Deskripsi:
Bagaimana jadinya jika seorang Bad girl dan sang musuh bebuyutan yaitu si Ketos es balok, di persatuan oleh ikatan pernikahan akibat perjodohan yang sudah direncanakan oleh kedua orang tua mereka.
KENZIE CALVIONA HARRIS
Cowok yang terkenal akan kedinginannya dan ketegasannya dalam mengatur juga menghukum orang yang melanggar aturan sekolah.......
KIARA PERMATA NUGRAHA
Gadis cantik yang hobinya buat ulah, pecicilan,suka balap motor liar, dan yang pasti gak pernah ada kapok ya bolak balik masuk BK sampai dapat surat peringatan dari kantor.......
Bagaimana kah kisah kelanjutan mereka. Apa pernikahannya akan berakhir bahagia hingga akhir dan saling mencintai satu sama lain. Atau akan berakhir di tengah jalan??
biar gak penasaran, yuk baca ceritanya!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 33
EPISODE 33
Setelah kepergian Elsa yang kesal dari apartemen Ken,Ken dan Ara pun kembali masuk kedalam apartemen mereka.
Ken menatap Ara yang berjalan di depannya, Ken merasa kalau tadi Ara itu kelihatan sangat keren.
Sedangkan itu Ara yang merasa seperti sedang ditatap terus menerus oleh Ken pun merasa risih dan dengan tak berperasaannya Ara memukul kepala Ara cukup keras saat dia membalikkan badan.
*Bukh~
"Jangan liatin gue terus! mending pergi sana ke dapur masak!" ketus Ara meniup tangannya yang tadi dipakai memukul Ken.
"Awww…sakit tahu!… kamu gak takut dosa apa mukul kepala suami sendiri?" ngegas Ken karena merasa sangat sangat sakit dengan pukulan Ara.
"Enggak! lagian kamu sendiri yang cari gara-gara," kata Ara membalikkan badannya kembali.
"Siapa yang cari gara-gara coba, emangnya salah apa kalau aku liatin istri aku sendiri." kata Ken lagi sambil berjalan mengikuti langkah Ara.
"Ya gak salah sih, tapi aku risih dan jangan ikutin aku, pergi ke dapur sana!" ucap Ara tanpa membalikan badannya.
Ken hanya bisa mendengkus dan menurut dengan pergi ke dapur untuk memasak, dari pada nanti kena pukul istrinya lagi, mending dia turutin aja kemauan istrinya untuk pergi ke dapur. Begitulah pikir Ken sambil berjalan kearah dapur.
Saat Ken sampai di dapur,Ken membuka kulkas untuk mengambil bahan-bahannya dan saat dia melihat isi kulkas, Ken tidak menemukan apa-apa, yang ada hanya beberapa cemilan dan air putih disana.
Ken berteriak pada Ara, "sayurannya habis, aku pergi ke supermarket bentar ya." teriak Ken dari arah dapur.
Ara yang mendengar Ken akan pergi ke supermarket pun langsung berdiri antusias, "aku ikut!" balas Ara.
"Ya udah tunggu sebentar,aku ambil dompet sama jaket dulu," ucap Ken menaiki anak tangga.
"Sama jaket aku juga!"
Dan setelah beberapa saat Ken dan Ara pun pergi keluar untuk ke supermarket.
Saat di lift kebetulan mereka bertemu dengan Elly yang baru pulang dari kencannya dengan Nauval.
"Eh? kalian berdua mau kemana?"
"Mau ke supermarket bentar, mau ikut?" tawar Ara pada Elly yang langsung dibalas anggukan semangat.
"Mau,mau," semangat Elly menggangukkan kepalanya.
"Ya udah ayo, tenang, yang bayar belanjaanya Ken," kata Ara membuat Ken memutar bola matanya sambil menghela nafas pasrah.
Ketika mereka sampai di supermarket mereka Ara dan Elly langsung menyerbu ke bagian cemilan berada.
Sedangkan Ken dia pergi ke bagian sayuran dan daging. Tidak mempedulikan Ara dan Elly yang mengambil berbagai macam cemilan.
Ketika Ken memilih-milih sayuran entah sengaja atau tidak, ada seorang gadis yang menyenggol pundak Ken.
"Aduh…, maaf, maaf…" ucap gadis itu membungkuk-bungkukkan badannya meminta maaf.
"Ya, tak apa, lain kali hati-hati" kata Ken sambil mendorong trolinya menjauh dari gadis itu.
