NovelToon NovelToon
Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Bukan Mesin Atm Keluarga Mu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:243.1k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Maira, seorang istri yang harus membagi penghasilan nya untuk istri dari kakak ipar nya yang sudah meninggal dunia.

Sang suami dan mertua hanya memanfaatkan uang nya, demi kepentingan mereka semua.

Tidak hanya itu, Suami nya, Azam malah menjalin hubungan dengan kakak ipar nya dengan alasan mau membantu janda kakak nya tersebut.

Mereka semua kelimpungan saat Maira memutuskan untuk tidak mau membantu lagi, dan menyerahkan semua nya pada Azam, suami nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Malam ini mereka semua tampak bahagia tanpa kehadiran Maira di rumah, mereka semua bebas melakukan apa saja tanpa merasa terganggu.

"Mas, Mama bilang besok mas dan mbak Nia akan menikah? Benarkah itu?" Tanya Lara saat mereka tengah makan malam.

"Benar itu, besok malam aku dam mbak mu akan menikah. Mumpung Maira tidak ada di rumah!" Jawab Azam sambil tersenyum.

"Mas, bagai mana kalau ketahuan mbak Maira? Apa mas siap dengan semua konsekuensi nya?" Tanya Lara lagi.

"Maira tidak akan tahu, jika tidak ada yang memberi tahu nya. Lagian kan pernikahan ini tidak mengundang orang luar, jadi tidak akan ada yang tahu kecuali kita saja!" Jawab Azam dengan rasa percaya diri yang tinggi.

"Iya Lara, Mas mu benar sekali. Lagian kan buat apa juga takut sama wanita mandul itu, jika Nia bisa memberi keturunan untuk mas mu!" Jawab Mama Wina membela putra nya.

Lara hanya terdiam, dia melanjutkan makan malam nya dalam diam. Sejujur nya Lara tidak setuju dengan apa yang di lakukan oleh kakak nya dan juga Mama nya, biarpun akhir - akhir ini Maira sudah tidak mau lagi memberikan uang bulanan untuk nya, tetap saja Lara merasa bahwa keluarga nya sudah sangat keterlaluan dengan Maira.

Malam ini setelah makan malam, semua orang langsung masuk ke dalam kamar nya masing - masing. Entah apa yang tengah mereka fikirkan, mereka malah mengurung diri di dalam kamar nya masing - masing.

Nia segera membujuk Ayu untuk segera tidur, karena dia dan Azam sudah punya rencana sendiri malam ini.

"Ayu sayang, bobok yuk, biar Mama temenin!" Bujuk Nia pada putri nya.

"Ayu belum ngantuk, Ma!" Jawab Gadis kecil itu.

"Ayu, kamu besok harus sekolah nak, tidak boleh tidur malem - malem!" Bujuk Nia lagi.

"Ya udah deh Ma, Ayo bobok tapi Mama harus bacain Ayu dongeng dulu!" Pinta Ayu pada Mama nya.

"Iya sayang, ayo!" Nia segera membawa putri kecilnya naik ke atas tempat tidur.

Nia mulai membacakan dongeng untuk putri nya, dia sudah tidak sabar ingin Ayu segera tertidur nyenyak. Benar saja, tidak lama kemudian gadis kecil itu tertidur dengan nyenyak. Nia tersenyum puas melihat nya, dia berhasil membuat putri nya tidur lebih awal.

'Akhir nya Ayu tidur juga, sekarang semua nya aman. Aku dan mas Azam bisa bersenang- senang malam ini!" Guman Nia di dalam hati sambil tersenyum.

Nia lalu segera membetul kan letak selimut Ayu, setelah itu Nia bergegas turun dari tempat tidur. Nia membuka lemari nya, dia lalu mengambil sebuah lingerie berwarna merah menantang. Nia segera memakai nya dan dia memandangi pantulan bayangan nya sendiri di cermin.

'Malam ini, aku akan membuat mas Azam tidak bisa lepas dari ku selama nya. Mas Azam akan ketagihan dan tidak akan pernah meninggal kan aku!' Batin Nia di dalam hati.

Nia berputar - putar di depan cermin, memastikan bahwa penampilan nya sudah sangat sempurna. Setelah itu dia segera pergi ke kamar nya Azam dan Maira, karena tidak mungkin di kamar nya, Ayu ada di sana.

Nia memutar gagang pintu, tapi ternyata pintu di kunci dari dalam. Nia tampak manyun, dia lalu mengetuk pintu.

Tok, tok, tok.

"Mas, ini aku mas!" Panggil Nia dari luar.

Ceklek.

Pintu di buka, dan Azam begitu terpaku melihat penampilan Nia malam ini.

"Mas, kok kamu bengong sih!" Omel Nia.

"Kami cantik banget malam ini, sayang!" Azam langsung menarik tangan Nia dan membawa nya masuk ke dalam kamar nya.

Azam tidak ingin menunda lagi, dia langsung menyamar bibir Nia dengan nafsu nya. Kedua manusia laknat itu mengulangi kejadian tadi sore, di dalam kamar ini. Azam mulai membimbing Nia menuju ke perpaduan, tempat tidur nya bersama Maira kini telah ternoda dengan perbuatan mereka malam ini.

Sementara itu, Maira saat ini merasa penasaran dengan apa yang terjadi di rumah nya. Dia membuka ponsel nya dan mulai mengawasi keadaan di dalam rumah nya, Maira melihat Mama Wina sudah tidur di dalam kamar nya, begitupun dengan Lara.

