NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 Mulai Muak.

"Sayang lihatlah aku membawa banyak oleh-oleh untuk kamu," Dharma dengan semangat menunjukkan paperbag yang sejak tadi dia pegang, senyum di wajahnya itu juga tampak merekah.

Tidak terlihat kebahagiaan di wajah Alea ketika melihat kepulangan suaminya itu, bagaimana bisa bahagia dia masih mengingat bagaimana suaminya bercinta dengan wanita lain dan bahkan membicarakan dirinya.

"Kamu baik-baik saja Alea?" tanya Dharma sejak tadi hanya excited sendiri.

"Hmmm, iya, aku baik-baik saja. Aku benar-benar kaget dengan kepulangan Mas secara tiba-tiba. Aku pikir Mas sudah betah di Singapura, hmmm maksudku Amerika," Alea mengganti kalimatnya dengan tersenyum.

Alea sudah terlihat benar-benar move on dari suaminya dan seolah-olah tidak peduli sampai mengeluarkan kata-kata cukup menyindir.

Reaksi Dharma awalnya cukup kaget ketika mendengar kata Singapura. Alea memang sengaja mengungkit negara singa tersebut sebagai tempat bagaimana pengkhianatan suaminya terjadi di depan matanya.

"Masuklah. Mas," ucap Alea tersenyum terpaksa berlalu terlebih dahulu dari hadapan Dharma.

"Ada apa dengannya," batin Dharma ternyata cukup kepikiran.

"Mas sudah makan belum?" tanya Alea basa-basi.

"Hmmm, aku baru saja tadi makan di Bandara," jawab Dharma

"Kalau begitu aku makan dulu ya, soalnya tadi aku ingin makan tetapi tidak jadi karena. Mas pulang," ucap Alea.

"Baiklah sayang, lanjutin saja makan kamu dan lagi pula kamu harus memberi nutrisi yang banyak untuk bayi kita," ucap Dharma.

"Iya. Mas," sahut Alea langsung menuju dapur.

Dharma terus memperhatikan istrinya benar-benar makan tanpa menawarkan kembali untuknya. Hal itu tidak biasa, paling tidak seharusnya Alea makan di ruang tamu sembari bercerita dengan Dharma dan sekarang Alea benar-benar terlihat begitu dingin.

Dharma tiba-tiba saja menjadi tidak mood, mungkin karena lelah perjalanan pulang. Dharma mengambil ponselnya dan menerima pesan dari Monica. Monica mengirim video pada darma dan dibuka oleh Dharma.

Mata Dharma melotot ketika melihat video adegan seksual mereka.

"Aku kangen sayang, jangan coba-coba untuk melakukannya dengan istrimu," tulis Monica.

"Kamu benar-benar nakal Monica," balas Dharma.

Dharma saling berbalas pesan dengan Monica yang ternyata diperhatikan Alea dari meja makan melihat bagaimana suaminya itu senyum-senyum.

Alea hanya mendengus sinis, tidak ada rasa penasaran sama sekali dan bahkan tidak peduli.

Dharma melihat ke arah Alea dan betapa terkejutnya Dharma sejak tadi ternyata diperhatikan, tetapi sayangnya Alea yang memberikan senyuman terpaksa kepada suaminya itu seolah-olah tidak curiga akan apapun.

"Kamu sudah selesai makan sayang?" tanya Dharma.

"Hmmmm, hampir selesai," jawabnya dengan tersenyum.

*****

Dharma keluar dari kamar baru saja bangun tidur dengan mengangkat kedua tangannya ke atas seperti olahraga kecil. Aktifitas di dapur membuatnya menghampiri dapur ternyata Alea terlihat sibuk di sana.

"Sayang..." Dharma menghampiri Alea yang sedang memasak dengan memeluknya dari belakang.

"Mas, aku sedang memasak," ucapnya terlihat menghindar merasa risih dengan kelakuan Dharma.

"Sayang aku kangen sekali dengan kamu," ucap Dharma mencium pipi Alea dan lagi-lagi Alea terus saja menghindar.

"Nanti aku bisa terkena api kompor," ucap Alea dengan sedikit tegas.

"Namanya aku sangat merindukan kamu, jadi wajar saja ingin terus memeluk kamu dan mencium kamu," ucap Dharma.

Alea menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan.

"Bagaimana jika. Mas, melanjutkan kerinduannya di atas ranjang?" ajak Alea memberi kode kepada suaminya itu untuk melanjutkan aktivitas keduanya.

"Hmmm. ....." Dharma bukannya langsung mengangguk dan terlihat justru menghindar.

"Kenapa kamu takut mengingkari janji dengan selingkuhanmu," batin Alea memang sengaja ingin memuji suaminya itu.

