VENUS ANGEL Seorang artis terkenal rela menjadi NERD hanya untuk menjalankan misi pembalasan dendam pada pelaku pembantaian keluarganya yang terjadi beberapa tahun silam.
Mencari pelaku ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Penuh MISTERI, TEKA TEKI bahkan adanya sebuah RAHASIA.
Dalam misi pembalasan dendamnya, ia malah sering mendapatkan ancaman yang tentunya membayakan nyawanya sendiri. Siapa sangka, ternyata pengancam itu adalah orang yang paling ia sayangi.
Dapatkah dia menemukan pelakunya? Apakah ia bisa membalaskan dendamnya? Dan bagaimana dengan kisah cintanya?
Untuk tahu lebih lanjut, Ikuti terus kisahnya yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ghibah
"Bu, saya janji akan belajar lebih giat lagi, tapi saya mohon jangan suruh dia buat jadi guru les saya. Yang ada saya bukannya pintar malah makin bod*h." Ucap Langit
"Heh. Maksud lo, gue gak pintar gitu. Enak aja lo bilang." Kesal Venus ketika mendengar ucapan Langit barusan
"Gue gak bilang gitu. lo sendiri yang mengatakan itu." Ketus Langit membuat Venus semakin geram
"Ibu liat sendiri kan, dia ngatain saya bu. Saya ga mau jadi guru les dia." Ujar Venus menatap bu Naomi penuh harap sembari menunjuk Langit yang berada di sampingnya
"Langit, dari dulu kamu selalu janji begitu, tapi apa buktinya? Nilai kamu tetap saja di bawah rata rata. Apa kamu ga niat untuk sekolah." Seru bu Nilam dengan nada yang sedikit meninggi karena kesal
"Saya niat sekolah kok bu." Ucap Langit pelan sembari menunduk karena takut untuk menatap mata bu Nilam yang sedang marah
"Mulai sekarang Venus akan jadi guru les kamu." Tegas bu Nilam
"Tapi bu saya tidak mau." Ucap Venus
"Gak ada tapi tapian. Kalo kalian berdua tidak mau, maka ibu tidak akan memberikan kalian nilai." Ancam bu Nilam membuat keduanya hanya bisa pasrah dengan keputusan itu
"Baik bu." Ucap keduanya menunduk
"Langit, minggu depan kamu remidial ulangan, Ibu mau nilai kamu lebih baik dari pada ini." Ucap bu Nilam menatap Langit yang masih menunduk
"Saya akan mengusahakannya bu." Balas Langit
"Bukan akan mengusahakan tapi harus di usahakan." Tegas bu Nilam
"Sekarang kalian keluar dari ruangan saya, dan segera lakukan perintah ibu tadi." Tambah bu Nilam
"Iya bu."
Kemudian Venus dan Langit segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu dengan muka yang kesal.
"Gara gara lo, gue jadi kena imbasnya kan." Gerutu Venus yang berjalan di samping Langit
"Gue juga gak mau kayak gini kali." Ucap Langit frustasi sedangkan Venus terus berdecak kesal
"Pulang sekolah ke mansion gue." Seru Langit
"Gak bisa, gue ada janji sama temen gue." Ketus Venus tanpa menatap lawan bicaranya
"Ya tinggal batalin aja, apa susahnya sih? Lo tahu kan gue cuma di kasih waktu satu minggu dan itu bukan waktu yang lama." Ujar Langit dengan menatap Venus
"Masih ada besok kan? Gue gak bisa ingkar janji." Ucap Venus yang berhenti melangkah dan menatap Langit
"Gue gak menerima penolakan. Kalo lo tetep gak mau, gue aduin sama bu Nilam." Ancam Langit sembari membalikkan badan berniat menemui bu Nilam
"Iya iya, gue ikut lo." Seru Venus kesal membuat Langit berhenti melangkah dan tersenyum penuh kemenangan
"Gitu kek dari tadi." Ucap Langit setelah kembali menatap Venus
"Lo bawa mobil gak?" Tanya Langit
"Lo mau ngejek gue? emang lo pernah liat gue bawa mobil?" Tanya balik Venus dengan ketus dan dia tentu berbohong
"Heheh... Sorry, baperan amat sih jadi cewek." Ucap Langit cengengesan sedangkan Venus hanya memutar bola matanya malas
"Oke, berarti nanti lo langsung pulang bareng gue." Finish Langit
"Terserah." Ucap Venus pasrah, karena ia juga tidak mungkin bisa menolaknya lagi.
