu?" Reyhan mendorong dada kiri Doni.
"Tidak ada maksud apa-apa hanya ingin saja." jawab Doni santai.
"Kamu sudah keterlaluan Don!" Suara Reyhan mulai meninggi.
"Bukan aku yang keterlaluan tapi kau!" seru Doni mendorong bahu Reyhan dengan kuat.
"Kamu sudah merebut ibu dariku. Setiap hari waktu ibu habis hanya untuk kamu. Anak ibu itu aku bukan kamu, aku Rey!" suara doni tak kalah tinggi dari Reyhan dan pergi begitu saja setelah meluapkan emosinya.
Reyhan yang mendengar jawaban Doni hanya bisa diam mematung, dia sadar karena dirinyalah Doni kehilangan sebagian kasih sayang dari ibunya. Tapi itu semua juga bukan kemauannya bahkan dia sendiri juga merasa sangat kesepian.
Reyhan berjalan santai dilorong menuju kelasnya, saat melewati gudang dia mendengar suara anak laki-laki yang sedang tertawa dan rintihan meminta tolong. Dia penasaran dan mencoba mengintip, betapa terkejutnya saat dia melihat anak yang meminta tolong itu adalah Doni yang sedang tergeletak di lantai dikelilingi 3 anak yang terlihat jelas sudah memukuli Doni.
"Kurang ajar kalian!" Reyhan langsung membuka pintu dengan keras berjalan cepat menuju anak salah satu anak yang sedang menarik rambut Doni, ditariknya kerah baju anak itu dan
Bug!
Reyhan memukul wajahnya dengan keras. Karena tak terima, anak itu balik memukul Reyhan dan baku hantam antar anak-anak SMP itupun tak terhindarkan.
Karena kejadian itu Reyhan mengalami luka memar di wajah, dan perutnya nyeri karena terkena pukulan keras. Kejadian itu membuat Reyhan harus istirahat total dan tidak bisa sekolah untuk beberapa hari. Bagaimana dengan ke 3 anak yang lain? Tentu saja nasib mereka tak kalah buruknya dengan Reyhan. Meskipun dikenal sebagai anak pendiam, ternyata Reyhan pandai bela diri juga.
Doni merasa bersalah pada Reyhan, selama ini dia selalu berbuat buruk pada Reyhan, tapi tak sekalipun Reyhan membalasnya. Bahkan sekarang Reyhan harus merasakan sakit karena menolongnya.
Bahkan keluarga Reyhan juga sangat baik pada dirinya dan ibunya. Saat Doni masih kuliah, ibu Lastri sakit parah dan harus menjalani operasi besar. Pak Raka dengan ikhlas menanggung semua biaya rumah sakit ibunya, tapi beberapa bulan setelah operasi Bi Lastri meninggal. Doni ingin berhenti kuliah agar bisa bekerja untuk membiayai hidupnya, tapi pak Raka melarangnya. Dia meminta Doni tetap melanjutkan kuliahnya dan bekerja di perusahaan Wijaya.
Flashback end
"Ahh sudahlah terserah mu saja," jawab Reyhan tidak peduli.
"Aku akan makan siang di luar. Kau, bereskan saja berkas-berkas ini dan jangan mengikutiku!" Reyhan menekankan kalimatnya dan hanya direspon anggukan oleh Doni.
-----
Alina merapikan meja kerjanya. "Al aku pulang duluan yaa," pamit teman kerja Alina satu ruangan.
"Iya, Ra. Hati-hati dijalan ya." Tersenyum kearah Ira.
Alina melangkah ke luar ruangannya, tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia hampir menabrak seseorang berbadan tinggi yang juga sedang lewat di hadapannya. Alina sangat terkejut saat melihat ke arah orang itu, jantungnya berdegup kencang dan matanya membulat lebar.
"Pak Rey ... han?" Mulutnya terasa kaku saat ini.
Reyhan hanya melewati Alina begitu saja tanpa memandangnya sedikitpun. Doni melihat sekilas ke arah Alina, memberikan senyum ramah dan segera menyusul bosnya yang sudah lebih dulu pergi.
Kaki Alina terasa begitu lemas seolah tak ada tenaga sama sekali. Dia hampir saja kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya menyandarkan tubuh ke tembok yang berada di belakangnya.
Aku pikir aku sudah melupakan itu semua. Aku pikir aku sudah bisa melewati hari-hariku seperti sebelumnya, tapi aku tidak bisa. Aku begitu takut, hatiku masih terasa sakit saat melihatnya.
Bersambung ....
dulu udah berjanji setelah Alin a mau kembali dan anaknya lahir, hanya akan membahagiakan istri dan anaknya, mereka berdua yg jadi prioritas.
sekarang... boro-boro, inget anak juga nggak!
coba istrimu yg ada diposisimu, makan sama laki-laki lain dari siang ampe sore? pasti ngamuk tuh.
laki-laki egois!
dua-duanya salah, tapi gak ada yg mau menyampaikan apa yg menjadi keinginannya, api gak bisa dilawan dengan api, jadinya kebakar.
Alina udah tau kerepotan tp gak mau menerima ide suami untuk dibantu baby sitter, Reyhan kecewa dengan penolakan istrinya yg katanya lelah, lebih memilih meninggalkan rumah dan mencari pelampiasan lain yaitu alkohol.
takutnya seperti sekarang dia ketemu dengan wanita lain yg bisa memberinya kenyamanan
setelah baca beberapa bab ternyata ceritanya bagus banget 👍😍
cerita ini benar-benar bagus, tak terduga dan pastinya beda dengan cerita-cerita lainnya😍👍