Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 : Kecelakaan
Brakk
"NINDI!" David berteriak saat melihat tubuh nindi dihantam begitu kerasnya oleh mobil hingga tubuh wanita itu terpental beberapa meter sebelum tergeletak di jalan raya.
Semua orang berteriak heboh dan beberapa orang mengejar sebuah mobil yang sepertinya sengaja menabrak nindi saat lampu menyebrang untuk pejalan kaki belum habis waktunya.
David berlari menghampiri nindi, ia melihat dari dekat bagaimana tubuh kekasihnya tampak berlumuran darah
"Nindi? sayang?" David menangis histeris, nindi tak sadarkan diri.
"Mas bawa ke rumah sakit mas!" Seorang wanita menyadarkan david.
Beberapa orang membantu untuk mengangkat tubuh lemas nindi dan membawanya ke rumah sakit.
Sementara itu....
Sarah mengemudi mobil miliknya dengan kecepatan tinggi setelah ia berhasil menabrak nindi, beberapa motor tampak mengejarnya setelah kejadian itu.
"Brengsek!" Umpat nya.
Karena dendamnya pada nindi ia sekarang berada pada masalah baru, mungkin dirinya akan di hadapkan dengan hukum.
Di rumah sakit ....
David menunggu nindi yang tengah menjalani operasinya, kemeja yang berlumuran darah dan mata yang membengkak karena tangis itulah keadaan David sekarang, penyesalan nya semakin bertambah buruk.
"David?" Seorang pria tua berjalan pelan saat memanggilnya, itu adalah ayah nindi, pria tua itu datang sendiri.
David berdiri dan kembali menangis, ia berlutut pada lelaki tua itu dan memeluk lututnya dengan isak tangis.
Ayah nindi tampak mengusap dadanya berkali kali, ia terkejut mendengar berita kecelakaan yang menimpa putrinya hingga gadis itu harus menjalani operasi.
"Maafin david ayah" Isaknya.
Ayah nindi tampak mengatur napas sembari mengusap rambut David, ia bahkan tak mampu untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Ini semua salah David" Katanya.
"Dave! berdiri nak" Ayah mengangkat tubuh David dengan sisa tenaga nya.
"Jangan salahin diri kamu, kita doakan semoga nindi baik baik saja" Katanya.
David mengangguk dan memeluk ayah nindi, perasaan takut menyelimuti keduanya.
"Selamat siang pak?" Sapa seorang pria yang berseragam polisi.
"Siang?" Sapa ayah nindi balik.
"Saya dari pihak kepolisian, nama saya Indra dan saya yang menangani kasus kecelakaan anak bapak, nindi saputri" Katanya.
"Bagaimana pak?"
"Saksi mengatakan bahwa saudari sarah telah melanggar rambu lalu lintas dan melakukan tabrak lari, kami masih menyelidiki apakah ada unsur kesengajaan saat dia melakukan ini, sementara begitu pak laporan yang dapat saya sampaikan" Katanya.
"Sarah?" Tanya David bingung.
"Benar, saudari Claudia Sarah hartanto pengemudi wanita berusia 25 tahun" Ungkapnya.
David mengepalkan tangan nya kuat kuat, sudah jelas bahwa Sarah pasti sengaja melakukan ini.
"Untuk sementara kami sudah menahan nya di kantor, anda boleh datang ketika keadaan nindi sudah stabil, semoga korban segera pulih"
"Terimakasih pak"
"Sama sama"
...****************...
David dan ayahnya datang ke kantor polisi setelah David menceritakan kronologi kecelakaan yang di alami nindi.
"Surya?" rudi yang berada di sana tampak menyapa surya, ayah Sarah itu terlihat kaget dengan kedatangan David dan sang sahabat.
"Kamu tau apa yang sudah dilakukan Sarah rud?" Tanya surya.
"Sarah pasti tidak sengaja melakukannya surya" Belanya.
"Saya berani menegaskan bahwa Sarah melalukan ini karena dendam!" Kata David.
"David? anak saya tidak mungkin melakukan ini"
"Buktinya sudah jelas om! dia tidak mabuk! dia menabrak nindi tanpa pertimbangan! dia sengaja melakukan ini!" Kata David.
"Aku sangat kecewa sama Sarah" Tambah surya.
"Maaf apa saudari sarah memiliki hubungan dengan korban nindi? jika iya mungkin saja ada faktor kesengajaan atau perencanaan, hukuman Sarah bisa sangat berbeda" Kata salah seorang polisi yang mendengarkan obrolan mereka.
