Pertemuan pertama Alana dengan Randy terjadi secara kebetulan, dimana Alana langsung terpesona dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Tak disangka - sangka, ternyata Randy adalah pemuda yang dijodohkan dengannya oleh nenek mereka berdua karena persahabatan. Namun saat Randy mengajak Alana berbicara empat mata, pemuda itu mengakui bahwa ia telah memiliki seorang kekasih, dan ia bersedia menikahi Alana hanya karena tak ingin mengecewakan neneknya. Pada akhirnya Alana pun terjebak dalam pernikahan yang semu, yang membuatnya harus menyembunyikan cintanya di balik kisah asmara Randy dan kekasihnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Three Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANTARA KEBOHONGAN DAN KENYATAAN
Suasana kamar hotel tempat Alana dan Randy menginap malam itu terasa hening. Randy merebahkan diri di sofa setelah menyuruh Alana untuk beristirahat di ranjang. Alana merebahkan diri sambil menatap ponselnya. Jemarinya bergerak lincah menekan keyboard pada layar ponselnya untuk mengobrol dengan Meta. Ia baru saja mengirim pesan pada Meta hasil rekaman video Eric yang tampil dalam acara fashion show tadi. Tentu saja Meta menanggapinya dengan kehebohan ala anak muda. Alana tersenyum melihat balasan lucu dari Meta, sementara Randy memejamkan matanya karena tiba - tiba saja ia merasa mengantuk. Baru saja terlelap, tiba - tiba ponselnya berbunyi nada dering khusus panggilan dari Delia, sang kekasih.
"Hallo ...," sahut Randy dengan nada mengantuk.
"Kenapa kamu tidak kembali ke restoran lagi?" tanya Delia.
"Aku mengantuk, Delia," jawab Randy.
"Kamu tidur dengan Alana?" tanya Delia lagi, tentu saja dengan nada bicaranya yang penuh kekesalan.
"Tidak, sayang. Aku tidur di sofa," sahut Randy dengan sabar.
Alana melirik Randy yang akhirnya terbangun karena panggilan itu. Kemudian gadis itu segera mengambil headset nya dan memutar lagu untuk menutup telinganya dari percakapan Randy dengan kekasihnya. Meta masih membalas pesan dengan ceritanya yang lucu yang tak habis membahas tentang Eric. Alana merasa kasihan padanya dan berpikir seandainya Meta bisa melihat Eric secara langsung pasti ia akan senang sekali. 'Apa aku harus jujur padanya tentang pernikahanku agar aku bisa bebas mengajaknya ikut, ya?' tanya Alana dalam hati. Beberapa saat kemudian Alana memutuskan untuk berterus terang khusus kepada Meta tentang dirinya. Tapi ia berniat melakukannya saat bertemu langsung dengannya di kampus, bukan melalui pesan.
Akhirnya tiba awal minggu dimana semua orang kembali pada kesibukan masing - masing. Randy kembali berangkat ke kantornya dan Alana pun kembali kuliah. Namun pagi itu ternyata tak secerah bayangan Alana yang ingin segera bertemu dengan Meta. Ke sana kemari ia mencari Meta tapi tak kunjung menemukannya. Ternyata Meta sedang berada di dalam sebuah ruangan kelas yang kosong bersama Eric.
"Ada apa memanggilku, Meta?" tanya Eric yang baru saja datang memenuhi panggilan Meta yang meneleponnya beberapa saat lalu.
"Eric, lihatlah ini," Meta menunjukkan layar ponselnya pada Eric. Eric menatap layar ponsel itu, tampak videonya yang sedang berpelukan dengan seorang wanita. Entah siapa yang merekamnya, yang jelas video itu telah beredar di grup medsos fans clubnya dan menjadi trending topic.
'Pujaan hati kita telah menemukan pujaan hatinya ...' tulis seorang fans tepat di bawah video tersebut.
'Siapa wanita itu? Sesama model kah?' tulis yang lainnya.
'Bukan model, tapi dia tampak cantik sekali'
'Aku patah hati'
'Aku juga mau dipeluk Eric'
.....
Eric tidak melanjutkan membaca semua komentar itu. Meta memandangnya dengan raut wajah penuh tanda tanya besar, karena ia jelas sangat mengenali wanita yang dipeluk Eric dalam video itu.
"Kamu bergabung dengan fans club ku?" tanya Eric pada Meta.
"Iya, benar. Kamu tahu kan, kalau aku suka padamu?" sahut Meta blak - blakan, tapi wajahnya tampak sangat serius dan berharap. Perasaan yang selama ini terpendam oleh dalih persahabatan itu sudah tidak bisa disembunyikan lagi karena gadis yang berwatak tegas itu ingin segera mendapat kepastian tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka bertiga.
