Bayangkan jika kamu memiliki kakak terkeren di kampus, pintar bahkan jenius dan populer tentunya, selain itu ia juga menyangimu dan menjagamu dari siapun yang mendekatimu.
Kakak mu juga memiliki seorang saingan yang tidak kalah keren, tampan dan pintar dari kakak mu dan membuatmu jatuh cinta. Bisahkah kamu memilih antara kakak mu atau laki-laki yang kamu sukai?
Sofi : Jangan perna lepaskan akau kak, meski aku memintanya.
Diori :Kamu adikku apapun yang akan terjadi nanti.
Aktara : Aku mencintai mu Sofi.
PERINGATAN!
TYPO BERHAMBURAN DIMANA-MANA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SS - 32
Epilog...
Tiga tahun dari kejadian itu, Diori sekarang telah menikah dengan Jesy mereka juga telah membuaka sebuah restoran bernama “Sori Resto” nama yang dulu Sofi usulkan. Diori bahkan telah memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik yang sekarang berusia satu tahun, anak itu sangat dekat dengan kakeknya, Median.
Median mencoba untuk bangkit dari keterpurukanya, setelah kematian Sofi, meski sangat berat, tapi ia tidak menyerah. Karena Sofi adalah salah satu jiwa Median, anak gadisnya yang selalu ceria dan manja padanya tiba-tiba harus pergi meninggalkan dirinya dan Diori untuk selamanya.
Sedangkan Alif dan Anda lulus dari kampus itu dengan nilai yang sangat memuaskan, begitu juga dengan Lisa. Bahkan mereka sudah mulai bekerja, Alif memutuskan melamar pekerjaan pada salah satu rumah sakit jiwa bersama dengan Anda meski sekarang mereka masih dianggap anak magang tapi mereka terus mencoba dan tidak menyerah. Begitu jga dengan Lisa yang memilih mengajar di luar kota agar ia bisa bisa dekat dengan ibunya. meski, kondisi ibunya sudah membaik, tapi Lisa tetap memilih menemani ibunya.
Alif, Anda dan Lisa, bahkan menangis saat mereka di wisuda, seharusnya mereka bisa tersenyum bersama, berpoto bersama Sofi, tapi harapan hanya tinggal harapan, Sofi sahabat mereka tidak akan pernah hadir di sana bersama mereka.
Aktara menjadi pendiam, ia tidak berniat membuka hatinya untuk wanita manapun Aktara lebih memilih meneruskan perusahaan ayahnya dan terus melukis wajah Sofi yang tersenyum lembut padanya.
***
Dua laki-laki itu sedang duduk di tepi kolam rumah Aktara “Di, Sofi waktu itu jatuh disana saat aku mengejarnya.” ucap Aktara menunjuk bagian kolam di depannya, Diori mengangguk, ia sudah tau semuanya, “Di, aku mengendong Sofi waktu itu, di kolam ini.” Lagi-lagi Diori mengangguk, “Aku juga membak Sofi di sini.” Aktar menepuk lantai tempat dimana mereka duduk. “Sofi waktu itu tersenyum, aku bisa liat pipinya memerah, waktu itu dia sangat lucu,” Aktara terkekeh sejenak “Di, Sofi lagi apa ya? Aku sangat merindukanya, aku harap Sofiku gak marah lagi.” ucap Aktara sambil memandang langit.
“Sofi gak pernah marah sama kamu Ta.”
“Benarka?” Aktara tersenyum lebar mendengarnya, Diori mengangguk cepat
“Kenapa Sofiku terus sembunyi?” tanya Aktara
“Ta, Sofi ngak akan pernah kembali, ia sudah tenang di sana.” Dioari menatap langit yang terlihat cerah “Ta, kamu berhak bahagia.” tambah Diori.
“Aku bahagia Di, aku bahagia sekarang kita bisa kembali seperti dulu, aku bahagia karena Sofi juga mencintaiku.” Diori masih bisa melihat hati Aktara yang tidak bisa menerima kepergian Sofi.
“Ta, luapin Sofi, kamu harus buka hati kamu Ta, aku yakin Sofi akan sedih melihat kamu seperti ini.” Diori mentap Aktara sendu.
“Kamu nyuru aku ngeluapain Sofi. Apa kamu gila! Sofi itu adik kamu, Dia pacar aku Di, dan aku akan menikahinya, aku sudah bilang kan sebelumnya!” Aktara terlihat kesal tanganya mengepal kuat.
“Ta, aku sedih liat kamu kayak gini.” Diori hendak menyentuh bahu Aktara tapi laki-laki itu segera menepisnya.
“Di, mending lo pulang dan satu lagi jangan pernah meminta gue lupain Sofiku, aku gak akan pernah melakukanya, bahkan sampai aku mati, kamu boleh minta apa aja, tapi jangan yang satu itu.” Aktara segera pergi meninggalkan Diori yang diam, perlahan air mata Diori menetes, Diori juga bisa mendengar Aktara yang berteriak keras di kamarnya memanggil mana Sofi adiknya.
”Sayang, aku sangat merindukanmu.” Bisik Aktara sambil menyetuh lukisan wajah Sofi yang sedang duduk di pingir danau dengan mata terpejam, rambutnya di sangul asal keatas bibirnya menarik sudut sehingga membentuk senyum yang sangat indah.
THE END
Susah banget soalnya nemu novel yang bagus gitu buat di baca.
Terakhir aku baca yang judulnya "(Siapa) Aku Tanpamu)", bagus banget ceritanya tapi yang baca dikit, kasian otornya.
Dan jangan lupa, searchnya pakek tanda kurung
makasih atas ceritanya...sukses selalu. please laen kali bkn cerita yg happy ending 🙏🙏😅😩
cuss bacaa jan lupa tonggalkan jejaak🤗
tkn prfil q ajaa yaa😍
vielen danke😘