" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arya Beraksi
" Kalau surat dan hal lain nya sudah selesai.kita langsung bergerak hari ini juga seperti yang sudah kita bahas kemarin." ucap Arya kepada pengacara keluarga Raharja.
" Siap Pak Arya! Semua nya tinggal eksekusi termasuk beberapa tanah yang sedang di gadai oleh lawan." kata pengacara bernama Sultan.
" Siang nanti kita langsung meluncur ke sana.siapkan beberapa bodyguard juga untuk membantu kita mengusir mereka dari sana." ujar Arya lagi.
" Siap laksanakan Pak." jawab Sultan yang memang sudah cukup lama mengabdikan diri nya kepada keluarga Raharja.dan semua kasus yang di tangani oleh Sultan selalu berakhir dengan kata menang.
Sehingga baik Arjuna maupun Tuan Raharja tak pernah segan mengguyur hadiah besar untuk Sultan.
Arya menyeringai.tangan nya sudah gatal ingin mengusir Bambang dari rumah yang jelas-jelas bukan milik nya.
Sambil menunggu pagi berganti siang.Arya lalu menyibukkan diri dengan beberapa pekerjaan nya.
Di sisi lain ada sekretaris Arjuna yang masuk ke ruangan Arya dengan banyak berkas di tangan nya.
" Kenapa Pak Arya? Kok senang sekali seperti nya?" tanya Geni menyelonong masuk karena pintu ruangan Arya tidak tertutup.
Arya tersenyum tipis dengan tatapan mata elang nya.
" Aku hanya sedang membayangkan saja, bagaimana wajah mereka nanti ketika terusir dari rumah yang selama ini mereka bangga kan.di kira Tuan Arjuna akan tetap diam melihat istri nya di perlakukan buruk.sorry mereka bukan tandingan kami.Aku pasti kan mereka akan berlutut memohon ampun kepada Tuan Arjuna dan Non Yura."kata Arya namun Geni malah mengernyit heran karena tidak tahu maksud dari ucapan Arya.
" Ini lagi bahas apa Pak? Saya masih belum mudeng?" tanya Geni ingin tahu.
" Nggak ada siaran ulang! Kalau sudah tidak ada urusan lagi.Kamu boleh pergi dari sini." usir Arya secara halus mampu membuat Geni berdecak kesal.
" Waktu bersenang-senang kalian sudah habis! Setelah ini kalian akan meratapi nasib kalian."batin Arya sambil menyeringai.
Waktu yang di nanti kan pun tiba.tiga puluh menit kemudian mobil yang di kemudikan oleh Arya pun sudah sampai di depan rumah Bambang wijaya.sementara Arjuna tidak bisa datang karena harus menghadapi client cerewet dari Belgia.padahal Arjuna pun sudah tidak sabar untuk mengusir Bambang dari rumah milik mertua nya.
Dari luar, rumah yang di tempati oleh Bambang tampak sepi tanpa ada penjaga yang menjaga pintu gerbang.
Suara menggelegar milik Bambang yang sedang mengamuk terdengar hingga ke teras depan berbarengan dengan suara Isak tangis seorang wanita.
" Berani sekali dia mengancam ku seperti itu, setelah Aku kembali kaya.akan Aku balas perlakuan nya hari ini." meskipun istri nya tidak bisa bicara.namun Bambang tetap menjelaskan kepada Rahmi tentang hutang-hutangnya yang harus segera di bayarkan.jika tidak maka Kuncoro mengancam akan memenggal kepala nya hid0p- hidop.
Ucapan Bambang terhenti ketika mendengar ada suara langkah kaki mendekat.
" Wah...Wah ada apa ini? Kenapa anda berteriak Tuan Bambang?"suara tegas milik Arya membuat semua orang langsung menoleh.
Melihat sosok Arya yang sudah berdiri di ruang tengah,Rahmi Bambang dan Sela pun terkejut.
" Untuk apa Kamu ke sini? Kalau untuk mencari bos mu,dia tidak ada di sini dan tidak pernah datang ke sini?"tanya Sela ketus.
Tubuh nya sudah sakit karena mendapat pukulan dari sang Ayah, sekarang di tambah lagi kepala nya yang mendadak sakit melihat keberadaan Arya.
Arya acuh merengsek masuk tanpa perduli dengan tatapan tidak suka dari Bambang maupun Sela.Arya melepas kaca mata hitam dengan begitu santai seakan-akan Bambang tidak ada di dekat nya.
