♡LOVE IN VALMOR♡
2 Hati
2 Kutukan
2 Jiwa
2 Galaxi
Semuanya sangatlah berbeda dibandingkan dengan Cinta dan Benci...
sehingga aku merasa bahwa Cinta itu adalah Benci dan Benci itu adalah Cinta...
Karena keduanya mengalir dalam darahku...berhembus dalam nafasku...dan berdetak dalam jantungku...
Namun...seluas jagat raya dan dengan jarak 300 juta tahun cahayalah aku mencintaimu...hingga pada akhirnya salah satu galaxi kita menyerah akan Cinta kita...
Menyatukan kita dengan kebencian, air mata dan bahkan kutukan yang berubah menjadi sebuah Cinta abadi...karena Valmor dan Bumi...adalah bukti Cinta kita...
"Bumi atau Valmor?...dimanakah tempatku yang sebenarnya?...begitu banyak Benci yang kuterima namun hanya ada 1 Cinta yang kuterima...Cinta yang berubah menjadi Benci akan selalu menjadi momok yang menyakitkan dan memunculkan sebuah kutukan atas hancurnya hati seorang Cinta...begitulah aku terlahir...Alena Vins seorang gadis terkutuk yang membenci kutukannya" (Alena Vins)
"Kita berbeda dan tak akan mungkin bersama...2 dunia dan 2 kutukan yang sulit disatukan...yang hanya akan berakhir air mata...jangan berlari...jangan menghilang dan jangan pergi...biar aku yang berlari...menghilang dan pergi...seperti angin yang berhembus tanpa meninggalkan jejak...agar penyesalan tak lagi meliputiku dengan gelapnya kutukan" (Avan Valmor)
⚠️Jangan lupa Bintang 5, Like, Komen & Vote nya ya🤗💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NAHDA_SHANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAGE 18 : Alena vins bukanlah tersangka
♡LOVE IN VALMOR♡
Kecanggungan menyelimuti malam mereka...dan pada akhirnya mereka pun tertidur...
-
-
-
Tibalah hari yang cerah dengan kicauan burung terdengar samar dari kamar mereka...
Perlahan Avan yang telah terbangun duluan dari tidurnya...ia melangkah untuk mandi dan juga meninggalkan kamar tersebut dengan hening...
"Selamat pagi tuan putri!" (Ucap Pelayan Furi sambil tersenyum menatap Alena yang masih tertidur)
Mendengar suara Furi...Alena pun terbangun dan menatap bingung ke arah Furi yang tersenyum lebar menatapi dirinya...
"Furi?...ada apa?...kenapa kau masuk kedalam kamarku pagi-pagi sekali?" (Tanya Alena dengan kantuknya)
"Maaf tuan putri...aku tersenyum karena bahagia...malam bulan Putri dan juga Pangeran pasti berjalan lancar" (Tersenyum Furi sambil menatap Alena dan samping Alena)
Alena pun menoleh kearah sampingnya...dan terkejut ketika melihat bercak darah ada dikasur dirinya...
"A..apa ini???" (Teriak Alena dengan terkejut)
"Itu adalah tanda Malam bulan Putri dan juga Pangeran berjalan dengan semestinya...dan sekarang pagi ini tuan putri harus membersihkan diri di danau Weras"
"Ta..tapi semalam aku dan pangeran...." (Gugup Alena mengatakannya sambil menatapi bercak darah tersebut dengan bingung)
Karena nyatanya semalam dirinya dan juga pangeran Avan tidak sampai melakukan hal yang Furi pikirkan saat ini...
Disisi lain...BUMI...
Berbeda waktu dengan negeri Valmor...per 1 hari di negeri Valmor sama dengan 2 hari dibumi...kini dibumi sudah 12 hari lamanya Alena menghilang...Terlihat Merin dan juga Dylon yang berada dipojokan sebuah ruangan besar...
