NovelToon NovelToon
"DELIMA" Wanita Malang

"DELIMA" Wanita Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Noona Risma

PLAGIAT DILARANG MEREKAT!😈😈
INI REAL CERITA SAYA YAH💜

Hidup sendiri didunia ini rasanya begitu sesak, hampa dan hambar bagaikan sayur tanpa bumbu pelengkap.

Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan tidak dicintai bukanlah hal yang salah, namun menyakitkan.

Setiap hari, jam, menit bahkan detik dia tidak menganggap kehadiranmu. Dia lebih memilih bersenang-senang bersama teman-teman dan terpuruk dalam masa lalu yang tidak mungkin bisa kembali.

Sakit?

yah sangat. melebihi luka jahitan. sakit berdarah memang sakit, namun lebih sakit jika sakit tanpa darah.

Rasanya seperti menjadi iron man?

no! bukan seperti menjadi iron man, but rasanya seperti ada ratusan belati tajam menusuk-nusuk hatimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

SELAMAT MEMBACA!

***

Setelah makan Delima kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Dia tidak peduli mau Erwin mengizinkannya atau tidak toh dia juga tidak pernah melarang suaminya itu melakukan apapun.

Drt-drt-drt!

Ponsel Delima berdering, Papa Agus yang menelponnya. Delima pun meraih ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.

"Halo pah," ucap Delima mengapit ponselnya pada pundaknya lalu memoleskan lipstik di bibirnya.

"Halo Del, kamu lagi apa nak?" tanya Papa Agus.

"Delima lagi siap-siap pah, sebentar lagi jadwal kemo Delima," jawab Delima.

"Ya sudah kalau begitu papa yang akan menjemputmu," ujar Papa Agus.

"Tidak usah pah, Delima bisa naik taksi kok," tolak Delima.

"Tidak ada penolakan! Papa yang akan menjemputmu karena papa akan mengenalkanmu dengan dokter spesialis onkologi yang bisa membantumu untuk sembuh," jelas Papa Agus.

"Baiklah terserah papa saja," kata Delima.

"Lima menit lagi papa sampai," ucap Papa Agus lalu panggilan mereka pun berakhir.

Setelah selesai memoleskan make up tipis di wajahnya, Delima pun keluar dari kamarnya menuju lantai bawah.

"Nyonya, mau ke mana?" tanya Mbok Tini.

"Saya mau ke rumah teman mbok," jawab Delima tersenyum.

"Tapi nyonya tuan tidak mengizinkan nyonya keluar rumah," pungkas Mbok Tini.

Delima menghela napasnya dengan sedikit kasar, "Tidak perlu cemas mbok! Biar nanti Mas Erwin jadi urusan saya," balas Delima. "Saya pergi dulu yah mbok!" pamit Delima kemudian keluar dari rumah.

Mbok Tini geleng-geleng kepala melihat Delima, "Kenapa anda berubah nyonya? Yang saya takutkan nanti, bukannya membaik hubungan kalian akan semakin memburuk jika sifat anda seperti ini nyonya," gumam Mbok Tini.

Delima lalu masuk ke dalam mobil Papa Agus dan mobil itu pun berlalu meninggalkan jalanan rumah Delima dan Erwin.

"Apa suamimu tahu kalau kamu keluar Del?" tanya Papa Agus.

"Iya pah, aku tadi pagi sudah izin juga kok," jawab Delima.

"Kenapa harus izin dengannya segala? Dia itu bukanlah suami yang baik bagi kamu Del! Lakukan apa yang kamu mau, bahkan dia melakukan semua yang dia mau tanpa memperdulikan kamu bukan?!" ujar Papa Agus dan Delima hanya mengangguk.

"Tapi, bukan berarti papa menyuruh kamu untuk lalai dalam menjaga suami, lakukan saja tugasmu selama kamu masih menjadi istrinya," tambah Papa Agus.

"Iya pah," balas Delima.

Mobil papa Agus pun berhenti di sebuah restoran mewah.

"Kok ke sini pah?" tanya Delima mengernyit bingung.

"Papa akan mengenalkanmu dengan anak teman papa yang juga merupakan dokter spesialis onkologi," jawab Papa Agus. "Ayo turun Del!" ajak Papa Agus lalu turun lebih dulu dari mobil.

Delima pun menyusul Papa Agus turun dari mobil kemudian mereka berdua melangkah masuk ke dalam restoran tersebut.

"Di sana Del!" tunjuk Papa Agus pada seorang pria yang sedang duduk sendiri di tengah-tengah restoran. Mereka lalu berjalan mendekat.

"Sudah lama nak?" tanya Papa Agus pada pria tersebut.

Pria itu berdiri dari duduknya lalu menjabat tangan Papa Agus, "Lumayan om," jawabnya. "Silahkan duduk!" katanya mempersilahkan Delima dan Papa Agus untuk duduk.

Delima dan Papa Agus pun duduk di hadapan pria tersebut.

"Del, perkenalkan ini Nak Alvino putra sahabat ayah dan Nak Alvino perkenalkan ini putri om namanya Delima," jelas Papa Agus dan kedua orang itupun saling bertegur sapa sambil berjabat tangan.

"Saya Dokter Alvino," ucap Alvino.

"Saya Delima dok," balas Delima tersenyum.

"Jadi apa yang bisa saya bantu om?" tanya Alvino pada Papa Agus.

"Begini nak Alvino, putri sulung om ini sekarang sedang mengidap penyakit kanker otak dan sudah memasuki stadium tiga. Karena papa kamu yang mengusulkan kamu, om harap kamu bisa membantu putri om ini," pungkas Papa Agus penuh harap. "Om juga tahu kalau kamu sudah sering menyembuhkan pengidap penyakit kanker dan om menaruh harapan penuh agar Delima bisa sembuh dengan bantuan darimu," tambah Papa Agus.

