NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Kecil yang Besar

Pagi hari berikutnya datang dengan cerah. Sinar matahari masuk melalui celah jendela kamar Nono, menyentuh wajahnya yang masih tertidur pulas. Nono menguap pelan, lalu membuka matanya perlahan. Senyum kecil langsung terukir di bibirnya saat ingatan tentang malam kemarin kembali menghampirinya. Malam yang indah, janji di bawah bintang, dan wajah bahagia Ayu.

"Selamat pagi, Yu," gumam Nono pelan sambil meraih ponselnya di meja samping tempat tidur. Dia melihat layar ponselnya, berharap ada pesan dari Ayu. Dan benar saja, ada satu pesan masuk yang dikirimkan Ayu sepuluh menit yang lalu.

"Selamat pagi, Nono! Semoga harimu menyenangkan hari ini. Jangan lupa sarapan ya! 😊"

Nono tersenyum lebar membaca pesan itu. Hatinya terasa hangat sekali. Dia pun langsung membalas pesan itu.

"Selamat pagi juga, cantik! Makasih ya doanya. Kamu juga jangan lupa sarapan ya. Aku kangen kamu sudah, padahal baru pisah semalam. Hahaha. Nanti aku ke rumah kamu ya habis sarapan."

Tak lama kemudian, balasan dari Ayu pun masuk. "Ih, lebay banget sih kamu! Ya udah, cepetan sarapan terus ke sini. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu."

Nono tertawa kecil membaca balasan itu. "Ngomong sesuatu ya? Apa ya kira-kira?" batinnya penasaran. Tapi dia pun langsung bangun dari tempat tidurnya dan bersiap-siap. Dia tidak sabar ingin bertemu Ayu lagi.

 

Beberapa jam kemudian, Nono sudah berdiri di depan rumah Ayu. Seperti biasa, dia mengetuk pintu pelan, dan tak lama kemudian, pintu pun terbuka menampakkan wajah ceria Ayu.

"Masuk, No!" ajak Ayu sambil tersenyum.

Nono masuk dan duduk di ruang tamu seperti biasa. Ayu pun duduk di sebelahnya.

"Jadi, kamu mau ngomong apa sama aku, Yu?" tanya Nono penasaran.

Ayu tersenyum misterius, lalu dia mengambil sebuah buku catatan kecil dari atas meja dan memberikannya kepada Nono.

"Lihat deh ini," kata Ayu sambil menatap Nono dengan mata berbinar.

Nono menerima buku catatan itu dengan bingung, lalu dia membukanya perlahan. Di halaman pertama, tertulis rapi dengan tulisan tangan Ayu: "Rencana Masa Depan Kita".

Nono menatap Ayu kaget. "Rencana masa depan kita?"

Ayu mengangguk antusias. "Iya! Semalam, pas kita lagi duduk di taman, aku jadi mikir banyak hal. Kita kan udah janji bakal selalu sama-sama. Jadi, aku pikir, bagusnya kita bikin rencana buat masa depan kita. Apa aja yang mau kita capai bareng-bareng."

Nono tersentuh. Dia tidak menyangka Ayu akan berpikir sejauh itu. Dia pun kembali menatap buku catatan itu dan mulai membaca isinya pelan.

- Tahun ini: Kita harus lebih sering sabar sama satu sama lain, dan kita mau jalan-jalan ke pantai bareng-bareng (seperti janji kita dulu).

- Tahun depan: Nono mau mulai usaha kecil-kecilan buat nambah penghasilan, dan Ayu mau bantu Nono ngurus usahanya.

- Dua tahun lagi: Kita mau tabungan cukup buat persiapan masa depan, dan kita mau bikin acara kumpul-kumpul bareng keluarga dan teman-teman.

- Dan seterusnya...

Nono membaca setiap poin yang tertulis di situ dengan hati yang haru. Di situ tertulis semua impian mereka, rencana mereka, dan harapan mereka untuk masa depan. Semuanya ditulis dengan begitu detail dan penuh cinta.

"Yu..." panggil Nono pelan, suaranya sedikit bergetar. Dia menatap Ayu dengan mata yang berkaca-kaca. "Kamu... kamu bikin ini semua buat kita?"

Ayu mengangguk, pipinya merona malu. "Iya. Aku kan bilang kemaren, aku mau kita punya tujuan yang sama. Walaupun kita sering beda pendapat dan sering ribut, tapi tujuan akhirnya kan sama, yaitu mau bahagia bareng-bareng. Jadi aku pikir, dengan ada rencana ini, kita bisa lebih semangat buat berjuang bareng-bareng."

Nono meletakkan buku catatan itu di atas meja, lalu dia memeluk Ayu erat sekali. Dia merasa begitu beruntung memiliki Ayu di hidupnya.

"Makasih ya, Yu," bisik Nono di telinga Ayu. "Makasih udah sayang sama aku sebesar ini. Makasih udah mikirin masa depan kita. Aku janji, aku bakal usahain semua rencana ini jadi kenyataan. Kita bakal wujudin semua impian ini bareng-bareng."

Ayu memeluk Nono balik dengan erat. "Aku juga janji bakal selalu dukung kamu, No. Apa pun rintangannya, kita hadepin bareng-bareng. Kita kan 'Kekasih yang Tak Akur' yang hebat!"

Nono tertawa bahagia, diikuti tawa Ayu. Di ruang tamu yang hangat itu, mereka merasa begitu dekat dan begitu bahagia. Mereka tahu, perjalanan ke depan mungkin tidak akan mudah. Pasti akan ada lagi pertengkaran, pasti akan ada lagi perbedaan pendapat, dan pasti akan ada masalah yang datang. Tapi mereka juga yakin, selama mereka saling memegang tangan, saling mendukung, dan saling menyayangi, tidak ada hal yang tidak bisa mereka lewati.

Buku catatan kecil itu kini menjadi simbol cinta mereka. Bukan cinta yang sempurna, tapi cinta yang nyata, cinta yang berjuang, dan cinta yang akan terus tumbuh selamanya.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!