"Sudah 12 hari lamanya artis besar Alena Vins menghilang dan pihak kepolisian belum juga menemukan titik terang atas hilangnya Alena...namun...hari ini kepolisian akan angkat bicara soal kelajutan kasus tersebut dalam jumpa pers hari ini!!" (Ucap seorang reporter)
Suara jepretan kamera pun terdengar sangat bising kini disebuah ruangan besar tersebut dengan puluhan wartawan yang telah menantikan kepolisian yang akan memberikan klarifikasi atas kasus Alena yang menghilang...
Kaluarlah beberapa polisi kedalam ruangan tersebut salah satunya adalah Polisi yang memegang kasus hilangnya Alena dan kasus pembunuhan yang terjadi pada Malvin yaitu Letnan Harif...
"Selamat Siang semuanya...hari ini tanggal 19 Juni saya akan memberikan informasi terbaru atas kasus yang saat ini kami tangani...khususnya hilangnya artis besar Alena Vins beserta keluarganya" (Ucap Letnan Harif dengan bijak dihadapan para wartawan)
Letnan Harif pun membuka lembaran kertas yang berada dihadapannya dan membacanya dengan ekspresi wajahnya yang muram...
"Kami...Tim pencarian telah menemukan keluarga Alena...yaitu...Ibu Ayah dan juga Paman Alena...kami sangat menyesali harus mengatakan ini...namun inilah yang harus kami beritahukan kepada khalayak sekalian agar meluruskan kasus yang kami selidiki" (Ucap Letnan harif sambil menatap Merin dan Dylon yang menatapi dirinya dari pojokan)
Dylon dan Merin hanya pasrah dengan apa yang akan mereka dengar dari Letnan Harif...terlihat Merin dengan matanya yang berkaca-kaca tiba-tiba dirinya pun menggenggam tangan Dylon dengan kuat...
"Pada tanggal 5 Juni pihak rumah sakit menyatakan bahwa Malvin Diandra telah menghembuskan nafasnya yang terakhir...pada tanggal 8 Juni pihak kerabat Alena Vins menyatakan bahwa Alena menghilang beserta keluarganya...dan pada tanggal 10 Juni kami telah menemukan 3 jasad didesa Tindai...dengan luka dimasing-masing perut mereka bekas tikaman dan juga...tubuh mereka 30% terbakar disembunyikan dan dikubur disalah satu kebun warga desa Tindai...kemudian...tepat pada tanggal 15 Juni kami telah mendapatkan identifikasi atas 3 jasad tersebut...yang tidak lain adalah Ibu Ayah dan juga Paman Alena Vins!!" (Ucap Letnan Harif dengan suram)
Seketika tubuh Merin pun terguncang dan lemas...dia dan Dylon pun menangis ...
Para wartawan seketika ramai menanyakan banyak hal dengan kebisingan dari jepretan kamera mereka...
"Lalu bagaimana dengan Alena?...apakah dia sudah ditemukan?"
"Apakah orang tua dan pamannya dibunuh oleh Alena sendiri?"
"Apakah kepolisian akan menghukum mati Alena?"
"Apakah Alena akan dihukum mati?..karena ia telah membunuh banyak orang dan melarikan diri"
Semua pertanyaan dari para wartawan kebanyakan menyalahkan dan menyudutkan bahwa Alena lah yang telah membunuh keluarganya sendiri...
"Hentikan!!!...kalian harus dengarkan hingga akhir...jangan langsung menyalahkan satu pihak!" (Jelas salah satu polisi yang berada disamping Letnan Harif dengan tegas)
Para wartawan pun kembali redam dan Letnan Harif pun melanjutkan pembicaraannya...
