Ini karya pertamaku...
Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.
Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gudang
Al dkk masih berada disolah mereka sedang berada diruang pribadi Al bersama Satria.
"Kalau ginikan kita gak perlu nyuruh orang buat nakutin Sifa" ucap Kevin.
"Iya bener, sekalian kita ketemu sama hantu digudang, gue udah kangen sama mereka" ucap Chandra.
"Gue panggil aja gimana?" usul Al.
"Boleh juga sekalian kalian bilang rencana kalian" ucap Satria.
"Pasti dia udah tau kan dia hantu" ucap Kevin.
"Iya juga ya" ucap Satria.
Al lalu memanggil hantu yang ada digudang, hantu itu adalah teman Al selama ini, dia hantu keturunan pada jaman penjajahan Belanda yang memang disimpan Al didalam gudang sekolah Al supaya dia aman dan dia mau-mau aja.
"Halo kangen sama gue ya" ucap sosok itu.
"Heh monyet ngagetin aja" ucap Kevin.
"Gue hantu bukan monyet" ucap sosok itu.
"Clovis lo dah denger semuakan, gimana bantuinnya" ucap Al kepada sosok yang bernama Clovis.
"Pasti dong Al ku sayang pasti gue bantuin, nanti gue suruh temen-temen gue yang ada digudang gangguin mereka" ucap sosok Clovis.
"Inget nanti setelah 30 menit digudang lo masuk kedalam tubuh Al" ucap Satria.
"Siap bos ku dengan senang hati" ucap sosok Clovis, dia adalah hantu yang gaul jadi dia berbicara dengan bahasa yang gaul jika sedang bersama Al dkk.
"Malam jumat kliwon kan kalian kesini?" tanya sosok Clovis.
"Iya, digudang juga gue udah suruh orang buat pasang CCTV dengan penyadap suara" jawab Chandra.
"Cuman digudang sama didalam toiletkan yang gak kalian pasang kamera CCTV, sekarang gudang dipasang CCTV yey" ucap sosok Clovis senang.
"Ada-ada aja, bang lo disini juga karena nanti orang tua Rizky dkk dan Naila dkk bakal ikut terus ada sekitar 10 siswa dan 10 siswi ikut juga" ucap Al.
"Ya pastilah gue disini" ucap Satria.
Mereka bercanda tertawa diruangan Al sampai tak terasa hari sudah malam, mereka pun pulang kemansion untuk istirahat.
Para orang tua Rizky dkk dan Naila dkk ngotot mau ikut mereka kesekolah malam-malam, mereka takut nanti akan terjadi sesuatu, dan para anak mau tak mau menuruti apa yang diinginkan kedua orang tuanya.
/////////////
Tak terasa hari terus berlalu dan sekarang adalah hari kamis, Al dkk sudah ada disekolah sedari tadi mereka tidak pulang kemansion, mereka memilih beristirahat diruang pribadi Al.
Malam pun tiba sekarang sudah jam 22.50 Rizky dkk, Naila dkk, Sifa dkk, 20 murid, dan orang tua Rizky dkk dan Naila dkk sudah sampai disekolah. Mereka sudah ada ditaman untuk menunggu Al dkk.
"Mereka kemana?" tanya Nisa.
"Pasti takut" ucap Sifa.
"Ini baru jam 22.50 jadi sabar kata merekakan jam 23.00" ucap Naila.
"Tapikan seharusnya nereka udah ada disini" ucap Sifa yang tak dihiraukan oleh Naila.
Tiba-tiba ada suara siulan membuat mereka semua merinding, mereka melihat sekeliling tak ada orang satu pun selain mereka.
"Itu suara apa?" tanya Rere takut.
"Serem juga disini" ucap Rosa melihat sekeliling.
Setelah suara siulan itu tiba-tiba Satria datang dari arah belakang mereka, suara itu seperti kode buat Satria untuk menghampiri mereka semua.
"Kalian sudah datang?" tanya Satria.
"Iya kami sudah datang" jawab Tuan Fikri.