Setelah mengatakan itu Venus langsung pergi menuju kelasnya meninggalkan Langit disana sendirian.
"Huhh... Ujian apa lagi ini Tuhan? Masa iya gue harus belajar sama dia." Ucap Langit mengeluh menatap punggung Venus yang semakin menjauh
Langit pun melangkahkan untuk menyusul Venus karena pelajaran bel masuk sudah berbunyi dari tadi, jadi bisa di pastikan jika dikelas mereka sudah ada guru yang mengajar.
Kring... Kring... Kring....
Bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa langsung berhamburan keluar kelas untuk bisa segera pulang ke rumah masing masing.
Saat Venus dkk sedang berjalan tiba tiba ada seseorang yang memanggil Venus xan tentunya Venus sudah bisa menebak siapa orang itu.
"Venus." panggil orang itu membuat Venus berbalik menatapnya dengan sangat malas
"Apa?" Tanya Venus ketus karena orang tadi adalah Langit
"Lo gak lupa kan? Lo pulang sama gue." Ucap Langit membuat Naya dan Glenca terkejut bukan main, karena emang Venus belum menceritakan semuanya pada mereka
"Hah?! Lo serius Ven?" Tanya Naya untuk memastikan bahwa pendengarannya tidak salah
"Terpaksa." Seru Venus dengan ketus
"Kenapa bisa gitu?" Tanya Glenca yang belum mengerti
"Gue disuruh bu Nilam buat jadi guru les dia." Jelas Venus berterus terang dengan malasnya
"Apa?!" Pekik mereka berdua
Glenca segera menarik Venus agar sedikit menjauh dari sana dan diikuti Naya.
"Terus kita gak jadi gitu?" Tanya Glenca sedikit berbisik dan juga kesal karena tidak jadi shopping bareng
"Kalo kalian mau shopping tetep boleh kok." Ujar Venus yang mengerti kekesalan sahabatnya itu
"Tapi kan katanya lo yang mau traktir kita, masa lo gak ikut." Ucap Naya
"Sorry, tapi gue emang gak bisa. Bentar." Ucap Venus kemudian dia membuka dompet yang ada di tasnya kemudian mengambil sebuah Gold card miliknya
"Nih, kalian gunain sepuasnya aja nanti pinnya gue chat." Ujar Venus sembari menyerahkan gold card itu pada Naya
"Kita jalannya nunggu lo aja." Ucap Naya yang diangguki Glenca
"Gue kayaknya bakal lama, Kalian aja yang shopping, gue lain kali aja." Tukas Venus
"Woii,, malah pada ngerumpi." Ucap Langit sedikit berteriak pada Venus dkk
"Iya iya bawel banget sih jadi cowok." Ketus Venus
"Beneran, ini gak papa kita bawa?" Tanya Naya memperlihatkan gold card milik Venus
"Bawa aja, gue harus pergi sekarang. Tuh cowok cerewet banget dari tadi." Seru Venus kemudian mereka bertiga kembali ke tempat Langit berdiri
"Kalian ngomongin apa sih, sampe menjauh gitu. Pasti kalian ghibahin gue kan?" Tanya Langit penuh rasa kecurigaan
"Iya, kita ghibahin lo karna gara gara lo, Venus gak jadi pergi sama kita." Ketus Glenca
"Napa gue yang di salahin? Kalo mau nyalahin, tuh salahin bu Nilam aja." Ujar Langit tak kalah ketus
"Mau pergi sekarang atau gak?" Tanya Venus
"Sekarang." Finish Langit kemudian mereka berdua langsung memasuki mobil Langit sedangkan Glenca dan Naya pergi keluar gerbang sekolah.
"Lo ngapain di belakang? Duduk didepan, emang gue supir lo apa." Ketus Langit yang melihat Venus duduk di kursi penumpang
Venus hanya berdecak kesal kemudian dia turun dari mobil, dan masuk lagi untuk duduk di samping kursi pengemudi.
Melihat Venus yang sudah masuk, Langit dengan segera melajukan mobilnya menuju mansion.
**Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa kasih Likenya yaa...
Salam manis dari author**...