Bunga adalah gadis piatu malang yang menjalani hidupnya dalam penderitaan meski pun dia tinggal bersama ayah kandung dan keluarga barunya.
Menderita dalam diam tapi Bunga bukan orang yang lemah.
Di kemudian hari Bunga berhasil membongkar rahasia kelam sang ayah sekaligus merebut haknya yang dirampas.
Awalnya Bunga mengira penderitaannya berakhir. Tapi ternyata masih ada luka lain yang akan mengoyak hatinya.
Mampu kah Bunga menyembuhkan semua luka di hatinya ...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Melapor Ke Polisi
Ibu Edo siuman setelah hampir dua jam pingsan. Saat siuman dia terkejut mendapati dirinya di kamar bersama suaminya.
" Akhirnya Kamu siuman juga Bu," sapa ayah Edo sambil tersenyum.
" Berapa lama Aku pingsan Yah ...?" tanya ibu Edo sambil berusaha bangkit dari posisi berbaringnya.
" Sejak Aku temukan sampe sekarang ya hampir dua jam. Emang Kamu kenapa Bu ?. Apa Kamu sakit ?" tanya ayah Edo sambil mengamati istrinya dengan intens.
" Sebenernya Aku ga sakit Yah. Tapi gara-gara Edo, Aku jadi sakit beneran ...," sahut ibu Edo ketus.
" Gara-gara Edo ?" ulang ayah Edo tak mengerti.
" Iya Yah. Anak itu udah bikin sesuatu yang bakal bikin malu keluarga Kita," sahut ibu Edo gusar.
" Sesuatu apa Bu ?" tanya Ayah Edo.
" Edo bilang dia sudah menalak Tiara, Yah. Dan dia minta Ibu ke rumahnya untuk bantuin Tiara berkemas. Yang ngeselin, Edo juga pesen supaya jangan ada barang Tiara yang tertinggal karena dia akan membuangnya kalo sampe nemuin barang Tiara di sana," kata ibu Edo berapi-api.
Tentu saja ayah Edo terkejut dan tak percaya dengan ucapan istrinya.
" Ga mungkin Edo nalak Tiara Bu. Bukannya dia setuju menikahi Tiara waktu itu," kata ayah Edo sambil menggelengkan kepala.
" Aku ga bohong Yah. Edo emang ngomong kaya gitu tadi. Kalo Ayah ga percaya, ayo anterin ibu ke rumahnya Edo sekarang. Kita tanya langsung sama Tiara apa yang terjadi. Masa iya cerai tiba-tiba tanpa sebab. Padahal kan mereka baru dua bulan menikah," ajak ibu Edo.
" Apa Kamu udah kuat Bu. Jangan sampe di sana Kamu pingsan lagi ya. Selain malu-maluin, Aku juga ga bakal kuat ngangkat badanmu yang kedua kali karena pinggangku masih nyut-nyutan abis ngangkat Kamu tadi," kata ayah Edo.
" Ya jangan disumpahi pingsan lagi dong Yah. Kayanya Kamu seneng banget sih kalo Aku pingsan," omel ibu Edo yang disambut tawa suaminya.
Tak lama kemudian kedua orangtua Edo sudah berada di dalam perjalanan menuju rumah Edo.
Tiba di sana suasana terlihat sunyi. Namun yang membuat ibu Edo khawatir karena melihat pintu rumah dalam kondisi terbuka.
" Duh, Anak-anak ini gimana sih. Ribut ya ribut, tapi jangan sampe lupa ngunci pintu dong. Kan bahaya ...," kata ibu Edo sambil bergegas turun dari mobil.
" Tapi keliatannya sepi aja Bu, jangan-jangan Tiara udah pergi duluan. Wah, kalo sampe itu terjadi, Ayah malu Bu. Ga enak juga sama orangtuanya Tiara yang udah mewanti-wanti suapaya Kita menjaga dan membahagiakan Tiara," kata ayah Edo cemas.
Dan saat kedua orangtua Edo masuk ke ruang tengah, mereka terkejut melihat Tiara terbaring di ambang pintu kamar.
" Tiara ...!" panggil ibu Edo lalu bergegas menghampiri menantunya itu disusul oleh suaminya.