"Tadi ada suara siulan apa kamu dengar Sat?" tanya Nyonya Zahra.
"Nggak tuh Bun" ucap Satria berbohong sambil menggelengkan kepalanya, padahal itu adalah kode untuk Satria.
Tiba-tiba terdengar suara siulan lagi.
"Nah itu suaranya" ucap Tuan Adi.
"Dari arah atas" ucap Satria.
"Pohon maksud kamu Sat?" tanya Tuan Bima.
"Iya Pa, siapa tau itu Al, Chandra, sama Kevin kan mereka biasanya nyantai diatas pohon" jawab Satria.
"Tapi dari tadi Al sama yang lain gak ada disini" ucap Tuan Yuda.
"Tapi dari tadi mereka gak pulang kemansion, katanya mau diam disekolah" ucap Satria.
"Pantes aja mobil mereka gak muncul-muncul" ucap Rizky.
"Tapi kalau kita liat keatas ternyata bukan mereka gimana?" tanya Risa, Satria hanya menaikkan kedua bahunya saja.
Mereka lalu melihat keatas pohon dan benar saja ternyata yang bersiul adalah Al dkk yang berada diatas pohon, mereka tidak menyadari kalau sudah ada orang karena mereka menggunakan headset dan fokus pada gamenya tapi lebih tepatnya mereka menyadafi cuman pura-pura tidak sadar.
"Tuhkan bener" ucap Satria.
"Astaga ngapain diatas sana" ucap Nyonya Zahra.
"Tarzannya gaul main hp" ucap Tuan Bima.
"Zaman modern ya harus gaullah" ucap Tuan Yuda.
"His kalian ini" ucap Nyonya Reva.
"Al, Chan, Vin turun nanti jatuh" ucap Nyonya Selvi.
"Iya buruan turun kesini" ucap Nyonya Laila.
"Kita udah sampai semua nih" ucap Nyonya Rika.
Al dkk pun melepas headsetnya lalu lompat dari atas sana kebawah.
Style Al👇
Style Chandra👇
Style Kevin👇
"Gimana kalian siap?" tanya Sifa meremehkan.
"Selalu siap" jawab Al dkk kompak datar dan dingin.
"Lilinnya kalian bawa?" tanya Risa, Kevin lalu mengeluarkan 1 lilin yang sudah setengah.
"Kenapa gak yang baru?" tanya Fatur.
"Supaya lebih menantang" jawab Kevin.
Mereka menunggu disana sampai jam 00.00 pikiran mereka semua kacau takut terjadi apa-apa dengan Al dkk.
"Lo bakal mati Al, gak mungkin lo akan mampu diam didalam gudang itu"batin Sifa.
"Haduh kalau Al, Chandra, Kevin gagal gimana masa mereka bakal meninggal"batin Naila gelisah.
"Haduh gimana ini sebentar lagi jam 12 malam lagi"batin Rosa.
"Semoga Al, Chandra, Kevin berhasil biarin aja tuh sipara cabe digangguin hantu"batin Risa.
"Semoga lo berhasil Al"batin Rizky.
"Semoga kalian semua berhasil, biarin deh Sifa dkk digangguin hantu dari pada kalian meninggal gara-gara tantangan ini kan gak lucu"batin Dion.
"Kalau Al berhasil berarti Sifa dkk digangguin hantu kalau gak berhasil berarti mereka bakal meninggal"batin Putra.
"Kalau mereka gagal terus beneran meninggal, kan gak lucu kalau ada orang nanya mereka meninggal karena apa dijawab gara-gara masuk gudang"batin Fatur.
"Tenang kita gak bakal gagal, dan lo Ky kenapa lo cuman bilang semoga Al berhasil, lah terus kita gak didoain Ky"batin Kevin.
"Hahah bener juga"batin Satria.
"Jam 23.50" ucap Chandra melihat jam yang ada dipergelangan tangan, semua orang yang mendengar itu reflek melihat jam tangan mereka masing-masing.
