Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak Di Lift
Holly dan juga Dery berjalan masuk ke dapur. Mereka berdua bermesraan seperti seorang remaja yang sedang di mabuk cinta. Rumah ini terlihat sangat sepi jadi keduanya bisa melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa takut ada orang lain yang akan melihatnya.
Perusahaan Adam.
Adam dan juga Radja berjalan keluar dari ruangan ini sedangkan di belakang mereka ada Pak Ray yang setia mengekor.
"Radja sudah lama kita tidak melakukan bisnis bersama," ucap Adam dengan menerawang ke kejadian di masa lalu saat mereka masih muda dulu dan belum ada Ailin di antara mereka berdua.
"Ya kau benar. Bedanya dulu aku memiliki saham yang lebih banyak di perusahaan ini dari pada yang kau miliki tapi semuanya kini sudah berubah dan berbanding terbalik," ucap Radja jujur menertawakan kebodohan yang dia lakukan di masa lalu dan hal itu membuatnya kehilangan banyak hal selain perusahaan dia juga kehilangan Pak Ray. Asisten yang selalu setia padanya.
"Hei, jangan bicara seperti itu, aku akan marah jika kau membedakan status kita. Kau ingat kita ini adalah sahabat," ucap Adam dengan menepuk pelan bahu Radja dua kali.
Adam tidak pernah berpikir picik pada orang lain, hanya saja dia tetap menjaga jarak dari Radja demi menjaga Ailin dan juga calon janinya baik-baik saja. Tapi hal itu sangat wajah di lakukan oleh calon ayah untuk menjaga hal yang tidak di inginkan.
"Radja aku akan mampir ke ruangan Istriku terlebih dahulu, aku harus pamit padanya," jelas Adam dengan tersenyum kecil kearah Radja.
Adam mengetuk pintu ruangan Istrinya beberapa kali sebelum dia masuk kedalam ruangan ini, Pak Ray berdiri di tembok samping pintu sedangkan Radja ikut masuk kedalam ruangan Ailin mengikuti sahabatnya.
"Sayang, kamu makan siang sendiri ya hari ini," ucap Adam dengan mengusap puncak kepala Istrinya lembut saat dia sudah berada di samping Ailin yang duduk di kursi kerjanya.
"Iya Mas. Pak Ray tadi sudah bilang," sahut Ailin manja sembari menengadahkan wajahnya melihat sang suami.
"Sani. Bisa aku minta tolong padamu?" tanya Adam dengan wajah memohon.
Berdiri dari posisi duduknya dan langsung membungkukkan badannya, "Saya akan melakukan apapun yang anda katakan Tuan muda," ucap Sani mantap bahkan di wajahnya tidak ada sedikitpun guratan keraguan.
"Kamu tolong pastikan Istriku makan dengan banyak, karena aku tidak ingin dia membuat calon anak kami kelaparan," ucap Adam dengan melirik kearah Istrinya yang langsung manyun. "Sani. Aku mengandalkan kamu," imbuh Adam lagi membuat senyuman tipis tersungging di bibir wanita itu.
"Anda jangan kuatir Tuan muda, saya akan melakukanya walaupun tanpa anda suruh," sahut Sani mantap.
"Mas Adam. Kamu jangan berlebihan," Ailin tersipu malu saat di perlakukan seperti ini oleh Suaminya.
Mengecup puncak kepala Ailin lebih lama, "Mas. Berangkat dulu ya, kamu jangan terlalu capek ingat aku menyuruh kamu kerja di sini karena takut kamu bosan sayang, jika aku melihat kamu sampai kelelahan aku bersumpah tidak akan pernah membiarkan kamu mengurus butik ataupun berkerja seumur hidup," ancaman Adam terdengar seperti akhir dari kehidupan Ailin karena wanita itu tidak pernah menyukai jika hanya berdiam diri saja di rumah tanpa melakukan suatu perkerjaan.
"Adam. Bukankah kamu keterlaluan padanya?" tanya Radja yang merasa ucapan Adam terlalu berlebihan.
"Karena aku tidak ingin kehilangan calon bayi kami, jadi aku harus ekstra menjaga Istriku," ucap Adam jujur.