Tanpa disadari Ken gadis itu diam-diam tersenyum miring. Tapi bukan Ken saja yang tidak menyadari itu, nyatanya tanpa sepengetahuan gadis itu, Ken juga diam-diam tersenyum miring.
Setelah cukup lama Ken, Ara dan Elly berada di dalam supermarket itu, akhirnya mereka pun pergi ke kasir untuk membayar.
Dan saat Ken melihat troli Ara dan Elly,dia langsung merebutnya dan memilih kembali cemilan yang berada di troli mereka berdua.
Ara dan Elly yang melihat Ken memilih kembali cemilan mereka pun protes.
"Ken! Cemilannya jangan dipilih-pilih!" protes keduanya kompak, tapi tidak dipedulikan oleh Ken.
Mbak penjaga kasir yang melihat tingkah mereka pun tersenyum kecil, sungguh lucu tingkah mereka ini seperti anak kecil.
"Jadi, semuanya berapa?"
"Semuanya jadi,Rp.985.000 ribu, mau bayar cash atau kartu?"
"Kartu" ucap Ken menyodorkan kartu kredit ya.
Pelayan kasir itu pun menyelesaikan pembayarannya lalu mengembalikan kartunya setelah selesai.
"Terimakasih sudah berkunjung, lain kali datang lagi." ramah mbak kasirnya dan hanya di angguki Ken.
"Bawa belanjaan kalian, dan ayo pulang!" perintah Ken yang hanya dituruti keduanya dengan wajah cemberut.
Saat di perjalanan pulang ke apartemen, Ara melihat tukang bakso keliling dan langsung menarik Ken untuk membelikannya.
"Aku mau bakso," ucap Ara sambil menarik lengan Ken, meninggalkan Elly.
Saat sudah menghampiri tukang bakso itu Ara pun memesan tiga mangkok bakso.
"Bang, bakso ya tiganya dimakan disini,"pesan Ara.
"Siap neng, tunggu sebentar." jawab abang tukang baksonya.
"Kamu pesen bakso banyak banget?" heran Ken,
"Emang kalian berdua gak mau?" tanya Ara menatap Ken dan Elly bergantian.
"Enggak," jawab keduanya menggelengkan kepala.
"Hmm,,, ya udah kalau gak mau, biar aku aja yang habisin,"
"Kamu makan semuanya, kenapa gak batalin aja yang dua?"
"Gak usah, aku lagi laper banget." jawab Ara membuat Ken dan Elly saling pandang heran dengan nafsu makan Ara yang bertambah.
"Ken, sejak kapan nafsu makan si Ara nambah begini?" bisik Elly pada Ken.
Sebelum menjawab pertanyaan Elly Ken berpikir sejenak, memikirkan sejak kapan nafsu makan Ara bertambah.
"Hmm.. kayaknya dari empat hari yang lalu deh," kata Ken setelah mengingat-ingat.
Setelah itu mereka berdua hanya ikut duduk menemani Ara yang memakan 3 mangkuk bakso pesanannya.
Sang tukang bakso yang melihat Ara makan tiga mangkok bakso sekaligus pun, benar-benar takjub dengan nafsu makan pembelinya ini.
"Padahal badan, si Eneng ini kecil tapi nafsu makannya gede juga ya." batin tukang bakso itu menatap tak percaya Ara yang sedang makan.
Setelah Ara menghabiskan semua baksonya,Ken pun membayarnya dan mereka pun pergi pulang.
*Skip
Sekitar jam dua pagi Ara terbangun dari tidurnya, karena merasa lapar dan ingin makan martabak telor.
"Ukhmm… kok lapernya, pengen makan martabak telor lagi," kata Ara sambil mengucek sebelah matanya.
Dia melihat kearah Ken yang tengah terlelap tidur. Lalu menggoyang-goyangkan tubuhnya Ken supaya bangun.
"Ken! bangun! aku laper," ucap Ara terus menggoyangkan tubuhnya Ken agar cepat bangun.
"Ukh… ada apa sih, syank, inikan masih belum pagi?" tanya Ken tanpa membuka matanya.
"Aku tahu, tapi perut aku laper, pengen makan martabak telor," ucap Ara dengan manjanya.
Ken yang mendengar Ara lapar dan ingin makan martabak telor pun memelototikan matanya.
Yang benar saja, sebelum tidur aja tadi Ara sudah makan 3 mangkuk bakso dan sekarang tengah malam begini Ara terbangun karena lapar juga ingin makan martabak telor.
