"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 05 Bertemu nenek
Pagi aku bangun mandi dan pembantunya mbak Maura sudah bikinkan aku sarapan biasa kebab ukuran besar yang banyak daging dan sayurnya juga kopi hitam kesukaan ku aku sudah siap tapi aku sarapan dulu kemudian kami berangkat mbak Maura mengemudikan sendiri mobilnya, mbak Maura sebenarnya masih freelance dia merekrut aku di ajak kerja sama kami memulai membuat perusahaan IT di bidang programmer atau keamanan data juga servis computer perusahaan mbak Maura memang masih merintis jadi karyawan nya cuma aku dan kerja nya menyesuaikan waktu aku sama jam kuliah jadi kita sering kerja di sore hari Sampai malam aku juga menyempatkan untuk buat game juga up grade game yang aku punya biar pelanggan tidak bosan top uap karena mereka top up di situ aku dapat rejeki.
Sekitar satu jam aku Sampai di tempat yaitu sebuah super market yang lumayan besar dan hari ini mau launcing sebenar nya aku sudah seminggu mengerjakan disini jadi para karyawan sudah mengenalku aku lansung menuju computer server untuk memasukan program yang sudah aku kerjakan aku ambil flash disk dan aku kirim ke computer server kemudian aku sambung kan dengan computer di kasir semua kasir sekarang ada di depan computer nya masing masing dan mbak Maura mengecek satu satu computer kasir
Semua sudah siap dan supermarket segara di buka dengan pemotongan pita oleh CEO nya pembeli lumayan banyak karena banyak discount para kasir sudah mulai bekerja aku mengawasi dari dalam sambil lihat cctv yang ada di toko tak lama ada computer yang blank aku segera ke sana mbak Maura aku suruh ganti memegang server nanti di sini ada yang pegang computer server yaitu manager toko ini jadi mbak Maura mengajari nya sekarang
" sini mbak aku servis dulu" kata ku kepada mbak kasir dan mbak kasir pamit ke toilet aku lagi konsentrasi menservis computer yang ada di kasir keadaan pembeli ramai tiba tiba ada yng mendekat
" Hi anak miskin kamu kerja jadi kasir saja computermu gitu sok sok an kuliah IT kalau bodoh ya bodoh saja jadi kasir saja lelet" kata seseorang dan ternyata nenek.ya ibunya ayah ku. Aku diam saja kerena aku malu dan banyak orang
" Nenek gimana sih Anisa kan cucu nenek juga" kata sepupuku
" Nenek nggak punya cucu yang yang berguna nggak kayak kamu kamu sekolah calon PNS kamu nanti bisa jadi perawat" kata nenek membanggakan Ninik sepupuku
" Maklum Bu dia didikan orang desa kampungan dan bodoh ya gitu jadinya cuma sekolah SMK dan sekarang jadi kasir gitu kalau ngomong dia kuliah mana mampu dia" kata tante Maya adeknya ayah
" Gimana Mbak sudah bisa computer kasirnya" kata mbak kasir yang sudah kembali dari toilet
" Bisa mbak sekarang mbak gunakan" kata ku kemudian aku keluar dari meja kasir para pembeli banyak yang antri dan computer kasir yang baru saja aku perbaiki bisa di gunakan kembali
" kamu diam saja ya nggak berani balas biasa nya juga jawab" kata Tante ku
" Aku memang bodoh karena tidak ada didikan dari ayah ku kan tante tahu sendiri ayahku membuangku demi gudiknya" jawabku enteng
" Kamu berani menghina ayah mu nanti aku adukan" kata nenek
" Adukan saja nek nisa nggak takut nisa bisa hidup Sampai hari ini saja bersyukur padahal tidak ada uang nafkah dari ayah Nisa tapi nisa yakin Tuhan maha pemberi rejeki kepada mahluknya" jawabku
" kamu berani sama nenek ya" kata nenek dengan marah malah dia akan menamparku tapi bisa aku tangkis
" Nenek dan Tante hati hati ya ayah nggak pernah memberi uang nafkah kepada kami tapi sama ayah di berikan kepada Tante dan nenek aku sebagai anaknya tidak iklas dan kalau tidak di beri di dunia akan kami tagih nanti di akhirat" kata ku tajam
