NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:52.8k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Gosip Kantor

​"Gila, lo lihat foto di grup kantor belum? Masa bos es kita disuapin pecel lele di pinggir jalan raya? Pasti sekretaris baru itu pakai pelet lele murah dari dukun pantura!"

​"Bener banget! Pelet jalur lambung tuh pasti. Pantesan aja dia mendadak diangkat jadi sekretaris pribadi sampai mejanya dipindah ke dalam ruangan bos. Tukang cari muka!"

​Aluna menghentikan langkah kakinya seketika di lorong menuju ruang kerja. Telinganya terasa panas mendengar bisik-bisik nyaring dari meja staf divisi pemasaran. Dia mengintip dari balik partisi kaca. Dua orang karyawan perempuan sedang asyik menunduk menatap layar ponsel sambil cekikikan sinis.

​Tanpa permisi, Aluna melangkah lebar dan langsung merampas ponsel dari tangan salah satu karyawan tersebut.

​"Eh! Apa-apaan kamu main rampas ponsel orang?!" jerit staf bernama Sintia itu panik.

​"Pelet murah apanya?!" sembur Aluna garang. Matanya melotot horor menatap layar ponsel Sintia.

​Di layar itu, terpampang sangat jelas sebuah foto dirinya sedang menyodorkan sendok berisi nasi uduk dan daging ikan lele langsung ke mulut Elvano. Wajah Elvano memang sedikit memerah di foto itu, membuat adegan tersebut terlihat seratus kali lipat lebih mesra daripada kejadian aslinya. Dan parahnya lagi, foto itu sudah menyebar liar di grup obrolan seluruh karyawan Diwantara Group!

​Dada Aluna bergemuruh hebat. Hancur sudah reputasinya sebagai auditor galak yang tidak bisa disuap. Kalau gosip murahan ini sampai ke telinga dewan direksi, mereka pasti berpikir Aluna sengaja menggoda CEO demi menaikkan jabatannya. Tamat sudah riwayat gaji dobel dan komisi bulanannya!

​Aluna membanting ponsel itu kembali ke meja Siska. "Dengar ya! Aku tidak pernah pakai pelet! Bos kalian itu yang pelitnya minta ampun sampai maksa aku makan di pinggir selokan kotor! Jangan asal sebar fitnah kalau tidak mau aku audit pengeluaran lipstik kalian pakai uang kantor!"

​Meninggalkan dua karyawan yang pucat pasi itu, Aluna berjalan menghentak menuju ruang kerja utama CEO. Emosinya mendidih sampai ke ubun-ubun. Dia harus menjaga jarak radius aman dari kulkas dua pintu itu mulai detik ini juga. Profesionalitasnya sedang dipertaruhkan.

​Brak!

​Aluna mendorong pintu ruang kerja Elvano dengan kasar.

​Elvano yang sedang fokus memeriksa deretan angka di layar laptop langsung mendongak tajam. "Kamu tidak tahu cara mengetuk pintu sebelum masuk?"

​"Pak Bos, aku mau pindah meja ke luar! Sekarang juga!" tuntut Aluna tanpa basa-basi. Gadis itu langsung berjalan menuju meja kerjanya di sudut ruangan dan mulai meraup buku-buku catatan auditnya ke dalam pelukan.

​Elvano mengerutkan kening tebalnya. Dia melepaskan kacamata anti radiasinya perlahan. "Apa lagi masalahmu kali ini, Aluna? AC di ruanganku terlalu dingin sampai kamu minta pindah meja keluar?"

​"Foto kita makan pecel lele semalam viral se-kantor, Pak! Viral!" jerit Aluna frustasi. "Satu gedung ini menuduhku pakai pelet murah buat guna-guna Bapak! Mereka pikir aku menggoda Bapak biar dapat promosi jabatan! Reputasiku sebagai auditor galak hancur berantakan gara-gara suapan lele itu!"

