Sebuah pencarian, dari rindu-rindu yang bertebaran.
Seorang remaja laki-laki, bernama Teorama, yang hampir "Mati" oleh rasanya yang dikhianati. Ia berpikir jauh tanpa kendalinya sendiri.
Ia terus mencari dan mencari apa arti rindu yang sebenarnya, di dalam sebuah keraguan, ia terus mencoba mencari sebuah kepastian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Vicky Nihalani Bisri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH - 35
Setelah malam obrolan itu, Sela dan Risa pun beristirahat, Risa tidur di kursi tunggu di dalam kamar tersebut, sementara Sela tidur di sebelah Rama.
Tak lama dari tak sadarkan dirinya Rama, dia terbangun di pagi itu, sekitar pukul 6 pagi, yang di mana Sela dan Risa masih tertidur.
"Di mana aku," batin Rama
Ia mengecek sekelilingnya, dan ternyata ada infus di tangannya, ia melihat Sela, sedang berbaring di sebelahnya. Kemudian ia menatap Sela seraya berkata
"Maafin aku, udah ngerepotin kamu lagi, Sel," Sembari ia mengusap kepala Sela pelan-pelan
Ternyata, Risa baru saja terbangung, mendengar ada pergerakan dari kasur Rama, ia takut Rama terjatuh atau apa. Risa tidur di kursi ruang tunggu yang dibalik dinding dari kasur Teorama dirawat, jadi Teorama tak dapat melihat Risa di sana karena terhalang oleh dinding. Risa yang kemudian berdiri dari kursi nya ingin melihat ke arah Rama, malah melihat Rama yang baru saja tersadar dari pingsannya tadi malam, dan ia mengelus kepala Sela dengan begitu pelan. Seketika hati Risa begitu hancur sehancur-hancurnya. Ia kembali mundur perlahan, duduk di kursi tunggunya, kemudian ia pun menangis tanpa suara, sekedar menjatuhkan air matanya saja.
Rama yang kemudian berhenti mengusap kepala Sela, ia memandang langit-langit kamarnya di rumah sakit tersebut, seraya berkata
"Aku hilang kendali lagi, ya," batin Rama
Sela pun terbangun, tak lama daripada itu, ia melihat Rama yang juga terbangun pagi ini
"Ram, kamu udah sadar?" ucap Sela kepada Rama
"Iyaa Sel, barusan aku sadar," ucap Rama kepada Sela
"Ohh syukurlah Ram," balas Sela kepada Rama
"Oh ya, aku minta maaf ya, udah ngerepotin kamu untuk kedua kalinya, maafin aku," ucap Rama kepada Sela
"Apaan sih Ram, ga ada kamu ngerepotin aku kok, udah ga usah minta maaf," jawab Sela kepada Rama yang meminta maaf kepadanya
Tak lama dari perbincangan mereka berdua, terdengar suara pintu terbuka. Ya, itu Risa, ia berlari keluar kamar tersebut, tidak sanggup melihat keakraban mereka berdua. Ia cemburu secemburu-cemburunya.
*Suara Pintu Dibuka*
"Kak," sahut Sela ke arah kursi dibalik dinding tersebut, tapi tak juga di jawab, akhirnya ia berdiri dari sana
"Kak? Maksudnya Sel?" tanya Rama kepada Sela
"Iyaa ada kak Risa, Ram, dia dateng tadi malam ke sini waktu kamu belum sadar, sebentar ya aku cek dia di mana," ucap Sela kepada Rama sembari meninggalkan Rama, menuju ke arah kursi depan tersebut.
"Lho, kok ga ada, ke mana kak Risa," batin Sela melihat kursi yang di depan, dibalik dinding dari arah kasur Teorama tersebut
Ia berjalan keluar, melihat kiri dan kanan, tidak ada ada kakaknya sama sekali di sana, kemudian ia bingung dan khawatir, di mana kakaknya saat ini.
Ia kembali ke dalam kamar tersebut, ia ambil ponselnya, kemudian ia menelepon kakaknya.
Risa yang sedang menangis di dalam mobilnya, melihat notifikasi di ponselnya, ternyata Sela yang meneleponnya. Lalu ia hapus air matanya, dan mulai mengatur nafasnya, baru ia mengangkat telepon dari adiknya tersebut.
"Halo, kenapa dek?" ucap Risa kepada Sela dalam telepon tersebut
"Kakak di mana, Rama baru sadar nih," tanya Sela kepada Risa
"Ohh kakak lagi di luar, sebentar ya, lagi beli sarapan, kamu mau sarapan apa? Sekalian kakak beliin," ucap Risa kepada Sela sambil menutupi air mata dan rasa cemburu terhadap adiknya sendiri
"Terserah kakak aja deh, jangan lama-lama ya kak," ucap Sela kepada Risa
"Iyaa dek," ucap Risa sambil mematikan telepon dari Sela
"Ih kakak sama aja kek dulu, pasti langsung main matiin aja telepon orang, ga salam dulu," batin Sela
ceritanya bagus 👍