NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: RAHASIA LEMBAH NAGA TIDUR

Beberapa hari telah berlalu sejak pertarungan di kedai teh. Kota Chang An kembali terlihat tenang, namun suasana itu hanyalah kedamaian sesaat sebelum badai yang lebih besar datang.

Di sebuah halaman belakang Paviliun Bunga yang luas, sinar matahari tengah hari menyinari dua sosok yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Di satu sudut, Mo Fei duduk bersila dengan santai di atas sebuah batu datar. Di hadapannya tersusun ratusan jarum emas yang berkilauan indah. Ia sedang memoles satu per satu jarum itu dengan kain sutra halus, wajahnya tampak sangat serius dan penuh kasih sayang, seolah sedang memperlakukan barang berharga yang tak ternilai.

Di sudut lain, Putri Lian Er terlihat berkeringat dan mengembuskan napas kasar. Ia sedang mencoba memegang sebuah jarum, tapi tangannya gemetar dan jarum itu terus saja jatuh ke tanah.

"Aduh! Susah sekali!" gerutu Lian Er sambil melempar jarumnya dengan kesal. "Kenapa benda kecil ini begitu sulit dikendalikan?! Padahal kau terlihat begitu mudah, Mo Fei!"

Mo Fei terkekeh pelan, tanpa mengalihkan pandangannya dari jarum di tangannya.

"Jarum itu bukan sekadar besi tajam, Putri. Jarum adalah perpanjangan dari hati dan pikiran. Kalau hatimu bergejolak, jarum pun akan goyah. Kalau pikiranmu kacau, sasaran pasti meleset."

Ia lalu menepuk tempat di sebelahnya, menyuruh Lian Er duduk.

"Duduk sini. Cerita dulu yuk, biar kau tahu dari mana asalnya ilmu ini."

Lian Er segera duduk mendekat, matanya berbinar penasaran. "Asal-usulnya? Bukankah kau mempelajarinya dari gurumu?"

"Bukan," jawab Mo Fei pelan, senyumnya sedikit memudar menjadi lebih lembut dan misterius. "Ilmu Seribu Jarum Emas ini... bukan ilmu yang diciptakan oleh manusia biasa. Ini adalah warisan dari Lembah Naga Tidur, tempat tersembunyi yang tidak ada satu pun peta di dunia ini yang bisa menemukannya."

"Lembah Naga Tidur?" ulang Lian Er takjub. "Tempat seperti itu benar ada?"

"Ada. Sangat jauh di pegunungan tertinggi, tersembunyi di balik awan dan kabut abadi. Di sana, tidak ada pedang, tidak ada tombak. Semua ahli bela diri di sana menggunakan jarum sebagai senjata utama."

Mo Fei menatap jarum emas di tangannya dengan pandangan jauh.

"Dulu, ada seorang kakek tua yang menyelamatkanku saat aku masih kecil hampir mati kelaparan. Dia bukan orang sembarangan. Dia adalah Sembilan Naga Suci, pendekar nomor satu di lembah itu."

"Terus? Terus apa yang terjadi?" desak Lian Er tidak sabar.

"Kakek itu melihat ada cahaya aneh di mataku. Katanya, aku memiliki 'Mata Dewa' atau Tian Yan, kemampuan melihat aliran energi dan titik lemah musuh dengan sangat jelas, jauh melebihi manusia biasa. Karena itulah aku bisa menggunakan jarum dengan sempurna."

Mo Fei lalu mengangkat jarunya, dan seketika lima jarum emas melayang di udara mengikuti gerakan jarinya seperti magnet.

"Di lembah itu, aku belajar selama sepuluh tahun. Setiap hari aku latihan menembakkan jarum ke daun yang jatuh tertiup angin, sampai aku bisa menembus lubang sarang laba-laba tanpa menyentuh benangnya."

"Wah... hebat sekali..." bisik Lian Er terpukau.

"Tapi," wajah Mo Fei tiba-tiba menjadi gelap. "Ada aturan keras di sana. Kita dilarang keras turun gunung dan mencampuri urusan dunia persilatan. Katanya, dunia luar penuh dengan kotoran dan darah yang akan menodai kesucian ilmu ini."

"Terus kenapa kau bisa di sini?"

"Karena... tiga tahun lalu, Lembah Naga Tidur diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang misterius yang membawa kekuatan gelap," suara Mo Fei bergetar sedikit, tangannya mengepal kuat. "Mereka mencari benda pusaka bernama 'Jarum Emas Langit dan Bumi'. Pertempuran itu dahsyat sekali. Banyak saudara seperguruanku gugur, dan Kakek guruku menghilang tanpa jejak."

Mata Lian Er terbelalak kaget. "Jadi... kau turun gunung untuk mencari kebenaran dan membalas dendam?"

"Ya," jawab Mo Fei tegas. "Aku ingin tahu siapa yang berani melakukan itu. Dan aku akan membuktikan pada mereka, bahwa ilmu jarum ini bukan mainan, tapi kekuatan yang bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi."

Ia menoleh lagi ke arah Lian Er, senyumnya kembali muncul namun kali ini terasa lebih hangat dan tulus.

"Itulah kenapa aku tidak mau kau belajar sembarangan. Ilmu ini membawa bahaya besar. Siapa pun yang memegang jarum ini, harus siap menanggung takdir yang berat."

Lian Er terdiam lama. Ia menatap pemuda di depannya dengan pandangan baru. Bukan lagi sebagai orang aneh atau pahlawan sembarangan, tapi sebagai seseorang yang menyimpan luka dan tanggung jawab yang begitu besar di pundaknya.

Perlahan, Lian Er mengulurkan tangannya, mengambil sebuah jarum emas dengan sangat hati-hati.

"Aku mengerti sekarang," ucap Lian Er lembut namun tegas. "Aku tidak mau belajar hanya untuk main-main. Aku mau belajar supaya bisa berdiri di sampingmu. Supaya saat bahaya datang, aku tidak hanya menjadi beban yang harus dilindungi, tapi bisa menjadi teman yang bisa kau andalkan."

Mo Fei tertegun sejenak, lalu tertawa lebar dan bahagia.

"Hahaha! Bagus! Itu semangat yang aku suka! Kalau begitu, latihan kita hari ini dimulai sekarang!"

Tiba-tiba, Mo Fei melempar puluhan kacang hijau ke udara dengan cepat.

"Tangkap semuanya dengan jarum sebelum jatuh ke tanah! Kalau ada satu yang jatuh, kau harus traktir aku makan malam enak! Ayo!"

"HEI! ITU TIDAK ADIL! TERLALU CEPAT!" teriak Lian Er panik namun segera bersiap.

Ting! Ting! Ting!

Suara jarum berbunyi riang di halaman itu, bercampur dengan tawa mereka berdua. Namun, jauh di sudut langit, awan gelap mulai berkumpul kembali.

Berita tentang pemuda berbaju putih yang mengalahkan Sekte Ungu telah menyebar ke seluruh penjuru. Di sebuah tempat yang sangat gelap dan menyeramkan, seseorang telah mendengar nama Mo Fei.

"Seribu Jarum Emas... Lembah Naga Tidur..." bisik sebuah suara dingin dari dalam kegelapan. "Akhirnya kutemukan juga kau. Siapkanlah dirimu... karena aku akan mengambil segalanya darimu."

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!