Tak menyangka, setelah sampai di kota dan belum lagi bekerja . Tini malah salah masuk kamar ,dia tidak tau kalau ternyata kamar yang dia masuki adalah kamar milik tuan muda disana .
"Kau cari mati ya ? "
"Mau menjebak ku ?"
"Siapa yang menyuruh mu?"
Tini jelas ketakutan, pria tinggi besar didepan nya ini begitu menakutkan. Walaupun wajah nya tampan ,tapi hanya dengan satu tangan saja dia bisa mencengkeram leher tini dengan kuat membuat tini sulit bernafas . Apalagi kini wajah mereka sudah cukup dekat ,tanpa memberi kesempatan tini untuk menjelaskan nya. Pria yang memiliki tubuh kekar dan besar itu pun langsung meraup bibir tini ,mencium nya dengan kasar membuat tini kewalahan dan hampir mati karena tak bisa bernafas .
Bagaimana kisah selanjut nya? yuk langsung mampir 💁♀️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SK(Berangkat)
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Surtini merasa senang, dia kembali pulang dan menyampaikan pada nenek dan adik nya bahwa tiga hari lagi mereka akan berangkat. Dia berharap semua nya akan baik baik saja ,malam itu Surtini menjemput nenek dan adik nya untuk datang kerumah bik Karsih agar ikut selamatan disana.
Warga kampung pun ikut meramaikan, Surtini duduk bersebelahan dengan mina . Mereka sibuk merajang sayuran untuk kenduri malam nanti, selamatan agar jauh dari bahaya.
"Nanti disana ,kita bisa cuci mata . Aku dengar kalau para tuan muda akan datang ke villa untuk merayakan ulang tahun tuan muda Cendana, kamu bisa milih salah satu nya " bisik mina ,dia pernah bertemu dengan kedua tuan muda keluarga kaya di kota itu tapi dia hanya melihat dari jauh saja .
Ketampanan dan keatletisan tubuh nya jelas begitu menggoda ,sehingga Mina yakin kalau mereka sangat di sukai oleh banyak wanita termasuk nona muda kaya dan Mina sempat melihat wanita cantik juga seksi yang selalu ada didekat kedua pria itu.
"Terserah kamu mau dekatin yang mana,aku terserah yang mana saja karena aku juga ngak yakin mereka bisa melihat ke arah ku " ucap Mina lagi masih dengan nada pelan nya, Surtini hanya tersenyum saja .
Mina yang memiliki wajah cantik dan terawat karena sering cuci wajah dan lulur di salon di pinggiran kota saja bisa merasa minder ,apalagi dirinya yang hanya menggunakan bedak baby di wajah nya juga deodoran murah di ketiak nya dan jarang menggunakan parfum .
Surtini jelas tak pernah ingin mencoba mencari perhatian kedua pria kaya itu ,dia hanya ingin bekerja dengan baik dan berusaha untuk tak berurusan dengan pria kaya karena banyak dari warga di kampung itu tertipu dengan pria kaya yang bekerja di kota .
Padahal mereka hanya orang biasa yang tinggal dikota itu ,bukan tuan muda kaya tapi mereka masih bisa mempermainkan perasaan dan tubuh wanita kampung seperti Surtini dan Mina. Bagaimana pula dengan para tuan muda kaya itu, jelas mereka hanya menganggap wanita kampung seperti mereka mainan saja .
"Tapi kamu harus hati hati dengan wanita yang bernama Lulu,dia nona kaya juga dan teman kecil mereka . Banyak wanita yang habis di singkirkan oleh nya ,aku pernah liat dia nampar pelayan karena tuan muda Baskoro selalu menatap nya" jelas Mina membuat Surtini terkejut, dia jadi takut dengan wanita yang bernama Lulu itu
"Bukan hanya tuan muda Baskoro saja ,tapi begitu juga dengan tuan muda Cendana . Nona lulu pernah mendorong pelayan hingga kepala nya pecah karena pelayan itu berusaha mendekati tuan muda cendana " ucap Mina lagi dan Surtini hanya diam sambil memikirkan untuk menjauhi wanita satu satu nya yang bisa dekat dengan kedua tuan muda kaya raya di kota itu, dia akan menghindari nya .
