NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:72.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Agenda Dadakan

Sera yang baru saja sampai di gedung megah Perusahannya, dengan satu tangan memegang setir dan tangan satunya menerima panggilan, seketika menginjak rem cukup keras hingga berhenti mendadak.

Satu panggilan dari orang yang saat ini sangat ingin di hajarnya membuat dunianya seketika oleng.

"Apa kau gila?!" teriaknya dangan nafas yang mulai agak cepat saking emosinya.

"Tak ada waktu berdebat, datang kesini dan jangan sampai terlambat!"

Cklek

"Setan!!"

Teriak Sera kemudian, menggema hingga membuat Security yang mendekati ter jingkat.

"Maaf Bu, bisa_"

Sret

Tanpa kata, Sera keluar terburu, membanting pintu dan melemparkan kunci mobil mewahnya begitu saja, dan hal itu cukup untuk membuat semua orang yang melihatnya harus diam dan jangan bertanya.

Mega sudah menyambutnya, dengan wajah yang tak kalah tegangnya, setelah beberapa detik lalu mengumpati Harry karena kesal akan kabar perubahan agenda.

"Berapa waktu yang kita punya?" tanya Sera berpikir cepat.

"Tiga menit Nona"

"Dasar Graven sinting!" teriaknya lalu segera mengambil berkas diatas mejanya.

"Apa kamu sudah menyiapkan Mega?"

"Sudah Nona, Helikopter sudah siap di atas gedung"

"Okey"

Keduanya segera bergegas, masuk ke dalam lift dan kemudian sampai di atas gedung Megatan Company lengkap dengan pesawat yang akhirnya membawa keduanya.

"Aku akan membunuhnya" Ucap Sera dengan mata yang begitu nyalang dan mengerikan bagi Mega.

"Ehem, sebaiknya kita bekerjasama dengan kepala dingin Nona, setidaknya kita sudah sampai dengan cepat" Mega kini melihat ke bawah dan sudah sampai diatas gedung Rudolf Company, masih tersisa waktu satu menit lagi untuk benar-benar sampai di tempat.

Dengan cepat, Sera sedikit berlari setelah keluar dari Helikopter yang di naiki, di susul dengan Mega yang mengikuti di belakangnya.

Saat akan masuk ke dalam lift kusus, di sana ada Harry yang sudah menunggu, Mega yang sudah dekat lebih dulu langsung menghantamkan map merah yang ada di tangan, beruntung reflek Harry cukup bagus hingga kepalanya masih aman-aman saja.

"Kau minta di hajar ha!" teriak Mega.

"Ck, masuklah dulu, kita sudah di tunggu, nanti saja kalau ingin berduel dengan ku" sahut Harry yang tak ingin membuang waktu.

Sera tersenyum tipis, sempat sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh mega, tapi itu cukup memuaskan baginya, ternyata garang juga, aku suka!, batin Sera.

Hingga sampai di ruang meeting yang telah disiapkan, Harry segera membuka pintu dan mempersilahkan Sera dan Mega masuk.

Tak ada waktu untuk berdebat, karena hanya sepuluh detik kemudian investor yang di tunggu memasuki ruangan, Sera hanya mampu menatap tajam, menahan amarah sesaat pada Graven yang hanya stay cool ditempatnya.

Meeting pun di mulai, seperti yang di perintahkan sebelumnya, Sera hanya berbicara hal mendasar saja, tentu dengan bahasa yang di kawal oleh Graven yang duduk tepat di sampingnya.

Meeting berjalan kurang lebih satu jam, hingga akhirnya kesepakatan di menangkan, Investor sangat puas dengan susunan rencana proyek yang di jelaskan bukan oleh Sera, tapi satu-satunya orang yang menguasai bahasa investor dengan baik, yaitu Graven Rudolf.

"Ya Tuhan, untunglah semua selesai dengan aman" ucap lirih Mega yang dari tadi hatinya kebat kebit tidak karuan, pasalnya bukan hanya atasannya, tapi juga dirinya masih belum menguasai bahasa Philipina.

Sesaat melihat ekspresi Harry yang masih nampak diskusi dengan Grevan dengan serius.

"Kau ingin melakukan sesuatu?" tanya Sera yang juga menatap ke arah yang sama.

"Sangat"

"Kalau begitu lakukan Mega, setidaknya inilah saat nya"

"Tentu saja, kita tunggu sebentar lagi, saat sang Tuan anda yang memutuskan"

"Okey, sepertinya kita harus bersabar sedikit lagi" Sera kini tersenyum miring sambil melipat tangan di tempatnya.

Mega bersiap dengan semua amarahnya yang belum sepenuhnya terlampiaskan, setelah melihat Harry keluar dari ruangan, dia segera menyusulnya.

"Jaga dirimu Mega!" teriak Sera dengan senyum sinis nya.

Dan senyuman tipis di berikan untuk menjawabnya, kemudian Mega keluar dari pintu itu segera.

Grevan berjalan pelan menuju ke tempatnya kembali, yaitu di samping Sera yang seolah tengah menunggunya.

Keadaan di ruang meeting masih belum sepenuhnya sepi.

"Mau langsung pulang?" tanya Grevan seolah tak ada yang terjadi.

"Tidak, masih ada yang ingin aku diskusikan" jawab Sera

"Soal?"

"Tentu saja pekerjaan" dengan sabar dan menahan emosinya Sera berkata dengan tenang.