Kemudian kedua orangtua Edo menggotong Tiara ke atas tempat tidur. Saat itu Tiara mulai siuman. Dan ketika mendengar sapaan ibu mertuanya, Tiara pun kembali menangis.
" Mas Edo nalak Aku Bu ...," rintih Tiara.
" Ini cuma salah paham Tiara. Pasti ada sesuatu yang bikin Edo ga bisa mengendalikan diri kaya gitu," kata ibu Edo.
" Tapi kali ini Mas Edo serius Bu. Dia bahkan ngusir Aku juga setelah nalak Aku tadi," sahut Tiara sambil menangis.
" Keterlaluan. Emang apa sih yang bikin Kalian ribut sampe Edo nalak Kamu segala ?!" tanya ayah Edo kesal.
Tiara terdiam. Dia ragu untuk menceritakan semuanya karena khawatir Edo bertambah marah dan membencinya.
" Ayah tanya sekali lagi Tiara. Apa yang bikin Kalian ribut sampe Edo nalak Kamu tadi ?" tanya ayah Edo.
Akhirnya dengan berat hati Tiara menceritakan semua yang ia alami selama menikah dengan Edo. Tentang Edo yang tak pernah 'menyentuhnya', juga bagaimana sikap Edo yang selalu membandingkan dirinya dengan Aluna.
" Jadi selama dua bulan menikah Kalian ...," ibu Edo sengaja menggantung ucapannya saat Tiara mengangguk cepat.
" Aku bisa terima kalo Mas Edo masih enggan menyentuhku Bu. Jujur Aku juga masih butuh waktu untuk melakukan itu. Tapi Aku ga bisa terima saat Mas Edo terus membandingkan Aku sama Aluna," kata Tiara lirih.
Ucapan Tiara membuat orangtua Edo terkejut sekaligus malu. Mereka merasa bersalah karena telah menyeret Tiara ke dalam kehidupan Edo yang nampaknya masih belum bisa move on dari Bunga.
" Ehm, begini Tiara. Sekarang Kamu kemasi barangmu dan ikut Kami pulang ke rumah. Ayah mau Kamu tinggal sama Kami sampe Kami bisa menyelesaikan masalah ini," kata ayah Edo.
" Maaf Yah. Kalo boleh, tolong antar Aku pulang ke rumah Papa aja. Setelah Mas Edo nalak Aku tadi, Aku kan bukan Istri Mas Edo lagi jadi Aku ga punya hak tinggal di rumah Ayah," sahut Tiara.
" Tiara ...," panggil ibu Edo masih berusaha membujuk.
" Maaf Bu. Aku emang kaget waktu ditalak tadi. Tapi setelah Aku pikir-pikir, kayanya Aku juga ga bakal sanggup kalo harus kembali sama Mas Edo. Aku takut Bu. Bukan hanya ucapannya yang kasar, dia bahkan tega nyakitin Aku. Ini buktinya ...," kata Tiara sambil menyibak rambutnya untuk memperlihatkan memar di lehernya akibat cekikan Edo tadi.
Kedua orangtua Edo membulatkan mata saat melihat memar kebiruan di leher Tiara. Ada jejak jari di sana menandakan Edo melakukannya dengan tenaga yang cukup besar. Jika dilakukan sedikit lebih lama, mungkin Tiara sudah meregang nyawa.
" Laporkan Edo ke Polisi. Bilang sama Polisi kalo Kamu di KDRT sama Edo !" kata ayah Edo kemudian hingga mengejutkan ibu Edo dan Tiara.
" Ayah ...!" protes ibu Edo.
" Kenapa Bu, Ibu malu ?. Ini tindakan kriminal Bu, udah seharusnya ditangani sama pihak yang berwenang. Jangan mentang-mentang pengacara dan ngerti hukum terus Edo bebas dari jerat hukum. Ga bisa !. Setelah menyakiti Istrinya kaya gini, Edo harus dapat hukuman yang setimpal," kata ayah Edo kesal.
" Kan masih bisa diomongin dulu Yah. Lagian selain ribet dan bertele-tele, Tiara juga ga bakal setuju untuk melapor. Iya kan Tiara ...?" kata ibu Edo sambil menoleh kearah Tiara.
Tiara hanya membisu karena bingung.