"Kamu bukannya saat ini terlihat sibuk, kamu lanjutkan saja memasaknya," ucap Dharma selalu punya alasan untuk mengelak.

"Baiklah," sahut Alea menanggapi dengan tersenyum.

"Kamu banyak sekali membuat makanan ini? Memang untuk siapa?" tanya Dharma.

"Hmmm, ini untuk Sisil temanku, dia baru saja pulang dari London jadi kita memiliki janji ingin bertemu, jadi aku membuatkannya makan siang," jawab Alea.

"Sisil, sudah lama sekali tidak mendengar namanya," sahut Dharma.

"Iya, dia baru saja kembali. Oh iya aku boleh, kan datang menemuinya?" tanya Alea sekalian meminta izin kepada Dharma.

"Pasti boleh sayang. Mana mungkin aku melarang kamu untuk bertemu dengan sahabat kamu. Nanti Daniel akan mengantar kamu bertemu dengan teman kamu," ucap Dharma.

"Baiklah kalau begitu aku lanjut membuat makan siang dulu," ucap Alea.

Dharma menganggukan kepala menarik kursi dan saat ini menscroll ponselnya, seperti biasa Dharma sebenarnya tidak pernah memberi perhatian apapun kepada Alea.

Dia kembali disibukkan oleh ponsel dan pekerjaan. Alea sudah tidak peduli dan terserah suaminya ingin melakukan apa.

*****

Raidan terlihat sibuk di ruangannya, menandatangani berkas-berkas penting yang bertumpuk di atas mejanya.

Ceklek.

"Saya sudah mengatakan tidak ingin diganggu oleh siapapun," ucap Raidan terdengar begitu berat ketika mendengar suara pintu dibuka.

Raidan mengangkat kepala karena tidak terdengar suara meminta maaf.

"Alea," ucapnya cukup kaget ternyata wanita yang membuka pintu ruangannya itu adalah Alea.

"Hmmmm, aku tidak tahu ternyata kamu sibuk," ucap Alea.

"Ketercuali untuk kamu," sahut Raidan.

Alea tersenyum mendengar pernyataan itu dan memasuki ruangan tersebut tidak lupa menutup pintu.

"Memang boleh sebagai pimpinan tidak adil, katanya tidak ingin diganggu dan aku yang masuk ke ruangan ini, peraturannya diubah," ucap Alea berjalan menghampiri meja Raidan.

"Kamu spesial dan kapanpun boleh saja masuk ke dalam ruangan ke tanpa ketercuali," jawab Raidan.

"Benarkah!"

"Kalau begitu sekarang kamu harus makan siang bersamaku, aku sudah menyiapkan makan siang," ucap Alea.

"Wau, ini hari yang spesial tiba-tiba saya jadi bawakan makan siang," sahut Raidan keluar dari area tempat duduknya menghampiri Alea yang duduk di sofa.

Alea ternyata berbohong kepada Dharma yang mengatakan akan bertemu temannya dengan membawakan makanan yang begitu sangat effort dia siapkan dan ternyata makanan itu tak lain adalah untuk Raidan.

"Kamu harus makan yang banyak," ucap Alea menyerahkan makanan tersebut kepada Raidan

"Baik, Nona Alea," jawab Raidan.

Raidan mulai menikmati makan siang yang dibuatkan oleh Alea. Jangan tanya rasanya sudah pasti sangat lezat apalagi Raidan terlihat makan begitu lahap.

"Aku mendengar Dharma sudah kembali ke Jakarta apa sudah bertemu dengan kamu?" tanya Raidan.

"Iya, dia kembali kemarin," jawab Alea.

"Kamu tidak membahas permasalahan yang terjadi?" tanya Raidan.

"Untuk apa? Aku juga tidak akan menang melawannya, tidak mudah untuk membahas semua itu dan pasti aku juga yang salah, aku butuh waktu untuk melakukan semuanya," jawab Alea.

"Lalu apa kamu akan terus berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana Dharma mengkhianati pernikahan kalian?" tanya Raidan.

"Tidak. Pura-pura tidak tahu hanya sementara, seperti apa yang aku katakan jika aku membutuhkan waktu," jawab Alea.

"Alea jika kamu merasa kesulitan dalam menghadapinya maka kamu cukup mengatakan kepadaku. Aku akan berusaha untuk membebaskan kamu dari Dharma," ucap Raidan.

"Raidan, jangan berjanji apapun padaku. Kamu sendiri saat ini di bawah kekuasaannya dan sedikit saja kamu melakukan kesalahan, maka tidak akan ada ampunan untuk kamu, jadi sebaiknya kita berdua cukup berhati-hati saja maka itu akan jauh lebih baik," ucap Alea mengingatkan Raidan, karena tidak ingin orang lain akan terlibat dengan urusannya.

Bersambung ....

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!