Ayana Amalia seorang gadis berusia 19 tahun yang masih kuliah rela mengorbankan rahimnya untuk mengandung dan menjadi ibu surogasi anak dari seorang pasangan kaya raya untuk menebus hutang keluarganya dan mengobati penyakit ibunya,
namun kesalahan datang Proses ibu surogasinya gagal Ayana malah terikat cinta dengan tuannya hingga mengandung anak tuannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nenahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ilham tau
Di tengah kota besar ini gedung pencakar langit tertinggi di bangun sebagai gedung utama perusahaan Abuzarine group, perusahaan raksasa di negri ini, di antara perusahaan lainnya, bahkan kehebatannya sampai ke negara-negara tetangga.
Di lantai paling atas gedung tinggi itu, hanya ada ruangan Presdir dan asisten Presdir tidak ada yang boleh memasuki ruangan itu tanpa izin sang pemilik.
Dan petugas kebersihan pun khusus adanya, jangan tanya kenapa, suka suka lah, dia kan sang maha raja.
Ilham memasuki ruangan sekretarisnya, yaitu Andre, tanpa mengetuk pintu dan tanpa permisi dia duduk di kursi berhadapan dengan Andre.
Seperti seorang bos Andre menatap tajam Ilham, memangku kaki kanannya ke kaki kiri dengan jari menodong ke arah kening Ilham seolah membuat senjata api.
"kemana saja kau menghilang tidak bertemu denganku, beri aku penjelasan untuk alasanmu." menuding.
"Heeeyyy, jangan mentang-mentang sudah beberapa hari aku tidak ke kantor jadi kau lupa siapa yang paling tinggi kedudukannya di perusahaan ini."
"Sekarang aku bos mu, katakan apa yang sudah kamu lakukan beberapa hari,"
"Baiklah pak bos, maafkan saya lancang mengambil cuti sesuka hati buhahahaha" tertawa seakan menemukan lelucon.
"Katakan siapa ayana" datar.
"Siapa Ayana?, memang apa perlu kamu tau,"
"Kalau ada apa-apa mengenai Ayana, jangan salahkan aku tidak akan membantumu, faham?"
"Loh ko lebih galak kau, aku bosmu, mau aku pecat kau?" menuding
"Lakukan lah kalau kau bisa, buhahahaha" kini Andre yang berbalik meledek Ilham dengan tawanya.
Betul juga, sekarang aku dan Marta ada masalah mengenai Ayana, dan aku yakin hanya andre yang bisa bantu aku.
"baiklah, kalau kau memaksa aku akan cerita, Ayana sedang mengandung anak ku."
"Apa? Kau gila", braaaaak, Andre bangun menggebrak meja.
"Kau yang sudah gila, beraninya kau seperti itu padaku? Hah, kau cari mati hah,"
matanya terbelalak, tangannya sudah mengepal tepat di depan wajah Andre menyisakan angin untuk lewat beberapa inci saja.
pikirannya masih waras, untuk tidak memukul Andre,
"So sorry, gue syok," Andre syok dengan pukulan yang hampir mengenai wajahnya. "siapa sebenernya Ayana,?"
Habis aku, kalau Ilham sudah marah, mending mengalah deh.
"awalnya Ayana terikat kontrak dengan Marta sebagai ibu surogasi, menanamkan benihku di dalam rahimnya, kami hanya menyewa rahimnya untuk mengandung anak kami.
"kau menyentuhnya?"
"Tidak, dokter yang menyuntikkannya, aku tidak menyentuhnya."
"Berhasil?"
"Tidak,"
"Loh, kau bilang dia mengandung anak mu berarti sukses doang prosedurnya."
"Dia murni mengandung anakku, hasil kami berhubungan,"
"Gila kau, sejak kapan sahabatku yang menjunjung tinggi kesetiaan menghamili wanita lain?"
Andre tau sahabatnya sangat menghargai wanita dan kesetiaan, karna kesetiaan adalah pondasi dan tiang yang kokoh untuk sebuah hubungan.