"Bang mana laptopnya?" tanya Kevin kepada Satria.
"Nih" ucap Satria memberi laptopnya kepada Kevin, lalu Kevin memberikannya kepada Al.
Al lalu mengotak ngatik laptopnya, setelah selesai dia lalu memberikan kepada Satria kembali.
"Itu dimana?" tanya Risa melihat ruangan yang tak pernah dia lihat dari laptop.
"Gudang" jawab Satria.
Al dkk lalu pergi dari sana tanpa berpamitan terlebih dahulu, sekarang mereka sedang berjalan dikoridor sekolah dengan santai padahal disana sangat gelap.
"Mereka udah disana" ucap Rosa.
"Santai banget mereka" ucap Putra.
"Sok berani" ucap Sifa.
Tiba-tiba ditempat Rizky dan yang lainnya pohon yang tadinya diduduki Al dkk daunnya bergoyang-goyang seperti dibawa angin tapi pohon yang lain sama sekali tidak bergoyang.
"Kok daunnya goyang-goyang?" tanya Nisa takut.
"Pohon yang lain gak kayak gini" ucap Rere yang ikut takut.
"Yaiyalah kan daunnya digerakin sama temennya Clovis"batin Satria.
Semua orang yang ada disana merinding tapi gak dengan Satria, siswa/siswi yang ikut malah live streaming supaya teman-temannya melihat apa yang terjadi.
Al dkk berjalan hampir setengah jalan, tiba-tiba tong sampah yang tak jauh dari mereka jatuh sendiri, orang yang melihat dari laptop terkejut dan takut sedangkan Al dkk masih santai karena memang mereka yang menyuruh teman Clovis berbuat seperti itu.
Al lalu mengeluarkan permen tangkai memberikannya kepada Chandra dan Kevin dan memakannya, bungkusan permen tangkai itu lalu dimasukkan kedalam tong sampah yang terjatuh tadi lalu lanjut berjalan.
Mereka berjalan dikoridor sambil bersiul ria tanpa adanya rasa takut, lilin yang dibawa Kevin meleleh membuat lilin itu semakin kecil.
Akhirnya Al dkk sampai didepan pintu gudang, Kevin lalu memegang ganggang pintu gudang tersebut lalu mendorongnya kedepan. Pada saat sudah terbuka lebar tiba-tiba datang hembusan angin yang sangat kencang membuat rambut Al berantakan, untung saja lilin yang dibawa Kevin tidak mati.
Al dkk lalu masuk kedalam gudang tersebut dan menutup pintunya kembali. Mereka berjalan melihat sekeliling banyak kursi, meja yang sudah rusak disana ada lemati besar juga disana.
Mereka lalu menarik bangku yang masih bisa diduduki yang ada disana lalu duduk dibangku tersebut.
"Ngapain nih?" tanya Kevin yang sudah menyimpan lilin itu dilantai.
"Mabar" jawab Chandra.
Al dkk lalu mengeluarkan ponselnya masing-masing dan membuka aplikasi game yang akan dimainkan.
Saat sedang asik bermain tiba-tiba buku yang ada diatas lemari terjatuh dengan sendirinya.
"Berisik" ucap Chandra masih fokus dengan ponselnya.
"Gangguin aja kita mabar, kalau mau ikut mabar bilang" ucap Kevin yang masih fokus dengan ponselnya.
"Mabar kuy" ucap Al masih fokus dengan ponselnya.
"Ayo dengan senang hati" ucap sosok Clovis senang.
Al lalu mengeluarkan ponsel lain untuk dimainkan oleh sosok Clovis, dan menaruhnya dilantai.
Diposisi Rizky dan yang lainnya.
"Astaga itu bukunya jatuh sendiri" ucap Fatur.
"Apa penunggunya marah" ucap Risa.
"Lah itu malah diajak mabar sama mereka" ucap Putra.
"Kagak ada takutnya sama sekali" ucap Rosa.
"Itu kenapa Al malah nyimpen 1 hp kelantai?" tanya Naila.
