Ahem Hillatop, laki-laki dingin penuh rahasia, mencari gadis di masa lalu nya dalam pencarian sejuta hari tanpa henti, dia menemukan nya namun gadis tersebut telah dimiliki oleh orang lain.
Hingga hal tidak terduga terjadi, satu malam dia terseret pada malam penuh peluh bersama gadis penerus azzura companya, gadis somplak yang ceria.
"Begini tuan mari Lupakan kejadian semalam, aku pikir aku pasti sudah gila, uang ini anggap saja bayaran dari ku, setelah ini mari kita tidak usah lagi bertemu"
Laki-laki itu tidak menjawab, hanya menaikkan ujung bibirnya kemudian berkata pada sekretaris nya.
"Pastikan dia kembali ke tempat ku dalam 1x24 jam"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benda yang sama
Hillatop Group corporation
Paris
Ahem terlihat memutar pulpen yang ada di tangan kanannya sejak tadi, dia duduk di kursi kebesarannya di mana saat ini Sembari bola matanya menatap kearah sebuah gambar yang ada di atas meja.
"Ini kalung yang sama"
Ucap laki-laki tersebut sembari menatap fokus pada gambar yang ada dihadapan nya.
"Sudah memastikan siapa pemilik asli nya?"
Ahem bertanya tanpa menatap kearah depan nya.
"Kami baru menemukan nama gadis nya, tapi belum menemukan wajah aslinya, aku akan memastikan nya kembali dalam 1 x 24 jam"
Jawab laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut.
Ahem terlihat diam untuk beberapa waktu, laki-laki tersebut terlihat memijat kepalanya perlahan, dia mencoba memejamkan bola matanya.
Yah ini adalah benda yang sama yang pernah dia berikan pada gadis tersebut di masa lalu, tidak salah lagi.
"Dan soal proyek terbaru nya?"
Ahem kembali bertanya.
"pastikan kau akan mengatur semuanya tanpa terkecuali, aku ingin ini akan menjadi alasanku yang paling tepat untuk berbelok menuju ke Indonesia tanpa harus ditanya oleh daddy ku kenapa aku harus menetap disana sementara waktu"
tiba-tiba saja Ahem bicara sembari membuka bola matanya, kini pusat tatapan matanya ada di hadapannya, dia melihat sang sekretarisnya untuk beberapa waktu.
"Aku harap aku tidak mendengar kata penolakan di dalam kerjasamanya, 2 * 24 jam pastikan aku menerima kabar baik dan segera berangkat ke Indonesia, Rich"
Ahem kembali bicara sembari menatap tajam ke arah laki-laki yang dia panggil Rich tersebut.
"Aku akan menemui gadis itu sendiri Secepat nya"
mendengar ucapan sang bosnya seketika membuat Rich mau tidak mau menunjukkan kepalanya sembari dia menjawab.
"Baik tuan"
oke dia tahu apa yang di inginkan Ahem, laki-laki itu pasti harus selalu mendapatkannya bagaimanapun caranya, sejak awal bekerja dengan putra penerus Hillatop dia tahu tidak akan semudah membalikan telapak tangan, cara bekerja dengan para penerus Hillatop selalu harus sempurna, mereka harus memastikan orang-orang yang bekerja dengan mereka merupakan orang-orang terpilih yang begitu kompeten, mereka harus selalu berhasil melakukan apapun yang mereka inginkan dan tidak pernah ada kata gagal.
gaji bukan persoalan rumit dan besar.
seperti membeli sebuah barang ada kualitas ada harga.
karena itu saat melakukan wawancara menjadi sekretaris para penerus Hillatop, Dari sekian ribu pelamar mereka akan menjadi orang yang paling beruntung dan dikatakan sangat kompeten karena mampu memikirkan para pemainnya dengan cara yang luar biasa.
mereka tidak akan mengandalkan koneksi untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut karena koneksi jelas tidak pernah berarti.
"Aku terlalu lama menunggu untuk menunda bertemu dengan nya Rich, kau tahu aku bukan tipe laki-laki yang harus menunggu tiga kali dalam kesabaran untuk mendapatkan sesuatu"
Ahem kembali bicara memperingati yang sangat sekretarisnya tersebut, setelah itu dia membuang pandangannya dan kembali fokus pada pekerjaannya.
Rich menjawab dengan tegas.
"Aku akan memastikan anda akan mendapat kontrak kerjasamanya dalam dua kali 24 jam, tuan"
Ucap Rich lagi kemudian lantas laki-laki tersebut menundukkan kepala nya, dia beranjak pergi dari sana secara perlahan dan membiarkan urusan tersebut menyelesaikan pekerjaannya.
begitu laki-laki itu keluar dari pintu ruangan tersebut, Rich langsung beli handphone ya kemudian mencoba untuk menghubungi seseorang.
"Lakukan dan pastikan semua masuk ke meja ku sebelum tengah malam"
setelah berkata seperti itu dari balik handphonenya, Rich langsung menutup panggilannya dengan cepat.
sakit perut ku thoooor 🤣🤣🤣
aku terkejut sangat.. wkwkwkw..
ternyata kisah Ahem dan Hayat benar2 luar biasa..
bahkan menyaingi penilaianku sama novelnya Gao-Ayana..
Entahlah, cukup bingung menentukan mana yg lebih baik, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing2..
tapi sejauh ini secara keseluruhan, baik dr tokoh2, alur cerita, konflik dan segala macamnya, sampai selesai baca novel ini, aku masih menjagokan kisah Gao-Ayana..
tapi khusus untuk tokoh utama pria, pilihanku jatuh pada Ahem..
sosok yg sangat luar biasa..
dia berusaha menempatkan dirinya dg baik, entah itu sebagai seorang anak, kakak, suami, menantu, bahkan saudara ipar..
berusaha membantu mencari penyelesaian terbaik atas masalah2 saudara2nya..
mana setia lagi, bukan Cassanova, dan terbilang cukup romantis dan hangat pada orang2 yg disayanginya..
benar2 paket lengkap dah mak..
oke deh lanjut ke season kedua..
apakah nanti penilaianku akan berubah atau tidak..
semoga sehat selalu ya mak..
tetap semangat untuk berkarya dan semoga sukses selalu dimanapun mak berkarya.. 💪🏻😘🥰😍🤩