"Saya akan katakan dengan tegas kepada seluruh masyarakat terlebih untuk para wartawan yang sangat berperan penting untuk menyebarkan info ini...kami telah menyelidikinya dan bahkan sejak awal mencurigai beberapa orang...hingga kini kami berhasil mendapatkan kebenaran tersebut...bahwa...keluarga Alena telah dibunuh oleh beberapa warga desa Tindai...dan salah satu kenalan Alena Vins yang berinisial 'J' rupanya yang telah menjebak Alena berada diposisi pada malam itu bersama Malvin...kami sudah mengambil tindakan tegas atas pembunuhan yang dilakukan beberapa warga desa Tindai dan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh 'J' kepada Malvin...untuk hilangnya Alena Vins kami mendapatkan kesaksian dari salah satu warga desa yang sempat mengikuti Alena bersama pamannya...dia mengatakan memang Alena terakhir terlihat didanau Tindai bersama Pamannya yaitu Zeka...namun dia juga mengatakan bahwa setelah Alena pergi kedanau tersebut...Alena tak terlihat hingga saat ini...dan lebih tepatnya...Alena menghilang di danau tersebut...sudah 11 hari ini kami telah melakukan penyisiran pada danau Tindai dan sekitar desa Tindai untuk mencari jasad atau apapun jejak dari Alena...namun...kami hanya mampu mendapatkan sisa-sisa serpihan perahu yang kami duga adalah perahu yang dinaiki Alena...dan informasi yang kami dapatkan dari kerabat terdekat Alena...sejak kecil Alena tidak bisa berenang!" (Ujar Letnan Harif dengan tegas)
Letnan Harif pun berdiri dari duduknya dan menyalakan sebuah video di Televisi yang tersebar diruangan tersebut...
"Ini adalah barang-barang atau serpihan yang kami temukan didanau tindai...kami akan memberikan info terbaru dan keputusan terbaru kami tentang kasus yang dialami Alena Vins...bahwa...kami telah menetapkan bahwa Alena Vins bukanlah tersangka pembunuhan melainkan korban...kami beri keputusan ini atas beberapa hal yang kami selidiki dalam 11 hari ini...yaitu...Alena tidak terlihat keluar negeri dari catatan penerbangan maupun CCTV yang kami pantau dalam 11 hari ini...Keluarga Alena telah dibunuh oleh beberapa warga Tindai yang padahal keluarga Alena bisa menjadi saksi atas kecurigaan masyarakat bahwa Alena adalah pembunuh...dan hingga kini kami pun tidak menemukan bukti bahwa kematian malvin disebabkan oleh Alena Vins...karena hasil otopsi jenazah Malvin...kami menemukan racun yang sama seperti yang dimiliki oleh 'J' yaitu Tetrodotoksin dengan kadar tinggi...kami telah menyelusuri bahwa beberapa hari sebelum malam dimana Malvin meninggal rupanya 'J' menyatakan cintanya pada Alena Vins...namun Alena menolaknya dengan alasan ia menanggap bahwa 'J' adalah pamannya...dengan ini kami memberi kesimpulan bahwa yang dilakukan oleh 'J' atas dasar balas dendam karena cintanya yang ditolak oleh Alena Vins...dan yang terakhir...kami telah putuskan hal ini karena Alena dan keluarga besarnya tidak memiliki catatan kejahatan...kasus ini seharusnya telah melakukan sidang yang akan dihadiri Alena...namun...dengan hilangnya Alena dan terkumpulnya beberapa bukti yang kami dapatkan...maka kami bisa mengatakan bahwa...Alena Vins bukanlah pelaku pembunuhan yang terjadi pada Malvin Diandra...melainkan korban pencemaran nama baik...dan juga korban pembunuhan yang dialami keluarganya" (Tegas letnan Harif mengatakannya)
Bisik para wartawan yang terkejut mendengarkan ucapan letnan Harif kepada mereka...
"Berarti...selama ini Alena dan juga keluarga telah menjadi korban atas pembunuhan yang dilakukan 'J'?"
"Siapa 'J' sebenarnya?...apakah 'J' yang dimaksud adalah direktur Wezert Entertainment yaitu Jerry Karvio?"
"Apakah para warga Tindai akan dihukum mati?...mereka sudah sangat keterlaluan!"
"Lalu bagaimana dengan Alena dan keluarganya?...mereka telah banyak dihina dan disudutkan oleh masyarakan dan bahkan para fans Alena sendiri!!"
Tanya para wartawan yang merasa bersalah dengan apa yang mereka lakukan selama ini kepada Alena...
"Apakah sekarang mereka menyesali apa yang pernah mereka ucapkan dan lakukan kepada Alena??...itu sama sekali tidak ada gunanya!!!" (Ucap Merin dengan kesal dan menangis)
Merin pun berlari keluar dari ruangan tersebut...
