NovelToon NovelToon
IPAR

IPAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Kirei

Menikah dengan Ipar adalah sesuatu yang sumbang buat Aralia. Tetapi ia tidak bisa menolak permintaan Ibunya yang memohon dengan air matanya demi sang cucu.

Varga suami yang lembut tak bosan-bosan memperhatikan istrinya walau sang istri menolak perhatian itu. Bahkan berani memasuki hati pria lain, yang membuat perjalanan cinta mereka rumit.

Dapatkan Varga memenangkan hati istri atau akan menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengingat Rena

Nisa menyadari perubahan Aralia semenjak meninggalnya Rena. Hembusan napas panjang Nisa berubah menjadi uap di udara, dingin makin menjadi seiring larutnya malam. Wanita itu tak kunjung mengantuk, ia berulang kali menatap photo Rena yang ada di ponselnya hingga membawa ingatannya pada putrinya itu sebelum meninggal.

Tiga jam sebelum Rena meninggal

Nisa, mengemas beberapa kotak makan ke dalam tas yang akan dibawahnya ke rumah Rena yang berjarak tempuh satu jam. Dalam perjalanan wanita itu menelpon tapi tak kunjung diangkat, Nisa merasa khawatir mengingat putrinya itu hamil tua, delapan bulan.

Beruntung jalanan tidak terlalu macet hingga Nisa sampai dengan cepat. Nisa turun dari taksi yang membawanya ke tempat itu dan menekan bel rumah. Tak ada jawaban, hingga akhirnya Nisa mencoba membuka pintu dan berhasil.

Nisa lega pintu rumah putrinya itu tak terkunci, Nisa memanggil sambil meletakkan tas berisi makanan yang ia bawakan di atas meja.

Nisa menaiki anak tangga menuju kamar Rena.

"Rena apa kau tidur sayang?" Tanya Nisa sambil memasuki kamar namun tak menemukan keberadaan Rena di sana. Nisa berdecak begitu mendengar suara air dari dalam kamar mandi yang ada di kamar itu juga.

"Rena, ini mama apa kau sedang mandi?" Tanya Nisa dengan suara keras, sambil merapikan kasur Rena yang terlihat berantakan.

"Sayang ...," Panggilnya lagi, namun tak mendapat jawaban. Nisa meletakkan ponselnya dan melangkah ke kamar mandi.

"Astaga Rena ...," Nisa histeris melihat Rena yang sedang tergeletak di kamar mandi dengan darah segar. Nisa panik menganggkat Rena keluar dari sana dan meletakkan di lantai kamar. Mengambil ponsel dan menghubungi gawat darurat.

"Tolong kirimkan ambulance, putriku terjatuh di kamar mandi dengan kondisi hamil tua. Pendaharan. Tolong secepatnya," Nisa meletakkan ponselnya dan berusaha menyadarkan Rena.

"Rena sayang buka matamu, bangun sayang mama datang. Mama datang cepat buka matamu." Isak Nisa, kembali mengambil ponselnya dan menghubungi Varga.

"Halo ma," sapa Varga dari ujung telpon sana.

"Rena terjatuh di kamar mandi, dan sekarang belum sadarkan diri. Mama sudah menelpon gawat darurat." Ucap Nisa sembari menangis.

Rena di larikan ke rumah sakit terdekat setelah ambulance dari kepolisian tiba.

"Mama, Rena dimana?" Tanya Varga dengan panik setelah sampai.

Nisa memeluk Varga, tubuhnya gemetaran. "Varga, mama temukan Rena di kamar mandi, ia tergelatak begitu saja banyak darah dan Rena putriku sama sekali tak bergerak." ucap Nisa sesunggukan.

"Kata dokter yang memberi pertolongan di ambulance, detak jantung Rena lemah dan juga detak jantung bayi kalian. Varga, bagaimana ini? Tolong selamatkan Renaku sayang. Aku mohon..., Ya Tuhan." Isak Nisa, lututnya gemetar tubuhnya lunglai.

