[TAHAP REVISI!]
WARNING⚠️⚠️⚠️
Skip bagi yang tidak suka bertele-tele🙏🙏🙏
_____________________________
Mengisahkan tentang gadis berumur 16 tahun yang dulunya ceria dan manja kini menjadi sosok yang dingin dan kejam hanya karena sebuah keluarga. Sebuah dendam membuatnya terjun ke organisasi dunia bawah. Organisasi yang penuh dengan pertarungan, hingga pertumpahan darah. Namun ia tidak takut akan hal itu demi membalaskan dendamnya.
Di dalam kehidupannya yang penuh konflik ini, ada sesosok pria yang diam-diam mencintainya. Ia tidak peduli sama sekali tapi kehadiran pria itu perlahan mengisi kehidupannya.
Penasaran bagaimana kelanjutannya? Yuk simak!
Jangan lupa follow IG Author dulu hehe:-(
IG Author: @cpri_counfsa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SasaNayonara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 05. AFRIZALIANI LEONARD
..."Dia yang menarik atau memang aku yang tertarik. Entahlah,"...
...~Afrizaliani Leonard~...
...----------------...
Afrizaliani Leonard—Nama laki-laki yang tadi memperhatikan Reiyana sampai pergi dari sana. Ia merupakan seorang blasteran indonesia-Italia yang menjabat sebagai CEO di perusahan Leon Company—Perusahaan terbesar se-Asia. Dimana di kenal dengan Singa-nya perusahaan karena sudah berhasil memiliki cabang di berbagai belahan dunia.
Rizal merupakan anak bungsu Jonathan Leonard dan Citra Allena. Ia mempunyai dua orang kakak perempuan yaitu Shena Leonard dan Serena Leonard. Sosoknya di kenal dengan sangat dingin tapi saat bersama orang terdekatnya, ia adalah sosok yang humoris. Saat di perusahaan pun ia tak pernah tersenyum pada siapapun. Oleh sebab itu, ia di juluki gunung es perusahaan.
"Ya—Selidik semua tentang gadis itu. Aku sedikit penasaran," sahut Rizal pada laki-laki yang duduk di kursi pengemudi.
Dia—Ari Pratama, sahabat sekaligus asisten pribadi Rizal. Mereka berdua seumuran dan sudah bersahabat sejak kecil, hingga sekarang. Jadi, tidak perlu heran akan interaksi mereka berdua.
"Sedikit penasaran? Wah, ini pertama kalinya aku mendengar kalimat itu dari mulutmu. Sangat mengejutkan!" seru Ari memasang raut wajah dramatis, di sela mengemudikan mobil.
"Ck. Kendalikan raut wajahmu itu! " Rizal berdecak kesal melihat raut wajah sahabat, sekaligus asistennya tersebut.
Sontak Ari langsung menetralkan kembali raut wajahnya, sebelum sang sahabat semakin kesal. "Baiklah-baiklah. Tapi—Kau serius penasaran dengannya?"
"Kenapa?" bukannya menjawab, Rizal malah bertanya balik.
"Yah, maksudku siapa tahu kau bukan sekedar penasaran," celetuk Ari membuat Rizal mengernyitkan keningnya.
"Katakan yang jelas! Aku tidak mengerti maksudmu,"
"Kau bukan sekedar penasaran tapi jatuh cinta pandangan pertama. Itu maksudku," ungkap Ari berdasarkan sikap Rizal sekarang.
Pasalnya baru kali ini sang sahabat mengatakan penasaran dan itupun pada seorang gadis. Bukankan ini sangat jelas kalau Rizal sedang mengalami jatuh cinta pandangan pertama.
"Jangan asal bicara! Aku benar-benar hanya penasaran dengan gadis itu," sanggah Rizal, tidak membenarkan ucapan sang sahabat.
"Benarkah? Tidak masalah kalau kau tidak mau mengakuinya. Tetapi, ingat jangan menyesal kalau ada yang mendapatkan gadis itu," goda Ari yang langsung mendapat tatapan tajam nan datar dari Rizal.
Spontan membuat Ari cengengesan. "Aku tadi hanya bercanda. Tidak perlu menatapku seperti itu,"
Seperti itulah mereka berdua menjadi sahabat saat sedang tidak dalam urusan pekerjaan. Selama ini hanya Ari yang sangat Rizal percayai.
"Hmm, sudahlah. Jangan lupa untuk menyelidiki gadis itu!"
"Siap bos!" sahut Ari sambil mengangkat tangannya seolah memberi hormat pada Rizal sembari tersenyum lebar.
Rizal hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Sebelum suasana mobil kembali hening dengan Ari yang fokus mengemudi.
SKIP
Sesampainya di perusahaan, Ari segera turun dan membukakan pintu untuk Rizal. Laki-laki yang menjabat sebagai CEO itu turun dengan begitu gagah dan berwibawa menggunakan baju setelan jas warna biru di lengkapi dengan kacamata hitam. Mereka berdua mulai melangkah masuk ke dalam bangunan yang merupakan perusahaan Leonard Company.
"Selamat pagi bos!" sapa para karyawan kantor sambil menunduk hormat.
Mereka tidak mendapatkan balasan serupa dari Rizal, melainkan hanya isyarat tangan yang berarti agar kembali melanjutkan pekerjaannya. Mereka pun langsung melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Setelah itu Rizal dengan Ari di belakangnya, terus berjalan menuju lift khusus untuk mencapai ruangannya. Tidak berselang lama, lift terbuka menandakan bahwa mereka berdua sudah sampai di lantai yang terdapat ruangannya.
...》Bersambung《...
akan tetapi kalau tidak di jelaskan nanti para pembaca akan nanya...
jadi harus gimana atuh y???
kadang othor kih asal halu bikn cerita tidk bisa memposisikan ke haluanya🤡
jadine ps bca kya badut🤡
emng dia tdk punya walk in chlset ye😆