"Diajak mabar sama Al" ucap Satria.
"Jadi beneran mereka mau main sama hantu" ucap Risa takut.
"Emang hantunya bisa main?" tanya Putra, Satria hanya menaikkan kedua bahunya.
Balik keposisi Al dkk.
Setelah Al menyimpan ponselnya kelantai sosok Clovis lalu menghidupkan ponselnya dan menekan aplikasi game yang ingin dimainkan.
Mereka bermain game bersama, Rizky dan yang lainnya terkejut melihat ponsel yang disimpan Al dilantai nyala sendiri dan masuk keaplikasi game online.
"I i itu be beneran?" tanya Risa bergetar.
"Wa wah he hebat" ucap Fatur gugup.
"Keren" ucap Rizky.
"Hantunya gaul" ucap Dion.
"Mereka bener-bener gak takut hantu ya" ucap Naila kagum dan takut.
Yang lain hanya diam tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Kata orang hantu digudang itu galak" ucap Rosa.
"Tergantunglah, jika hantunya merasa terganggu ya mereka bakal marah tapi jika mereka merasa aman ya mereka juga gak akan ngapa-ngapain" ucap Satria.
"Iya juga ya, Al juga baik ngajak dia mabar makanya gak marah" ucap Putra mereka hanya mengangguk.
Balik keposisi Al dkk.
"Heh hantu tembak tu ada musuh" ucap Kevin.
"Heh nama gue Clovis bukan hantu" ucap sosok Clovis.
"Nanti mereka curiga dong, gimana kalau manggil ubur-ubur aja untuk sementara"batin Kevin.
"Ubur-ubur awas" ucap Chandra.
"Bagus juga namanya tapi kenapa harus nama hewan sih" ucap sosok Clovis kesal tapi masih fokus dengan ponsel yang diberi Al.
"Jangan banyak omong deh"batin Kevin.
"Iya iya" ucap sosok Clovis.
"Ubur-ubur tempat ini bagus juga ya" ucap Kevin.
"Ya iyalah gue sama temen-temen guekan rajin bersihin ini tempat jadi bagus" ucap sosok Clovis.
"Lo tidur dimana ubur-ubur?" tanya Al.
"Biasanya diatas lemari yang besar itu" jawab sosok Clovis.
"Enak gak diem digudang?" tanya Chandra.
"Enak gak enak sih, tapi biasanya juga gue kan keliaran nyari angin" jawab sosok Clovis.
"Disini lo banyak temen gak?" tanya Kevin.
"Lumayanlah" jawab sosok Clovis.
Diposisi Rizky dan yang lainnya.
Semua orang tampak heran dengan Al dkk karena dimata mereka Al dkk berbicara sendiri tapi tidak dengan Satria, dia bisa melihat sosok Clovis dari laptop.
"Mereka lagi bicara sama hantu" ucap Fatur tidak percaya.
"Keren banget" ucap Dion.
"Kalau gue mungkin udah pingsan" ucap Risa.
"Iya bener kata lo" ucap Rosa.
"Gue gak munafik didepan sok berani padahal didalam hati takut, jadi gue setuju sama lo Ris" ucap Naila menyindir.
Balik keposisi Al dkk.
Mereka sudah selesai bermain game, mereka sekarang sedang melihat sekeliling, membuka buku-buku yang sudah tidak terpakai disana.
Tak terasa mereka sudah 30 menit lebih didalam gudang, sekarang Al sedang duduk diatas lemari bersama sosok Clovis sambil membaca buku, Chandra sedang duduk dilantai gudang dengan kaki diluruskan kedepan sambil bermain ponselnya, sedangkan Kevin sedang berbaring dimeja sambil bermain ponselnya.
"Udah 35 menit kalian disini gue masuk ketubuh Al ya" ucap sosok Clovis.
"Iya masuk aja, kalian pura-pura gak tau"batin Al.
"Siap Al"batin Chandra dan Kevin.
