Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16
Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.
Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.
Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.
Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34- CKOD 34
Sementara itu Leo dan Bima berada di dapur. Kebakaran hanya pada alat elektronik dan sekitarnya. Untungnya para satpam datang dengan cepat membawa Apar.
Ted yang bergerak paling depan, bukan karena dia mau jadi pahlawan. Justru karena dia mau menghilangkan barang bukti. Saat Dry Chemical Powder itu mulai bekerja. Ted mendekat ke arah microwave, tentu saja karena dia bisa melihat asal api itu dari sana.
"Ted, hati-hati!" kata satpam lain..
Satpam itu saja hanya berani bertindak dari jauh. Ted malah terus maju ke depan.
"Kalau tidak dari dekat, hanya akan buang-buang isi Apar nya saja!" ujar Ted lantang.
Ya, dia sengaja mengatakan semua itu supaya Leo dan Bima mendengarnya. Padahal niat sebenarnya, dia mendekat untuk mengambil sendok yang ada di dalam microwave.
'Rara ini, jika bukan aku yang maju duluan. Habislah dia ketahuan!' batin Ted.
Karena meskipun rekaman kamera pengawas sudah di atur sedemikian rupa. Jika ada yang menemukan sendok di dalam microwave, bukankah itu akan membuat orang curiga kalau kebakaran ini memang disengaja.
Begitu Ted, mengambil sendok itu. Dia segera menyimpannya di saku. Setelah itu dia kembali memadamkan api.
Tak lama, hanya sekitar 10 menit. Api berhasil di padamkan.
"Kenapa bisa begini?"
Bima terdengar marah. Selama ini belum pernah ada hal seperti ini di rumahnya.
"Tuan, mungkin konsleting!" jawab Ted.
Wajahnya sudah banyak noda hitam, dan dia terlihat sangat lelah.
"Kamu bersihkan tubuhmu. Yang lain bereskan kekacauan ini! Kepala pelayan, aku tidak mau tahu, pastikan kalian cek secara berkala semua alat elektronik yang ada di dapur. Ceroboh sekali!" omel Bima.
Para pelayan menjadi sangat takut. Dan mereka hanya bisa menundukkan kepala mereka saja.
Sementara itu, setelah situasinya terkendali. Semua kembali ke kamar masing-masing. Namun untuk masuk kembali ke kamar itu, Bella sungguh ragu.
Leo masih marah padanya, untuk alasan yang Bella sendiri merasa Leo hanya mencari-carinya saja. Namun ketika Bella masih berdiri di depan pintu. Pintu itu malah terbuka dari dalam.
Bella spontan bertemu pandang dengan Leo. Tapi dia langsung menundukkan pandangannya. Dan itu membuat Leo kesal.
Leo meraih dagu Bella dan mencengkeramnya, mengarahkan Bella supaya menatapnya lagi.
"Kenapa? lebih suka memandang Frans?"
Bella menatap mata itu, mata yang hanya ada kebencian, kecurigaan dan tuduhan tak berdasar.
"Jawab!" pekik Leo.
"Tidak mas" jawab Bella cepat.
Leo segera melepaskan tangannya. Tapi dengan dorongan yang cukup kuat. Hingga Bella pun terhuyung ke samping.
Leo mendengus kesal, menarik tangan Bella masuk ke dalam kamar dan kembali mengunci kamar itu.
Leo menarik tangan Bella semakin kuat, dan mendorong Bella sampai jatuh ke atas tempat tidur.
Brukk
Bella sampai terpental, sangking kuatnya dorongan itu. Bella berusaha bangkit, tapi apa yang dia lihat membuatnya gemetar. Leo sudah melepaskan pakaiannya.
Bahkan dengan cepat menarik pakaian yang Bella pakai.
"Mas..."
Brekk
Srett
"Agkhhh!"
Bella tak bisa melawan, kedua tangannya di cekal kuat oleh Leo yang sudah menindih tubuhnya.
"Kamu selamanya hanya milikku. Jangan harap bisa melihat pria lain. Atau akan kucongkell kedua matamu itu!"
"Emppttt"
Leo mencium bibir Bella dengan kasar. Bella menangis, kali ini dia menangis. Bukan karena rasa sakit yang dia rasakan. Tapi, karena menyesal, menyesal karena telah menjatuhkan hatinya pada Leo.
