Kalian pernah membayangkan gimana kalau jodoh kita berada dideket kita? Mungkin seperti dosen kita sendiri gimana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mputriniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35 | Menjelang Resepsi
Baik di sini author memutuskan untuk melanjutkan cerita saja, tapi author masih tunggu jawaban kalian mengenai Adnan Pov. Bagi kalian yang mau di buat kan tulis di komen iya mau yang kaya gimana.
Oke oke back to cerita
Pagi ini aku masih menginap di rumah bunda katanya sampai acara resepsi selesai.
Kemarin tidak banyak yang di lakukan, kita hanya berkumpul saja.
Hubungan dengan bang satria membaik karena berkat mas adnan dan untuk sekarang aku tidak mau terlalu repot dengan urusan bang satria.
" Mas kita jadi ke klinik kan?. " Tanya ku.
Iya kita akan ke klinik ke cantikan untuk perawatan. Karena bagaimanapun juga pengantin harus cantik kan supaya enak di pandangan nya gitu.
" Jadi dong. " Ucap mas adnan yang sedang merapihkan baju nya.
" Afifah. " Panggil bunda dari luar kamar.
" Ah iya bun bentar. " Ucapku membuka pintu kamar nya.
" Kenapa bun?. " Tanya ku.
" Itu ada Anum di bawah. " Ucap bunda.
Anum,
Ada apa dia kesini?
" Oh iya sudah kalau gitu Afifah temuin dia dulu. " Ucapku yang langsung kebawah.
Aku pun turun ke bawah
" Assalamu'alaikum. " Ucapku sambil menepuk pundak Anum.
" Eh wa'alaikumsalam Afifah. " Ucap Anum yang langsung memelukku.
Kebiasaan sekali dia
" Allahu akbar Anum. " Aku hampir terjatuh.
" Hehehe maaf Fah abis aku kangen sekali sama kamu. " Ucap Anum.
" Eum kamu tau darimana aku disini?. " Tanya ku.
" Tadi tuh aku ke rumah mu tapi kata mbok kamu di rumah ayah bunda mu. " Jelas Anum.
" Aduh iya lupa aku kabarin iya ke kamu. " Ucapku.
" Hay pak. " Sapa anum saat melihat mas adnan datang.
" Hay udah lama di sini. " Tanya mas adnan.
" Lumayan deh pak. " Ucap Anum.
" Udah makan belum?. " Tanya mas adnan.
Iya mas adnan sekarang ke anum sudah tidak dingin mungkin karena anum adalah sahabat ku jadi dia mencoba adaptasi.
" Sudah pak. " Ucap Anum
" Kalau belum makan aja jangan malu-malu iya." Mas Adnan ini mencoba sok asik iya hehehe.
" Hehehe iya pak. " Ucap Anum.
" Kalau gitu saya mau ke belakang dulu iya." Ucap Mas Adnan dia juga melirik ku sebagai tanda dia izin gitu.
Aku hanya tersenyum
" Gimana Fah?. " Tanya Anum
" Apa nya yang gimana. "
" Kamu udah uwiw uwiw. " Ucap Anum.
" Uwiw Uwiw apaan si Num, kalau ngomong yang jelas. " Ucap ku.
" Ih itu fah buat anak. " Ucap Anum.
Aku tak menjawab ucapan Anum, dasar iya anum ini.
tiba-tiba bang satria lewat di hadapan kita, iya ini kali kedua anum bertemu bang satria.
Kalau menurut aku, aku lebih setuju anum sama bang satria iya kan gais.
" Fah ayo. " Ucap mas adnan.
" Aduh Num aku sama mas adnan harus pergi mau ke klinik dulu. " Ucapku melihat Anum dengan merasa bersalah.
" Ouh alah gitu iya sudah enggak apa-apa, aku juga mau ke rumah saudara mama ku. " Ucap Anum.
" Maaf iya Num." Ucapku
" It's Fah masih ada waktu lain kali kan. " Ucap Anum.
" Oh iya jangan lupa datang besok si." Ucap ku.
" Besok?. " Tanya Anum.
" Iya Num, aku lupa banget kabarin ke kamu. " Ucap ku.
" Oke aku datang ko tenang saja. " Ucap Anum.