"Saya akan berusaha membantu kesembuhan Delima om dan soal sembuh atau tidaknya saya pun tidak tahu, tapi saya akan berusaha agar Delima bisa terbebas dari penyakitnya ini," balas Alvino tersenyum.

"Terima kasih dok," kata Delima dan dijawab anggukan kepala oleh Alvino.

"Kalau begitu nanti saya ingin bertemu dengan dokter yang merawatmu apa boleh?" tanya Alvino dan Delima pun mengangguk.

"Boleh dok," balas Delima.

"Kita pesan makanan dulu baru pergi ke rumah sakit," imbuh Papa Agus lalu memanggil pelayan dan mereka pun memesan makanan.

"Oh iya, sekarang Nak Alvino kerja di rumah sakit mana setelah pulang dari London?" tanya Papa Agus di sela-sela makan mereka bertiga.

"Di rumah sakit X om dan setelah menemui dokternya Delima saya akan langsung ke rumah sakit itu," jawan Alvino dengan sopan.

"Rumah sakit tempatmu bekerja sekarang adalah rumah sakit tempat Delima periksa, kontrol dan juga melakukan kemo," timpal Papa Agus.

"Oh yah?" ulang Alvino dan Papa Agus pun mengangguk.

"Iya," jawab Papa Agus.

Dan setelah perbincangan singkat itu, mereka pun kembali fokus dengan makanan mereka masing-masing. secara diam-diam Alvino mencuri pandang pada Delima yang menunduk sambil makan lalu tersenyum tipis.

***

Mereka bertiga sampai di rumah sakit X. Delima menuntun kedua pria itu menuju ruangan Dokter Tia.

Tok-tok-tok!

Delima mengetuk pintu ruangan Dokter Tia.

"Masuk!" sahut dokter Tia dari dalam ruangannya. Mereka pun masuk ke dalam ruangan Dokter Tia.

"Selamat siang dok," sapa Delima.

"Siang Del," sapa balik Dokter Tia lalu mengarahkan tatapannya pada kedua pria yang datang dengan Delima.

"Saya Agus dok, papanya Delima," ucap Papa Agus menjabat tangan Dokter Tia.

"Saya dokter Tia, dokter yang merawat Delima dan kalau tidak salah ingat bapak yang," ucapa Dokter Tia di potong Papa Agus.

"Iya saya yang waktu itu meminta nomor Delima pada anda dok," potong Papa Agus dan Delima mengerti sekarang jika Dokter Tialah yang telah memberikan nomornya pada Papa Agus.

Tapi, bukannya marah Delima malah bersyukur dan sangat beterima kasih pada Dokter Tia karena jika bukan dia mungkin hubungannya dan Papa Agus tidak akan berkembang dan masih akan jalan di tempat.

"Dan anda bukannya Dokter Alvino? Anak dari pemilik rumah sakit ini bukan?" tanya Dokter Tia memastikan.

"Iya dok, sayang Alvino," balas Alvino tersenyum lalu menjabat tangan Dokter Tia.

"Silahkan kalian duduk dulu!" Dokter Tia mempersilhkan ketiga orang itu untuk duduk.

"Jadi ada apa sebenarnya?" tanya Dokter Tia langsunh ke intinya.

"Jadi begini dok, saya ingin selanjutnya dokter Alvino akan ikut andil dalam proses penyembuhan Delima," jawab Papa Agus.

Dokter Tia manggut-manggut, "Wah bagus dong. Dokter Alvino adalah dokter terbaik yang ada pilih untuk Delima. Mari bekerja sama dokter," ucp Dokter Tia tersenyum.

"Terima kasih dok," balas Alvino. "Apa saya boleh minta rekam medis Delima dok?" tanya Alvino dan Dokter Tia pun mengangguk.

"Tunggu sebentar saya akan mengambilkannya dulu," balas Dokter Tia lalu beridir dari duduk ya dan mencari rekam medis Delima di lemari khusus rekam medis para pasiennya.

"Ini dok," Dokter Tia menyerahkan rekam medis Delima pada Alvino.

"Terima kasih dok," ucap Alvino lalu mulai membaca rekam medis tersebut.

***

Jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote😘 Salam manis dari Author yang tidak manis ini😝😗

1
SRI HANDAYANI
aku kasih bunga se keranjang 🤩🤩🌹🌹🌹
SRI HANDAYANI
semoga endyng nya happy ❤❤
SRI HANDAYANI
kok kayak lagu kehilangan yaa...🤣🤣🤣
SRI HANDAYANI
lanjut thor 💪💪🌹🌹
SRI HANDAYANI
luar binasa sadisnya 😡😡😭😭
melting_harmony
Luar biasa
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat cerita nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Cen Li
Luar biasa
Lutfi f
aku udh nyari tp gag ada
Tari Sirait: BOHONG INI JUDUL CERITANYA KAGAK ADA!?
total 1 replies
Jam'ah Sublie
kebaikan Erwin cuma ada kedua orang tua nya
Jam'ah Sublie
selalu saja wanita yg tersakiti
Fatih Qolbi
Top bgt pokoknya
stva 14
lanjutannya mana ya
May
keren
Lela Lela
sehatlah delima .
Lela Lela
semoga sembuh delimany thor
Lela Lela
sembuhkan author delimany
Lela Lela
semoga bahagia terus
Lela Lela
bagus akur erwin
Lela Lela
Awas kamu erwin jgn hanya di depan mama papamu baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!