​Elvano mendengus remeh. Wajahnya tetap sedatar papan tulis. "Hanya orang tidak berpendidikan yang percaya pada ilmu gaib bernama pelet. Biarkan saja mereka membuang waktu dengan gosip tidak efisien itu. Nilai saham kita tidak akan anjlok hanya karena foto makan malam di warung tenda."

​"Bapak enak ngomong begitu! Bapak kan bosnya, tidak ada yang berani memecat Bapak! Lah aku? Aku bisa dituduh melanggar kode etik karyawan, Pak! Pokoknya aku harus jaga jarak aman! Kita komunikasi lewat sambungan telepon meja saja mulai sekarang!" Aluna mengangkat setumpuk map laporannya dengan susah payah, bersiap mengangkat barang-barangnya sekalian.

​Elvano berdiri dari kursinya. "Jangan bertingkah kekanak-kanakan, Aluna. Taruh kembali map itu di atas meja. Pindah ke luar hanya akan memperlambat kinerjamu melaporkan data keuangan padaku. Itu sangat tidak logis dan membuang waktuku."

​"Persetan dengan logika Bapak! Aku tetap mau..."

​Tring! Tring!

​Suara dering telepon dari meja interkom memotong perdebatan sengit mereka. Aluna menaruh mapnya dengan kasar, lalu menekan tombol pengeras suara dengan jari telunjuknya.

​"Halo! Ruang CEO Diwantara Group, ada yang bisa dibantu?!" sapa Aluna masih dengan nada ketus bawaan emosi.

​Suara gugup petugas sekuriti dari lobi utama terdengar bergetar di ujung telepon. "S-selamat pagi, Mbak Aluna. Maaf mengganggu waktunya."

​"Iya, Pak Satpam. Ada masalah apa di lobi bawah? Ada kurir paket nyasar?"

​"Bukan kurir, Mbak," suara sekuriti itu semakin mencicit pelan, seolah takut ada yang mendengar. "Nyonya Besar sedang menunggu Mbak Aluna di lobi bawah sekarang."

​Aluna membeku di tempatnya. Matanya melirik ke arah Elvano yang juga sama terkejutnya. "Nyonya Besar? Maksud Bapak... Ibu Sora?!"

​"Benar, Mbak. Nyonya Besar menyuruh Mbak Aluna turun ke lobi detik ini juga. Beliau meminta Mbak Aluna ikut masuk ke mobilnya menuju rumah keluarga besar Diwantara."

1
Muft Smoker
aaaa so sweet banget kn si bos kalkulator ,, 🤭🤭🤭🤭
Yatini
dasar konyol el😍
Nurul Boed
🤣🤣
This Is Me
Makanya harusnya juga mending sewa payung 50ribu. 🤣🤣🤣
Savana Liora: iya. pengalaman aku ya, biasanya kalo lg pengen ngirit banget di satu hal, justru ada pengeluaran di hal lain yg lebih gede. jd ga bisa dimedit-meditin banget 🤣
total 1 replies
Herlina
lanjut kk, aku suka semua karya kk❤❤❤
Savana Liora: makasih kkk 🙏🙏🙏
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pernyataan cinta model apa ini sodaraaa
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lama2 stroke si elvano🤣🤣
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jd inget lagu "memori daun pisang"
Savana Liora: iya yak 🤭
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
medit amat woiiii🤣🤣
Jaya Fandi
ampuuun,,bikin melting abiiis,,, lanjuuut ka
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Septi Lahat
ok fix mrk berdua tuh saling menyukai tpi masih bingung dg perasaan masing-masing😅😅😅
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
ms. S
alamakkk.. kok so sweet nya sih El.. 😍
Savana Liora: lg baik
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Savana Liora: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sikut2 dech
Savana Liora: wkwkwk
total 1 replies
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
A R
eaaakk 🤣🤣🤣
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣 punten
total 1 replies
Jaya Fandi
ga sadar dia,,klo mulai posesif 🤭🤭
Jaya Fandi
ulah emaknya itu,,biar elvano keluar duitnya 🤣🤣
Rahma Wati
pak boss bisa romantics juga🤣🤣
Eli Rahma
harus ikhlas ya El...🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!