"Tapi jangan takut Tin, kedua tuan muda itu ngak akan mungkin melirik ke arah para pelayan seperti kita . Kita ngak cantik, seksi juga ngak karena saat sampai sana kita langsung di kasih seragam biar bisa bedakan antara pelayan dan tamu undangan " jelas Mina dan Surtini tetap menjadi pendengar yang baik, dia tidak mengetahui apa pun mengenai keadaan di kota karena memang ini pertama kali nya dia akan mendatangi kota itu .
Selama hidup nya, Surtini hanya tau daerah rumah nya dan sekitar kampung saja. Dia bahkan tak pernah ke pinggiran kota, dia hanya tau ke ladang dan membantu para petani untuk mengangkat hasil panen nya atau membantu mereka untuk menanam tanaman yang akan di siapkan.
Acara kenduri untuk syukuran keberangkatan mereka sudah selesai ,semua warga kembali ke rumah masing masing dan mereka akan bertemu tiga hari lagi untuk berangkat ke kota dan tempat berkumpul nya di rumah bik Karsih. Surtini pun sudah kembali ke rumah nya bersama dengan nenek dan adik nya, dia merasa sangat senang karena nenek nya sudah merestui nya .
"Kamu sudah siapkan semua nya Tin? Jangan ada yang ketinggalan, bawa juga obat obatan seperti balsem dan minyak zaitun . Harus selalu ada ,jadi kalau ada sesuatu yang terluka bisa langsung di pakai "ucap nenek Surtini saat sampai dirumah, walaupun tiga hari lagi mereka akan berangkat tapi nenek nya selalu mewanti wanti Surtini agar tak melupakan hal hal penting seperti obat obatan yang dibutuhkan
"Obat demam,batuk dan obat pusing juga jangan lupa " ucap nenek nya lagi dan Surtini pun mengangguk, dia sangat tau kalau nenek nya benar benar khawatir dengan nya karena memang selama ini kalau dia sakit maka nenek nya lah yang menyiapkan segala nya .
"Nek.....jangan terlalu khawatir ,aku akan baik baik saja disana " ucap Surtini sambil memeluk tubuh neneknya, dia ingin menangis karena takut merindukan sang nenek nanti nya tapi dia berusaha menahan nya karena takut jika nenek nya akan ikut sedih
Ini pertama kali nya Surtini akan jauh dari nenek nya ,nenek nya yang selalu mengingat kan nya mengenai apa pun . Walaupun sebenar nya Surtini sudah mengingatnya tapi tetap nenek nya lebih dulu yang memberitahukan nya, dia tak ingin terlihat lemah di mata sang nenek karena dia ingin membahagiakan nenek dan adik nya
Selama tiga hari ,Surtini berada dirumah bersama nenek dan adik nya. Menghabiskan waktu bertiga ,dia tak ingin melewatkan nya karena selama tiga hari ini dia akan memupuk rindu nya yang akan segera jauh dari keluarga nya .
Surtini tak perlu bingung ,bik Karsih akan memberikan uang pada keluarga yang di tinggalkan. Sebagai uang saku sebelum mereka mendapatkan gaji, dia tak pernah ingin mengambil keuntungan dari warga yang ikut bekerja di kota karena dia hanya berniat membantu dan semua itu menjadi pahala bagi bik Karsih.
"Ayo cepat Tin.....mereka pasti sudah pada berkumpul di rumah bik Karsih, jangan sampai mereka menunggu " teriak nenek Surtini saat Surtini masih mengambil tas ransel miliknya, karena memang Surtini ngak membawa banyak baju.
Apalagi Surtini memang tak memiliki baju yang banyak, dia jarang membeli pakaian untuk dirinya karena dia lebih memilih uang itu untuk membeli obat dan kebutuhan mereka sehari hari dan kini dia hanya membawa baju yang layak untuk di pakai walaupun sudah sedikit pudar .
"Iya nek ,ayo kita berangkat " jawab Surtini sambil menenteng tas ransel nya ,dia berjalan di samping nenek nya menuju rumah bik Karsih. Dia ingin segera berangkat ke kota dan segera bekerja agar bulan depan bisa mengirimi uang untuk nenek nya dan biaya sekolah adit
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