"Kamu tenang saja Mas. Aku akan menjaga kondisi kami, Sani ada di sini," sahut Ailin dengan menengadahkan tangannya di hadapan Adam.
Adam mengulurkan tangannya dan Ailin mengecup punggung tangannya lembut bersaliman sembari berkata, "Mas. Hati-hati di jalan dan semoga lancar meetingnya," ucap Ailin tulus dengan melambaikan tangannya dari kursi yang sedang dia duduki.
Radja keluar dari ruangan Ailin lebih dulu. Entah mengapa yang ada di dalam pikirannya malah berbanding terbalik dengan apa yang di pikirkan oleh sahabatnya itu. Ada rasa iri di dalam hatinya saat mengetahui jika Ailin telah melupakan dirinya dan kini mencintai pria lain.
_ _ _
Sore hari pukul 16.00,
Sebagian perkerja di kantor Adam telah keluar dari gedung perusahaan ini namun sebagian dari mereka sedang lembur karena belum selesai mengerjakan tugasnya. Ailin dan juga Sani sudah menyelesaikan perkerjaan mereka.
"Ailin, tumben sekali Tuan muda belum turun untuk menjemputmu, biasanya dia akan menghampiri kamu terlebih dahulu," ucap Sani sembari melihat kearah Ailin.
"Mungkin dia sedang sibuk," menjawab enteng. "Eh. Tapi Kamu sudah lihat Pak Ray selesai meeting?" tanya Ailin.
"Sudah kok," sahut Sani singkat sembari mengikuti langkah kaki Ailin masuk kedalam lift tabung yang ada di hadapan mereka.
Ailin dan juga Sani menaiki lift khusus direksi. Saat masuk kedalam Lift mereka tidak merasakan ada firasat apapun. Sani memencet tombol lantai di mana ruangan Adam berada pada awalnya lift yang mereka tumpangi tidak menunjukkan ada kerusakan dan berjalan seperti biasanya namun baru saja naik dua lantai sudah menunjukkan keanehan seperti lampu lift yang tiba-tiba mati hirup.
"Sani ada apa ini?" tanya Ailin panik.
"Aku juga tidak tahu Ailin, kenapa liftnya tiba-tiba berguncang seperti ini?" tanya Sani balik dengan memeluk Ailin.
Selang beberapa waktu lampu di dalam lift tersebut mulai padam, Ailin maupun Sani berteriak histeris sebab mereka hanya berdua saja di dalam ruangan lift ini.
"Tolong," teriak Sani dengan mengedor-ngedor pintu lift tersebut.
"Tolong bantu kami, siapapun," teriak Ailin dengan mengambil ponsel dari dalam tas jinjing bewarna hitam yang sedang dia pakai. Ailin merasa kecewa saat dia melihat di dalam ponselnya tidak ada sinyal.
Lift ini berhenti begitu saja, Ailin langsung memencet salah satu tombol di dalam lift tersebut untuk mengabari jika ada seseorang yang sedang terjebak di dalamnya. Seseorang penjaga menyuruh Ailin untuk memencet semua nomer yang ada di dalam lift tersebut untuk menjaga agar lift itu tidak sampai jatuh kebawah.
Semua orang yang berada di luar lift tersebut begitu tegang saat mengetahui Nona muda terjebak di dalamanya. Adam, Radja dan juga Pak Ray berlari menuju kearah Lift tersebut. Semua pegawai langsung memberikan jalan untuk mereka bertiga.
"Pak. Cepatlah saya mohon Istri saya ada di dalam," teriak Adam dengan raut wajah yang kelihatan sangat panik.
"Ailin. Sadarlah, Ailin," teriakkan Sani terdengar sampai keluar dari dalam lift tersebut dan membuat kegaduhan di luar ruangan itu.
"Sani apa yang sedang terjadi padanya?" tanya Radja tidak kalah panik.
"Ailin pingsan," sahut Sani dengan isak tangis yang terdengar begitu memilukan.
JANGAN LUPA BERIKAN BANYAK TIP AGAR AUTHOR KASIH CREZY UP.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....