Air mata Varga berurai, pria itu mendudukkan Nisa di bangku panjang yang ada di ruang tunggu. Varga berusaha tegar dan setiap gumanan yang keluar dari mulutnya adalah 'Doa' meminta keselamatan untuk kedua orang yang ia cintai.

Ada pendarahan hebat di dalam rahim pasien, dan juga komplikasi pada persalinannya. Kami masih berusaha dan semoga bisa ditangani. Dokter memberi penjelasan pada Nisa dan Varga.

Ingatan itu terputar kembali dalam ingatan Nisa malam itu, ia tidak menyadari malam sudah semakin tua dan dingin semakin menusuk.

Air matanya menitik, setiap hari dalam keheningan Nisa selalu mengingat kenangan buruk itu.

Nisa menarik napas lalu menghembuskannya ke udara, menenangkan diri di Balkon kamarnya menjadi kebiasaannya saat ini.

 _____________________________________________

 

Aralia, mengecup pipi ibunya saat mau berangkat ke kampus.

"Hati-hati sayang," kata Nisa melambaikan tangan saat Aralia menaiki taksi online yang ia pesan. Hari ini gadis bertubuh mungil itu sedikit buru-buru. Mata kuliahnya akan segera di mulai.

"Pak lebih cepat ya," ujar Aralia pada pengemudinya dan di jawab dengan anggukan sopan pemilik taksi.

Sesampainya di gerbang kampus, Aralia berlari kecil memasuki kampus, mata kuliah kini sudah berlangsung dan ada di lantai tiga. Aralia menaiki tangga saat melihat mahasiswa lainya tengah antri di depan lift.

Aralia, buru-buru menaiki anak tangga dan tak sengaja kakinya terpeleset hingga membuatnya terjatuh ke belakang, beruntung seseorang yang ada di belakangnya menangkapnya dan.

Darr ...

Suara benda terjatuh membanting lantai terdengar. Aralia menstabilkan posisinya setelah orang yang menangkap tubuhnya itu melepasnya.

"Maaf, " ucap Aralia, merasa bersalah pada sosok yang menolongnya.

"Tidak apa-apa, " suara Barito yang terdengar seksi membuat detak jantung Aralia berdegub. Pria itu tersenyum lalu menuruni anak tangga, mengambil ponsel yang terjatuh dari tangannya saat menolong Aralia.

Pria itu, menggigit bibirnya saat melihat layar ponselnya retak.

Sementara Aralia, masih terkesima ini pertama kalinya degub jantung gadis itu berlomba saat melihat pria tampan.

"Oh my ..., " Geleng Aralia menyadari betapa dirinya terlihat bodoh. Ia segera menuruni anak tangga dan mengambil ponsel dari tangan pria yang memiliki leher jenjang itu.

"Apa ponselnya rusak?" Tanya Aralia memperhatikan benda itu dengan teliti. Kerutan di dahinya tercetak dan sesaat bibir mungil gadis itu menyengir.

"Maaf, aku akan menggatinya." Katanya, pria itu menggelengkan kepala menolak.

"Tidak apa-apa, ini hanya retak masih bisa di gunakan."

"Tetap saja sudah rusak."

"Tidak apa-apa, santai saja."

Apa? Santai bagaimana ponsel itu pecah gara-gara aku.

"Berikan! Akan aku bawa ke service." Kata Aralia, menarik kembali ponsel itu.

"Aku bilang tidak apa-apa. Lagipula spare part ponsel ini belum ada di perjual belikan." Ujar Pria itu, mengambil kembali ponselnya, lalu menunjukkan tipenya.

Astaga, itu kan ponsel seharga 85 juta, dan hanya ada tiga unit di negara ini.

Pria itu tersenyum, melihat gadis di depannya itu terdiam dengan mulut menganga.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Aralia, melirik arloji yang ada di pergelangan tangannya.

Persetan dengan jam kuliah, masalah ini lebih penting.

"Tidak ada, lagian kau sudah minta maaf itu sudah cukup."

