NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14: Bayangan Sang Pembersih

Suara kunci pintu yang berputar dari luar tadi sore masih terngiang di telinga Araya. Ia merasa seperti burung dalam sangkar emas—mewah, tapi mematikan. Namun, Arkanza melakukan satu kesalahan besar: ia membiarkan Araya tetap memegang "ponsel tua" yang dianggapnya sampah itu.

​Araya duduk bersila di atas ranjang king size-nya, kegelapan kamar hanya diterangi oleh pendar cahaya biru dari layar ponselnya. Jemarinya bergerak lincah, lebih cepat dari sebelumnya.

​"Kuncoro..." bisik Araya.

​Nama itu muncul di layar monitor rahasianya. Berdasarkan data enkripsi yang ia bongkar dari server kepolisian, Kuncoro bukan sekadar kepala keamanan. Dia adalah 'The Cleaner'—sang pembersih jejak kotor keluarga Aditama di masa lalu. Tahun 1998, dialah orang terakhir yang menandatangani laporan inventaris kendaraan yang mengalami "kecelakaan rem blong" yang menewaskan orang tua Araya.

​"Dia masih hidup, dan dia mencariku? Berarti dia tahu siapa aku sebenarnya," gumam Araya, matanya berkilat tajam.

​Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki di lorong. Cepat-cepat Araya menyelipkan ponselnya ke balik bantal dan memejamkan mata, berpura-pura tidur.

​Ceklek.

​Pintu terbuka. Cahaya dari lorong masuk ke dalam kamar, membentuk siluet tinggi besar yang sangat ia kenal. Arkanza tidak menyalakan lampu kamar. Ia melangkah masuk dengan sangat pelan, seolah tidak ingin mengusik tidur "istri kecilnya".

​Araya menahan napas. Ia bisa merasakan kasur di sampingnya sedikit amblas saat Arkanza duduk di tepinya. Aroma wiski mahal dan sisa asap rokok menguar dari tubuh pria itu. Arkanza tampak baru saja menyelesaikan urusan yang berat di luar sana.

​Tiba-tiba, tangan besar Arkanza terulur, menyentuh kening Araya dengan lembut. Sentuhan itu sangat kontras dengan cengkeraman kasarnya sore tadi.

​"Siapa kau sebenarnya, Araya?" suara bariton Arkanza terdengar sangat lirih, hampir seperti bisikan pada dirinya sendiri. "Kenapa setiap kali aku merasa sudah memojokkanmu, kau selalu punya cara untuk membuatku ragu? Apakah kau benar-benar hanya domba yang malang, atau kau adalah serigala yang sedang menungguku lengah?"

​Araya tetap diam membeku, namun jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut Arkanza bisa mendengarnya.

​Arkanza menghela napas panjang. Ia beralih menyentuh perban di lengan Araya. "Kuncoro kembali... dan dia mulai mengincarmu. Jika kau benar-benar bekerja untuk Keluarga Lin, mereka baru saja mengirimmu ke lubang kematian yang sama dengan orang tuamu."

​Mata Araya nyaris terbuka mendengar itu. 'Orang tuamu?' Jadi Arkanza tahu siapa orang tuanya? Dan dia tahu orang tuanya meninggal di tangan Kuncoro?

​Arkanza bangkit berdiri, memperbaiki selimut Araya hingga ke dada, lalu melangkah keluar tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Suara kunci pintu kembali terdengar.

​Begitu Arkanza pergi, Araya langsung terduduk tegak. Napasnya memburu.

​"Dia tahu..." bisik Araya. "Arkanza tahu aku putri dari Radit Lin. Tapi kalau dia tahu, kenapa dia membiarkanku tinggal di sini? Dan apa maksudnya dengan 'lubang kematian yang sama'?"

​Araya kembali meraih ponselnya. Ia harus mengambil risiko besar. Ia tidak bisa lagi hanya menjadi penonton. Araya mengetikkan serangkaian perintah ke dalam jaringan Aditama Group, namun kali ini sasarannya bukan data bisnis, melainkan catatan medis pribadi keluarga Aditama.

​[Akses Ditolak. Membutuhkan Otorisasi Biometrik Presdir.]

​"Sial! Arkanza memblokir semua akses menggunakan sidik jarinya sendiri," umpat Araya kesal.

​Ia menoleh ke arah pintu. Satu-satunya cara untuk mendapatkan otorisasi itu adalah dengan menyentuhkan jari Arkanza ke alat pemindai saat pria itu tidak sadar, atau... mencari cara agar Arkanza memberikan akses itu secara sukarela.

​Sebuah ide gila muncul di kepala Araya. Jika Arkanza menganggapnya sebagai "umpan" bagi Kuncoro, maka ia akan menjadi umpan yang paling bersinar.

​Araya mengirim pesan balasan kepada nomor anonim tadi.

[Katakan pada Kuncoro. Aku tahu di mana dia bersembunyi. Jika dia ingin 'membersihkan' sisa dari keluarga Lin, temui aku di gudang tua Pelabuhan Barat besok malam. — Z.]

​"Aku tidak akan menunggu musuh datang. Aku yang akan menyeret mereka ke dalam cahayaku," gumam Araya dengan senyum mematikan.

​Ia tahu ini sangat berbahaya. Jika Arkanza tahu, pria itu mungkin akan benar-benar mengurungnya selamanya. Tapi bagi Araya, kebenaran tentang darah orang tuanya jauh lebih berharga daripada nyawanya sendiri.

​Ia tidak sadar, di luar pintu, Arkanza masih berdiri diam. Pria itu menatap layar tabletnya yang menunjukkan aktivitas jaringan yang tidak biasa dari dalam kamar Araya.

​"Permainan yang bagus, Z," gumam Arkanza dengan seringai dingin yang mengerikan. "Mari kita lihat, siapa yang akan tertangkap di Pelabuhan Barat besok malam."

​Ternyata, Arkanza sudah tahu sejak awal.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!