Sosok Clovis lalu masuk kedalam tubuh Al, Al hanya mengangkat kepalanya keatas dengan mata terpejam, setelah sosok Clovis masuk kedalam tubuh Al, Al lalu membuka matanya dan menurunkan kepalanya perlahan. Mata Al yang tadinya biru berubah warna.
Al lalu lompat dari atas lemari itu dengan tubuh yang dikuasai oleh sosok Clovis tapi Al masih bisa mengendalikannya, Al bisa melihat apa yang dilakukan oleh sosok Clovis dan Al juga bisa mencegah apa yang akan dilakukan sosok Clovis.
Al lalu berjalan kearah pintu, Chandra dan Kevin langsung berdiri dan mengikuti Al.
"Al mau kemana?" tanya Kevin pura-pura tidak tau.
"Pulang" jawab Al(sosok Clovis).
"Pulang kemana?" tanya Kevin.
"Udah 30 menit lebih nih, ayo keluar" ucap Chandra.
"Gue ambil lilin dulu" ucap Kevin lalu mengambil lilin yang disimpan dilantai, setelah mengambil lilin Kevin lalu menghampiri Al dan Chandra.
Mereka lalu keluar dari gudang tersebut, berjalan santai tapi beda dengan Al dia berjalan dengan lambat dengan tatapan kosong, lalu dia berlari kencang dan mau tidak maau Chandra dan Kevin mengejarnya karena mereka tau itu adalah sosok Clovis bukan Al.
Setelah berlari Al berjalan santai seperti tak terjadi apa-apa, Chandra dan Kevin berada dibelakang tubuh Al.
"Kurang kerjaan lo sumpah"batin Kevin kesal.
"Sekali-sekali gak apa-apalah iya gak Al"batin sosok Clovis.
"Sembarangan lo gak apa-apa, ntar gue yang pegel"batin Al.
"Gue bunuh lagi mau gak lo ngeselin jadi orang"batin Chandra.
"Dia bukan orang dia hantu"batin Kevin.
Akhirnya mereka sampai ditempat yang tadi dipakai mereka semua berkumpul, semua orang yang ada disana melihat mereka bertiga.
"Ngapain kalian udah kesini?" tanya Sifa.
"Udah lewat 40 menit, kita keenakan disana jadi kelebih" jawab Kevin cuek.
"Kalian gak takut diam disana?" tanya Risa.
"Gak" jawab Chandra dan Kevin, Al tidak menjawab dia hanya menatap mereka kosong.
"Al kamu kenapa?" tanya Nyonya Zahra melihat Al. Tak ada jawaban dari Al dia hanya tersenyum miring dengan tatapan kosong.
"Heh lo ubur-ubur ya?" tanya Kevin. Al hanya mengangguk pelan sambil tersenyum miring.
"Ja jadi di dia bukan Al?" tanya Rosa ketakutan.
"Bola mata Al beda" ucap Chandra datar dan dingin. Semua orang reflek melihat bola mata Al yang tak lagi menjadi biru.
"Ja jadi dia dirasuki ha hantu yanh ada digu gudang?" tanya Fatur takut yang dapat anggukan dari Chandra dan Kevin.
"Seperti yang gue bilang kalau kita berhasil Al akan dirasuki oleh salah satu hantu yang ada disana" ucap Chandra datar.
"Kalian akan jadi mainan kami" ucap Al dengan suara yang sangat menyeramkan menunjuk Sifa dkk membuat mereka takut, dari nada suaranya mereka tau kalau yang merasuki Al adalah hantu laki-laki.
"Ja ja jangan gang ganggu kami" ucap Nisa yang sudah gemetaran.
"Tidak bisa, dia yang sudah memberi tantangan kepada mereka ini, dan gadis cantik ini meminta taruhan seperti itu maka kami akan turuti" ucap Al tersenyum smrik. Maksudnya dia adalah Sifa, mereka adalah Al dkk dan gadis cantik adalah Al.
"A apa ti tidak bi bisa diubah?" tanya Rere takut.
