NovelToon NovelToon
Bukan Kontrak Pernikahan

Bukan Kontrak Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:27.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adinasya mahila

Warning!
(Kram perut yang disebabkan membaca cerita ini tidak ditanggung BPJS, Jika gejala berlanjut hubungi Otor)


Bianca Nataniasunny seorang gadis mandiri dan sedikit arogan harus menjalani pernikahan tanpa cinta dengan seorang pria bernama Skala Prawira yang tak kalah arogan seperti dirinya. Kedua mahkluk itu sama-sama mengincar warisan dari keluarga mereka dan sepakat untuk melakukan kerjasama.

Menikah tidak membuat mereka lantas dengan mudah saling mencintai. Pertengkaran yang berujung kekonyolan menjadi santapan mereka sehari-hari.

"Kalau gue Anaconda loe Piranha Amazon," ~ Ska.

"Hah...ogah gue sehabitat sama loe," ~ Bian.

Tanpa Skala dan Bianca sadari jeratan takdir masa lalu telah mengikat keduanya.

_
_
_

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Hamil

Bian memijat keningnya berkali-kali saat sedang memimpin rapat, wajahnya sangat pucat dan terlihat layu.

Bayu yang melihat atasannya seperti kurang enak badan lantas mendekat dan berbisik ke telinga Bian.

"Apa anda butuh sesuatu? Apa anda sedang tidak enak badan?" Tanyanya khawatir.

"Entahlah Bay, aku dari pagi mual, kepalaku pusing sepertinya aku kelelahan setelah acara ulang tahun PG group," Jawab Bian.

"Bukankah itu sudah hampir satu bulan yang lalu? apa jangan-jangan anda tengah hamil?"

Suara Bayu yang menyebutnya hamil terdengar oleh semua staff, beberapa dari mereka terlihat senang mendengar hal itu, bukan apa-apa, Bianca terkenal sangat tegas dan disiplin, jarang mereka mendapat kelonggaran jika menyangkut tentang urusan pekerjaan. Jika Bian hamil mereka berharap atasannya itu bisa fokus ke kehamilannya sehingga tidak terlalu mengawasi mereka.

"Ngaco!" Sanggah Bian.

Gadis itu merasa perutnya tidak nyaman. Berdiri, Bian meminta Bayu menutup rapat, ia buru-buru berlari ke kamar mandi, memuntahkan isi perutnya di closet. Bersandar pada tembok toilet, Bian mencoba mengatur napasnya, tetapi ia kembali mual.

Lemas, ia berjalan gontai menuju ruang kerjanya, meminta Bayu untuk membawakan teh hangat. Bian melepas sepatunya, memilih berbaring di sofa dan memejamkan mata.

Bayu yang datang dengan secangkir teh di tangannya merasa tidak ingin mengganggu bosnya, meletakkan teh itu di meja, Bayu keluar tanpa membangunkan Bianca.

Sesaat setelah Bayu pergi, Bian bangun dan menyesap teh yang ia minta. Namun, apa yang ia rasakan masih sama, pusing dan mual.

***

Masih terlihat pucat, Bianca datang ke sebuah restoran dimana Andra berkata ingin bertemu dengan dirinya dan Skala. Entah apa yang akan dikatakan pengacara suaminya itu, yang pasti Andra berkata ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting.

Hampir datang bersamaan, Skala dan Andra terlihat berjalan ke arah meja Bian. Mendapati istrinya pucat Ska merasa sedikit khawatir.

"Elo ga kenapa-kenapa kan?"

Bian hanya menggelengkan kepalanya. gadis itu seolah tak memiliki tenaga untuk sekedar menjawab pertanyaan sang suami.

Duduk berhadapan dengan sahabatnya, Andra mulai menyampaikan maksud dirinya mengajak Skala dan Bian bertemu.

"Gue mau ngancam kalian," ucap Andra.

Mengerutkan dahi, Ska sama sekali tidak mengerti dengan maksud pengacaranya itu.

"Gue butuh uang, jadi gue mau meras kalian," lanjut Andra.

