NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Gelombang yang Timbul

Berita menyebar lebih cepat daripada angin.

Dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh kompleks Klan Lin gempar. Kisah tentang bagaimana "sampah" Lin Feng mengalahkan Lin Wei dengan satu gerakan menyebar dari mulut ke mulut, setiap kali diceritakan menjadi semakin dramatis.

"Kau dengar? Lin Feng, si sampah itu, menghajar Lin Wei sampai babak belur!"

"Tidak mungkin! Bukankah meridiannya sudah hancur?"

"Mereka bilang dia bahkan tidak bergerak dari tempatnya, hanya dengan satu ketukan jari, tangan Lin Wei hancur!"

"Pasti ada trik kotor yang dia gunakan. Atau mungkin Lin Wei lengah karena meremehkannya."

Di aula utama klan, para tetua yang mendengar desas-desus itu hanya mendengus meremehkan. Di mata mereka, itu hanyalah pertengkaran anak-anak yang dibesar-besarkan. Seorang pemuda yang fondasinya telah hancur total tidak mungkin bisa mengalahkan seorang kultivator tingkat tiga Alam Penempaan Tubuh, tidak peduli trik apa yang ia gunakan.

Namun, di sebuah halaman mewah di area inti klan, suasananya jauh dari tenang.

"Ayah! Ayah harus membalaskan dendamku!"

Lin Wei berlutut sambil menangis, menunjukkan tangannya yang bengkak dan hancur kepada seorang pria paruh baya yang berwajah garang. Pria itu adalah Lin Hu, ayah Lin Wei, salah satu manajer di klan yang bertanggung jawab atas sumber daya.

Lin Hu memeriksa tangan putranya, dan wajahnya menjadi gelap. Tulang-tulangnya tidak hanya patah, tetapi hancur berkeping-keping. Bahkan dengan tabib terbaik di klan, akan butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih, dan mungkin akan meninggalkan efek samping permanen yang memengaruhi kultivasinya di masa depan.

"Sampah itu... beraninya dia?!" geram Lin Hu, aura seorang ahli tingkat tujuh Alam Penempaan Tubuh menekan seisi ruangan. "Ceritakan padaku persis apa yang terjadi!"

Lin Wei, dengan terisak-isak, menceritakan kembali kejadian itu, tentu saja dengan melebih-lebihkan bagaimana Lin Feng memprovokasinya terlebih dahulu dan menggunakan metode licik yang tidak diketahui untuk menyergapnya.

"Hmph! Metode licik? Dia hanyalah sampah yang meridiannya rusak. Tidak peduli seberapa liciknya dia, dia tidak akan pernah bisa menjadi ancaman," kata Lin Hu dengan dingin. "Tenanglah. Ayah akan membereskan ini. Aku akan membuatnya berharap dia mati hari itu juga!"

Mata Lin Hu berkilat dengan niat membunuh. Dia tidak hanya marah karena putranya terluka, tetapi juga karena wajahnya telah dicoreng. Seorang manajer klan, putranya sendiri dihajar oleh anggota cabang yang paling tidak berguna. Ini adalah penghinaan!

---

Sementara gelombang kejut menyebar ke seluruh klan, di Aula Obat, diaken paruh baya itu merasa seperti duduk di atas jarum. Rumor tentang Lin Feng dan Lin Wei juga sampai ke telinganya.

"Mengalahkan Lin Wei dengan meridian hancur? Bagaimana mungkin..." gumamnya pada diri sendiri, jantungnya berdebar kencang.

Keraguannya terhadap Lin Feng bercampur dengan rasa penasaran yang semakin dalam. Mungkinkah pemuda itu benar-benar memiliki rahasia yang tidak diketahui siapa pun?

Tiba-tiba, ia teringat nasihat Lin Feng tentang Bunga Api Roh. Dengan cemas, ia bergegas ke ruang penyimpanan belakang. Di sana, di sudut ruangan, beberapa bongkah Giok Es yang ia tempatkan sesuai instruksi Lin Feng memancarkan hawa dingin yang samar. Dia memeriksa nampan berisi Bunga Api Roh.

Matanya langsung melebar.

Energi api yang tadinya liar dan tidak stabil kini terasa jauh lebih tenang. Tanda-tanda kelayuan yang mulai muncul kemarin telah sepenuhnya lenyap. Bunga-bunga itu kini memancarkan cahaya merah yang stabil dan penuh vitalitas.