"Jika mereka gagal apa kalian akan meminta kepada kami untuk tidak membunuh mereka, tidak bukan malah kalian akan senang karena musuh kalian berkurang" jawab Al.
"Tenang saja kami hanya mengganggu kalian tidak membunuh kalian" ucap Al lagi, lalu tubuhnya seperti ingin jatuh kebelakang untung saja Chandra dan Kevin langsung memegang tubuh Al.
Sosok Clovis keluar dari tubuh Al, Al sekarang sudah sadar dan berdiri tegak. Sosok Clovis lalu duduk dibahu Al melihat semua orang.
"Udah hampir jam 1 malam lebih baik kalian pulang" ucap Kevin.
"Lah kok kalian emang lo gak mau pulang?" tanya Fatur.
"Masih ada urusan" ucap Kevin.
"Perasaan urusan mulu" ucap Putra.
Tiba-tiba ada yang menelpon Al.
ANGKAT TELPON GUE AL
Al lalu mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelpon ternyata Bagas dia langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum" ucap Bagas.
"Waalaikum salam, kenapa bang?" tanya Al.
"Besok ada yang nantangin lo nih balapan" jawab Bagas.
"Ok nanti besok gue kesana, ada lagi bang?" tanya Al.
"Ada karyawan yang ngambil jam tangan terbaru tanpa membayarnya" jawab Bagas.
"Lo bisa urus gak kalau gak gue kesana sekarang" ucap Al.
"Bisa deh kayaknya tapi kalau lo mau kesini juga gak apa-apa sih" ucap Bagas.
"Yaudah gue kesana, besok ketemu ditempat biasa jam seperti biasa" ucap Al.
"Siap gue tunggu diruangan gue ya" ucap Bagas lalu mematikan telponnya.
"Siapa?" tanya Kevin.
"Bagas" jawab Al.
"Lebih baik kalian pulang besok kalian harus sekolah" ucap Satria kepada siswa/siswi yang ada disana.
"Baik pak" jawab mereka bersamaan lalu pergi dari sana.
"Bunda, Ayah, Mama sama Papa juga lebih baik pulang udah malam banget ini" ucap Satria.
"Kalian juga harus pulang" ucap Nyonya Zahra.
"Kita pulang kok" ucap Al dkk dan Satria.
"Yaudah kalau gitu kita bareng aja kan satu arah" ucap Tuan Rian.
"Nah kita pulangnya gak kesana mau kemansion yang dekat sini aja karena dimansion dekat sini ada abang kita" ucap Kevin.
"Kalau gitu kalian hati-hati" ucap Nyonya Zahra.
"Iya Bunda, Ayah, Mama, Papa juga hati-hati" ucap Al dkk.
"Kita pamit dulu ya" ucap para orang tua Rizky dkk dan Naila dkk.
"Iya" jawab Al dkk dan Satria.
Mereka semua lalu pergi dari sana sedari tadi Sifa hanya diam dengan wajah yang pucat.
"Lo ikut gak?" tanya Al.
"Ikut mau ke mall kan nemuin Bagas?" tanya sosok Clovis.
"Iya, yaudah ayo berangkat" ucap Al lalu berlari membuat sosok Clovis terjatuh dari bahu Al karena belum siap.
"Hahahah sukurin lo" ucap Chandra tertawa terbahak-bahak, sama seperti Kevin dan Satria, Al lalu berhenti berlari dan melihat kebelakang sambil menahan tawanya.
"Hahahah sumpah ngakak" ucap Kevin sambil memegang perutnya.
"Hahaha kasian gue sama lo" ucap Satria tertawa.
"Pfttt ayo buruan hahah" ucap Al tertawa kecil lalu pervi keparkiran.
Chandra, Kevin, dan Satria menyusul Al sambil tertawa, sosok Clovis menyusul dengan muka cemberut dia terbang kearah parkiran dan setelah sampai dia langsung masuk kedalam mobil Al.
***Bersambung***
kalau disimpan keknya rada ganjal