Baik bangat sih ... Sudah baik ganteng lagi. Dia dewa atau apa yah?

"Halo ...," Desis pria itu melambaikan tangan tepat di hadapan Aralia, menyadarkan gadis itu dari lamunannya.

"Ah maaf, aku jadi tidak enak. Kalau begitu bagaimana kalau aku mentraktirmu makan atau minum kopi?"

Pria itu tersenyum, lalu seperti memikirkan sesuatu kemudian mengangguk.

"Oke, ide bagus."

"Baiklah, kapan?" Aralia terlihat antusias.

"Yang pasti bukan sekarang, aku mau bertemu temanku di sini."

"Kau bukan mahasiswa di sini?"

"Aku kuliah disini tapi jurusan hukum."

"Oh, "

"Namaku Reven, panggil saja Re." Pria itu mengulurkan tangan, dan tanpa ragu Aralia menyambutnya.

"Aralia, panggil saja Ara." Kata Aralia, keduanya saling berjabat.

"Baiklah, bagaimana caraku untuk menagih tawaranmu itu?"

"Tawaran?" Aralia terlihat bingung dan Reven terkekeh.

"Traktir." ujar Reven mengingatkan

Aralia menbulatkan mulutnya, bagaimana bisa gadis muda itu melupakan tawarannya.

Aralia, terlihat berpikir dan lagi-lagi pria itu terkekeh.

"Berikan ponselmu." Katanya pada Aralia. Gadis itu segera mengeluarkan ponselnya dan memberinya pada Reven.

Reven, mengetik di layar tipis itu lalu menekan tanda panggil, ponselnya yang retak itu berdering.

"Aku akan menghubungimu saat ada waktu." Ujar Reven dengan senyumnya yang manis sembari mengembalikan ponsel Aralia.

"Iya, aku tunggu."

Reven, melambaikan tangan ke arah atas tangga dimana temannya datang dengan sebuah buku di tangan.

Reven, menaiki anak tangga menghampiri seorang pria yang sedang berdiri di tengah tangga. Sesekali ia mencuri pandang pada Aralia yang masih menatapnya dari bawah tangga. Reven tersenyum, gadis itu seperti bunga mawar yang baru saja mekar dan aromanya menarik perhatiannya.

Kenapa aku masih disini? Bodohnya. Batin Aralia menyadari dirinya masih mematung di tempat.

Aralia, berlari kecil menuju lift menuju lantai atas.

"Kamu lihatin apa sih, Re?" Tanya teman Reven menyadari tatapan Reven kebawah sana. Dimana gadis mungil itu berlari kecil.

"Tidak lihat apa-apa." Jawab Reven tersenyum.

Aralia, menopang dagungnya dengan satu tangan, tatapannya terarah ke depan dan senyum-senyum sendiri. Gadis itu mengingat bagaimana sempurnanya pria yang baru saja ia kenal.

Seketika senyuman Aralia hilang karena ulah Cayrol, Lea dan Ilir yang tiba-tiba datang dan menyenggol tangan Aralia.

"Ra, kirain kamu tidak kuliah?" Kata Ilir, mengambil posisi duduk di sebelah Aralia.

"Telat ..., Tapi ada untungnya aku telat."

"Untung? Eh yang ada rugi tahu, melewatkan mata kuliah yang paling penting." Sahut Cayrol, mencibirkan bibir.

"Tidak apa-apa." Jawab Ara santai dengan senyum diwajahnya, ketiga temannya itu menatapanya dengan heran.

Tidak masuk kuliah pertama dan itu tidak apa-apa?

"Kamu lagi sakit ya?" Tanya Lea penasaran. Heran.

"Sama sekali tidak." Senyum Aralia

"Terus?"

"Aku ketemu pria tampan."

Ketiga temanya itu, saling tatap lalu tertawa.

"Kalian tidak percaya."

"Percaya, Ra. Aku percaya kok. Ipar kamu ya?" Tanya Cayrol dan seketika merubah raut Aralia, Masam.

"Tidak"

"Terus siapa?" Tanya Ilir penasaran.