Graven menatap wajah Sera dari samping, ada yang aneh, dan jelas dia merasakan Aura yang tak seperti biasa, kenapa wajahnya begitu tenang, bukankah seharusnya dia melemparkan protes yang tak berkesudahan?, batin Grevan

"Okey, aku tunggu di ruang kerjaku" Graven beranjak dan pergi begitu saja.

"Dasar Kulkas!" umpat Sera yang merasa terintimidasi tapi tak bisa bereaksi.

Sera segera keluar dari sana, menuju ke tempat di mana Graven berada, beruntung satu orang pegawai melintas, kemudian membantu Sera menuju ke ruangan yang di maksudkan.

Pintu terbuka, sepertinya Graven sudah menunggu dan menyiapkan kedatangannya, namun Sera tak percaya begitu saja, terutama jika urusannya begitu sempurna.

"Masuklah Nona Sera" ucap Graven yang kini menatap dirinya datang.

"Jelaskan padaku alasannya!" suara Sera naik satu oktaf dari sebelumnya.

Grevan tak langsung menanggapi, hanya menatap Sera yang semakin dekat menghampiri.

"Jelaskan Grevan!" sekali lagi, Sera berseru sambil berkacak pinggang di depannya.

"Apa yang harus aku jelaskan?" tanya Grevan tanpa merasa salah dan dosa.

"Oh Tuhan!, apa kau tidak punya hati dan pikiran, merubah tempat meeting seenak jidat mu saja?"

"Aku selalu memutuskan sesuatu dengan penuh pertimbangan Sera, jadi tarik ucapan mu"

"Oh ya?, menyuruhku kesini dengan waktu hanya kurang dari tiga menit saja?, kau gila?!"

"Aku cukup waras karena kamu tak akan kesulitan sampai di sini bukan, jangan sok paling sengsara padahal semua fasilitas mewah mu tersedia"

Sera menatap tak percaya, kini maju satu langkah lagi dan tepat di depan meja Graven yang otomatis mendongak melihatnya saat ini.

Brak!

Tangan Sera menggebrak meja.

"Aku muak dengan semua tingkahmu yang tak waras sama sekali" dengan tatapan tajamnya Sera berusaha mengintimidasi.

Graven tersenyum tipis, mengalihkan pandangannya, lalu perlahan berdiri hingga membuat Sera yang awalnya tertunduk menatapnya kini berbalik mendongak kearahnya.

"Tidak waras Hem?" ucap Graven pelan, kini berjalan perlahan memutari meja dan membuat Sera segera berbalik menghadapnya.

"Iya, aku tak bisa jika terus bekerja dengan caramu yang seperti ini, keputusan harus di buat dua belah pihak, bukan cuma kamu saja, Aku juga punya hak_"

Sret

Tiba-tiba saja, Graven mengurungnya, kedua tangannya kini ada di pinggiran meja, membuat tubuh Sera ada dalam Kungkungan nya.

"A apa ini?"

Sera diam mematung, seolah takut bergerak dan akan menimbulkan reaksi yang gila.

Bersambung.

Dukungannya ya, komen sebanyak-banyaknya.

1
Titik Subekti
😄😄, jebakab buat sera
lanjut thor smkin penasatan 💪💪
wanti astuti
Cembokur bilanggg Neng.... /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
WHATEA SALA
kebiasaan keluarga nugraha dan eagle,selalu menikahkan anak anak nya seperti habis di gerebeg warga,kadang nyebelin seolah olah anak cucu mereka orang2 lemah dan gak bisa jaga diri dan jadinya percuma berilmu tinggi klu apa apa mesti di setir.maaf....
B Hadi Ronaldo
makin penasaran dg kekuatan sera,,,,,moga kekuatan graven bisa jadi obatnya biar kekuatan sera bisa di kendalikan.tetap sehat dan semangat kk.
wanti astuti
Laper banget Aku Graven pengen nerkam kamu sebener nya tp sayang gengsi ku selangit /Silent/
Mundri Astuti
ngomong" nama asisten graven sama kaya asisten opa Edward y thor...
Mundri Astuti
wahhhh Sera kamu mesti bnyk berlatih, semoga Daddy ethan membuka segel kamu sera
Mutia
Sera lapar pingin makan Graven...😄
ParyaTi Cnil
Alhamdulillah dilanjut lagi keluarga nugraha tapi udah jadi oma alena,wes lanjut thor semangat aku suka aku suka
Nandi Ni
PEKA,,,,Graven kata itu yg dimaksud oleh Sera🤣🤣🤣
Nandi Ni
Sera...cinta itu buta,jangan mengharap mereka menyadari kekeliruannya,selagi obsesi mereka belum tercapai,ga akan berhenti,dan akan mwnghancurkan aral yg melintang
Isabela Devi
keluarga Nugraha selingkuh bisa bahaya
Aghitsna Agis
duh graven kpk suka banget ya ngaduk2 perasaan sera sih jgn gengsi bilang aja cinta biar seranya adem nga nge gass trrus
Aya Yeyet
sera sera 🤭🤭
Aya Yeyet
🤭🤭🤭
Nandi Ni
Erla yg terobsesi dg Charly sejak dulu dg begitu bodohnya ditipu mentah-mentah cuma dg iming-iming jadian.
Nandi Ni
musuh selalu melihat bahwa pihak wanita selalu jadi sasaran empuk karena wanita itu dipandang lemah dan tak berdaya.tetapi selemh-lemahnya wanita,lelaki se bengis apapun bisa hancur dg tipu daya wanita.
Nandi Ni
aku kasih vote n kopi biar semangat up nya thor
wanti astuti
Tunggu sebentar lg kehancuran mu Erla farada jangan main² kau sama keluarga NUGRAHA bakalan habis kau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!