NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Agenda Dadakan

Sera yang baru saja sampai di gedung megah Perusahannya, dengan satu tangan memegang setir dan tangan satunya menerima panggilan, seketika menginjak rem cukup keras hingga berhenti mendadak.

Satu panggilan dari orang yang saat ini sangat ingin di hajarnya membuat dunianya seketika oleng.

"Apa kau gila?!" teriaknya dangan nafas yang mulai agak cepat saking emosinya.

"Tak ada waktu berdebat, datang kesini dan jangan sampai terlambat!"

Cklek

"Setan!!"

Teriak Sera kemudian, menggema hingga membuat Security yang mendekati ter jingkat.

"Maaf Bu, bisa_"

Sret

Tanpa kata, Sera keluar terburu, membanting pintu dan melemparkan kunci mobil mewahnya begitu saja, dan hal itu cukup untuk membuat semua orang yang melihatnya harus diam dan jangan bertanya.

Mega sudah menyambutnya, dengan wajah yang tak kalah tegangnya, setelah beberapa detik lalu mengumpati Harry karena kesal akan kabar perubahan agenda.

"Berapa waktu yang kita punya?" tanya Sera berpikir cepat.

"Tiga menit Nona"

"Dasar Graven sinting!" teriaknya lalu segera mengambil berkas diatas mejanya.

"Apa kamu sudah menyiapkan Mega?"

"Sudah Nona, Helikopter sudah siap di atas gedung"

"Okey"

Keduanya segera bergegas, masuk ke dalam lift dan kemudian sampai di atas gedung Megatan Company lengkap dengan pesawat yang akhirnya membawa keduanya.

"Aku akan membunuhnya" Ucap Sera dengan mata yang begitu nyalang dan mengerikan bagi Mega.

"Ehem, sebaiknya kita bekerjasama dengan kepala dingin Nona, setidaknya kita sudah sampai dengan cepat" Mega kini melihat ke bawah dan sudah sampai diatas gedung Rudolf Company, masih tersisa waktu satu menit lagi untuk benar-benar sampai di tempat.

Dengan cepat, Sera sedikit berlari setelah keluar dari Helikopter yang di naiki, di susul dengan Mega yang mengikuti di belakangnya.

Saat akan masuk ke dalam lift kusus, di sana ada Harry yang sudah menunggu, Mega yang sudah dekat lebih dulu langsung menghantamkan map merah yang ada di tangan, beruntung reflek Harry cukup bagus hingga kepalanya masih aman-aman saja.

"Kau minta di hajar ha!" teriak Mega.

"Ck, masuklah dulu, kita sudah di tunggu, nanti saja kalau ingin berduel dengan ku" sahut Harry yang tak ingin membuang waktu.

Sera tersenyum tipis, sempat sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh mega, tapi itu cukup memuaskan baginya, ternyata garang juga, aku suka!, batin Sera.

Hingga sampai di ruang meeting yang telah disiapkan, Harry segera membuka pintu dan mempersilahkan Sera dan Mega masuk.

Tak ada waktu untuk berdebat, karena hanya sepuluh detik kemudian investor yang di tunggu memasuki ruangan, Sera hanya mampu menatap tajam, menahan amarah sesaat pada Graven yang hanya stay cool ditempatnya.

Meeting pun di mulai, seperti yang di perintahkan sebelumnya, Sera hanya berbicara hal mendasar saja, tentu dengan bahasa yang di kawal oleh Graven yang duduk tepat di sampingnya.

Meeting berjalan kurang lebih satu jam, hingga akhirnya kesepakatan di menangkan, Investor sangat puas dengan susunan rencana proyek yang di jelaskan bukan oleh Sera, tapi satu-satunya orang yang menguasai bahasa investor dengan baik, yaitu Graven Rudolf.

"Ya Tuhan, untunglah semua selesai dengan aman" ucap lirih Mega yang dari tadi hatinya kebat kebit tidak karuan, pasalnya bukan hanya atasannya, tapi juga dirinya masih belum menguasai bahasa Philipina.

Sesaat melihat ekspresi Harry yang masih nampak diskusi dengan Grevan dengan serius.

"Kau ingin melakukan sesuatu?" tanya Sera yang juga menatap ke arah yang sama.

