Ini lanjutan Hello Mr Mafia.
Lucifer Xylander Zweihander, Tuan muda dari keluarga Zweihander yang sangat di takuti dan dihormati di negara tersebut.
Memiliki sifat dingin dan datar tidak membuatnya menyesal, justru dengan begitu membuat para wanita semakin berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu?
Raja Elmeryx menghela nafas berat, di sampingnya masih ada Damian yang senantiasa menenangkan nya.
"Untung saja mereka datang, jika tidak? gue tidak tahu apa yang harus gue jelasin!" Keluh Raja Elmeryx dengan memijat keningnya.
"Tenanglah, Yoora tidak akan tahu selagi Lo tidak membahas hal-hal yang menjurus kesana" Ucap Damian santai.
"Lalu bagaimana jika dia ingin tahu dan tetap memaksa gue untuk menceritakannya?" Tanya Raja Elmeryx kesal.
"Yah itu sih derita Lo" Santai Damian.
"Sialan Lo!" Kesal Raja Elmeryx membuat Damian terkekeh.
••••••
Yoora tidak bisa membayangkan bagaimana saat di Aula nanti, ia tidak akan bisa menolak ajakan para tamu untuk berdansa dengan nya.
Ia ingin menolak pun tidak bisa, Yoora memijat keningnya yang terasa pusing.
"Putri, sudah selesai" Ucap pelayan Yun dengan tersenyum manis.
"Terimakasih bibi" Ucap Yoora dengan tersenyum tipis.
"Sama-sama putri" Balas nya.
Yoora melangkahkan kakinya menuju Aula bersama Reza yang menggandeng nya karena Raja Elmeryx masih sibuk dengan urusannya.
Para tamu yang melihat kedatangan Yoora pun mulai bersorak heboh, Yoora hanya menampilkan senyum terbaiknya saja pada mereka semua yang menatapnya kagum. Yoora melihat Lucifer yang nampak santai dengan 2 wanita yang duduk di depannya, wanita tersebut nampak mencuri-curi pandang ke arah nya.
Yoora nampak kesal melihat itu namun ia tidak bisa melakukan apapun, Yoora melewati mereka begitu saja untuk berjalan ke tengah aula. Yoora akan memulai dansa nya dengan Reza, gerakan indah keduanya membuat orang-orang yang melihat itu terpesona. Mereka terlihat seperti pasangan dari pada saudara sepupu meskipun Reza menjadi panglima di kerajaan Elmeryx.
"Kenapa?" Tanya Reza heran melihat wajah kesal Yoora.
"Tidak ada" Ketus Yoora dengan cemberut.
"Aku mengerti..." Senyum Reza membuat Yoora kesal.
"Apa yang kau tahu!" Kesal Yoora.
"Kau pasti kesal melihat kekasihmu berdekatan dengan wanita lain, bukankah aku benar?" Tanya Reza dengan memeluk perut Yoora yang tengah membelakanginya itu.
"Tidak! Kau salah!" Balas Yoora dengan bergumam di telinga Reza saat Yoora dalam posisi memeluknya.
Mereka saling berbicara dengan berbagai jeda, setelah keduanya dekat barulah mereka berbincang. Jika tidak, mereka akan diam dan menyimpan perkataannya saja.
"Bukankah kau tadi baik-baik saja?" Ejek Reza membuat Yoora menghentikan langkahnya, Yoora mengalungkan tangannya di leher Reza yang memiliki tinggi sama seperti Lucifer itu.
"Bukan urusan mu!" sinis Yoora membuat Reza terkekeh, Reza mengecup kening Yoora sebagai tanda perpisahan dansa tersebut.
Hal itu memang biasa di lakukan oleh anggota keluarga jika mereka berdansa mereka akan mengakhiri nya dengan mencium kening sang wanita. Yoora yang melihat Reza menundukkan tubuhnya pun hanya menatapnya kesal dan cemberut, Yoora melirik Lucifer yang terus memperhatikan nya. Namun Yoora tidak peduli karena Yoora pikir Lucifer sudah senang karena di temani oleh 2 gadis yang akan menjadi pasangan nya malam ini.
"Baiklah, karena putri Yoora sudah membuka acara dansa kali ini maka kita akan ikut berdansa dengan nya. Oh siapakah laki-laki yang akan beruntung menjadi pasangannya malam ini....." Ucap sang MC dengan terkekeh.
Semua laki-laki memang mendapatkan undian, tapi hanya laki-laki lajang dan tidak memiliki pasangan yang mendapatkan nomor undian tersebut.