Wajah Cayrol berbinar sementara Aralia hanya menyunginkan senyum cantiknya.

"Ra, bagi nomer ponsel iparmu dong," Cayrol dengan segala ketidak warasnya menyunginkan senyum seperti anak kecil.

"Minta aja sendiri." Ketus Aralia, dan Lea langsung menarik rambut Cayro hingga gadis itu menjerit.

"Ra, jodohin aku aja ama iparmu kalau kamu tidak mau nikah sama dia," kata Cayrol setelah berhasil melepaskan tangan Lea dari rambutnya.

"Cayrol ..., bisa nggak sih nggak bahas dia!" Kesal Aralia, gemes melihat temannya yang satu itu. Aralia mendegus kesal dan mencibir ke arah Cayrol, melipat kedua tangan di atas dadanya.

1
Shifa Burhan
perbandingan novel author sendiri
OBSESSIVE LOVE dan IPAR
*perselingkuhan suami dilaknat tapi perselingkuhan istri dianggap bisa saja
*suami selingkuh dibuat dapat balasan, menderita, mengemis maaf dan berjuang keras dapat kesempatan tapi istri selingkuh dianggap biasa saja dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh, sikap istri tegas, minta cerai, pergi dan tidak mudah memaafkan tapi istri selingkuh. sikap suami bodoh, tidak punya harga diri, malah suami yang mengemis dan memohon istri tinggalkan selingkuhan nya dan semudah itu dimaafkan
*suami selingkuh kalian hadir lelaki lain yang perhatian pada sang istri tapi istri selingkuh, kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap pelakor dan wanita murahan
*wanita selingkuhan diperlakukan kasar, hina dan dibinasakan tapi ptia selingkuhan istri diperlakukan sangat lembut dan malah seakan jadi korban

adil jalan pikir mu kalau sudah begini, miris sikap egois wanita dalam membuat novel
Shifa Burhan
segitu munafiknya wanita dalam berkarya banding dengan novel mu sediri
obsessive loves (suami selingkuh) dan ipar (istri selingkuh)

obsessive lover, suami selingkuh dilaknat, dapat balasan, menderita, mengemis maaf, berjuang membuktikan diri, berjuang keras dapat kesempatan, sikap istri tegas minta cerai, pergi dan tidak semudah itu memaafkan, kalian hadirkan lelaki lain yang peduli pada sang istri dan dianggap pria paling pengertian, wanita selingkuhan diperlakukan kasar, tidak ada baiknya, dihinakan dan akhirnya dibinasakan
banding dengan novel sendiri
ipar ketika istri selingkuh,perselingkuhan itu malah dianggap hal biasa saja, semudah itu dimaafkan, sikap suami kayak lelaki tidak punya harga diri dan bodoh, Terima saja diperlakukan kayak gitu dan malah dia yang mengemis dan memohon cinta pada istri najis tukang selingkuhnya, kalian hadirkan wanita yang perhatian pada sang suami tapi tetap saja kalian wanita murahan, dan diperlakukan kasar, pria selingkuhan diperlakukan lembut, solah dia korban juga, seakan perselingkuhan itu kalian benarkan

jika sudah begitu banggakah author dengan sikap yang sangat egois ini dalam berkarya

miris
Shifa Burhan
kalau susah wanita buat novel pasti tidak adil dan egois

*lihat begitu enaknya jadi pemeran utama wanita selingkuh dan semudah itu dimaafkan (coba kau banding dengan novel suami selingkuh, udah pasti dibuat dapat balasan menderita, mengemis maaf dan berjuang keras)

*saat novel suami selingkuh kau buat istri tegas pergi dan minta cerai tapi saat istri selingkuh suami dibuat kayak pria bodoh dan tidak punya pendirian Terima saja diperlakukan kayak gitu

*saat novel suami selingkuh kau hadirkan pria lain yang baik pada sang istri tapi pada saat istri selingkuh kalian hadirkan wanita lain tapi tetap saja dicap wanita murahan