"Saya siap menjadi saksi, saya siap menjelaskan semuanya secara detail pak, saya siap memberi keterangan" Kata David.
"Baik, silahkan duduk" Perintahnya.
Ayah Sarah tampak terduduk lemas, mustahil baginya untuk menyelamatkan Sarah dari hukuman penjara jika seperti ini.
...****************...
David dan ayahnya datang ke rumah sakit untuk memastikan keadaan nindi malam ini, ia sudah menerima kabar bahwa operasi yang di jalani oleh nindi berjalan dengan lancar.
"Ayah?" Panggil David pada ayah nindi.
"Dave? kamu datang lagi?"
"Selamat malam" Surya menyapa dan meminta jabatan tangan.
"Selamat malam Pak senang bertemu dengan anda" Ayah surya berucap sopan.
"Jangan terlalu formal" Katanya.
"Saya turut bersedih dengan apa yang menimpa nindi, semoga semuanya akan baik baik saja" Kata surya.
"Terimakasih banyak, putri saya sudah stabil" Balas ayah.
"Syukur lah"
"Apa David boleh ketemu nindi ayah?" Pintanya.
"Boleh, dia memang belum sadar tapi kamu boleh liat keadaan nya" Kata nya.
David setuju dan masuk ke ruang inap dimana nindi di rawat, jantungnya terasa sesak saat ia semakin dekat dengan tubuh yang terbaring di ranjang rumah sakit tersebut.
David memperhatikan dengan seksama bagaimana nindi tampak memiliki luka di beberapa bagian tubuh nya, hatinya terasa sangat nyeri.
"Sayang?" Panggilnya lirih.
David meraih sebelah tangan nindi dengan badan yang sedikit bergetar, lagi lagi kesedihan mengguncang jiwanya, matanya kembali berlinang.
"Nindi aku takut nindi" Katanya
Hanya terdengar jam dinding yang berdenting bersahutan dengan suara napas berat David.
"Bangun sayang, ampun" Tangisnya tanpa suara.
Tak sadar air matanya berderai menghiasi wajah tampan nya, sesekali ia mengusapnya dengan tangan seolah tak ingin terlihat menyedihkan.
"Aku tau kamu denger aku nindi, maafin aku sayang, aku minta maaf aku nyesel nindi" Sesalnya.
David semakin menangis hingga tenggorokan nya terasa terlilit tali, sesak di dadanya semakin nyata, ia mengingat bagaimana ia menuduh nindi dengan kata kata yang jahat.
Ia menyesal karena tak mempercayai ucapan nindi, ia menyesal karena selalu mengecewakan wanita yang di cintainya ini.
Ia menyesali segalanya, Ia membenci situasi ini, Ia sangat membenci dirinya saat melihat kondisi nindi, secara tak sengaja dia jugalah yang membuat nindi menjadi seperti ini, jika bukan karena Sarah mungkin nindi tak akan terbaring lemas di rumah sakit
"Aku gak pantes dapet maaf dari kamu ya nin?" Tanyanya pada nindi seolah gadis itu bisa menjawabnya.
"Aku gak pantes dapat semua kebaikan kamu, aku gila, posesif dan egois! aku gak pantes nerima maaf dari kamu nindi"
David menunduk dalam, Ia mencium tangan nindi berkali kali berharap nindi bisa merasakan perasaan takutnya dan segera bangun untuk menyapa nya.
"Gak apa apa kalo kamu gak maafin aku sayang, kamu boleh pukul aku, kamu boleh maki maki aku sesuka kamu, tapi kamu bangun ya? kamu bangun nindi jangan buat aku takut sayang" Ujarnya merintih.
David kembali mengusap air matanya, Ia merogoh jas hitam nya dan mengambil sebuah kotak kecil berwarna biru tua, membukanya lalu mengambil sebuah cincin yang bertuliskan namanya.
"Aku emang pengecut nin, aku laki laki pengecut" David memasangkan cincin tersebut pada jari manis nindi.
"Aku janji kalau kamu bangun aku bakalan beliin cincin berlian yang paling mahal, asal kamu bangun nindi, bangun dan panggil aku sayang" Pintanya.
Sekali lagi David mencium tangan nindi, kali ini durasinya cukup lama hingga sebuah panggilan lemah menyapa indra pendengaran nya.
"D-dave?"