Tapi saag melihat kamar nya Nia, Maira tidak melihat kehadiran wanita itu. Maira hanya melihat Ayu yang sedang tidur sendirian di sana, tapi tidak dengan Nia, perasaan Maira mulai tidak enak.

Maira lalu beralih ke kamera pengawas yang berada di dalam kamar nya, benar saja rupa nya dugaan Maira. Di atas tempat tidur nya, Azam dan Nia sedang bergumul hebat.

"Kurang ajar kau mas, kau menodai kamar ku dengan perbuatan bejat kalian. Tidak akan ku ampuni kalian!" Ujar Nia sambil meremas ponsel yang ada di tangan nya.

Suara saling bersahutan lenguhan dan desahan begitu menjijikkan di telinga Maira, mata Maira mulai memanas. Caranya bening mulai menggenang di pelupuk mata Maira, sebutir cairan bening itu lolos dari kelopak mata nya.

"Tega sekali kau mas, membawa mbak Nia ke tempat tidur kita. Awas saja kau mas, aku pastikan kau dan keluarga mu akan menerima akibat nya!" Maira lalu menutup ponsel nya agar dia tidak melihat adegan itu lagi.

Berbeda dengan Maira, Lara saat ini merasa haus saat sedang mengerjakan tugas kuliah nya. Lara bergegas pergi ke dapur, tapi saat melewati kamar kakak nya telinga mendengar suara- suara aneh.

Lara melihat ke arah pintu kamar yang tertutup rapat, karena merasa penasaran Lara pun menempel kan telinga nya di sana. Suara itu sahut - sahutan terdengar dari dalam, Lara merasa heran padahal saat ini Maira sedang tidak ada di rumah.

'Mas Azam melakukan nya dengan siapa ya?' Lara bertanya pada diri nya sendiri.

Untuk memastikan nya, Lara dengan pelan memutar gagang pintu. Dan ternyata pintu itu tidak terkunci, dengan sangat pelan Lara membuka nya sedikit dan dia dia melihat siapa yang sedang bersama Azam.

'Mbak Nia dan Mas Azam, benar - benar keterlaluan. Mereka sudah sejauh ini bermain di belakang mbak Maira!' Lara menggeleng kan kepala melihat adegan di depan mata nya.

Lara langusng menutup pintu kembali, dia bergegas pergi dari sana. Dia tidak ingin ketahuan oleh mereka, Lara langsung pergi ke dapur sesuai dengan tujuan awal nya untuk mengambil air minum.

"Kasihan mbak Maira, dia pasti sangat hancur saat mengetahui perbuatan mas Azam dan mbak Nia!" Guman Nia setelah meneguk air minum nya hingga kandas.

Lara tahu bahwa Mama nya tidak menyukai Maira, begitupun dengan diri nya. Dia memang sempat kesal pada Maira, karena sudah menghentikan uang bulanan untuk diri nya. Tapi Lara sendiri tidak membenarkan apa yang di lakukan oleh kakak nya, entah kenapa saat ini dia merasa kasihan pada Maira.

1
Eu Angel Lie
aku punya mertua gt langsung aku gampar mulut nya ga peduli suami mo marah atau apa ..d buat stroke sekalian nyebeli
Cheng Nyo
👍👍👍
Eu Angel Lie
kenapa sih wanita kok pada bodoh ya kalo bucin hadeehhhh
Aghitsna Agis
1000 kota pakai mobil box besar
Mega Arum
luar biasa...
Evy
Kalo tidak boros dan mau hidup seadanya..uang gaji suaminya yang 10 juta itu sudah lebih dari cukup,.
Evy
Niat ingin hidup enak..
tapi yang terjadi kebalikannya..
Evy
Harusnya Lara tidak memberi tahu keluarga nya..itu sudah sebuah kesalahan...cukup dia tahu sendiri dan tetap masih bisa bekerja disana.sudah tahu tabiat Ibu dan Abangnya ..masih saja tidak berfikir akan akibat nya nanti ..
Evy
Lara kan sudah berubah menjadi lebih baik dan menyadari semua kesalahan nya...jangan dipecat dong.. kasihan...tak mudah seorang gadis manja untuk menjadi pelayan...
Evy
Astaga..daging 2 kilometer... mungkin Author nya ngetik sambil melamun ya... cerita nya bagus kok.cuma typo aja...
Evy
Apa itu masih perhiasan asli? apa sudah ditukar oleh Maira dengan yang imitasi..
Evy
Harusnya cinta itu sudah pudar menghadapi suami dan keluarganya yang seperti itu..
Evy
Zaman gini percaya yang begitu an...yang ada nanti nangis...
Evy
Itu baru keputusan yang benar Maira...
Evy
waduh.. ternyata punya suami mokondo toh...
Evy
Anak laki-laki yang hidupnya disetir Ibunya..jika sudah berumah tangga hanya akan membuat istri nya makan hati...
Anifa
sudah 5 thn setiap hari di tindas masa baru tau sifat aslinya 🥴🤮
ceuceu
Walaw awalnya lara dzolim ke maira mungkin krn hasutan mamanya,sekarang kn dia mau kerja buat kuliah,udah lah biarin di kerja jgn di pecat
ceuceu
Lelet banget maira kebanyakan pertimbangan,udh jelas azam selingkus nikah lg masih aj blm gugat cerai
ceuceu
baru baca bab awal udh bikin kesel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!