Ken duduk di atas kasur lalu memengang kening Ara untuk memastikan suhu tubuhnya.
"Syank, kamu gak lagi sakit, tapi kenapa pengen makan martabak telor?" tanya Ken begitu heran dengan tingkah Ara saat ini.
"Ya karena aku laper, dan cuma pengen makan itu!" cemberut Ara mengerutkan dahinya.
"Tapi syank, mau cari dimana coba? ini udah malem banget. besok aja ya kita belinya?" ucap Ken mencoba membujuk Ara untuk makan martabak telornya di ganti jadi besok pagi.
"Enggak mau, aku mau ya sekarang!" rajuk Ara membuang mukanya sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
"Besok aja ya,syank, janji nanti aku beliin yang banyak," bujuk Ken lagi namun sia-sia.
"Enggak mau! pokoknya harus sekarang!" kata Ara tambah merajuk.
"Ya udah,iya…,iya… aku beliin jadi jangan marah oke." pasrah Ken menuruti kemauan Ara, dan mengambil jaket serta kunci mobilnya.
Ken pun berkeliling untuk mencari tukang martabak telor yang masih buka didekat apartemennya tapi tidak menemukannya sama sekali.
Karena Ken sudah bingung harus mencari kemanapun tidak ada, akhirnya dia pun memutuskan untuk menelpon Atha dan menyuruhnya untuk mencarikan kedai martabak telor yang masih buka jam segini.
Ditempat Atha…
♪Know that you're that one for me, it's clear for everyone to see
Oh baby, ooh (yeah, uh, uh, uh) (you gotta rockaway to this one, c'mon)
Suara nada dering telpon Atha berbunyi nyaring. Atha yang mendengarnya mencoba untuk tidak memperdulikannya, tapi telponnya terus saja berdering dan akhirnya dia pun mengangkatnya dengan kesal tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Haish… hallo,siapa? ganggu orang tidur aja!" bentak Atha dengan kesalnya.
"Ini gue! berani ya lo bentak gue,ya." dingin Ken pada Atha.
Atha yang mengenali suara Ken pun langsung sadar dari tidurnya.
"Ehem…sorry bos, ada apa jam segini nelpon?"
"Cariin gue, tempat yang jualan martabak telor di internet dan masih buka jam segini!" suruh Ken pada Atha.
Atha yang mendengarnya langsung menjawab, "ya gila kali bos, masa jam segini masih ada yang buka. besok aja deh beli ya,"
"Gue juga tahu kali, tapi bini gue ngebet pengen makan martabak telor sekarang juga!"
"Ya terus gue harus gimana?" tanya Atha malah jadi bingung.
"Lo cari di internet ada gak yang jualan martabak telor jam segini!"
"Ya kenapa gak, lo cari sendiri aja. Lagian kalau pun ada mungkin itu dedemit yang jualannya." jawab Atha malas.
"Gak usah becanda, cepetan cari! kalau udah ketemu share link nya ke gue!" ucap Ken lalu mematikan sambungan telepon itu secara sepihak.
Atha mengumpat dalam hati, "gila kali ya!" maki Atha sambil tetap menjalankan perintah Ken.
Dan setelah mendapatkannya Atha pun langsung mengirimkan lokasinya pada Ken.
•Next…
berarti ini kasus yg agak jarang terjadi... dimana bukan si istri yg mual malah si suami..
mwahahahhahahabahhaha...
intinya kebalik .../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
kadang aku pengen orang (suami) bilang kek gitu sama aku..
mwahahahhahahabahhaha 😂😂😂
kecuali pas makan mie .. dan tenang pahalanya...
malah kebagian eps kek gini/Toasted/
pernikahannya akan kurang barokah..
/CoolGuy/
pulang dari rumah sakit/setelah siuman dari koma.., malah karaoke an../Sweat//Sweat/
klo di rumah ya.. selamatan gitu.. undang kiai suruh doakan..
atau paling ngk..ya.. sedekah..
.
ya... mungkin karena ini cuma novel..
hehehehe... jadi ceritanya.. karaoke an untuk selamatan../Smirk/
seperti tidur...., atau...yg lainnya..
apa orang koma...bisa bermimpi ..
apa tidak...?!/Doubt/
agak terkejut sihhh...
/Toasted//Toasted//Toasted/..
tapi aku tau klo ini salah ketik../Smirk//Smirk//Smirk/
kayak nama anak aku.../Smile/
yahh... walau aku belum punya anak sih../Proud/