"Ngomong yang jelas! gue sama sekali gak paham maksud loe." Meskipun dengan suara yang lemah, Bian masih tetap terdengar galak.

"Beri gue uang satu miliar, kalau gak gue bakal bocorin perjanjian kalian ke Tuan Prawira." Gemetar, jelas Andra grogi dalam menyampaikan ucapannya.

"Apa?" Skala melebarkan bola matanya.

"Kan Ska, gue udah pernah bilang kalau pengacara loe tu ga bisa dipercaya, lihat aja tampangnya," cibir Bian.

Andra terlihat bingung mendengar ucapan Bian, ia sampai mengelus mukanya sendiri untuk memastikan. Sebuah serbet melayang ke wajahnya, Skala terlihat kesal mendengar ucapan sahabatnya itu.

"Maksud loe apa sih?" Ska mengulangi pertanyaannya.

"Gue minta satu miliar sebagai uang tutup mulut, kalau ga kalian kasih, gue bakal beberin isi kontrak pernikahan kalian ke semua orang." Andra mengulang ancamannya.

"Silahkan loe ungkapin, sebelum itu gue pastiin loe udah mati dan gue bakal gantung mayat loe di puncak Monas." Skala balik mengancam pengacaranya.

"Sukurin loe!" timpal Bianca.

"Kejem banget sih kalian, ntar anak gue jadi yatim sebelum lahir donk," ucap Andra dengan ekspresi muka memelas.

Skala dan Bian kebingungan karena tahu betul bahwa laki-laki di hadapan mereka sama sekali belum menikah.

"Anak loe? maksud loe apa?" Ska terlihat makin penasaran dengan ucapan aneh Andra.

"Melanie hamil."

"Apa?"

Sama-sama terkejut, Bian langsung memegangi kepalanya yang terasa semakin berputar. Sementara Skala langsung menyandarkan punggungnya ke kursi, melipat tangan di depan dada sambil memalingkan muka, mulutnya menganga masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Gue bingung Ska, orang tuanya benar-benar marah, dan mereka minta mas kawin lima ratus juta ke gue kalau gue pengen nikahin anaknya."

"Gila matre juga calon mertua loe," cibir Ska.

"Kalau orang tua Melanie minta lima ratus juta kenapa loe minta kita satu miliar?" Bianca yang masih merasa tidak enak badan semakin mual mendengar permintaan Andra yang gila.

"Lima ratus jutanya buat resepsi," jawab Andra pelan.

"Astaga, loe kebangeten banget kerenya," hina Skala.

"Ska gue mohon, gue benar-benar pengen tanggung jawab, kalian juga harus bantu gue, karena perbuatan itu gue lakuin di rumah kalian, di markas."

Andra memelas. Namun, mendengar penjelasan laki-laki itu soal melakukan perbuatan itu di markas, Skala menjadi marah.

"Loe emang keterlaluan, gue aja belum pernah pakai, dasar!" Mengangkat tangannya ke atas, Ska kesal sampai ingin memukul pengacaranya itu.

"Loe boleh mukulin gue, tapi habis itu kasih gue satu miliar." Masih mencoba merayu, Andra memasang mata memelas membuat Ska memalingkan mukanya lagi.

"Loe kira gue pabrik duit?"

Bianca yang semakin pusing hanya bisa memijat keningnya mendengar perdebatan dua laki-laki itu.

"Kalau gitu gue ngutang, gue cicil seumur hidup."

Ucapan Andra semakin membuat Skala geram. Saat mereka tengah berdebat Melanie terlihat berjalan masuk ke dalam restoran. Bianca langsung berdiri menghampiri pengacaranya itu, melayangkan tangannya untuk memukul lengan Melanie.

"Loe ya, kurang ajar! mau ngancam-ngancam gue! dasar teman ga ada ahklak."

Melanie terlihat ketakutan, berlari ke arah sang kekasih yang sudah berdiri menyambutnya, gadis itu lalu bersembunyi di balik punggung Andra.

"Jangan mukul-mukul Bi! ntar kalau kena calon bayi gue gimana?" ucap Andra sambil menghalangi langkah Bianca.

