NovelToon NovelToon
Ternyata Adilla Adikku Yang Hilang

Ternyata Adilla Adikku Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Pihak Ketiga / Pelakor jahat / CEO / Konflik etika / Teen / Gadis Amnesia / Tamat
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ncess Iren

Seorang pria tampan dan Mapan bernama Anan, Dia seorang CEO yang punya sifat sombong dan arogan.

Tetapi dibalik sikap angkuhnya dia sedang mencari ibu dan adiknya yang diusir oleh sang ayah, karena fitnah kejai dari pelakor.

18 tahun kemudian Adilla bekerja sebage OG diperusahaan Anan, yang selalu diperlakukan dengan kasar olehnya.

Akankah Anan akan mengetahui bahwa Adilla adalah adik kandungnya?

Ataukah justru Anan jatuh cinta padanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ncess Iren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Itu Bulshit

   "Kamu sadar barusan ngomong apa dek? Apa cuma segitu usaha kamu untuk mempertahankan cinta kita" Tanya Efan

  "Cinta? haha bulshit kak, Dilla serasa berjuang sendirian, dulu iya Dilla memang telah di butakan oleh cinta. Saat Kak efan memanjakanku, seolah_olah aku ini seorang princess diratukan. Tapi kenyataan pahit datang tiba_tiba setelah kita menikah, kekasihmu muncul kembali di kehidupanmu. Kenapa harus ada orang lain dalam rumah tangga kita Kak, kenapa? aku bukan lagi prioritas kakak aku capek" Ucap Dilla panjang lebar.

    "Sekarang dilla tanya, Kak efan yakin gak ada rasa apapun sama liora? Efan terdiam menatap dilla, dia tidak bisa menjawab apa_apa dengan tatapan yang tidak bisa ditebak.

 "Kalau memang Kakak sendiri gak yakin, pikirkan baik_baik pernikahan kita" Ucap Adilla.

"Kak Dilla mau pulang" lirihnya pada Kak Anan, yang dari tadi sudah mengepalkan jari jemarinya.

"Sebentar ya kakak urus dulu administrasinya" Anan mengusap kepala Dilla pelan, kemudian berlalu keluar dari kamar inap Adilla.

"Kakak mau nunggu apa lagi? kakak tahu, Dilla ingin rasanya nggak percaya kalau apa yang di omongin Kak Anan itu benar. Tapi melihat Bagaimana Kakak menjelaskan tanpa merasa bersalah sedikit pun, itu sudah cukup membuktikan kalau apa yang dikatakan Kak Anan itu benar. Tidak terasa aku merasa sangat bodoh, karena selama ini udah percaya sama omongan manis Kakak.

"Dilla kakak...

"Kita berdua Butuh Waktu Kak pikirin semua baik-baik, demi masa depan kita. Tanya baik-baik sebenarnya hati kakak untuk siapa? Kak efan sendiri yang bilang sama Dilla, ketika Kakak mengucapkan ijab kabul di depan orang tua kita. Kak efan udah janji untuk menjagaku, melindungi ku dan membahagiakanku. Tapi sekarang apa? kenapa Kak Efan bisa lepas tanggung jawab gitu aja sama Dilla, cuma karena liora. Kenapa Kak?

    "Dek kita pulang sekarang" Tetiba Anan masuk yang membuat Dila dana Evan saling melihat tak percaya.

"Dilla pulang sama aku" Ucap Efan yang dibalas tatapan sinis Anan.

"Maaf Fan Tapi aku gak akan Biarin Dilla ikut kamu" Ucap Anan dengan nada yang penuh penekanan.

"Kak jangan sampai memperkeruh suasana" Mohon Efan.

"Kak Efan yang jangan memperkeruh suasana, Dilla nggak akan ikut Kakak pulang dan kalau memang kakak nggak mau Dilla berdosa. Lebih baik izinkan Dilla tinggal sama Kak Anan, untuk beberapa hari ke depan Dila Butuh Waktu" Efan hanya mengusap wajahnya dengan kasar sambil terus menatap Dila Tatapan yang selalu sukses membuat dia ingin menangis.

"Maafin Kakak, Kakak Izinkan" Efan mendekat lalu mengecup kening dilla singkat sebelum berlalu keluar dari ruang inap begitu saja.

Di apartemen Kak Anan aku hanya duduk dan diam saja, memikirkan masalahku sekarang. Kak Efan beneran masih punya rasa sama Liora, kalau memang iya kenapa Kak Efan mesti bohong waktu aku tanya kemarin itu.

"Jangan ngelamun Dek, kakak udah ingetin untuk adek jangan nyimpen rasa sakit sendirian. Kan Kak Anan ada di sini untuk adek" Kata Anan lalu ikut Duduk di sampingnya dan merangkul Bahu dilla hangat.

"Kak Adek cuma takut kalau, kenyataan yang akan Dilla terima. Nggak sesuai harapan dan bayangan Dilla selama ini, Dilla takut Kak.