Metodenya... berhasil!

Diaken itu menelan ludah, punggungnya basah oleh keringat dingin. Bukan karena takut rugi, melainkan karena syok. Masalah yang bahkan membuat Kepala Alkemis pusing, diselesaikan dengan begitu mudah oleh seorang pemuda yang dianggap sampah oleh semua orang.

Dan pemuda itu juga menjanjikan resep Pil Pengumpul Roh yang 30% lebih efektif...

Pada saat itu, semua keraguan di hati diaken lenyap, digantikan oleh gelombang kegembiraan dan sedikit rasa takut. Dia sadar bahwa dia mungkin telah meremehkan naga yang menyamar sebagai cacing. Membangun hubungan baik dengan sosok misterius seperti itu jauh lebih berharga daripada menyinggungnya.

Tanpa ragu lagi, dia bergegas ke lemari paling berharga di aula, mengambil sebuah kotak giok, dan dengan hati-hati menempatkan buah merah seukuran ibu jari di dalamnya. Itu adalah Buah Ular Merah.

Dia mengambil napas dalam-dalam, menenangkan dirinya, lalu berjalan keluar dari Aula Obat, langsung menuju halaman terpencil milik Lin Feng. Baginya, Lin Feng bukan lagi sampah, melainkan seorang ahli tersembunyi yang harus ia layani dengan baik.

Ketika dia tiba, dia melihat pintu yang hancur dan menghela napas. Sepertinya rumor itu benar. Dia tidak berani langsung masuk, dan malah membungkuk sedikit di luar halaman.

"Tuan Lin Feng, ini saya, dari Aula Obat. Saya datang untuk mengantarkan Buah Ular Merah," katanya dengan nada yang sangat hormat.

Dari dalam ruangan, suara tenang Lin Feng terdengar. "Masuklah."

Diaken itu masuk dengan hati-hati, menundukkan kepalanya. Dia melihat Lin Feng berdiri di tengah ruangan, ekspresinya setenang air danau. Dia tidak bisa menahan perasaan kagum. Setelah menyebabkan keributan sebesar itu, pemuda ini masih bisa setenang ini.

"Tuan Lin Feng, metode Anda sungguh ajaib! Bunga Api Roh telah stabil," kata diaken itu sambil menyodorkan kotak giok dengan kedua tangannya. "Ini Buah Ular Merah yang Anda minta."

Lin Feng meliriknya, lalu mengambil kotak itu dan membukanya. Aroma panas yang samar tercium. Dia mengangguk puas.

"Bagus. Kau telah membuat pilihan yang bijak," kata Lin Feng. "Mengenai resep pil, aku akan memberikannya padamu setelah aku selesai dengan urusanku."

"Tentu, tentu! Tidak perlu terburu-buru, Tuan!" kata diaken itu dengan cepat.

Lin Feng tidak berkata apa-apa lagi, tatapannya sudah terfokus pada buah di tangannya. Bahan terakhir telah terkumpul.

Melihat Lin Feng tidak berniat berbicara lebih jauh, diaken itu membungkuk dalam-dalam sekali lagi sebelum diam-diam mundur dan pergi, hatinya dipenuhi antisipasi akan resep pil legendaris itu.

Setelah diaken itu pergi, Lin Feng menutup kotak giok itu. Dia melihat ke luar melalui pintu yang hancur, matanya menatap ke kejauhan seolah bisa melihat seluruh kompleks Klan Lin.

Dia tahu Lin Wei tidak akan tinggal diam. Dia tahu masalah akan segera datang.

"Tidak ada waktu lagi," bisiknya.

Dia berbalik, duduk kembali di tempat tidurnya, dan meletakkan tiga bahan di depannya. Matanya berkilat dengan cahaya yang tajam.

"Sekarang, penempaan yang sesungguhnya bisa dimulai."

1
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Feng lanjut terus bantai semua lawan tanpa ampun
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
top top markotop Lin Feng
Aman Wijaya
dalam dua Minggu babat semuanya yang telah memprovokasi diri mu Lin Feng bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
mantab Lin Feng beri pelajaran pada menejer tua Lin hu biar tau rasa
Aman Wijaya
markotop top top lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat Lin Feng
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor semangat semangat
Abil Amar
gassss polll trussss seru dn epic bnget ceritanya Up yg lbih bnyk lg autor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!