" Tapi ini udah kali kedua Edo memperlakukan Istrinya kaya gini Bu !. Dulu dia menyakiti Aluna, meski ga main fisik tapi hati Bunga yang dia lukai. Dan akhirnya apa, Bunga pergi sambil membawa Cucu Kita Edrick. Walau Bunga masih mengijinkan Kita menemui Edrick, tapi Kita ga bisa sebebas dulu karena Kita juga harus memikirkan perasaan David sebagai ayah sambung Edrick. Sekarang setelah menikahi Tiara, Edo bahkan tega menyakiti fisik dan hatinya. Aku ga bisa membiarkan Edo bertindak semena-mena kaya gini Bu !" kata ayah Edo gusar.
" Tapi Yah ...," ucapan ibu Edo terputus karena Tiara memotong cepat.
" Maaf Bu, Yah. Aku mau ganti baju. Bisa kan Ibu sama Ayah tunggu di luar ?" tanya Tiara.
Kedua orangtua Edo nampak saling menatap sejenak kemudian mengangguk. Lalu keduanya keluar dari kamar dan duduk menunggu di ruang depan.
Setengah jam kemudian Tiara keluar sambil menarik koper besar berisi pakaian dan barang pribadinya.
" Aku langsung pulang ke rumah Papa aja. Ga perlu diantar karena Aku udah pesen Taxi online tadi," kata Tiara.
" Batalkan. Biar Kami yang anter Kamu pulang ke rumah Orangtuamu Tiara. Kami harus menjelaskan semuanya dan meminta maaf sama mereka. Apa pun yang akan mereka lakukan Kami siap," kata ayah Edo tegas.
Tiara pun mengangguk karena sadar tak mungkin menentang ucapan ayah Edo.
\=\=\=\=\=
Selanjutnya bisa diduga bagaimana reaksi kedua orangtua Tiara. Mereka murka dan menuntut agar Edo diproses secara hukum.
" Saya ga pernah menyesal pernah berbesan dengan Kalian. Tapi Saya ga terima Anak Saya disakiti seperti ini. Kalo Edo ga suka, dia bisa kembalikan Tiara kepada Kami secara baik-baik dan bukannya bertindak pengecut kaya gini. Masa hanya Kalian yang mengantar Tiara ke sini, padahal kan Edo yang menikahi Tiara !" kata papa Tiara kesal.
" Pokoknya laporkan Edo ke Polisi segera Pa. Mama mau dia mendekam di penjara karena udah berani menyakiti Tiara !" kata mama Tiara lantang.
" Iya Ma. Papa bakal urus semuanya nanti," sahut papa Tiara.
" Saya setuju. Laporkan segera biar Edo jera. Kalo Kalian butuh sesuatu, bilang aja. Saya siap membantu nanti," kata ayah Edo.
Kedua orangtua Tiara saling menatap sejenak kemudian tersenyum. Meski pun keduanya marah atas penganiayaan yang Edo lakukan terhadap Tiara, namun mereka masih menghormati orangtua Edo.
Dan tak lama kemudian mereka pergi bersama-sama mendampingi Tiara untuk membuat laporan ke kantor polisi.
\=\=\=\=\=
Edo sedang berada di parkiran kantor saat dua orang polisi berpakaian preman mendatanginya. Edo pun tersenyum dan menyapa mereka dengan hangat karena mereka memang saling mengenal. Itu karena ketiganya sering berinteraksi di beberapa kasus kriminal yang Edo tangani.
Kedua polisi itu berbasa-basi sejenak sebelum menyampaikan surat panggilan dari kantor polisi.
" Untuk Saya ?" tanya Edo tak percaya.
" Iya. Mas Edo dituduh melakukan KDRT pada Istri Mas Edo yang bernama Tiara. Hari ini Tiara dan kedua orangtuanya juga orangtua Mas Edo membuat laporan ke kantor," sahut salah seorang polisi.
Jawaban sang polisi membuat tubuh Edo membeku di tempat. Edo tak menyangka Tiara akan membawa kasus penganiyaan yang tak sengaja dia lakukan tadi ke kantor polisi. Dan yang membuat Edo tak mengerti adalah mengapa orangtuanya juga ikut mendukung Tiara.
\=\=\=\=\=