Nenek hanya diam nggak bisa ngomong apa apa kemudian ada seorang satpam tanya
" Ada apa mbak Anisa" tanya dia
" nggak ada apa apa pak cuma salah faham sedikit saja tolong jaga di sini ini lagi antri" jawabku kemudian aku masuk ke ruang kantor dengan wajah cemberut mbak Maura menunggu bosnya dan aku pamit mau ke food court saja biar nggak bete
Aku kalau habis bertengkar atau kerja berat pasti ingin makan dan aku akhirnya ke food court untuk mencari makan seporsi gado gado aku pesan tambah es jeruk aku menunggu pesanan sambil scrol hp melihat media sosial terlihat nenek , Tante Maya dan Ninik sepupuku pamer belanja di supermarket ini dengan tentengan masing masing dengan caption Terima kasih bapak Ansori donatur kami. pesanan aku datang kemudian aku makan dengan santai tiba tiba
" kasihan gadis miskin makannya cuma gado gado kayak kami dong pizza spaghetti " kata Tante
" Pantesan kecil, kurus nggak kita beli makanan bergizi" kata Ninik
" Uang nggak punya saja sombong bisanya juga makan gado gado" kata nenek
" Nggak apa apa yng penting halal dan uang hasil kerja sendiri nggak mengambil hak orang lain " jawabku
" Apa maksud mu he" kata nenek marah
" Itu yng bicara cucumu sendiri bahwa donatur kalian bapak Ansori padahal bapak Ansori nggak bayar kewajiban pada anaknya malah jadi donatur kalian" jawabku enteng. Malas menghadapi mereka aku segera membayar gado gado ku dan kembali menemui mbak Maura ternyata sudah selesai aku mengambil lep top ku kemudian kami pulang naik mobil bersama mbak Maura
" kamu kenapa nis kok bete banget" tanya mbak Maura
" ketemu nenek di ejek lagi" jawabku
" aduh nggak usah bete deh itu lihat M banking mu rekening semakin gendut yang pertama bonus dari paman yang kedua hasil kerja di supermarket ini" kata mbak Maura
" Terima kasih mbak Maura yang cantik dan bilang pada paman kalau ada pekerjaan lagi aku mau" jawabku lansung tertawa
" Katanya kamu mau beli sawah nenek mu semoga cepat terkabul" kata mbak Maura
" iya mbak aku sudah bilang ke makelar kalau aku mengincar sawah nenek diam diam nanti kalau di jual biar aku beli" jawabku
" Semoga cita cita mu berhasil nis bisa balas dendam dengan elegan" kata mbak Maura
" Iya mbak uang aku kumpulkan aku juga mau bangun rumah kami nunggu kakak ku datang rumah di sebelah ku sudah aku beli tinggal di bangun aku jadikan satu biar lebih lebar dan mewah" jawabku
" Nanti kalau kurang pinjam ke aku saja nis kalau tiba tiba nenek jual sawah nya" kata mbak Maura
" Terima kasih mbak nanti aku mau pindahan dulu ke apartemen yang aku sewa di bawah apartemen mbak" kata ku
" kamu nggak usah repot mbak sudah menghubungi jasa pindah rumah kamu kerja saja lagian mbak seneng banget kami tinggal di apartemen di bawah mbak jadi dekat ya walaupun apartemen biasa tapi lumayan kok" jawab mbak Maura
Kami Sampai di unit yang akan aku sewa dan ternyata isinya sudah lengkap letaknya di bawah ini harga yang paling murah dan sama mbak Maura sudah di lengkapi isinya dan sudah bersih siap huni
" Kamar ada dua masing masing sudah ada lemari dan bed nya kamar mandi satu di luar kamar dan ada ruang tamu atau ruang tengah dan ada dapur di sisinya dapur ya kecil kamu kan nggak pernah masak" jelas mbak Maura
" Ini lebih dari cukup mbak malah itu ada kulkasnya juga buat simpan makanan kan aku bisanya masak sederhana buat aku sendiri" kata ku
" Iya cocok kan segera kamu pindah saja biar besok barang mu di bawa kesini" kata mbak Maura
" Sip mbak sekarang aku pulang dulu aku besok cuma bawa baju kok sama kulkas mini bisa aku taruh di mobil belakang semua perabot juga punya ibuk kos" jawabku
Bersambung ....