Yoora mengambil salah satu bola kecil yang menunjukkan angka 8, Yoora berharap semoga itu bukan Raja William ataupun yang lainnya karena Yoora malas berdekatan dengan mereka yang terus membuatnya mual dan kesal.
"Wahhh mungkin bagi yang mendapatkan nomor ini kalian sangat beruntung karena bisa berdansa mesra dengan putri Yoora, oke saya akan bacakan siapa yang akan menjadi pasangan dansa anda kali yaitu........ Elang dengan nomor undian 8" Jelas MC membuat Yoora bernafas lega, namun Yoora semakin kesal karena ia akan melihat Lucifer berdansa dengan gadis lain!.
"Ehh apa?" Kaget Elang dengan wajah polosnya. Elang di tarik paksa oleh pengawal untuk ada di tengah-tengah aula. Elang meneguk ludahnya bulat-bulat, ia menatap Lucifer yang menatapnya datar dan dingin. Padahal Elang mendapatkan nomor 11 tapi karena Lucifer tidak ingin menuliskan nama nya maka Elang menulis namanya sendiri hingga beginilah jadinya.
Yoora tersenyum tipis pada Elang yang nampak salting itu, Elang mendekati Yoora yang tengah menundukkan kepalanya sedikit bertanda menghormatinya. Begitupun dengan Elang yang sama-sama menundukkan kepalanya pada Yoora, Elang berlutut dan mengulurkan tangannya pada Yoora. Yoora yang melihat itu segera menerima uluran tangan Elang hingga membuat orang-orang di sana bersorak gembira.
"Syukurlah jika itu kamu, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika teman berdansa ku itu orang yang menyebalkan seperti Raja William dan yang lainnya" Curhat Yoora dengan memegang pundak Elang, sedangkan Elang memeluk pinggang Yoora dan memegang sebelah tangannya.
"Yoora sebenarnya...." Elang ingin menjelaskan semuanya namun sepertinya ini bukan waktu yang tepat karena suasana sangat lembut dan jika dirinya berbicara maka akan terdengar oleh orang di dekatnya.
"Ada apa!" Tanya Yoora santai.
"Tidak ada hehehehe....." Balas Elang dengan cengiran nya.
"Apa kau gugup?" Tanya Yoora memastikan karena Elang terlihat berkeringat.
"Hmm ya" Elang mengangguk dengan cepat, Yoora yang melihat itu hanya terkekeh dan mengambil tissue yang ada di saku jas Elang dan mengelapkan nya.
"Ehh..." Kaget Elang.
"Jangan mempermalukan ku!" Sinis Yoora dengan berbisik.
Elang meneguk ludahnya bulat-bulat, ia pikir Yoora akan tetap bersikap lembut padanya namun ternyata tebakan nya salah. Yoora tetaplah Yoora yang tidak ingin kalah, Yoora tersenyum melihat Elang diam dan nampak takut padanya.
"Apa kau tahu siapa 2 wanita tadi?" Tanya Yoora pelan.
"Aku tidak tidak tahu, mereka datang sendiri" Balas Elang dengan santai.
"Benarkah?"
"Hmm, apa kau cemburu karena Lucifer dekat dengannya?" Tanya Elang dengan menaik turunkan alisnya.
"Apa kau pikir aku bodoh? Tentu saja aku cemburu! dia adalah kekasihku!" Kesal Yoora dengan mencubit perut Elang kencang.
"Asswwwww........Hmmfffftttttt....." Elang terus bergumam tidak jelas, cubitan Yoora tidak main-main sakitnya. Yoora yang sudah tahu bahwa Elang akan berteriak pun segera membungkam mulutnya dengan paksa.
"Putri ada apa?" Panik para penjaga.
"Ehh tidak ada hehehe...." Balas Yoora dengan melepaskan tangannya.
Di lihatnya wajah Elang yang nampak memerah, Yoora melototi Elang yang langsung menciut itu. Yoora tersenyum menang melihat Elang yang nampak tunduk padanya.
Di lain tempat, sahabat sahabat nya Yoora tengah tertawa menertawakan kedua nasib sahabat mereka yang sangat berbeda. Elang sendiri terlihat bahagia karena bisa berdansa dengan Yoora namun mereka tidak tahu bahwa Elang Sekarang menjadi bahan pelampiasan Yoora karena amarah nya pada Lucifer.
Sedang untuk Lucifer? Laki-laki itu nampak uring-uringan karena dansa khusus mereka masih belum selesai padahal yang lainnya sudah selesai sedari tadi.
Jangan lupa like dan komen yahhhhhh ❤️❤️❤️
-Nun
ceritamu the best thor... aq dh ksih bunga ya thor