"Sangat"

"Kalau begitu lakukan Mega, setidaknya inilah saat nya"

"Tentu saja, kita tunggu sebentar lagi, saat sang Tuan anda yang memutuskan"

"Okey, sepertinya kita harus bersabar sedikit lagi" Sera kini tersenyum miring sambil melipat tangan di tempatnya.

Mega bersiap dengan semua amarahnya yang belum sepenuhnya terlampiaskan, setelah melihat Harry keluar dari ruangan, dia segera menyusulnya.

"Jaga dirimu Mega!" teriak Sera dengan senyum sinis nya.

Dan senyuman tipis di berikan untuk menjawabnya, kemudian Mega keluar dari pintu itu segera.

Grevan berjalan pelan menuju ke tempatnya kembali, yaitu di samping Sera yang seolah tengah menunggunya.

Keadaan di ruang meeting masih belum sepenuhnya sepi.

"Mau langsung pulang?" tanya Grevan seolah tak ada yang terjadi.

"Tidak, masih ada yang ingin aku diskusikan" jawab Sera

"Soal?"

"Tentu saja pekerjaan" dengan sabar dan menahan emosinya Sera berkata dengan tenang.

Graven menatap wajah Sera dari samping, ada yang aneh, dan jelas dia merasakan Aura yang tak seperti biasa, kenapa wajahnya begitu tenang, bukankah seharusnya dia melemparkan protes yang tak berkesudahan?, batin Grevan

"Okey, aku tunggu di ruang kerjaku" Graven beranjak dan pergi begitu saja.

"Dasar Kulkas!" umpat Sera yang merasa terintimidasi tapi tak bisa bereaksi.

Sera segera keluar dari sana, menuju ke tempat di mana Graven berada, beruntung satu orang pegawai melintas, kemudian membantu Sera menuju ke ruangan yang di maksudkan.

Pintu terbuka, sepertinya Graven sudah menunggu dan menyiapkan kedatangannya, namun Sera tak percaya begitu saja, terutama jika urusannya begitu sempurna.

"Masuklah Nona Sera" ucap Graven yang kini menatap dirinya datang.

"Jelaskan padaku alasannya!" suara Sera naik satu oktaf dari sebelumnya.

Grevan tak langsung menanggapi, hanya menatap Sera yang semakin dekat menghampiri.

"Jelaskan Grevan!" sekali lagi, Sera berseru sambil berkacak pinggang di depannya.

"Apa yang harus aku jelaskan?" tanya Grevan tanpa merasa salah dan dosa.

"Oh Tuhan!, apa kau tidak punya hati dan pikiran, merubah tempat meeting seenak jidat mu saja?"

"Aku selalu memutuskan sesuatu dengan penuh pertimbangan Sera, jadi tarik ucapan mu"

"Oh ya?, menyuruhku kesini dengan waktu hanya kurang dari tiga menit saja?, kau gila?!"

"Aku cukup waras karena kamu tak akan kesulitan sampai di sini bukan, jangan sok paling sengsara padahal semua fasilitas mewah mu tersedia"

Sera menatap tak percaya, kini maju satu langkah lagi dan tepat di depan meja Graven yang otomatis mendongak melihatnya saat ini.

Brak!

Tangan Sera menggebrak meja.

"Aku muak dengan semua tingkahmu yang tak waras sama sekali" dengan tatapan tajamnya Sera berusaha mengintimidasi.

Graven tersenyum tipis, mengalihkan pandangannya, lalu perlahan berdiri hingga membuat Sera yang awalnya tertunduk menatapnya kini berbalik mendongak kearahnya.

"Tidak waras Hem?" ucap Graven pelan, kini berjalan perlahan memutari meja dan membuat Sera segera berbalik menghadapnya.

"Iya, aku tak bisa jika terus bekerja dengan caramu yang seperti ini, keputusan harus di buat dua belah pihak, bukan cuma kamu saja, Aku juga punya hak_"

Sret

Tiba-tiba saja, Graven mengurungnya, kedua tangannya kini ada di pinggiran meja, membuat tubuh Sera ada dalam Kungkungan nya.

"A apa ini?"

Sera diam mematung, seolah takut bergerak dan akan menimbulkan reaksi yang gila.

Bersambung.

Dukungannya ya, komen sebanyak-banyaknya.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!