*saat suami selingkuh, wanita selingkuhannya kalian cap wanita murahan tapi saat novel istri selingkuh, pria selingkuhan kalian buat seakan jadi korban

*saat suaki selingkuh kalian laknat, dan tidak ada pembelaan sama sekali tapi pada saat istri selingkuh kalian bela dengan alasan masih labil lah

pikiran munafik dari wanita dia dibawah kedalam novel maka jadilah novel yang munafik dan menjijikan
sulanjari makmur
menarik,lanjut baca
Sulaiman Efendy
LAMA JUGA HAMILNYA, SETELH 3 TAHUN.. TPI BAGUS,JUGA, BIAR GK TRLALU DKT DGN BIANCA JARAK UMUR CALON ADIK BIANCA..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
JGN2 KERJAAN LISA TU YG NABRAK ARA.
Sulaiman Efendy
UNTUNG VARGA MSH BISA KUASAI EMOSINYA, KLO AKU MNGKIN SDH TRJDI PMBUNUHN DIKAMAR HOTEL ITU..
Sulaiman Efendy
SETIDAKNYA LO JDI PRIA PRTAMA YG MNJADIKN ARA MANTAN PERAWAN..
Sulaiman Efendy
HRSNYA JGN LO MATIKAN, BIARKN REVEN DENGAR DESAHAN KALIAN BRDUA..
Sulaiman Efendy
KNP GK DIBLOKIR TU NO REVEN...
Sulaiman Efendy
PASTI SI LISA SURUH REVEN NODAI ARA.. BNAR2 MAK LAMPIR IBLIS NI SI LISA
Sulaiman Efendy
ROMANTIS DN TUKANG ZINAH..
Sulaiman Efendy
INI SI LISA MAK LAMPIR,, MAU JDI PELAKOR RUPANYA
Sulaiman Efendy
NAHH, PANDAI JUGA LO MARAH DN CEMBURU MA CAYROL,, KMARIN2 LO GK MIKIRKN PRASAAN VARGA.
SKRG LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS, KMARIN2 SLMA 11 BLN VARGA BRSIKAP MANIS, PRHATIAN DN SABAR, SLLU LO KETUSIN.. SEHARI PULANG DRI RS, LO MALAH MESRA2AN MA REVEN.. DN BETAPA GILANYA LO JDI TAMENG TUBUH BUAT REVEN PAS KPERGOK VARGA..
DN MLMNYA SETELH VARGA DUEL MA REVEN, LO MLH LBH KUATIR K REVEN.. SETELH APA YG CAYROL LAKUKAN, LO LGSUNG BRUBAH JDI KLINCI MANIS.
SAMPE SAAT INI, IBU LO SINISA, DN KDUA MERTUA LO, GK TAU KLAKUAN LO, SEMUA KBUSUKN LO DI TUTUPI OLEH SUAMI LOO, RELA DIMUSUHI DN TRSAKITI OLEH ORTU SENDIRI, DEMI JAGA HARGA DIRI DN NAMA BAIK LOO..
Sulaiman Efendy
KURANG APALAGI PRIA SPRTI VARGA INI, DEMI NAMA BAIK ARA DIDEPAN KDUA ORTUNYA, DY RELA TRSAKITI..
Sulaiman Efendy
SEANDAINYA LO TAU YG SEBENARNYA ROLAND, APA LO MSH MNYAYANGI ARA...
Sulaiman Efendy
DEMI JAGA BAIK ARA DI DEPAN ORTUNYA, VARGA RELA MNGAKU SELINGKUH DI DEPAN ORTUNYA, MSH SAJA SI ARA WANITA ANJING GK PNY HATI, BRRTI MMG BNAR2 IBLIS TU ARA..
Sulaiman Efendy
NANGGUNG BANGET, KNP GK LO PATAHIN TU TULANG2NYA SI ANJING REVEN..
Sulaiman Efendy
KNP GK LO SETUBUHI SAJA TU ARA SIALAN GA, BIAR KAPOK DY...
TU REVEN KSIH MMPUS SAJA.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!