Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Latihan
Mak Nung yang berdiri tidak jauh dari Lue Ang berpindah tempat ke tengah halaman rumahnya, Mak Nung dengan tubuh tuanya membuat gerakan menyerang dan meminta Lue Ang untuk memperhatikannya dengan serius.
Dari jarak yang cukup jauh Lue Ang benar-benar memperhatikan dengan sangat serius, setiap gerakan Mak Nung sangat cepat dan daya serangnya kuat, walau begitu Lue Ang yang memperhatikan dengan serius bisa melihat semuanya dan menyimpan dalam ingatannya untuk diperagakannya nanti.
Setelah cukup lama Mak Nung meminta Lue Ang ke hadapannya, Lue Ang diminta menggunakan kuda-kuda nya harus bisa bertahan dari serangannya bagaimanapun caranya.
"Jika kamu memperhatikan ku kamu pasti bisa menghindar, walau menghindar ingat kuda kuda mu harus terus kamu pertahankan," ucap Mak Nung disambut anggukan kepala oleh Lue Ang.
"Aku mengerti," sahut Lue Ang.
Selesai memasang kuda kuda Lue Ang langsung menerima serangan Mak Nung yang tidak memberinya banyak persiapan, serangannya yang cepat berhasil di tahan Lue Ang walau membuatnya termundur beberapa langkah ke belakang.
"Tetaplah seperti itu, tapi kali ini kamu harus bisa menahan setiap gerakan ku," ucap Mak Nung dengan serius.
Belum sempat menjawab Mak Nung kembali menyerang Lue Ang tanpa henti, Lue Ang berhasil menghindari setengah dari serangan Mak Nung, karena serangan Mak Nung cepat dan kuat Lue Ang beberapa kali terlewat hingga membuatnya terus termundur kebelakang.
"Kita berhenti," ucap Mak Nung.
"Saat saat terakhir aku tahu kamu sengaja tidak menyerang ku, sekarang mari kita bertarung dengan serius," ucap Lue Ang
"Benar, aku sengaja tidak serius karena sudah bisa mengetahui hasilnya, karena kamu sudah berlatih dengan serius aku punya hadiah untuk mu," sahut Mak Nung.
"Hadiah," ucap Lue Ang kebingungan.
Mak Nung mendekat ke arah Lue Ang, tanpa banyak bicara Mak Nung memegang kepala Lue Ang dan membuatnya terdiam.
Lue Ang memperhatikan semua yang tiba-tiba ada di kepalanya dengan sangat serius, serang menyerang yang dilakukan dalam pelatihan anak-anak keluarga Ang berhasil diingat semua oleh hanya dalam hitungan menit, walau begitu Lue Ang masih belum tahu apa tujuan Mak Nung memberikan ingatan seperti itu padanya.
"Kenapa pelatihan mereka terlihat lebih mudah," ucap Lue Ang.
"Tentu saja karena aku melatih mu bukan untuk setara dengan mereka tapi melebihi mereka Nak, kamu harus ingat," sahut Mak Nung.
Mendengar itu Lue Ang hanya menganggukkan kepalanya, yang dikatakan ibu angkatnya benar dirinya jauh lebih kuat dari mereka, bukan hanya mereka dirinya akan menjadi orang terkuat bahkan lebih kuat dari ayahnya kepala keluarga Ang.
Setelah melihat pelatihan anak-anak keluarga Ang Lue Ang kembali bersemangat latihan, Lue Ang mengulang setiap gerakan yang di ajarkan Mak Nung saat serangan tadi dan membandingkan lagi dengan latihan anak anak keluarga Ang.
Dengan bandingan keduanya Lue Ang bisa dengan mudah mempelajari banyak gaya serangan, bukan hanya gaya serangan tapi gaya bertahan yang digabungkannya benar benar sangat sempurna.
"Bagus Nak, tapi saat melawan seorang kultivator seranganmu tanpa kekuatan tidak berguna,"ucap Mak Nung.
"Gunakan energi yang mengalir dari dua belas titik spiritual mu, fokuskan ke tanganmu saat menyerang dan jadikan batu besar itu sebagai lawan," sambung Mak Nung.