"Heeeeyyy, ini semua gara-gara kau," menuding " kau memaksaku minum waktu malam itu, dan akhirnya ayana yang aku nikmati, Marta tidak ada di rumah waktu ini, andai kau tidak memaksaku untuk minum tidak akan ada dua junior Abuzar,"
"Dua?" matanya terbelalak ketika mendengar kata dua yang artinya bayi yang di kandung Ayana kembar, "anakmu kembar?"
"Ya calon anak ku kembar."
Kemudian Ilham menceritakan garis besar tentang hubungan mereka, dari mulai berjumpa sampai hari ini.
Tidak ada yang di lebihkan atau bahkan yang di kurangi, semua sesuai dengan takaran yang terjadi.
"Ilham," menghela nafas panjang, mengacak-acak rambutnya frustasi dengan sahabatnya "bodoh sekali kau, entah ini musibah atau sebuah berkah, satu sisi akhirnya kau mempunyai keturunan kembar pula, tapi di sisi lain wanita yang kau hamili itu orang lain, bukan istrimu."
"Yang aku takutkan, ibuku, aku takut dia sama seperti ibunya Ayana saat mengetahui semua ini,?"
"Percayalah, tidak akan terjadi, ibu akan baik-baik saja, tapi ada satu hal yang harus kamu tau tentang Marta."
"Oh ya, apa? Kau bilang ada yang penting tentang Marta,"
Andre mengambil sebuah sebuah map berwana biru, di laci, dan memberikannya ke Ilham.
"Apa ini?" membolak-balikkan map itu heran.
"buka lah, kau akan tau semuanya."
Ilham membuka map tersebut mengeluarkan beberapa lembar kertas juga foto dan sebuah flashdisk.
Tangannya meraih foto, dia mengamati foto tersebut, betapa syoknya ketika melihat gambar tersebut adalah istrinya dengan pria lain.
"Siapa ini, kenapa dia bermesraan dengan marta?"
Pandangannya mulai tidak bersahabat.
"Buka lah, dan baca dengan teliti siapa dia?"
dia membaca semuanya, dengan jelas, tidak ada satu kata pun yang terlewat, mencernanya dengan baik
"sial," melempar berkas itu ke lantai. "beraninya dia berselingkuh dengan pria itu dari mulai kami menikah, sampai sekarang?"
"Dan bodohnya kau tidak mengetahui itu"
Dia meraih flashdisk yang berserak di lantai memasangnya di laptop pribadinya dan memberikan kepada Ilham,
Pemutaran video cctv tentang Marta bersama Febrian,
"aaakkhh, sial" menggebrak meja keras berteriak memenuhi lantai Presdir Abuzarine group, mungkin suara teriakan nya bisa terdengar ke lantai bawah.
"beraninya dia menggelapkan uang perusahaan ku untuk terong terongan, sial Marta Marta, bodoh goblok."
"Aku akan menghukumnya untuk itu,"
"Apa kau akan melanjutkannya?"
"Sorry aku jijik dengan tubuh terhormatku, jikalau harus berbagi pasangan dengan gembel seperti Febrian."
"Kau harus cari bukti lebih untuk mengalahkannya di persidangan, sampai tidak ada untuknya pembagian harta Gono gini, mungkin dia menyimpannya di kamar kalian."
"Betul juga, kenapa aku terlalu percaya pada Marta, sampai tidak mencurigainya sama sekali,"
"ham, bagaimana dengan ayana?, ibunya sudah tiada itu karna ulah istrimu, dan dia murni mengandung anakmu bahkan dia memberikannya Doble," Andre tersenyum lebar seraya meledek Ilham.
"dia bersikeras akan meninggalkanku setelah melahirkan, dan dia akan memberikan anak itu untukku dan Marta."
"Kau akan membiarkannya pergi setelah tau Marta selingkuh,"
"Tidak, ga akan aku meninggalkannya."