Eric tersenyum, lalu menepuk pundak Meta.
"Meta, aku tidak tahu apa yang kamu rasakan padaku. Tapi yang aku tahu, kamu ingin agar aku berpura - pura menjadi kekasihmu untuk menghindari perjodohan," ujar Eric berusaha menutupi kenyataan bahwa ia sebenarnya sudah tahu tentang perasaan Meta terhadapnya.
"Lalu, video ini? Apa hubunganmu dengan Alana? Mengapa kamu berpelukan dengannya?" tanya Meta.
Eric mulai berpikir sejenak sebelum menjawabnya. Bila menjawab dengan jujur bahwa itu terjadi karena ketidaksengajaan, maka ia akan terus berada dalam bayang - bayang Meta. Ia sudah cukup lelah untuk berpura - pura dekat dengan Meta, sementara kesempatan bersama Alana yang diincarnya justru hampir tidak ada.
"Meta, maafkan aku," akhirnya Eric menjawab pertanyaan Meta itu, "sebenarnya aku sedang melakukan pendekatan dengan Alana."
"Lalu Alana?" Meta tidak menduga akan jawaban Eric yang cukup melukai hatinya, tapi ia lebih penasaran dengan perasaan Alana terhadap Eric.
"Alana ...? Entahlah, seperti yang kamu lihat, ia tidak menolak saat aku memeluknya," jawab Eric dengan akting kebohongannya. Ternyata ia ingin mengakhiri usaha pendekatan Meta dengan berbohong dari cerita yang sesungguhnya.
"Alana tidak mungkin melakukan itu. Dia pernah bilang tidak tertarik padamu," potong Meta dengan nada tinggi. Ia teringat saat Alana menjawabnya dengan yakin bahwa gadis itu tidak tertarik pada Eric, dan Alana yang dikenalnya justru sangat membantu proses pendekatannya pada Eric.
"Meta, hati orang siapa yang tahu. Apakah kamu mengira Alana tidak akan pernah berbohong padamu?" tanya Eric.
"Tentu saja! Dan aku akan menanyakan langsung padanya," Meta bergegas membalikkan badannya dan melangkah untuk meninggalkan Eric.
"Tunggu ...!" teriak Eric menghentikan langkah Meta. Dan gadis itu pun menghentikan langkahnya, lalu menoleh pada pemuda itu.
"Dengar, Eric. Aku tidak masalah kamu mencintai siapa pun, karena aku tidak akan pernah memaksakan cintaku kepada siapa pun," Meta memanfaatkan momen itu untuk menjelaskan pada Eric, "tapi aku hanya ingin tahu penjelasan langsung dari orang yang sangat kupercaya menjadi sahabatku. Karena semua ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada selama ini."
Meta berkata begitu karena mengingat pesan video dan foto - foto Eric yang dikirim Alana kepadanya. Betapa semangat sahabatnya itu mendukungnya untuk mendekati Eric dan membuatnya senang dengan hal - hal yang berkaitan dengan Eric.
"Baik, tapi aku ingin memberitahukan sesuatu kepadamu," Eric mendekati Meta dan mendekatkan wajahnya pada gadis yang emosinya tampak sedang tidak stabil itu.
Sambil menatap tajam pada kedua bola mata bening milik Meta, pemuda rupawan itu berkata, "Jangan mudah percaya pada orang lain, Meta. Cari tahu dulu tentang orang itu sebelum kamu benar - benar berniat untuk mempercayainya."
"Apa maksudmu? Bukankah kamu juga menyukai Alana? Mengapa berbicara seolah Alana adalah orang yang tidak boleh dipercayai?" tanya Meta kebingungan.
Eric menunjuk ponsel yang sedang dipegang Meta, lalu membisikkan sebuah nama tepat di telinganya, "Alana - Randy Wijaya ...,"
Meta terdiam. Itu bukan nama lengkap Alana. Tapi nama Randy tidaklah asing baginya. Eric kembali menunjuk ke ponsel Meta dan berkata, "Ketik saja nama itu kalau kamu ingin tahu tentangnya."
Akhirnya Meta mengetik nama itu di browsernya dengan hati yang dipenuhi rasa penasaran. Tampak foto pernikahan Alana dengan Randy. Sebuah berita pernikahan dari seorang pengusaha muda yang cukup tersohor tidak sulit dicari meski bukanlah seorang artis. Pengusaha muda yang tampan dan sukses menikah dengan seorang gadis cantik bernama Alana.
"Randy ..., sepupunya itu?" Meta bertanya seakan tidak percaya.