Lue Ang yang sangat bersemangat hanya mengangguk pelan dan mencoba mengikuti perkataan Mak Nung, sambil menutup matanya Lue Ang mencoba mengeluarkan kekuatannya memfokuskannya ke tangan dan kedua kakinya.
Dalam satu kali percobaan Lue Ang berhasil mengeluarkan kekuatan yang tidak seberapa, walau percobaan pertama Lue Ang berhasil memberikan jejak serangannya di batu yang berada jauh darinya.
"Bagus, pelatihan dasar mu sempurna lebih cepat dari perkiraanku walau serangan pertama mu masih goyah," ucap Mak Nung.
"Tapi untuk menjadi kultivator kekuatan utamamu masih kurang, kamu harus memiliki tingkat kultivasi mu," sambung Mak Nung.
"Apa kamu tahu tingkat tingkat kultivasi?" tanya Mak Nung.
"Hanya sekedar tahu, tapi aku tidak mengetahui caranya," ucap Lue Ang.
"Tapi aku pernah mendengar kalau hewan spiritual yang ada di hutan memiliki inti yang bisa membantu meningkatkan kekuatan dan menerobos tingkat kultivasi," sambung Lue Ang.
"Kamu ingin memburu mereka menggunakan apa Nak?" Tanya Mak Nung.
"Tapi yang kamu katakan memang benar inti dari hewan spiritual memang bisa membantu menerobos tingkat, semakin tinggi tingkat hewan spiritual itu inti nya juga akan semakin bagus untuk meningkatkan kultivasimu, jadi lebih baik kalau kamu mencari senjata dulu sebelum berburu, setidaknya senjata bisa sedikit membantu melindungimu," sambung Mak Nung.
"Tapi senjata di kota sangat mahal, aku juga sudah mengatakan kepadamu kalau aku tidak memiliki uang sama sekali, karena aku... ." sahut Lue Ang tidak melanjutkan perkataannya.
"Aku tahu itu, tapi apa kamu lupa siapa aku, aku ini ibu angkat mu, tempat ku ini tidak pernah di datangi manusia, hampir semua yang ada di sini adalah tanaman herbal kamu bisa memetik sebanyak-banyaknya, sebagian bisa kamu jual sisanya kamu simpan untuk memperkuat tubuhmu," ucap Mak Nung.
"Apa kamu yakin semua ini tanaman herbal Mak Nung?" Tanya Lue Ang sembari memperhatikan sekitarnya.
"Tidak semua tanaman herbal, tapi rumput itu memang salah satunya, rumput itu bernama rumput alang-alang surga kegunanannya bisa menyembuhkan luka yang sudah membusuk," ucap Mak Nung.
"Tunggu apalagi, segera ambil tanaman herbal yang ada di sini, bukankah kamu ingin menjadi kuat," sambung Mak Nung.
Lue Ang menganggukkan kepalanya dan bergegas mengambil setiap bahan yang menurut Mak Nung adalah tanaman herbal, setelah mengambil masing-masing delapan dari dua belas bahan Lue Ang sudah siap pergi ke kota untuk menjual tanaman herbal yang diambilnya.
"Aku akan membuat bahan-bahan itu tidak terlihat, hanya dengan begitu bahan-bahan yang baru kamu ambil aman dari para bandit," ucap Mak Nung.
"Kalau begitu lakukanlah kita harus segera ke kota untuk menjualnya karena aku harus segera berburu untuk menjadi lebih kuat," sahut Lue Ang.
"Kamu benar-benar hebat Mak Nung," ucap Lue Ang tepat setelah melihat tanaman yang dipegangnya menghilang
"Ini masih belum seberapa Nak, Jika kamu bertambah kuat dan semakin kuat kamu juga bisa melakukannya bahkan lebih dari ini," sahut Mak Nung.
"Untuk berjaga-jaga aku akan membuka segel di tubuhmu," sambung Mak Nung.
Deg deg deg.
Suara keras seperti detak jantung membuat Lue Ang seketika membuka matanya, suara yang di dengarnya bukan suara detak jantungnya bukan juga suara detak jantung Mak Nung yang ada di belakangnya, lalu suara apa yang di dengarnya baru saja itu.