" Iya sudah kalau gitu fah ayo, Anum mau bareng atau gimana. " Ucap Mas Adnan.
" Oh tidak pak, saya bawa mobil ko. " Ucap Anum.
" Iya sudah yuk kita ke depan nya bareng. " Tawar ku.
Sebelum pergi kita pamit ke ayah bunda terlebih dahulu.
\# Klinik
Aku dan mas adnan sudah berada di klinik ke cantikan di jakarta.
Kita memilih facial yang memang khusus untuk pengantin.
" Wah mba sama mas nya baru nikah atau gimana nih?. " Tanya Mba yang sedang Facial kita.
" Kita sudah nikah mba tapi baru mau resepsi." Ucap ku.
" Walah mba sama mas nya cocok sekali tapi keliatan nya mba sama mas nya terpaut usia yang jauh iya. " Ucap Mba nya.
" Ah engga ko mba kita hanya terpaut 4 tahun saja. " Ucap ku.
" Waduh berarti mba nya yang baby face nih. " Ucap mba.
" Makasih loh mba saya di bilang baby face hehehe. " Ucapku.
" Iya saya lihat mba nya masih seperti anak SMA loh. " Ucap nya.
" Waduh mba saya sudah tua hehehe. " Ucapku sambil terkekeh.
" Ah engga ko mba umur segitu masih muda loh. " Ucapnya.
Tak ada pembicaraan lagi setelah itu.
" Sudah selesai mba, silahkan. " Ucap mba nya mempersilahkan aku bangun untuk merapihkan baju ku.
" Mas. " Ucap ku yang mengajak mas adnan untuk ke depan buat bayar.
Mas Adnan mengeluarkan kartu ATM nya.
" Lapar engga kamu?. " Tanya mas adnan.
" Lapar sekali mas hehehe. " Ucapku yang tak bisa bohong kalau emang cacing di dalam perut ku berontak.
" Mau makan apa?. " Tanya Mas Adnan.
" Eum Fifah lagi pengen makan yang berkuah si mas, apa iya yang enak?. " Tanya ku balik ke mas adnan.
" Bakso kali iya enak. " Ucap mas adnan.
" Boleh tuh mas bakso di sore seperti ini memang the best lah. " Ucap ku.
Lalu aku dan mas adnan mencari bakso di dekat daerah sini.
" Bang, bakso nya 2 porsi iya yang satu jangan pakai toge. " Ucap ku.
Tak lama kemudian bakso pesanan kita sampai. Kita pun langsung menyantap nya.
" Berapa mas. " Tanya mas adnan ketika kita sudah selesai makan nya.
" 30 ribu mas. " Ucap Abang yang jualan bakso.
Mas Adnan pun mengeluarkan uang cash 50 rb tapi pas abang nya mau mengembalikan mas adnan menolak nya.
" Buat abang nya aja kembaliannya. " Ucap Mas Adnan.
" Walah mas ini serius, makasih mas. " Kata Abang nya.
Mas Adnan hanya tersenyum lalu kita kembali ke mobil dan pulang.
Kita menghabiskan waktu kita hanya di kamar saja karena besok sudah acaranya.
Mas Adnan sedang sibuk dengan orang gedung yang menelepon nya sedangkan aku hanya duduk dan main handphone saja.
Untuk orang yang di rumah juga sudah pada sibuk terutama untuk para ibu-ibu tapi bapak-bapak juga sibuk sih.
" Mas sudah toh tidur, ini sudah malam. " Ucapku ketika melihat mas adnan masih sibuk dengan urusan kantor nya.
" Tanggung Fah. " Ucap Mas Adnan.
" Mas. "
Aku hanya memanggil dia dengan mas saja biasa nya langsung luluh dan iya benar sekali dia langsung bilang gini.
" Iya iya kita tidur tapi kita sholat dulu, belum sholat kan?. " Tanya mas adnan.
Aku menggelengkan kepala ku, kita pun bergantian wudhu lalu setelah itu kita melangsungkan kewajiban kita.
Selesai sholat kita bersiap-siap untuk tidur karena katanya besok orang yang akan make up in kita datang nya pagi jadi kita sebagai pengantin harus bangun lebih awal sebelum orang make up itu datang.
Sampai jumpa besok pagi babay. :)