NovelToon NovelToon
Pianis Di Tengah Hujan

Pianis Di Tengah Hujan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cintapertama / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Anonimity

Kasta yang berbeda mengharuskan mereka berdua berpisah. Meski kenyataan sangat sulit di tentang. Keduanya Hidup dalam senyuman palsu. Yessica hanya anak dari seorang penjahit, sedangkan Ara adalah seorang pangeran kerajaan. Takdir memang sangat kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Anonimity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 : Guilty Crown

"Sudah berapa Lama aku tidak sadarkan diri? Kenapa suasananya sangat hening." Ucap Yessica. Saat Yessica Berniat beranjak Dari ranjangnya, Getaran hebat seperti Gempa Bumi membuatnya Hampir terjatuh kehilangan keseimbangan.

"Apa Yang terjadi?" Yessica berlari melihat situasi Dari Balik jendela. Dengan Mata indahnya, Gadis Itu melihat seluruh Tanah Kagami sudah terbalut kristal. Para penyihir kerajaan Kagami, Berbondong-bondong menghancurkan Kristal Yang menyelimuti Kota. Teriakan dan ledakan, Begitu terasa menggema di telinga Yessica. Kali Ini Ada Yang salah Dengan Kristal Tersebut. Setiap kali kristal itu Hancur, Akan cepat beregenerasi dan menyerang mage Yang dekat dengannya.

Yessica Juga melihat Banyak Warga Kota Yang sudah beku menjadi kristal. "Semuanya..." Gumam Yessica.

***

"Yang Mulia, Kristal Ini memiliki kekuatan regenerasi Yang cepat. Sihir Tidak berguna Untuk menghancurkannya." Ucap Prajurit.

Jinan mengepalkan tangannya. "Mustahil."

Dari Langit Yang Gelap, Sebuah Cahaya Rasi Bintang bersinar. Seekor Kuda dengan sayap emas terbang dengan Feni memakai baju Jirah dan busur di tangannya. Feni memfokuskan Busur pada satu Arah.

"Star Arow.." Busur Melesat menuju titik target. Kemudian berpecah menjadi ribuan busur cahaya Yang menghujani Lautan Kristal. Namun, kristal itu tetap Tumbuh kembali dan membalas serangan Feni.

Feni melesat menghindari setiap serangan Dari kristal dan mendarat di puncak istana dimana Jinan dan Boby berada.

"Percuma saja, Ini tidak akan berguna. Hanya Yessica Yang Bisa menghancurkannya." Ucap Feni.

"Putri Yessica Masih belum bangun. Sudah Dua Minggu berlalu. Harusnya Teknik pangeran Vino sudah tidak berlaku lagi." Ucap Aya.

"Benar, Teknik Sleeping Divine Hanya bekerja selama Tiga Hari saja. Tapi kenapa Yessica masih belum bangun?" Ucap Vino.

"Jangan menyerah, Sebisa Mungkin Kita harus melawan benda aneh ini. Sampai titik darah penghabisan." Ucap Boby.

"Jika kita menyerang secara membabi Buta, Selain Akan menghabiskan energi Kita, Itu Juga sangat berbahaya Bagi orang-orang yang terjebak di dalam kristal." Ucap Feni.

Ketika mereka sedang merenung, kembali terjadi Getaran Yang luar Biasa. Sampai mereka hampir kehilangan keseimbangan.

"Apa yang terjadi?" Tanya Jinan.

Feni dengan kekuatan Zodiak Sagitarius, melesat terbang menuju Langit. "Gawat!"

"SEMUANYA! CEPAT MASUK KEDALAM ISTANA. GELOMBANG SALJU KEDUA MUNCUL DENGAN GANAS SEPULUH METER DARI ARAH BARAT!!!" Teriak Feni.

Mendengar seruan Feni. Jinan mengeratkan rahangnya. "Sial! Bencana Ini tidak ada habisnya."

Jinan memerintahkan semua prajurit mundur dan berlindung di dalam istana. Feni memasang barrier khusus Untuk menghalangi Badai salju masuk kedalam ibu kota. Badai salju begitu ganas, Sampai Barrier Yang di pasang Feni Retak dan tidak akan bertahan lama. Feni segera melesat Turun dan masuk kedalam istana. Barrier sudah hancur Total, Ibu kota Kagami, kembali di selimuti oleh badai salju yang besar.

***

"Bagaimana mengatasi masalah Ini...." Bukan hanya Jinan sebagai raja Yang berfikir dengan keras. Begitu Juga dengan Boby dan yang lainnya.

"Apa Tidak ada Cara lain, kita tidak selalu bisa mengandalkan Yessica." Ucap Vino.

"Ayah mengerti kekhawatiran-mu, Tapi sekarang kita hanya tau kalau hanya Yessica yang bisa menghancurkan Kristal itu." Ucap Boby.

"Bagaimana jika Kita melakukan apa Yessica lakukan.." Ucap Vino.