Ilham pergi meninggalkan ruangan itu, menuju lift khusus Presdir dan asisten Presdir seorang diri.
keluar dari gedung miliknya, banyak dari mereka yang menegurnya tapi tidak dia hiraukan, karyawan yang mendapat sapaan dari Ilham itu seperti mendapat sebuah keberuntungan seperti di sapa oleh kaisar yang mulia raja.
mengendarai mobilnya cepat, tak berselang lama dia sampai di rumahnya, karna mobil yang di lajukan sangat kencang.
Memanggil-manggil nama Marta tapi tidak ada jawaban dari wanita itu.
"tuan, nyonya sudah tidak pernah pulang semenjak kejadian di ruang cctv" ujar Bu asih menghampiri Ilham yang mencari suaminya.
"Apa Marta tidak pernah pulang?"
"Iya tuan," menunduk sopan.
Peraturan di rumah ini, tidak ada yang boleh menatap wajah tuan rumah baik itu sesama jenis maupun lawan jenis.
Jangan tanya kenapa suka-suka lah dia kan yang menggajihnya.
"Apa kalian tidak menanyakan kabarnya?"
"Sudah tuan, nyonya bilang jangan mau tau urusannya."
"Ciiih munafik," memicingkan matanya, "Bu Asih, kalau kau berpihak padaku, ikut aku ke kamar"
"Ma mau apa tuan?" terbata.
"Sudah lah ikut saja,"
"Baik tuan" mengangguk sopan.
Ilham dan Bu asih masuk kedalam kamar untuk mencari bukti apa saja yang yang dapat mereka temukan.
Karna tidak mungkin dia mencarinya sendiri dan tidak mungkin mengajak IRT yang lain untuk masuk ke dalam kamarnya.
Kalau dia yang mencarinya sendiri tentu kamar ini akan seperti kapal pecah, dan pasti sulit mengatur ulangnya.
Hanya Bu asih yang dia percaya untuk membersihkan kamarnya.
"Bu asih tolong geledah kamar ini, temukan yang mencurigakan apapun itu,"
"Baik tuan"
Setelah beberapa saat kemudian, mereka tidak menemukan apapun yang mencurigakan.
"Hebat sekali kau Marta, bahkan kau tidak menyimpannya di rumahku, atau kau telah membawanya ke tempat lain"
"tuan, saya menemukan ini di bawah baju nonya," memberikan selembar kertas, dengan tangan gemetar.
"apa ini?" Ilham mengambil selembaran itu, membacanya dengan teliti.
"Apaaaaa" nada tinggi, mukanya merah padam. Beraninya selama ini kau membohongiku marta."
Bu asih mundur selangkah ke belakang mempersiapkan diri kalau kalau tuangnya tidak sadar untuk ngamuk dia sudah mempersiapkan diri untuk kabur.
Dia tau, majikannya kini marah besar, tidak ada yang bisa lolos dari kemarahan Ilham, begitu berani Marta membohongi Ilham sementara Ilham yang selalu setia dan jujur selama sebelum kenal Ayana.
Isi tulisan dalam kertas itu adalah keterangan medis dari salah satu dokter spOG, yang menyatakan Marta mandul dan tidak bisa memberikan keturunan.
Penulis kecil ini hadir dengan membawa cerita berjudul 'When The Heavy Rain Comes to You' yang menceritakan tentang seorang gadis bernama Lunar Paramitha Yudhistia yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya menikah lagi dengan rekan kerjanya. Ia tak terima akan hal tersebut namun tak bisa berbuat apa-apa.
Tak disangka-sangka, wanita yang menjadi istri muda sang Ayah menaruh dendam padanya. ia melakukan banyak hal untuk membuat Lunar menderita, hingga puncaknya ia berhasil membuat gadis itu diusir oleh ayahnya.
Hal itu membuatnya terpukul, ia berjalan tanpa arah dan tujuan di tengah derasnya hujan hingga seorang pria dengan sebuah payung hitam besar menghampirinya.
Kemudian pria itu memutuskan untuk membawa Lunar bersamanya.