Leo benar-benar kasar, dia bukan hanya mencium, tapi juga menggigitt. Bahkan saat menyatukan dirinya dengan Bella. Leo hanya perduli pada apa yang dia inginkan. Tidak sama sekali perduli, hal itu membuat Bella kesakitan atau tidak.
Dan seperti biasanya, ketika pria itu puas. Dia mendorong Bella begitu saja, mendorong Bella supaya menjauh darinya.
"Pergi ke tempatmu! jangan sampai aku melihatmu di ranjang ini saat aku bangun!"
Hancur! hancur sekali perasaan Bella saat mendengar itu. Dia sudah seperti seseorang yang hanya dijadikan pemuas nafsuu untuk Leo. Setiap hari disiksa, lalu dipaksa, dan akhirnya disuruh pergi. Seperti sesuatu yang akan mengotori pandangan Leo kalau Bella ada disana.
Bella menyeka air matanya, wanita itu perlahan turun dari tempat tidur tanpa menutupi tubuhnya. Arah jalannya ke kamar mandi. Dia harus membersihkan semua tanda dan apapun itu tentang Leo di tubuhnya.
Bella menyalakan air di bathtub, karena suara shower pasti akan membuat Leo marah. Dia merendam tubuhnya di dalam bathtub itu, menggosokk seluruh tubuhnya dengan sangat keras. Sampai semuanya menjadi merah, kulitnya menjadi merah.
Bella kembali terisak.
"Jika aku punya kesempatan, aku akan membalas semua ini, Leo. Aku akan membalasnya!" lirih Bella.
Rasa cintanya pada Leo benar-benar habis. Pria itu sendiri yang mengikisnya sampai habis. Sampai benar-benar tak bersisa lagi.
**
Tiga hari kemudian...
Aditya yang kebetulan datang ke kantor pengacara Nicklas, bertemu dengan Frans. Dan Frans minta bicara dengan Aditya.
"Aku dengar tuan Frans yang meminta tuan Nicklas menangani kasus tuan Bagas? aku sangat berterima kasih!" kata Aditya.
"Tuan Aditya, aku rasa anda juga sudah tahu. Kalau di rumah itu, Bella di perlakukan dengan sangat tidak baik. Aku pernah melakukan kesalahan besar, aku yang mengenalkan Bella dengan Leo. Seharusnya aku tidak pernah melakukan hal itu. Aku benar-benar minta maaf. Dan jika tuan Aditya, ada sesuatu yang bisa aku bantu. Maka tuan Aditya bisa mengatakannya padaku. Apapun itu, aku akan bantu!" kata Frans.
Aditya tersenyum. Dia juga sudah tahu, saat Bella di rumah sakit. Frans memerintahkan perawat yang di bayar sangat mahal untuk merawat Bella dan membantu Bella.
"Karena kita berada di pihak yang sama. Aku akan katakan pada tuan Frans. Sebenarnya, kami akan sangat terbantu. Kalau tuan Frans, bisa menghancurkan perusahaan Kelana. Kamu sudah membeli 20 persen saham, rapi beberapa kerabatnya masih tidak mau menjual saham itu. Putri tuan Kelana, telah menyakiti nona Bella. Dia hampir menggunduli nona Bella..."
"Apa?" Frans terkejut bukan main.
"Karena itu tuan Frans, jika mau membantu. Maka tuan Frans bisa membuat tuan Kelana kehilangan perusahaannya. Lagipula perusahaan itu adalah salah satu perusahaan yang bekerja sama dan membantu perusahaan Alexander. Bagaimana?" tanya Aditya.
Frans mengangguk cepat.
"Aku janji, dalam tiga hari. Mereka akan bangkrut!"
***
Bersambung...
Namun terlihat biasa saja, di mata mereka yg tak pandai menjaga dan tak punya hati..
Dan kau terlihat berharga, ketika kau telah menjauh pergi..
Astaghfirullah.. Pengen aja suami Bella & keluarga nya ku maki².. 🤣
masa cuma seekor leo yg lagi kesurupan udah KO
masih ada yg lebih baik dari Leo yg pasti nya cinta tulus