"Merin!!!" (Teriak Dylon yang mengejar Merin)
Beberapa saat kemudian disebuah taman luas...
"Merin!!..." (Ucap Dylon yang menatapi Merin menangis terisak-isak)
"Setelah semua yang mereka lakukan terhadap Alena...dan sekarang mereka menyesalinya?...untuk apa???...untuk apa???...sekarang kita bahkan tidak tau Alena ada dimana...dia masih hidup atau tidak!...terlambat...semuanya udah terlambat!!!...aku sangat mengenal Alena...dia pasti ketakutan...dihari itu aku...aku lah yang mengantarnya ke desa itu!...dia pasti menyaksikan kejadian yang dialami orang tuanya!!!" (Teriak Merin dengan menangis)
"Rin tenang rin!!...aku tau apa yang kamu katakan...tapi setidaknya semuanya telah jelas...mereka semua tau bahwa Alena tidak bersalah...sekarang...tugas kita adalah mencari Alena dan berdoa...semoga Alena bisa ditemukan secepatnya" (Ujar Dylon sambil memeluk Merin)
Disisi lain...Istana Valmor...kamar ratu Valerin...
Terlihat Putri Veraham duduk didekat Ratu Valerin dengan tatapannya yang bingung...
"Veraham...ada apa nak?...kenapa kau terlihat bingung?" (Tanya Ratu Valerin kepada Veraham)
"Ibunda...sebenarnya ada yang sedang kupikirkan sejak beberapa hari ini...tapi aku takut mengakatakannya kepada Ibunda" (Jawab Veraham dengan ragu)
"Katakan...kau tidak perlu takut"
"Se..Sebenarnya...aku mencurigai Putri Alena...dia tidak terlihat seperti gadis pada umumnya...terlebih dia bukan berasal dari keluarga bangsawan...tapi entah kenapa dia terlihat seperti seorang putri bangsawan...aku juga terkadang melihatnya bertingkah aneh seperti orang yang baru keluar dari hutan...dia terlihat seperti baru mengenal negeri Valmor" (Ujar Veraham dengan serius menatap Ratu Valerin)
Terdiam Ratu Valerin mendengar ucapan Veraham kepadanya...
"Ibunda...aku takut...kalau...sebenarnya...putri Alena adalah seorang putri bangswan yang berniat buruk untuk Valmor dan bahkan berbahaya untuk kak Avan" (Bisik Veraham dengan serius menatap Ratu Valerin)
"Vera...yang kau ucapkan tidak mendasar...tabib Nars sendirilah yang mengatakan bahwa Alena adalah seorang anak yatim piatu dan dirawat sejak kecil dikota Alkansa...mungkin dia memang terlahir sempurna sejak kecil...bukankah itu sebuah anugerah baik dari sang syaro?" (Tersenyum Ratu Valerin menatap Veraham)
"Lalu bagaimana dengan benda yang kutemukan ini??" (Saut Veraham sambil menyodorkan sebuah pulpen dihadapan Ratu Valerin)
"I..ini...?"
"Ibunda aku menemukan benda ini dikamar Putri Alena...dan setelah kuperhatikan benda ini bersifat benda tajam...untuk apa seorang putri menyimpan benda tajam dikamarnya?...dan benda ini terlihat sangat asing...aku juga pernah melihat benda asing lainnya pada saat pernikahan kak Avan dengan Alena...aku melihat salah satu tabib muda temannya Alena memegang benda yang sangat Aneh! " (Ujar Veraham dengan serius)
"Benda ini!!!" (Saut Ratu Valerin dengan terkejut melihat pulpen yang Veraham tunjukan padanya)
"Apakah ibunda tau benda apa ini?"
"Benda ini berasal dari Bumi!!!" (Ucap Ratu Valerin dengan gemetar)
"A...apa??...Bumi!!" (Ucap Veraham dengan takut)
Seketika Ratu Veraham terbangun dari duduknya dan terlihat ketakutan...
》》》》》》》
jangan 2 2 nya di embat dong.
serakah banget
berasa anak dan orang tua muka muda semua
apa lagi anak nya
oh..akuu irii