Akibat mengintai sang ayah yang dicurigai selingkuh, Freya justru berakhir di kamar hotel bersama seorang Pria. Namun, siapa sangka jika semua ini hanya jebakan agar Freya menerima perjodohan bisnis dari keluarganya. Lantas, bagaimanakah Freya menjalani pernikahannya, sedangkan Freya sedang memperjuangkan teman satu kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tie tik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Datang ke Kantor
Masa KKN selama satu bulan telah usai. Semua mahasiswa kembali menempuh pendidikan akademis di kampus. Mereka mulai menyusun rencana penelitian untuk skripsi yang akan datang.
"Prof. Agung cuti hari ini. Berarti sekarang kita bisa pulang guys," ucap Sherly setelah membaca pengumuman di group kelas.
"Jalan yuk!" ajak Rama seraya menatap Freya dan Sherly bergantian. "Ngopi di tempat biasa," ucap Rama. Pemuda asal Surabaya itu masih berharap bisa dekat dengan Freya meski dia sudah tahu, jika Freya tidak memiliki perasaan apapun lagi kepadanya.
"Kalian berdua saja yang pergi. Aku ada acara nih," tolak Freya seraya merapikan tasnya. "Aku mau ke kantornya Alex," ucap Freya.
Setelah berbincang beberapa menit lamanya, akhirnya Freya meninggalkan Rama dan Sherly. Entah mengapa, hari ini Freya tiba-tiba saja ingin makan siang bersama dengan Alexander. Rasa rindu hadir dalam diri hingga tak mampu jika harus menunggu Alexander pulang nanti malam.
"Aku mampir beli makanan dulu deh. Alex pasti belum makan siang," gumam Freya seraya mengarahkan setir mobilnya ke salah satu restauran.
Cukup lama Freya menunggu pesanannya selesai. Setelah membayar, Freya bergegas masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan. Kali ini dia sengaja tidak mau memberitahu Alexander ataupun Bima jika akan pergi ke kantor. Freya ingin kedatangannya di sana menjadi kejutan untuk Alexander.
"Akhirnya sampai juga," gumam Freya setelah memarkirkan mobil di depan perusahaan suaminya itu. Tak lupa dia merapikan penampilannya sebelum bertemu dengan Alexander. "Alex pasti suka dengan menu makan siang ini," ucap Freya saat berjalan menuju lobby kantor.
Senyum manis mengembang dari kedua sudut bibirnya tatkala beberapa kali berpapasan dengan beberapa pegawai. Freya selalu bersikap ramah meski dia adalah istri pemilik perusahaan ini. Tak sedikitpun dia menunjukkan sikap arogan ataupun acuh. Hingga langkah wanita cantik itu sampai di dalam lift khusus yang biasa dipakai oleh Alexander.
"Selamat siang, Bim," sapa Freya setelah keluar dari lift dan melewati ruang kerja asisten pribadi suaminya itu.
Bima terhenyak tatkala melihat kehadiran Freya di sana. Lajang dua puluh delapan tahun itu segera membuntuti Freya. Raut wajahnya terlihat tidak baik-baik saja. Dia gelisah dan gugup saat memanggil istri Alexander itu.
"Fee,"
"Iya, Bim. Ada apa?" tanya Freya setelah membalikkan badan dan berhadapan dengan Bima.
"Alex masih rapat," ucap Bima dengan gelagat aneh.
"Rapat?" ulang Freya karena tidak yakin jika suaminya mengadakan rapat di jam makan siang. "Kalau begitu, aku akan menunggu dia di dalam saja. Tolong jangan beritahu Alex kalau aku di sini," ucap Freya dengan diiringi senyum manis.
"Jangan!" sergah Bima saat Freya membalikkan badan dan bersiap melangkahkan kaki. "Alex masih lama. Nanti kamu bisa bosan kalau di dalam sendirian. Aku bisa mengantarmu jalan-jalan dulu kalau mau," jelas Bima.
Tentu saja sikap yang ditunjukkan Bima berhasil membuat Freya curiga. Wanita cantik itu mengernyitkan kening setelah mengamati ekspresi wajah Bima. "Aku sedang tidak ingin jalan-jalan, Bima. Jika memang Alex rapat, aku akan menunggu di dalam. Aku bisa tidur di sana. Memangnya ada apa sih? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" selidik Freya dengan tatapan tajam.
"Tidak ada. Ya sudah kalau begitu silahkan tunggu Alex di dalam," jawab Bima pasrah. Pemuda berparas manis itu membuang napas kasar setelah Freya berlalu dari hadapannya.
Sementara itu, Freya terus melangkah menuju ruang kerja suaminya. Dia sempat menghentikan langkah di depan pintu karena harus merapikan roknya. Freya memegang gagang pintu. Dia sempat ragu setelah mengingat kembali bagaimana sikap Bima tadi. "Ah, mungkin dia hanya kurang fokus karena belum makan siang," gumam Freya saat memupus rasa curiga yang sempat hadir dalam pikiran. Akhirnya tanpa mengetuk pintu, Freya membuka pintu ruangan yang ditempati Alexander.
"Al—" Freya menghentikan ucapannya tatkala melihat ada seorang wanita berdiri di samping kursi yang ditempat oleh Alexander. Perasaan Freya pun mendadak tidak enak.
terima kasih buat karya2 terbaiknya,,sukses selalu
Selamat buat Alex sama Freya,,baby boy sudah lahir jadi pelengkap kebahagiaan keluarga kecil mereka