Dila kenapa kamu harus takut, Kamu kan punya Allah. Kan Kakak udah pernah bilang bahkan sering bilang, kalau Allah itu nggak akan ngasih masalah. Kalau nggak sepaket dengan solusinya Dek, jadi Dilla harus yakin kalau sesuatu itu pasti akan berakhir. Ya Berarti masih bersambung paling ada cuplikan episode sebelumnya" dan Kak Anan sudah nyubit-nyubit Pipi adiknya sambil nahan ketawa.

"Ya Allah kak kenapa ujung-ujungnya malah spoiler sinetron, rumah tangga Dilla bukan sinetron apalagi jadi kalau jadi bahan untuk nonton orang banyak"

"Ya emang bukan sinetron Dek, kan emang nggak bisa ditonton Dek. Tapi bisa dibaca dihayati, dan di resapi benar gak"

"Kakak masih makin ngawur, Emang Kakak nggak kerja? Anan melepaskan rangkulannya malah membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

"Gimana Kakak mau kerja kalau kamu kayak gini, kalau yang sakit fisiknya doang mah gampang di toko obat udah bejibun. Nah ini sakitnya mau pakai merambat ke hati terus naik otak, nah itu yang ribet gak tau nyari obatnya di mana"

"Kak kalau sakit hati itu ya obatnya sujud, sekarang yang jual sajadah juga udah bejibun. Kakak pusing nyari dimana?

Anan langsung bangkit dan menatap Dilla lama, "Kenapa" tanya aku sambil mengusap bau Kakak ke Anan.

"Pinter emang beneran pintar adiknya kakak" dan tawa kita pecah seketika, untuk sesaat aku melupakan beban yang ada masalahku karena kehadiran Kak Anan. "Terima kasih ya Allah"

"Kak jalan yuk, kita beli bahan makanan terus masak ayok" rengat Adila

"Nah nah kan Ya Allah dek, Kakak belum tidur nyenyak dari kemarin jadi delivery aja ya. Ya Adek mau makan apa pokoknya, jangan jalan" Dilla langsung memanyunkan bibirnya karena mendengar jawaban Anan.

"Jadi Kak Anan nggak mau nih, beneran nggak mau? Ayolah Kak palingan kita belanja aja deh ntar. pulang belanja kalau kakak mau tidur sepuasnya juga, gak akan Adek bangunin. Dilla sambil narik-narik lengan kemeja Anan, dia tarik tangannya tari kakinya, sama yang terakhir timpuk pakai bantal.

"Bangun nggak! Tanya Dilla mulai kesel.

"Enggak ngantuk Dek" Jawab Anan saat Dilla masih menggoyang-goyangkan padanya,

"Bangun atau..

"Atau apa? ngadu sama Bunda? Tanya Anan.

"Atau Dilla kasih tahu Bunda, kalau Kak Anan lagi suka sama seseorang. Dilla denger kok, Kakak mau nikung saingan sepertiga malam. Dia cantik kan ceweknya emang siapa? Kakak sampai harus ditikung sepertiga malam gitu" dan tiba-tiba Anan langsung bangkit dan loncat gak jelas, dari rancang sambil nunjuk-nunjuk Dilla nggak percaya.

"Ntar dek, Adek tahu dari mana Wah wah punya mata-mata nih anak"

"Nah makanya Ayo jalan kalau nggak Tar Dilla kasih tahu bunda.

"Ya udah ayo buruan 5 menit gak turun, Kakak tinggal" Ucap Anan lalu menyambar kunci mobilnya.

"Nah makanya jangan dikirain Kakak aja, yang tahu segala hal tentang Dilla. Dilla juga selalu merhatiin kelakuan Kak Anan, adik yang baik kan? Kata Dilla ketika Anan berdiri di ambang pintu.

"Iya adiknya kakak, adik yang baik" Ucap Anan yang mendekat dan mengelus pipiku pelan.

"Baik tapi kelakuan nggak bisa ditebak, udah buruan jangan lama" Ujar Anan ke Anda menepuk pelan pipiku dan berlalu keluar kamar tinggalkan aja kalau mau rahang sama adik viralkan

Serius beneran makanan malah menggelitik akhirnya mereka berdua berlari menuju ke arah mobil

"Kak Efan Dilla kangen sama kakak, di mana kita selalu bercanda. Tertawa bersama, kakak sangat romantis. Sangat sayang sekali sama Dilla, kenapa keadaan sekarang berubah.

Bersambung....

1
Beatrys Abbas
Di anggap adik tapi ditiduri..
Beatrys Abbas
Kenapa di begitu ceritanya kak
devi wulan susanti
kok crtax jd gini,lah trus apa bedax adilla
🦀🪄𝒏𝒄𝒆𝒔𝒔𝒊𝒓𝒆𝒏 🪄🦀
Hay para pembaca yang tercinta, cobalah mampir di karyaku ini insyaallah ceritakan tidak membuat kalian bingung
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut thor
🦀🪄𝒏𝒄𝒆𝒔𝒔𝒊𝒓𝒆𝒏 🪄🦀
Good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!