Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Malam itu Dafa mengajak istrinya jalan - jalan sambil menikmati suasana kota di malam hari. Hujan tiba - tiba turun dengan derasnya membuat orang kalang kabut mencari tempat berteduh. Ada yang berteduh di halte, emperan toko dan di bawah jembatan layang.
Belakang ini cuaca memang susah untuk di prediksi. Terkadang panas dan kadang tiba - tiba turun hujan deras tanpa ada tanda - tanda sebelumnya.
"Kasihan mereka ya, sayang. Ga bisa pulang padahal di rumah sudah menanti anak dan istrinya." ujar Laras melihat wajah lelah para pejuang keluarga yang terjebak di bawah guyuran hujan. Langkah mereka terhenti menunggu hujan reda baru bisa melanjutkan perjalanan.
"Ya begitulah kehidupan, kita harus lebih banyak bersyukur karna di beri kelebihan oleh yang diatas. Lihat mereka harus berjuang demi keluarga meski hujan maupun panas." tutur Dafa merasa tersentuh hatinya melihat pemandangan di sepanjang jalan yang mereka lalui.
"Aku pernah di posisi mereka." ucap Laras dengan wajah sendu saat mengingat bahwa dulu dirinya juga di posisi yang sama sepeti mereka.
Dafa menoleh dan merangkul istrinya. Ia tau pasti sulit berada di posisi itu.
Malam makan berlanjut tak ada tanda - tanda hujan akan berhenti. Banyak toko - toko dan warung - warung memilih menutup lebih awal karna tak mungkin pembeli akan datang di tengah hujan begini.
Laras yang tadinya hendak jajan makanan pinggir jalan berubah pikiran dan memutuskan untuk pulang kerumah mereka.
Sepasang suami istri itu sekarang sudah berada di kamar mereka. Dafa membantu istrinya menganti pakain sebelum tidur.
"Hujan - Hujan begini enaknya ngapain ya?" pancing Dafa.
"Tidur." jawab Laras tak peka.
"Kok tidur sih." protes Dafa.
"Aku lelah sayang."
Dafa nampak kecewa, ia membuka pakainya dan hanya menyisakan celana pendek lalu naik ke tas ranjang.
"Ayo sini tidur!" panggil Dafa lembut sambil menepuk kasur yang ada di sisinya. Laras patuh naik keranjang dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Dafa menarik tubuh istrinya untuk merapat dan memeluknya. Merapatkan tubuhnya sambil mencium aroma tubuh istrinya yang ia sukai.
"Laras?" panggil Dafa yang tau istrinya belum tidur.
"Iya, sayang ." jawab Laras sembari tersenyum karna geli lehernya saat nafas suaminya mengenai kulit lehernya.
"Kamu mengantuk?" tanya Dafa sambil mengendus leher istrinya dan mulai menciuminya. Tangan Dafa mulai mencari tempat berpegangan pada dua benda kenyal yang selalu jadi candunya bermain.
"Lumayan. " jawab Laras menahan desahan agar tak lolos dari mulutnya.
"Main yuk." Dafa sudah tak tahan terus menyesap dan menyesap leher istrinya menyebabkan leher istrinya banyak meninggalkan tanda merah.
"Main apa." goda Laras pura - pura tak peka.
"Itu."
"Itu apa?"
"Kamu ini mengemaskan, aku sudah ga tahan. Kamu harus menjinakkan ular yang sudah bangun." Dafa semakin agresif menjamah titik - titik sensitif istrinya.
"Auch.....Sayang." lenguhan yang tidak tertahan lepas juga. Dafa tersenyum penuh kemenangan karna istrinya sudah siap menerima permainan yang akan ia mainkan.
Dafa bermain sangat pelan karna takut dengan perut buncit istrinya tapi itu tak mengurangi rasa nikmat yang tercipta. Kamar yang tadi dingin berubah jadi panas, peluh bercucuran di tubuh keduanya. Hingga gelombang itu datang membuat keduanya tersenyum bahagi.
Dafa membersihkan sisa cairan cinta mereka yang masih tersisa di tubuh istrinya tanpa jijik. Baru membersihkan tubuhnya dan tidur sambil memeluk istrinya. Senyum kepuasan terpancar dari bibir mereka.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 🙏😘😘💪💪🙏