"Maksudmu?" Tanya Feni.

"Lagu Kutukan itu... Kenapa kita Tidak menyanyikannya."

Feni menggeleng, "sekalipun Kita menyanyikan lagu itu, tidak akan berefek apapun."

"Kenapa Begitu?"

"Bukankah aku sudah sering Bilang, Kalau hanya orang yang terkena Kutukan itu Yang bisa menyanyikan lagu itu. Jika lagu itu bisa di nyanyikan oleh semua orang, Bangsa Iblis sudah lenyap sejak dulu." Ucap Feni.

Saat Semua Orang tengah kebingungan dalam dilema, Christy diam-diam pergi dari ruangan tanpa sepengetahuan siapapun. Gadis itu menyelinap Untuk melihat kondisi kakak-nya.

KRIEET

Mata Christy membulat. Segera setelah dia melihat apa Yang ada di dalam kamar, dia segera berlari kencang keruang singgasana.

"AYAH GAWAT!!!" Teriak Christy.

Teriakan Christy memancing Tatapan semua Orang, "Christy apa yang terjadi?" Tanya Jinan.

"Kak Chika tidak ada di kamarnya!" Semua orang Terkejut dengan pengakuan gadis itu. "Bagaimana mungkin, Kamu pasti salah lihat."

Christy menggeleng, "aku tidak salah, Kak Chika memang Tidak ada."

Tepat saat semua Orang hendak pergi ke kamar Yessica Untuk memeriksa, suara yang sangat indah mengalun ke seluruh penjuru. "Suara ini...Yessica." Ucap Vino.

"Cari dia sekarang!!" Seru Jinan. Para prajurit menyebar keseluruhan istana Untuk mencari sumber suara Yang di duga adalah Yessica.

Sementara itu, di Puncak istana, di tengah badai salju. Aura Putih transparan melindungi Yessica dari ganasnya badai. Yessica duduk di depan sebuah Piano Hitam. Dengan Lihai memainkan Jemarinya.

Aku sudah dicintai olehmu~

tidak pernah dibutuhkan~

Dan saya~

Sendirian seperti ini~

Lalu apa yang kamu katakan?~

Kata-kata yang tidak sampai padaku terbang di udara~

Meskipun aku tahu~

Saya akan melakukannya lagi hari ini~

Sebuah keinginan yang tidak terpenuhi~

Jangan lepaskan, erat-erat~

memegang tanganku~

Aku bilang aku akan tinggal bersamamu~

Tangan yang kami pegang terasa hangat~

Dia baik~

Cahaya silver Berbentuk spiral Muncul di atas langit menaungi seluruh Ibu kota Kagami dan menyebar ke seluru benua Atlantis. Badai salju Yang Ganas perlahan mulai reda seiring dengan Alunan Lagu Yessica dan kemunculan Cahaya spiral tersebut. Orang-orang Yang mencari Yessica terhenti dan melihat keluar jendela.

"Yang mulia, Badai salju mulai reda dan Cahaya spiral tiba-tiba muncul dari atas langit." Ucap Aya.

"Itu pasti Yessica, dia ada di puncak istana." Seru Jinan.

***

Tanah Region..

"Ini...Apa Yang terjadi?" Gumam Frizly ketika badai salju mulai reda.

***

Tanah Glory..

"Dia memang harapan semua orang." Ucap Shanju.

***

Tanah Vallerian..

"Kau Mirip seperti ibumu.." Gumam Sinka.

***

Aku sudah dicintai olehmu~

tidak pernah diperlukan~

Dan saya~

Sendirian seperti ini~

Lalu apa yang kamu katakan?~

Kata-kata yang tidak sampai padaku terbang di udara~

Meskipun aku tahu~

Saya akan melakukannya lagi hari ini~

Sebuah keinginan yang tidak terpenuhi~

Jangan lepaskan, erat-erat~

memegang tanganku~

Aku bilang aku akan tinggal bersamamu~

Tangan yang kami pegang terasa hangat~

Dia baik~

kamu selalu memperlakukanku seperti itu~

Membuatku marah dan kemudian menangis pada akhirnya~

Tapi kemudian dia bilang dia menyesal.~

Aku menyukai wajah itu~

Jangan lepaskan, erat-erat~

Dengan sekuat tenaga~

saya ingin berada di pelukanmu~

Dengan dua orang~

Sambil saling menyentuhkan dahi kami~

tidur~

Tahukah kamu bahwa kita tidak akan pernah bertemu lagi?~

Jangan lepaskan, erat-erat~

Aku menyukaimu~

Anda tidak akan tersenyum lagi~

milikmu~

Sebelum kehangatannya hilang~

Merangkul~

Badai salju sudah Reda sepenuhnya, Namun, Jari-jemari Yessica masih belum berhenti Untuk menari di atas keyboard.

'Aku berjanji Tidak akan menyerap asal muasalmu. Dan membiarkanmu menggunakan kutukanku tanpa resiko. Kau Bisa menyelamatkan Orang-orang yang kau Cintai.'