Eric tersenyum penuh kemenangan,"Kamu pernah melihatnya, bahkan berkenalan dengannya, bukan?"
"Kenapa Alana mengakuinya sebagai sepupu?" tanya Meta tak lepas menatap foto pengantin Alana di ponselnya.
"Jadi apakah kamu yakin akan mendapat jawaban yang benar dari seorang penipu cantik bernama Alana?" Eric bertanya balik sambil menertawai Meta.
"Lalu kenapa juga kamu menyukainya?!" balas Meta dengan marah.
"Setiap orang mempunyai alasan untuk saling mencintai. Dan dia tidak pernah menipuku, karena aku tahu segalanya tentang dia," jelas Eric.
"Jadi Alana juga mencintaimu?" tanya Meta dengan gemuruh di dadanya. Ia sudah tidak bisa mengendalikan detak jantungnya yang naik turun karena emosinya telah terpancing. Sebuah kenyataan yang meruntuhkan kepercayaannya terhadap sahabat yang paling disayanginya itu.
"Percuma kamu bertanya padanya. Aku dan Alana dekat atas dasar saling membutuhkan, tapi ia tidak akan tega untuk berkata jujur padamu," ujar Eric dengan penuh keyakinan.
"Mengapa ia harus mengkhianati Randy, bukankah ia sangat tampan dan sukses? Mereka juga sangat dekat dan bahkan sangat romantis," Meta terduduk.
"Jawabannya adalah karena mereka tidak saling mencintai. Bahkan Randy lah yang mendekatkan Alana padaku," jawab Eric mencampur adukkan kebenaran dengan kebohongan demi meramu sebuah cerita yang bisa membuat hati Meta hancur. Jika Meta membenci Alana, maka ia akan menjauhinya dan Eric akan menjadi satu - satunya tempat bersandar bagi Alana. Itulah tujuan Eric yang sebenarnya.
Meta berlari keluar ruangan. Hatinya hancur. Hari ini ia telah kehilangan kedua orang terpenting dalam hidupnya di kota ini, yang satu adalah cintanya dan yang satu lagi adalah sahabatnya. Dan keduanya telah berkhianat padanya.
"Meta!" tiba - tiba terdengar suara Alana dari arah belakang. Meta menoleh ke belakang tapi hanya sepintas, lalu ia justru mempercepat larinya menjauhi Alana yang sedang berjalan di belakangnya. Alana pun mengejarnya. Keduanya berlarian menuju ke sebuah tempat yang cukup sepi, di balik sebuah gedung yang jarang dipakai. Keduanya berhenti dengan nafas yang terengah - engah.
"Meta, kamu ini kenapa?" tanya Alana, "Aku mencarimu dari tadi, ternyata kamu malah lari ...."
'Mulai sekarang jangan dekat denganku lagi, Alana!" Meta menatapnya dengan tatapan setajam pisau, yang berkilat di balik matanya yang tampak berkaca - kaca. Alana melongo melihatnya, di sela nafasnya yang masih tersengal - sengal.
"Kenapa? Apa salahku?" tanya Alana dengan ekspresi wajah yang tidak tahu apa - apa. Meta semakin membenci wajah polos itu. Wajah yang ternyata penuh dusta.
"Alana Randy Wijaya, selamat bersenang - senang dengan Eric," Meta berkata sambil tersenyum sinis.
Kembali Alana terperangah mendengar nama yang disebut Meta. Itu adalah nama barunya dalam dunia bisnis.
"Meta ..., apakah kamu sudah mengetahui semuanya?" tanya Alana dengan nada berhati - hati.
Tanpa menjawab pertanyaan itu, Meta segera berlari meninggalkan Alana yang masih terbengong - bengong di tempatnya. Alana tertegun dengan apa yang baru saja terjadi. Namun ia hanya bisa menatap punggung Meta yang kini semakin menjauh darinya.
🥰🥰🥰 bahagia buat keluarga Randy dan Alana. semoga badai rumah tangga tak lagi menerpa ya...
tinggal menikmati hari2 bersama penuh kegembiraan...
nenek msh panjang umur, berkah ya Nek dn bahagia... cucumu udh kasih cicit yg cantik ❤
,, semoga gk dijodohin sama anakny Randy #ups...
Walau ada adegan keras tapi kayak nuansanya itu adem.
Mungkin karena itu, semua tokohnya mendapatkan happy ending.
Semangat Thor, siap baca cerita lainnya yang juga bikin penasaran dan gregetan.
ngeri banget nikah ama Delia. apalagi lumpuh pasti sifatnya makin wadidaw...
Selamat juga buat kehamilannya /Kiss/
Rasain tuh Devan. sepandai-pandainya menyembunyikan fakta pasti terkuak juga.