"Hah... kalian benar-benar gila, gue ga nyangka loe ya Mel, bisa-bisanya nusuk gue dari belakang." Bian terlihat emosi, menunjuk-nunjuk Melanie yang hanya bisa mengintip dari balik punggung Andra.

"Bi, kita cuma kepepet, kalau gue ga nikah terus gimana nasip bayi gue, dapetin duit satu miliar dari mana kalau bukan dari kalian." Melanie memelas, Ia masih ketakutan meski hanya menatap wajah sahabatnya.

Bian tiba-tiba saja terdiam, gadis itu mengerjabkan mata dan menggelengkan kepalanya berkali-kali, membuat Andra dan Melanie bingung.

"Bi, loe kenapa?" tanya Melanie panik. "Bi, loe ga kenapa-kenapa kan?"

Skala yang memalingkan mukanya sedari tadi sambil mendengarkan perdebatan itu langsung

menoleh ke arah istrinya, Ia segera berdiri saat Bianca tiba-tiba ambruk, beruntung Andra dengan sigap meraih tubuh gadis itu.

Panik, Ska sampai menabrak meja, mengambil kepala Bian dari Andra, Ia menepuk-nepuk pipi istrinya berkali-kali.

"Ca, loe kenapa? Ca bangun!"

Skala langsung mengangkat tubuh istrinya, berteriak ke Andra untuk segera menyalakan mobilnya.

"Buruan Ndra!" bentak Ska.

Terlalu Panik, Andra terlihat kebingungan, alih-alih mundur laki-laki itu malah memajukan mobil Ska sampai menabrak tong sampah. Melanie yang duduk di sebelahnya terlihat kesal, meminta kekasihnya turun untuk mengambil alih kemudi.

"Mel, jangan ngebut-ngebut, gue takut." Andra berkeringat dingin sambil memegang erat hand grip mobil, mulutnya tak henti-henti merapalkan doa.

Ska memeluk erat tubuh Bian yang tak sadarkan diri di kursi belakang. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada gadis itu.

"Jangan tinggalin gue Ca, gue mohon jangan tinggalin gue!" ucap Ska berkali-kali sambil menciumi kening Bianca, padahal gadis itu hanya pingsan bukan sekarat.

_

_

_

_

_

_

LIKE

KOMEN

VOTE

makasih 🥰

1
febby fadila
masih misteri ya, semoga cepat di temukan pelakunya
febby fadila
aku nggak lihat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
febby fadila
mantap good bianca salah cari lawan kamu ska istrimu itu lbih segalanya 🤣🤣🤣
febby fadila
ya ampun ya ampun ya ampun 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
seharusx ular cobra ya kan 🤣🤣🤣🤣🤣 banyak bisanya
febby fadila
hm hm semoga aja kecentol lagi sama bianca biar cepat hamil
febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga suntik mati aja sekalian 🤣🤣🤣
febby fadila
panas panas panas panas wkwkkwwkwk
febby fadila
penasaran ni siapa yg bakalan hamil duluan ini feli apa bianca
febby fadila
sabar ya bayu kedua atasan kamu itu lagi mabuk cinta 🤣🤣🤣
febby fadila
kira² siapa yg duluan hamidun ini
febby fadila
waaa habis mabuk bian sama ska makin mesrah tp beda sama tama dan feli bakalan perang ini mah 🤣🤣🤣
febby fadila
hmmm nggak ada lagi ya cucu laki² prawira ini untuk aku jadikan mantu 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
tamia aku kira tomi² 🤣🤣🤣
febby fadila
wooww sial benar pasutri baru ini 🤣🤣
febby fadila
razia di pagi buta 🤣🤣🤣
febby fadila
pacaran setelah nikah tu enak nggak rakut dosa bebas mau ngapain ♥️♥️
febby fadila
hmmm tama mau jadi pebinor sama kek istrinya yg mau jadi pelakor 🤣🤣🤣
febby fadila
uuuuu klw yg ganteng nan cakap bgni jiwa haluku meronta ronta 🤣🤣🤣🤣
febby fadila
sabar ya Skala 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!