Yessica masih ingat apa Yang Elaine katakan sebelumnya. 'Terima kasih' Batin Yessica. Nada Mulai berganti dengan alunan yang sangat akrab.

"Ini adalah....Lagu Kutukan, Pianis di Tengah Hujan." Ucap Feni.

"Gawat! Jangan Biarkan Yessica menyanyikan lagu itu." Seru Jinan. Tapi semuanya sangat terlambat Bagi mereka.

Sekarang sang pianis hujan~

Sedang melantunkan asmara~

Di tengah kota pun Dia mainkan melodi yang sedih~

Jemari tetesan air~

Menekan window di keyboard-nya~

Concerto yang hanya untukku~

Dengan kata-kata lembut, Diputuskan Sayonara~

Terlalu tiba-tiba~

Di pinggiran sofa, aku Hanya duduk dan terdiam, Menggigit kuku jemariku~

Ku yakin akan ada yang lebih baik untukmu Tatapanmu s'perti melihat anak kecil Terulang kembali takdir masa depanku Yang selalu membuatku takut~

Sekarang sang pianis hujan Mulai bermain dengan pelan Pernah aku dengar Lagu perpisahan dari Shofan~

Air mata deras mengalir Sambil mengusap pipi ini Di dalam dadaku BGM~

Saat kau memunggungiku Dan mulai bersikap dingin Itu tanda menyerah~

Cahaya spiral Mulai berputar dan menyebar menghancurkan sudut demi sudut kristal Yang menyelimuti Benua Atlantis. Yessica dengan angguan kembali melantunkan kalimat demi kalimat Lagu itu.

'yessica...Tolong berhenti' batin Jinan sambil berlari.

Dirimu yang t'lah dewasa Selalu dengan senyuman Hanya meyakinkanku saja~

Walaupun kau bilang bahwa dirimu lah yang salah Cinta seharusnya antara kita berdua Harus bagaimana di saat s'perti ini? Pada pengalaman yang pertama~

Sekarang sang pianis hujan Sedang melantunkan asmara Di tengah kota pun Dia mainkan melodi yang sedih~

Jemari tetesan Air~

Menekan window di keyboard-nya Concerto yang hanya untukku~

Sekarang sang pianis hujan Mulai bermain dengan pelan Pernah aku dengar Lagu perpisahan dari Shofa ~

Air mata deras mengalir Sambil mengusap pipi ini Di dalam dadaku BGM~

Mainkanlah lagu yang lain~

PRANKK

Kristal sudah sepenuhnya hancur dan Benua Atlantis kembali seperti semula. Bencana Apocalypse berhasil di selesaikan berkat Sang Putri Bulan.

BRAKK

Jinan mendobrak Pintu dan melihat Yessica duduk di hadapan Sebuah Piano Hitam. Tidak bergerak sama sekali.

"Yessica..." Jinan mendekati Yessica secara perlahan.

"Yang mulia, Berhati-hatilah." Ucap Feni.

Berbeda Dengan Vino yang langsung berlari dan menubruk tubuh Yessica kedalam dekapannya. "Yessica..Aku merindukanmu."

Tidak ada balasan dari Orang Yang bersangkutan.

"Vino menjauhlah..." Ucap Feni.

Namun sedetik kemudian, Tangan indah Yessica bergerak melingkar di Punggung Vino. "Aku juga merindukanmu pangeran."

1
wah..keempatnya sudah berkumpul yeyyyy
Atha Diyuta
next
wahh...bahagianya bisa berkumpul lagi dengan keluarga yg lengkap..
masalah datang bertubi2, itulah kehidupan
menarik..semakin seru...👍👍👍👍
marrydiana
hmmm gantung😌
Miss Anonimity: Sehari satu chapter kak
total 1 replies
bunda mampir pakai akun ini😁😁
semangat yaa
Remiliya
semangat thor/Good/
marrydiana
seru banget, semangat updatenya thor😄
feedback di karya aku juga ya😆
ceritanya bagus..👍👍
wah...kebenaan akan terkuak yaaa...
👍👍👍👍👍
bagus ceritanya.
imlvrc_y.•'より'•.K
sugee!!... the best banget cerita mu kak

buat author↓↓
ganbatte kudasaii
Miss Anonimity: makasih kak ☺️☺️
total 1 replies
marrydiana
🌹 buat author biar makin semangat, feedback ya thor😆
Atha Diyuta
puisinya bagus,next ka smngt
sedih /Sob//Sob//Sob/...di jaman sekarangpun masih ada koq yg seperti itu
Atha Diyuta
next
marrydiana
ihh lucu banget shanju ketahuan bohong😅
Anonim
Semangat kakak, mampir yuk ke cerita ku. Hehehe
marrydiana
🌹untuk author biar makin semangat!!
Miss Anonimity: makasih banyak kakak ☺️☺️☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!