" Sejak kapan pemilik rumah harus izin jika ingin masuk ke rumah nya sendiri.seharus nya kalian para tamu lah yang tahu diri."mendengar perkataan Arya.tubuh Bambang menegang .
" Kenapa kaget begitu? Benarkan kalian di sini hanya tamu, sementara pemilik sah rumah ini beserta seluruh aset yang sudah di sita para rentenir dan bank adalah milik Non Yura.saya datang atas perintah dari Tuan Arjuna selaku suami sah dari Non Yura ." Kata Arya merasa puas melihat wajah Bambang memucat.
" Apa maksud mu Arya? Jangan mentang-mentang Kamu asisten dari Arjuna bisa menggertak saya seperti ini,Saya tidak terima dengan tuduhan mu itu."sergah Bambang kesal kini sudah melangkah mendekati Arya.
" Iya,kalian tidak kami undang untuk datang ke sini,kenapa masuk tanpa permisi.ini nama nya tidak sopan."Sela buka suara menatap tidak suka ke arah Arya.
Sela sudah bisa menebak,di balik video nya yang tersebar luas.pasti ada campur tangan dari Arya juga.maklum saja Arya adalah tangan kanan Arjuna.sehingga apapun yang berhubungan dengan Arjuna harus melibatkan Arya juga.
" Ckk..." Arya berdecak keras.
" Aku datang ke sini bukan untuk bertamu atau pun menumpang makan di rumah kalian.melihat wajah kalian saja Aku sudah muak." balas Arya .
" Lantas apa tujuan mu datang ke sini? Cepat katakan karena kami tidak punya waktu untuk meladeni kegilaan mu."Sela semakin kesal saja namun dalam hati berharap Arjuna dan Arya tidak lagi membawa mimpi buruk untuk keluarga nya.
" Serius kalian ingin tahu apa mau ku?" tanya Arya balik.
Bambang berkacak pinggang menanti kata-kata yang akan keluar dari mulut Arya.
" Kalian bertiga harus segera mengosongkan rumah ini.karena rumah ini adalah milik Non Yura.rumah ini akan di renovasi seperti awal mula kalian merampas nya dari tangan Non Yura yang waktu itu masih kecil dan tidak berdaya melawan perampok seperti kalian."
" Pengkhianat seperti kalian tidak bisa di beri hati dan jantung,jangan harap bisa lolos dari kasus beberapa tahun silam yang selama ini sengaja kalian bungkam." sambung Arya berhasil membuat ketiga nya terhenyak dengan mulut menganga.
Bambang pikir selama ini dia sudah begitu rapi menutupi kasus Kematian orang tua Yura berikut dengan asal usul harta mereka juga.ia salah besar sudah membiarkan Yura menikah dengan Arjuna.
" Kalian tidak akan bisa mengusir kami dari sini karena Kami adalah pemilik sah rumah ini."ucap Bambang.
" Oh ya?" Arya tertawa kecil.
Setelah ini tidak akan dia biarkan Bambang tidur dengan nyenyak.
Prok...Prok..Prok..
Hanya dengan tiga kali tepukan, beberapa pria berbadan besar masuk ke dalam rumah di pimpin langsung oleh Sultan pengacara handal yang juga sangat di kenal oleh Bambang.
" Pak sultan? Anda juga ada di sini?" tanya Bambang lagi-lagi harus syok.
" Seperti yang anda lihat Pak! Saya datang atas permintaan dari Pak Arya." balas Sultan dengan tenang.
Di atas tempat tidur Rahmi semakin ketakutan.air mata nya sudah mengalir deras .andai saja ia bisa berjalan.sudah sejak tadi ia membantu suami nya mengusir para pengganggu ini dari rumah mereka.
" Untuk apa Kamu membawa mereka masuk ke rumah kami?" teriak Sela dengan rasa takut.
" Kemasi semua pakaian mereka,ya walaupun beli nya menggunakan uang Non Yura.tapi tidak apa lah , dari pada mereka harus tel4njang di luar sana." bukan nya menjawab pertanyaan dari Sela.Arya malah memberikan perintah kepada para pengawal.
" Tidak...Jangan.."
" Jangan maju! Ini rumah saya,kalian tidak boleh menyentuh barang-barang kami."
Buk....
" Mama."
Bersambung